Menikah dengan Ku

Mereka sedang berada di dalam mobil menuju tempat keberadaan Langit. Hati Jennie menjadi gelisah, dia seketika

menjadi takut untuk berhadapan dengan Langit, tapi dia tidak ingin kali ini Langitnya di dahului orang lain lagi. Tidak ada Jennie si gengsi dan pemalu dalam menyampaikan perasaan, yang ada sekarang adalah bagaimana pun caranya Langitnya harus menjadi miliknya, bukan milik orang lain apalagi milik Unnienya.

"Tenang Unn, persiapkan diri Unnie," kata Rachel yang melihat unnienya cemas, mencoba untuk menenangkan Unnienya.

"Hatiku gelisah, Rachel," Jennie gugup, memainkan jemari tangannya.

"It's oke Unn, itu perasaan yang wajar karena akan bertemu dengan orang yang kita cintai," kata Rachel mengusap lengan Jennie.

"Ayolah Jennie, kita hanya menemui Langit saja, kenapa dirimu menjadi gelisah, seperti orang yang ingin melamar orang untuk nikah saja," Ledek Jesya.

"Kenyataannya seperti itu, Unn," ujar Jennie.

"Hah? Maksudnya?" tanya Jesya.

"Aku yang akan menikahinya, Unn," ucap Jennie mantap.

"What's!" teriak Rachel dan Jesya kompak.

"Iya, aku yang akan menikahinya. Aku tidak ingin terlambat kesekian kalinya lagi," jelas Jennie.

"Kamu gila," cibir Jesya.

"Iya, aku gila Unn, gila karena cintaku hanya selalu tertuju pada Langit, entah apa yang dia perbuat dengan diriku, hingga aku tergila-gila dengan dirinya," ungkap Jennie.

"Bukankah Unnie sendiri yang mengatakan kemarin ingin menyerah. Dan Unnie juga tidak ingin mengejar Langit lagi karena takut Langit bersama Unnie karena balas budi. Masa lalu Langit belum selesai juga," Rachel mengulang kembali perkataan Unnienya.

"Tidak, mulutku bisa berbohong Rachel. Tapi tidak dengan hatiku yang selalu meneriaki namanya, pikiranku selalu tertuju dengan dirinya Rachel," jelas Jennie.

"Tapi dia mantan suami Unnie mu Jennie," Jesya mengingatkan Jennie.

"Iya Unn, itu tidak bisa di sangkal. Jika selama bersama Falensia unnie, Langit mendapatkan luka di perlakukan tidak baik, maka aku yang menjadi obat untuk Langit dan aku akan memperlakukan dia sebagai raja di hidupku," tukas Jennie mantap.

"So sweet," kata Rachel polos.

"Pikirkan baik-baik Jennie, menikah bukanlah hal sederhana seperti orang pacaran yang putus bisa nyambung dan seterusnya. Menikah itu jenjang hubungan paling tinggi, tidak bisa untuk di uji coba," Jesya menasehati adiknya.

"Aku sudah yakin dengan keputusanku Unn, aku tidak ingin menyesal lagi karena harus melihat Langit dengan wanita lain atau dengan Falensia Unnie, Unn," ungkap Jennie.

"Aku mendukung keputusan mu, Unn," kata Rachel mengusap punggung tangan Unnienya.

"Unnie, berharap kalian berjodoh Jennie" ucap Jesya mendoakan Jennie dan Langit.

"Iya, terima kasih Rachel, Unn," ucap Jennie.

Mobil berhenti di kedia makan sederhana, di sana terlihat Langit dan Nenek Han sedang beres-beres karena makanan di kedai sudah habis. Belum sampai jam makan siang tapi kedai sudah tutup, karena jumlah pelanggan yang meningkat. Jennie, Jesya dan Rachel turun dari mobil.

"Langit," panggil Jennie berlari menuju Langit dan memeluknya.

"Ah, Jennie," saut Langit belum membalas pelukan Jennie. Karena dia masih terkejut dengan Jennie yang tiba-tiba datang ke kedai dan langsung memeluk dirinya.

"Langit, ada yang ingin Jennie katakan padamu. Pergilah ajak Jennie, biar kami yang membantu Nenek menutup kedai," ucap Jesya.

"Ah, tapi-" ucapan Langit terpotong oleh Nenek Han.

"Pergilah, tidak baik bersikap cuek dengan kekasih sendiri. Kekasihmu sedang manja," ledek Nenek Han.

"Mari Jennie," ajak Langit.

Jennie melepaskan pelukan. Pipinya berubah menjadi kemerahan karena malu dengan perkataan Nenek Han yang mengatakan dirinya adalah kekasih Langit. Langit dan Jennie duduk di bangku taman yang dekat dengan kedai. Mereka diam beberapa waktu, hingga Jennie membuka suara.

"Merry Me," ucap Jennie dengan mantap menatap wajah Langit dari samping.

Langit tersenyum dengan perkataan Jennie. Dia mengira Jennie sedang bercanda. Jadi Langit tidak menanggapi perkataan Jennie.

"Merry Me," ucap Jennie mengulanginya lagi dan masih menatap wajah Langit. Langit masih seperti sebelumnya.

"Merry Me." ulang Jennie lagi.

Seketika Langit mengalihkan pandangannya untuk menghadap wajah Jennie.

"Why?" Langit dengan tenang menanggapi ucapan Jennie.

"I love you, sudah lama aku memendam rasa cintaku untukmu. Sudah lama dirimu menjadi cinta pertama ku, aku gensi untuk mengatakannya dan aku terlambat setelah tahu dirimu sudah berumah tangga," ungkap Jennie.

"Terima kasih karena sudah mencintaiku, tapi aku masih belajar untuk melupakan rasa cintaku pada man-" ungkapan Langit terpotong karena Jennie mencium bibir Langit.

Langit tidak membalas tapi dia memberikan akses penuh untuk Jennie mencium bibirnya.

"Awww," Suara dari mulut Langit, karena Jennie menggigit lidah Langit.

Jennie sengaja melakukan itu karena rasa cinta, rasa sakit, rasa pilu menyatu di pikiran Jennie ketika sedang mencium bibir Langit.

"Why?" tanya Langit lagi.

"Aku adik dari mantan istrimu, Falensia Arkan. Putri bungsu dari Nicolas Arkan dan . Aku adalah pengagum rahasiamu, aku mencintaimu dalam diam, sejak pertama kali aku melihat dirimu. Langit aku tidak tahu apa yang kamu berikan padaku, hingga aku begitu mencintaimu sampai saat ini. Setelah mendengar penjelasan Falensia tentang dirimu dan tentang rasa sakit yang diberikan Falensia Unnie pada dirimu. Aku Jennie Arkan yang akan menjadi obat untukmu. Merry Me Langit," tutur Jennie mantap.

Langit tidak berbicara tapi dia mendekat wajahnya dengan Jennie, mengelus pipi Jennie dan menciumnya.

Chup ...

3 menit dalam ciuman, akhirnya Langit dan Jennie melerai ciuman mereka karena kehabisan napas. Jennie tersenyum karena Langit menciumnya. Sekarang Langit sedang mengusap-usap pipinya. Jennie menikmati itu.

"Langit menerima lamar Jennie. Langit sudah mencintai Jennie, Jennie adalah ciuman pertama Langit," tutur Langit menatap Jennie dengan tatapan cintanya

"Merry Me Jennie," ucap Langit dengan tulus.

Jennie menangis, dia memeluk tubuh Langit menganggukan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan Langit.

Cinta pertamanya akan menjadi suaminya, dan ciuman tadi adalah sama-sama ciuman pertama mereka selama hidup di dunia. Tidak ada yang bisa menggambarkan kebahagian hati jennie saat ini, Jennie benar-benar berterimakasih pada Tuhan.

Sementara di salah satu sisi Taman, ada Falensia yang sedang terpaku, sambil meneteskan air mata. Dia melihat mantan suami dan adiknya berbagi ciuman satu sama lain. Dan yang lebih menyakitkan adalah dia mendengar dengan sangat jelas, mantan suaminya menerima adiknya dan melamar adiknya.

Hatinya sakit, mantan suaminya akan segera menjadi adik iparnya. Anaknya akan memanggil Daddynya dengan sebutan baru, Uncle. Dia tidak akan sanggup harus melihat kemesraan mantan suaminya dengan adik kandungnya sendiri.

Episodes
1 Prolog
2 Biarkan Waktu Menjawab
3 Biarkan Waktu Menjawab (2)
4 Dusta
5 Daddy Malvin Kembali
6 Langit
7 Cinta Pertama
8 Di Usir
9 Penyesalan
10 Murka
11 Manipulatif
12 Pencarian
13 Menikah dengan Ku
14 Negosiasi
15 Restu
16 Falensia dengan Penyesalan
17 Hari Bahagia
18 Apa itu Bahagia
19 Palsu
20 Kerja
21 Lagi
22 Keroyok
23 Curhat
24 OTW Paris
25 Hallo Paris
26 Princess Laurent
27 Paris Bencana
28 Rumit
29 Perceraian
30 Percaya
31 Paris
32 Paris (2)
33 Paris 3
34 Paris (4)
35 Back To Korea
36 Back To Korea (2)
37 Daddy dan Aunty Jenjen
38 Daddy dan Aunty Jenjen (2)
39 Daddy dan Aunty Jenjen 3
40 Daddy dan Aunty Jenjen (4)
41 Ada Apa?
42 Kecewa Lagi?
43 Baby Son
44 Baby Son (2)
45 Melepaskan?
46 Melepaskan? (2)
47 Takdir Tuhan
48 Kado untuk Daddy Baby
49 Daddy Baby Masak
50 Daddy Baby Pamit
51 Maaf Daddy Ingkar Janji
52 Samudra
53 Princess Daddy Langit
54 Langit
55 Keajaiban Tuhan
56 Daddy Langit
57 Perjalanan Baby dan Mommy
58 Berhati Malaikat
59 Daddy Mendidik Abang Malvin
60 Membujuk Mommy
61 Daddy CEO
62 Menyambut Diana & Laurent
63 Kedatangan Laurent dan Diana
64 Perubahan
65 The End Of Everyting
66 Flashback Pertengkaran Jesya & Jennie
67 Maaf
68 Fakta
69 Langit
70 Pesan Langit untuk Jennie
71 Hadiah Langit untuk Putrinya
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Prolog
2
Biarkan Waktu Menjawab
3
Biarkan Waktu Menjawab (2)
4
Dusta
5
Daddy Malvin Kembali
6
Langit
7
Cinta Pertama
8
Di Usir
9
Penyesalan
10
Murka
11
Manipulatif
12
Pencarian
13
Menikah dengan Ku
14
Negosiasi
15
Restu
16
Falensia dengan Penyesalan
17
Hari Bahagia
18
Apa itu Bahagia
19
Palsu
20
Kerja
21
Lagi
22
Keroyok
23
Curhat
24
OTW Paris
25
Hallo Paris
26
Princess Laurent
27
Paris Bencana
28
Rumit
29
Perceraian
30
Percaya
31
Paris
32
Paris (2)
33
Paris 3
34
Paris (4)
35
Back To Korea
36
Back To Korea (2)
37
Daddy dan Aunty Jenjen
38
Daddy dan Aunty Jenjen (2)
39
Daddy dan Aunty Jenjen 3
40
Daddy dan Aunty Jenjen (4)
41
Ada Apa?
42
Kecewa Lagi?
43
Baby Son
44
Baby Son (2)
45
Melepaskan?
46
Melepaskan? (2)
47
Takdir Tuhan
48
Kado untuk Daddy Baby
49
Daddy Baby Masak
50
Daddy Baby Pamit
51
Maaf Daddy Ingkar Janji
52
Samudra
53
Princess Daddy Langit
54
Langit
55
Keajaiban Tuhan
56
Daddy Langit
57
Perjalanan Baby dan Mommy
58
Berhati Malaikat
59
Daddy Mendidik Abang Malvin
60
Membujuk Mommy
61
Daddy CEO
62
Menyambut Diana & Laurent
63
Kedatangan Laurent dan Diana
64
Perubahan
65
The End Of Everyting
66
Flashback Pertengkaran Jesya & Jennie
67
Maaf
68
Fakta
69
Langit
70
Pesan Langit untuk Jennie
71
Hadiah Langit untuk Putrinya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!