Mobil Jesya memasuki halaman mansion Daddy Arkan. Mereka berhenti di depan pintu, lalu turun bersama sambil membawa beberapa paperbag yang berisi oleh-oleh untuk orang yang ada di mansion. Kedatangan mereka membuat Pelayan di sana terkejut, pasalnya putri bungsu dari Tuan mereka datang ke Korea tidak memberi tahu Tuan dan Nyonya. Mereka semua menunduk memberikan salam, Jennie, Jesya dan Rachel memilih untuk masuk dan mengabaikan Pelayan.
Mereka masuk di suguhi pemandangan, Daddy dan Mommy yang sedang membujuk seorang anak laki-laki yang di yakini itu adalah Malvin anak Falensia Unnie. Dapat di lihat dari ekspresi Malvin yang menolak keras bujukan dari Kakek dan Neneknya. Baik Daddy, Mommy dan Malvin, mereka belum menyadari kedatangan Jennie, Jesya dan Rachel. Hingga Jennie membuka suara.
"Sepertinya di sini sedang ada yang marah," ledek Jennie berjalan mendekat ke Malvin.
Daddy, Mommy dan Malvin menolehkan wajah mereka ke Jennie yang sedang berjalan mendekat ke Malvin.
"Aunty Jenjen," pekik Malvin, berlari memeluk kaki Jennie. Jennie mengambil tubuh Malvin dan memeluknya.
"Iya sayang, ini Aunty," saut Jennie menatap wajah Malvin.
"Sayang," panggil Mommy, menghampiri putri bungsunya dan memeluk putrinya.
"Mom," saut Jennie dalam dekapan Mommynya.
"Nenek, menjauh dari aunty dan Malvin!" bentak Malvin.
"Kenapa sayang?" tanya Jennie yang heran dengan tingkah ponakannya.
"Kakek, Nenek dan Mommy membuat Daddy pergi dari mansion! Kakek memukuli Daddy," marah Malvin dengan wajah memerah.
"Malvin, bukan seperti itu sayang. Daddy yang melakukan kesalahan yang menyakiti hati Mommy," tolak Daddy.
"Bohong, Daddy tidak seperti itu. Aunty tolong bawa Daddy pulang, aku merindukan Daddy, Aunty," pinta Malvin menangis di gendongan Jennie.
"Iya sayang, Aunty janji akan membawa Daddy Malvin pulang," kata Jennie, mengusap punggung Malvin menenangkan ponakannya.
"Daddy, aunty, Daddy," raung Malvin dalam tangisnya.
"Kemarikan Jennie, biar Unnie yang mencoba menenangkannya," pinta Jesya mengambil tubuh Malvin dan di bawa pergi ke halaman belakang mansion bersamaan dengan Rachel.
Sekarang di ruang tengah tersisa Daddy, Mommy dan Jennie. Jennie memeluk Daddy dan Mommynya untuk melepas rindu. Mereka sedang duduk di sofa ruang TV.
"Kenapa tidak memberi tahu Mommy dan Daddy jika hari ini pulang sayang?" tanya Mommy.
"Kemarin kami tiba di Korea Mom, hanya saja ada sedikit kendala dan baru hari ini bisa ke mansion. Sedikit kejutan tidak masalahkan Mom," tutur Jennie dengan senyum manis di wajahnya.
"Iya sayang, Daddy senang dirimu akhirnya pulang juga. Dirimu bisa menggantikan posisi Unniemu untuk sementara waktu di kantor sebagai CEO," pinta Daddy.
"Kenapa dengan Unnie, Dad?" tanya Jennie.
"Unniemu, baru saja bercerai dengan mantan suaminya. Biarkan Unniemu istirahat sejenak dari tanggung jawabnya sebagai CEO," ungkap Mommy.
"Bercerai? Kenapa bisa?" tanya Jennie lagi.
"Mantan suaminya menghamili wanita lain," geram Daddy.
"Dasar bajingan! Di mana Unnie, Dad?" tanya Jennie yang mengkhawatirkan keadaan Unnienya.
"Sedang berada di kamarnya," jawab Mommy.
"Aku ke atas dulu Dad, Mom," pamit Jennie menaiki tangga menuju kamar unnienya tanpa menunggu jawaban dari Daddy dan Mommynya.
"Biarkan saja Mom. Semoga dengan ke hadiran adiknya di sisinya, bisa memberikan kekuatan untuk Falensia. Berikan mereka waktu Mom," tukas Daddy mencegah istrinya yang ingin menyusul kedua putrinya.
"Iya Dad, semoga saja, " Mommy.
"Unn," panggil Jennie masuk kedalam kamar Falensia.
Di sana dia melihat Unnienya sedang duduk termenung di sofa, menangis dalam diam sambil menggenggam cincin Langit. Falensia tidak menggubris panggilan dari adiknya.
"Unnie, ini aku adikmu," ucap Jennie memeluk tubuh Unnienya.
Pecah tangis Falensia yang sedari tadi dia tahan-tahan. Posisinya Falensia sedang memeluk perut adiknya dan adiknya mengelus kepala Falensia.
"Unnie, tidak pantas menangisi bajingan seperti dia! Unnie, bisa mendapatkan yang lebih dari dia Unn," tutur Jennie berusahan menahan emosinya.
"Tidak Jennie. Dia yang terbaik untuk Unnie. Unnie mencintainya," ungkap Falensia sambil menangis.
"Tidak, dia tidak pantas di cintai! Dia bajingan yang hanya ingin enaknya saja! Dia menghamili wanita lain, padahal dirinya sudah memiliki keluarga!" Jennie yang marah karena tidak setuju dengan ungkapan Unnienya..
"Tidak, dia tidak seperti itu. Dia baik, dia tulus, dia mencintai Unnie. Unnie berbohong, Unnie berbohong" ungkap Falensia mengaku pada adiknya.
"Apa maksudmu, Unn?" tanya Jennie melepaskan pelukan mereka dan duduk berhadapan dengan Falensia.
"Dia, dia tidak berselingkuh. Unnie, yang menyakiti hatinya, unnie yang tidak menghargai dirinya, Unnie yang berselingkuh, Unnie yang buruk, dia melindungi Unnie," sesal Falensia.
"Unnie, membohongi Daddy dan Mommy?" tanya Jennie yang tidak percaya dengan ungkapan Unnienya.
"Iya Jane, Unnie berbohong, Unnie memutar balikkan fakta," ungkap Falensia berkata jujur dengan adiknya.
"Kenapa, Unn?" tanya Jennie lagi yang tidak habis pikir dengan Unnienya.
"Unnie menikah dengan dia karena mengandung anak dari kekasih Unnie yang pergi meninggalkan Unnie tanpa memberikan penjelasan. Karena saat itu dia sedang kesulitan dalam membayar pengobatan Mommynya, jadi Unnie membantu dengan syarat dia menikah dengan unnie dan mengakui jika Malvin adalah anaknya. Selama pernikahan dia tidak pernah menuntut unnie atas apa pun, dia selalu memberikan yang terbaik untuk Unnie. Dia menjadi Daddy yang baik untuk Malvin, bahkan Malvin lebih lengket dengan dia," terang Falensia.
"Kenapa Unnie lakukan itu pada dirinya?" tanya Jennie penasaran.
"Karena saat itu Unnie masih menunggu kekasih Unnie kembali, setelah dia kembali. Unnie berpikir Unnie masih mencintainya, tapi Unnie salah. Unnie hanya merindukannya bukan mencintainya seperti sebelumnya. Saat Unnie menyadari itu, semua sudah terlambat Jennie, kami sudah berpisah," Jeda Falensia.
"Dia pergi dengan luka yang Unnie berikan, dia pergi tidak membawa apa pun kecuali pakaian yang dia kenakan, dia mengembalikan uang yang Unnie berikan untuk pengobatan Mommynya. Dia sempurna Jennie, dia berhati murni," sambung Falensia yang sudah meneteskan air mata mengingat perlakuan buruknya terhadap mantan suaminya.
"Siapa dia Unn?" tanya Jennie penasaran dengan sosok yang di ceritakan Unnienya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments