Byur ...
"Bangun!" bentak Jennie setelah menyiram air ke wajah Langit yang masih tidur pulas di gudang mansionnya.
"Eugh,,, Iya," saut Langit langsung mendudukkan diri dan mengusap wajah yang basah, karena air yang di siram istrinya.
"Buatkan aku sarapan sekarang!" teriak Jennie pada suaminya. Lalu Jennie meninggalkan gudang.
"Iya," jawab Langit keluar dari gudang menuju dapur. Langit mengambil bahan-bahan yang akan dia gunakan untuk membuat sarapan istri dan juga dirinya.
Jika kalian mengharapkan kebahagian yang akan Langit terima setelah menikah bersama Jennie. Kalian salah,
justru Jennie adalah penyiksaan dan penderitaan panjang yang akan Langit rasakan. Jennie menikahi Langit bukan karena cinta, tapi karena dia ingin balas dendam dengan Langit.
Cinta itu berubah menjadi obses dan benci. Jennie tidak bisa menerima masa lalu Langit yang sudah pernah berumah tangga, terlebih lagi dengan Unnienya sendiri oleh karena itu dia sangat membenci Langit. Jennie terobsesi dengan Langit, tidak ada yang boleh memiliki Langit selain dirinya. Obsesi dan rasa benci itu lah yang membuat Jennie akan selalu menyakiti Langit, baik itu fisik atau pun psikis.
Langit sedang memotong-motong sayuran sambil menunggu air bumbu yang dia panaskan, pagi ini dia akan
memasakkan sop daging untuk istrinya. Jennie sudah turun dari kamarnya, hari ini dia akan pergi ke kantor untuk menghadiri acara dirinya yang akan di kenalkan sebagai CEO, dia akan menggantikan Unnienya.
"Langit!" pekik Jennie dari ruang makan.
Langit yang baru saja memasukkan daging kedalam kuah sop, langsung berjalan menuju ruang makan, karena mendengar suara teriakan yang memanggil dirinya.
"Iya, Jennie," jawab Langit.
"Miss, panggil aku Miss. Jangan panggil aku dengan sebutan nama. Itu tidak pantas di lakukan oleh pembantu seperti mu!" hardik Jennie.
"Iya, Miss," Langit.
"Di mana sarapanku?" tanya Jennie dengan nada tidak bersahabat.
"Sedang di masak Miss, sebentar lagi selesai," tutur Langit.
"Kau ini lambat sekali! Cepat selesaikan!" pekik Jennie.
"Iya, Miss," jawab Langit berjalan ke dapur mengecek masakannya dan untunglah sudah matang.
Langit mematikan kompor meletakkan sopnya di 2 mangkuk, 1 untuk istrinya dan 1 lagi untuk dirinya serta 2 gelas air putih, Langit membawa itu ke ruang makan.
"Ini Miss, selamat makan," ucap Langit meletakkan 1 sop mangkuk di depan Jennie, lalu dia duduk di samping Jennie untuk memakan sopnya
"Apa yang kau lakukan? Aku tidak menyuruhmu untuk makan dengan ku di 1 meja yang sama. Kau makan di tempat lain!" bentak Jennie.
"Ah, iya Miss," Langit langsung membawa mangkuk supnya ke belakang
"Dasar idiot!" gumam Jennie dan mulai memakan masakan Langit.
Prang ... Jennie memecahkan mangkuk sopnya.
Langit yang sedang makan mendengar suara benda pecah, dia langsung pergi ke meja makan di sana dia melihat sop daging buatannya sudah berserakan di lantai bersamaan dengan pecahan mangkuk.
"Ada apa Miss?" tanya Langit sembari mengumpulkan pecahan mangkuk, agar tidak terkena kaki istrinya.
"Kau ini sebenarnya bisa masak atau tidak hah! Masakanmu rasanya seperti sampah!" marah Jennie dan menginjak tangan Langit yang sedang mengumpulkan pecahan mangkuk.
Langit meringis. "Awww, Miss tangan saya," lirih Langit berusaha melepaskan tangannya dari kaki Jennie.
"Ini pelajaran untukmu, untuk makan malam nanti aku ingin kau buatkan steak!" murka Jennie pergi keluar mansion meninggalkan Langit yang meringis sambil meniup tangannya yang perih karena tertusuk pecahan mangkuk.
Langit berdiri mencuci tangannya, mengambil kotak P3K dan mengobati lukanya. Setelah itu dia baru membersihkan meja makan. Dia kembali menghabiskan makanannya, mencuci piring dan lanjut membersihkan mansion termasuk kamar istrinya.
Semalam Langit sudah di ultimatum oleh Jennie dengan beberapa peraturan.
1. Langit tidur di gudang.
2. Langit membersihkan mansion sebelum berangkat ke kedai.
3. Langit mengurus semua keperluan Jennie\, mulai dari mencuci baju\, menyetrika baju\, membereskan tempat tidur Jennie\, mencuci mobil\, mencuci sepatu Jennie dan lainnya yang masih banyak lagi.
4. Langit tidak di perbolehkan menggunakan kendaraan yang ada di mansion.
5. Uang hasil dari kedai 25% untuk Langit dan sisanya untuk Jennie.
6. Langit tidak berhak menggunakan barang-barang yang di beli oleh uang Jennie.
Langit menerima itu semua dengan lapang dada, karena memang dasarnya Langit adalah orang berhati murni. Langit tidak membalas perbuatan orang yang berbuat buruk pada dirinya karena menganggap bahwa perbuatan yang dia dapatkan di dunia saat ini, bisa jadi adalah balasan dari perbuatan buruk yang dia lakukan di kehidupan sebelumnya.
Setelah semuanya selesai, dia baru membersihkan dirinya, lalu bersiap untuk pergi membuka kedai. Langit pergi dengan berjalan kaki berapa puluh meter dari gerbang depan masion dan menunggu bus di halte. Dia masih Langit yang sama, Langit yang kemana-mana selalu menggunakan bus.
***
Sementara di sisi lain, tepat di depan perusahaan Arkan Company, putri bungsu dari keluarga Arkan yang akan di lantik menjadi CEO baru tiba di depan perusahaan. Dia turun dari mobil mewahnya dengan kacamata hitam, dan pakaian serba hitam, memancarkan aura CEO.
"Hai sayang," sapa Daddy yang sudah menunggu putrinya.
"Hai Dad," balas Jennie memeluk Daddynya.
"Di mana suamimu?" tanya Daddy Kim.
"Langit di kedai Dad," jawab Jennie.
"Kenapa Langit tidak datang di acara peresmian dirimu sebagai CEO?" tanya Daddy lagi.
"Ada beberapa hal yang harus dia kerjakan Dad. Langit menitip salam untuk Daddy," ucap Jennie yang jelas itu adalah sebuah kebohongan yang dia buat.
"Sibuk sekali koki kita sepertinya. Iya, titipkan salam juga untuk Langit dari Daddy. Bagaimana malam pertama kalian?" tanya Daddy lagi.
"Yakh, itu privasi Dad," cicit Jennie.
"Hahah, Daddy bercanda sayang," ledek Daddy.
Mereka berbincang sambil menuju ruang rapat, disana sudah ada beberapa manager dari setiap bidang. Tibanya mereka di dalam ruangan, mereka langsung di sambut dengan salam bungkuk yang di lakukan manager.
Daddy, memulai rapat dengan mengumumkan bahwa Jennie resmi sebagai CEO Arkan Company untuk mengganti Falensia. Selesai dari ruang rapat Daddy dan Jennie langsung menuju ke ruang CEO yang kemarin di tempati oleh Falensia.
"Sayang, Daddy dan Mommy sepakat untuk memberikan hadiah honeymoon atas pernikahan kalian, kalian akan
menghabiskan waktu 5 hari di Paris," tukas Daddy.
"Kenapa tiba-tiba Dad? Aku baru menjabat sebagai CEO," tanya Jennie.
"Tidak tiba-tiba sayang, ini sudah jauh-jauh hari Daddy dan Nommy sepakati. Hanya 5 hari, itu sama sekali tidak masalah, Daddy yang akan menggantikan dirimu untuk sementara waktu," tutur Daddy.
"Baiklah Dad," pasrah Jennie.
"Good. Persiapkan diri kalian, 2 hari lagi kalian akan pergi honeymoon," ucap Daddy.
"Iya, Dad," Jennie.
"Baiklah kalau begitu, selamat sekali lagi atas jabatanmu sayang. Daddy pulang dulu, ya," pamit Daddy mencium kening Jennie.
"Iya, Dad, salam untuk Mommy, Unnie dan Malvi," ucap Jennie.
"Iya, sayang," Daddy, pergi meninggalkan ruangan CEO.
'Hah, ada-ada saja.Honeymoonberapa kali pun tidak akan membuat diriku hamil, karena sampai kapan pun aku tidak sudi idiot itu menyentuhku' monolog Jennie mulai membuka MacBook nya untuk membuat peraturan baru yang akan dia terapkan di Arkan Company.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Yemy Hadjon
katanya cinta pertama..tapi koo jenni jadi jahat yaa,kasihan langit
2023-07-23
1