Di Usir

"Terima kasih Jennie," ucap Langit dengan senyum manis di wajahnya.

Saat ini mereka berdua sedang berada di dalam kamar Jennie di atas kasur. Jennie baru selesai mengganti perban Langit, karena Langit baru selesai mandi.

"Iya," singkat Jennie.

Sikap Jennie di depan Langit lebih cuek. Jennie akan menjawab singkat setiap ucapan Langit, seperti saat ini.

"Jennie, terima kasih banyak untuk kebaikanmu, yang sudah menolongku. Aku tidak tahu harus membalas dengan apa, tapi aku akan ada di setiap kali dirimu membutuhkan bantuan," kata Langit.

"Bisakah dirimu meninggalkan apartemen ini sekarang dan jangan menampakkan wajahmu di depanku!" ketus Jennie, entah apa yang merasukinya hingga mengeluarkan perkataan yang cukup pedas.

"Iya, kebetulan aku ingin pamit," ucap Langit berdiri berjalan keluar kamar Jennie, tapi sebelum itu Langit membalikkan badannya.

"Sekali lagi terima kasih banyak, Jennie," ungkap Langit membungkukkan badannya dan benar-benar keluar dari kamar Jennie. Jennie terpaku dan melamun untuk waktu yang lama.

Sementara di ruang TV sudah ada Jesya dan Rachel yang sudah siap dengan dandanan mereka, mereka tinggal menunggu Jennie untuk pergi ke masion Daddynya.

Langit menyapa mereka.

"Unn, Rachel. Terima kasih sudah menolongku kemarin dan membiarkan aku untuk beristirahat sejenak. Aku pamit." pamit Langit pada Jesya dan Rachel.

"Dirimu ingin kemana? Di mana Jennie?" tanya Jesya.

"Aku belum tahu ingin kemana, tapi aku sudah harus keluar dari apartemen ini. Jennie ada di kamarnya. Aku pamit, terima kasih untuk kemurahan hati kalian," jelas Langit membungkuk dan pergi dari apartemen.

Langit tidak tahu harus kemana, yang jelas dia terus berjalan, berjalan dan berjalan. Dia sama sekali tidak membawa dompet dan teleponnya, dia hanya membawa pakaian yang dia kenakan dan alas kakinya.

Langit berhenti di salah satu kedai yang ramai dengan pelanggan, di sana Langit bisa melihat kalau seorang nenek kerepotan dalam melayani pembelinya. Langit berniat untuk melamar pekerjaan di sana.

"Permisi Nek, apa Nenek sedang membutuhkan karyawan?" tanya Langit sopan.

"Iya Nak, kebetulan Nenek sedang membutuhkan karyawan." jawab Nenek pemilik kedai.

"Apa saya bisa melamar pekerjaan disini, Nek?" tanya Langit lagi.

"Tentu Nak. Tapi maaf, gaji yang di tawarkan tidaklah besar." ucap Nenek pemilik kedai.

"Tidak masalah Nek," kata Langit.

"Baiklah, dirimu bisa bekerja di sini. Tolong layani pembeli, sementara Nenek yang berada di dapur. Dirimu menjadi pengantar makanan sekaligus kasir. Apa bisa?" tanya Nenek pemilik kedai.

"Terima kasih Nek. Bisa Nek," jawab Langit bersemangat.

"Kalau begitu, bekerjalah," kata Nenek pemilik kedai.

Langit langsung menjalankan tugasnya. Untungnya Langit bisa dengan mudah menyesuaikan diri dengan tempat kerjanya yang baru. Dia melayani pembeli dengan senyuman dan tutur katanya yang santun, serta wajahnya yang menawan, mampu memikat pembeli hingga banyak pembeli yang mengajak dirinya untuk sekedar mengobrol biasa, bukan dari kalangan anak muda, tapi dari kalangan Ibu-ibu dan Bapak-bapak.

***

Di ruang TV apartemen Jennie, Jesya dan Rachel, mereka sedang berdebat. Lebih tepatnya Rachel dan Jesya sedang mengintrogasi Jennie.

"Kenapa Unnie membiarkan Langit pergi?" tanya Rachel.

"Kenapa aku harus menahannya?" tanya Jennie balik.

"Ada sesuatu yang dirimu sembunyikan Jennie? Unnie tidak yakin dengan jawabanmu jika tidak ada dasarnya. Secara Langit adalah cinta pertamamu, orang yang selama ini dirimu tunggu-tunggukan. Lantas kenapa dirimu melepaskannya begitu saja?" tanya Jesya.

"Tidak ada Unn, aku sudah berhenti Unn untuk mencintainya dalam diam. Aku butuh suasana baru Unn, aku tidak bisa terus seperti ini. Dia juga sudah memiliki keluarga," jelas Jennie.

"Dirimu mendengarkan pembicaraan kami?" tanya Jesya lagi.

"Iya Unn, aku mendengar semuanya." jawab Jennie.

"Apa yang membuatmu berhenti? Bukankah ini kesempatanmu untuk menyatakan cintamu padanya, dirimu juga mendengarkan kalau dia menjadi korban dal kasus rumah tangganya?" tanya Jesya.

"Aku lelah Unn harus seperti ini. Lebih baik dia tidak tahu sama sekali Unn. Aku turut prihatin dengan rumah tangganya Unn. Tapi bagaimanapun dia sudah mencintai orang lain Unn, walaupun cintanya tidak terbalas. Dia belum selesai dengan cintanya Unn, itu akan menyakitkan diriku jika dia menerima cintaku karena untuk balas budi," papar Jennie.

"Sudah Unn, biarkan Jennie Unnie menentukan pilihannya sendiri. Kita mendukung keputusanmu, Unn," kata Rachel.

"Iya, terima kasih Rachel. Ayo, kita berangkat," ajak Jennie.

"Iya, ayo" Rachel dan Jesya.

Mereka pergi menuju kediaman Daddy.

***

Di dalam kamar di sebuah mansion, seorang wanita cantik sedang melamun sambil menggenggam cinci mantan suaminya. Semuanya di urus begitu cepat atas kuasa Daddynya. Wanita itu duduk di sofa, tempat biasa mantan suaminya tidur. Tidak tahu kenapa, setelah perpisahan yang terjadi, hatinya selalu mencari-cari keberadaan mantan suaminya.

"Sayang," panggil Mommy,  menghampiri anaknya yang sedang duduk di atas kasur, mengelus rambut putrinya dan memberikan pelukan hangat.

"Maaf, maaf karena Daddy dan Mommy tidak menanyakan keadaan rumah tanggamu. Maafkan Daddy dan Mommy baru mengetahuinya baru-baru ini. Jangan sedih iya, orang seperti itu tidak layak untuk di tangisi. Fokuslah dengan membesarkan Malvin," sesal Mommy.

Falensia tidak menjawab pernyataan dari Mommynya, dia memilih untuk mengeratkan pelukannya pada Mommynya. Dia benar-benar pembohong besar dan dia benar-benar bukan manusia.

Langit rela menanggung semua pukulan yang di berikan Daddynya dan melindungi dirinya dengan mengakui semua kesalahan yang jelas-jelas bukan Langit yang melakukannya. Dia mengetahui itu semua dari Mommynya, ketika dia pulang dari kantor.

Samudra? Samudra sudah tahu siapa Langit di hidup kekasihnya. Samudra tidak mempermasalahkan hal itu, justru Samudra ingin bertemu Langit dan mengucapkan terima kasih, karena sudah menjaga kekasih dan anaknya. Falensia juga memberi tahu Samudra tentang Malvin yang adalah putranya.

Samudra dan Falensia kembali menjalin hubungan, karena Falensia mengatakan kalau Langit akan menanda tangani surat perceraian mereka dan akan melepaskannya ketika Samudra, orang yang Falensia tunggu datang ke dalam hidup Falensia.

Samudra merasa bahagia dengan hubungannya dengan Falensia kembali bersama lagi. Falensia, juga berjanji akan membawa Malvin untuk bertemu dengan dirinya. Rasa bahagia itu hanya di rasakan Samudra saja, lain halnya dengan Falensia yang baru menyadari arti Langit di dalam hidupnya.

Setelah kepergian Langit, hati Falensia terasa hampa. Tidak ada Langit yang bisa dia lihat sedang tidur di sofa kamar, tidak ada Langit yang membawakan dia makan siang lagi, tidak ada Langit yang selalu memperhatikan hal-hal kecil tentang dirinya lagi. Terlebih lagi Malvin anaknya, memusuhi dirinya.

Bagaimana bisa Falensia seegois itu, hanya mementingkan dirinya sendiri. Tanpa berpikir bagaimana keadaan anaknya yang sudah sangat lengket dengan Langit. Falensia hanya menikmati rasa sakit yang sedang Tuhan berikan kepadanya.

Jika boleh memutar waktu, Falensia akan memilih untuk belajar balik untuk mencintai Langit. Rasa cintanya dengan Samudera, hanya sebatas rindu karena sudah lama tidak bertemu. Tapi untuk Langit, dia benar-benar mencintai Langit.

"Bersihkan dirimu sayang, dirimu belum makan. Ayo makan, nanti sakit. Kasihan anakmu, dirimu harus kuat demi anakmu. Mommy, tunggu di bawah," tutur Mommy, memberikan ciuman di kening Falensia dan keluar dari kamar.

Sementara Falensia menghelang nafasnya. Dia meletakkan cincin Langit di dalam rak meja samping tempat tidurnya. Dia melihat di sana ada telepon dan dompet Langit, artinya Langit pergi hanya dengan pakaian yang ada di tubuhnya. Dia menutup rak meja, lalu berjalan memasuki kamar mandi.

Episodes
1 Prolog
2 Biarkan Waktu Menjawab
3 Biarkan Waktu Menjawab (2)
4 Dusta
5 Daddy Malvin Kembali
6 Langit
7 Cinta Pertama
8 Di Usir
9 Penyesalan
10 Murka
11 Manipulatif
12 Pencarian
13 Menikah dengan Ku
14 Negosiasi
15 Restu
16 Falensia dengan Penyesalan
17 Hari Bahagia
18 Apa itu Bahagia
19 Palsu
20 Kerja
21 Lagi
22 Keroyok
23 Curhat
24 OTW Paris
25 Hallo Paris
26 Princess Laurent
27 Paris Bencana
28 Rumit
29 Perceraian
30 Percaya
31 Paris
32 Paris (2)
33 Paris 3
34 Paris (4)
35 Back To Korea
36 Back To Korea (2)
37 Daddy dan Aunty Jenjen
38 Daddy dan Aunty Jenjen (2)
39 Daddy dan Aunty Jenjen 3
40 Daddy dan Aunty Jenjen (4)
41 Ada Apa?
42 Kecewa Lagi?
43 Baby Son
44 Baby Son (2)
45 Melepaskan?
46 Melepaskan? (2)
47 Takdir Tuhan
48 Kado untuk Daddy Baby
49 Daddy Baby Masak
50 Daddy Baby Pamit
51 Maaf Daddy Ingkar Janji
52 Samudra
53 Princess Daddy Langit
54 Langit
55 Keajaiban Tuhan
56 Daddy Langit
57 Perjalanan Baby dan Mommy
58 Berhati Malaikat
59 Daddy Mendidik Abang Malvin
60 Membujuk Mommy
61 Daddy CEO
62 Menyambut Diana & Laurent
63 Kedatangan Laurent dan Diana
64 Perubahan
65 The End Of Everyting
66 Flashback Pertengkaran Jesya & Jennie
67 Maaf
68 Fakta
69 Langit
70 Pesan Langit untuk Jennie
71 Hadiah Langit untuk Putrinya
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Prolog
2
Biarkan Waktu Menjawab
3
Biarkan Waktu Menjawab (2)
4
Dusta
5
Daddy Malvin Kembali
6
Langit
7
Cinta Pertama
8
Di Usir
9
Penyesalan
10
Murka
11
Manipulatif
12
Pencarian
13
Menikah dengan Ku
14
Negosiasi
15
Restu
16
Falensia dengan Penyesalan
17
Hari Bahagia
18
Apa itu Bahagia
19
Palsu
20
Kerja
21
Lagi
22
Keroyok
23
Curhat
24
OTW Paris
25
Hallo Paris
26
Princess Laurent
27
Paris Bencana
28
Rumit
29
Perceraian
30
Percaya
31
Paris
32
Paris (2)
33
Paris 3
34
Paris (4)
35
Back To Korea
36
Back To Korea (2)
37
Daddy dan Aunty Jenjen
38
Daddy dan Aunty Jenjen (2)
39
Daddy dan Aunty Jenjen 3
40
Daddy dan Aunty Jenjen (4)
41
Ada Apa?
42
Kecewa Lagi?
43
Baby Son
44
Baby Son (2)
45
Melepaskan?
46
Melepaskan? (2)
47
Takdir Tuhan
48
Kado untuk Daddy Baby
49
Daddy Baby Masak
50
Daddy Baby Pamit
51
Maaf Daddy Ingkar Janji
52
Samudra
53
Princess Daddy Langit
54
Langit
55
Keajaiban Tuhan
56
Daddy Langit
57
Perjalanan Baby dan Mommy
58
Berhati Malaikat
59
Daddy Mendidik Abang Malvin
60
Membujuk Mommy
61
Daddy CEO
62
Menyambut Diana & Laurent
63
Kedatangan Laurent dan Diana
64
Perubahan
65
The End Of Everyting
66
Flashback Pertengkaran Jesya & Jennie
67
Maaf
68
Fakta
69
Langit
70
Pesan Langit untuk Jennie
71
Hadiah Langit untuk Putrinya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!