Hari Bahagia

Hari yang di tunggu Jennie dan Langit tiba, Di mana hari ini adalah hari status mereka berdua akan berubah menjadi suami dan istri. Senyum indah terpancar dari Langit dan Jennie, mereka tampil cantik dan tampan di hari bahagia mereka.

Sebelum hari pernikahan mereka, mereka berdua banyak membahas rencana kedepan meraka dan menyelesaikan masalah mereka, lebih tepatnya Langit. Langit memberikan pengertian pada Malvin tentang siapa dirinya dan siapa Daddy Malvin yang sebenarnya.  Langit dan Samudra sudah bertemu 2 hari lalu.

Samudra mengucapkan banyak terima kasih pada Langit, karena sudah menjaga Falensia dan Malvin. Langit dan Samudra menjadi teman baik. Malvin awalnya sulit untuk menerima jika Daddy Langit bukanlah Daddynya, tapi karena kelembutan dan pengertian yang Langit berikan, Malvin luluh juga, dia mulai menerima Daddy Samudra.

Samudra di terima dengan baik oleh keluarga Falensia, mereka berdua akan menikah bulan depan. Hubungan Falensia dan Jennie perlahan mulai membaik, walaupun masih terasa canggung dan berjarak. Hubungan Daddy dan Mommy sudah membaik juga dengan kedua putrinya. Daddy dan Mommy menerima keputusan kedua putrinya.

Acara pernikaha Langit dan Jennie di gelar dengan sangat mewah, semua rekan kerja, pejabat dan wartawan menjadi tamu undangan di acara pernikahan mereka, tapi tamu yang paling spesial adalah Nenek Han. Nenek Han sudah dianggap Langit seperti keluarganya sendiri.

Hari ini adalah hari terakhir Nenek Han bersama Langit. Karena Nenek Han sore nanti akan pulang ke kampung, kedai milik Nenek Han di beli Jennie untuk nantinya di jalankan oleh Langit. Nenek Han sudah lama ingin pulang ke kampung dan tinggal di sana, tapi dia memikirkan kedainya. Setelah Jennie membeli kedai Nenek Han, Nenek Han merasa lega melepaskannya.

Setelah acara pengucapan janji suci telah selesai, saat ini tamu undangan sedang berada pada sesi jamuan. Banyak macam hidangan makanan yang tersedia di acara pernikahan Jennie dan Langit.

"Selamat untuk status baru kalian, semoga kami segera menyusul dan bulan depan tidak ada kendala," ucap Samudra memberikan selamat pada Jennie dan Langit.

"Terima kasih," saut Jennie.

"Terima kasih. Aamiin, semoga pernikahan kalian tidak ada kendala dan segera di persatukan dalam pernikahan yang Tuhan limpahi kebahagiaan," ucap Langit.

"Daddy," panggil Malvin yang sedang berdiri sejajar dengan paha Langit, anak itu memegang celana Langit.

"Iya, Boy," saut Langit menggendong Malvin  dan memeluk tubuh anak itu.

Malvin melingkarkan tangannya di leher Daddynya. Malvin diam saja dalam dekapan Langit sampai Langit mendengar suara tangisan kecil dari bibir Malvin.

"Kenapa menangis Boy?" tanya Langit.

"Daddy, akan berpisah jauh dariku, kita akan berjauhan," ungkap Malvin.

"Daddy akan tinggal bersama Aunty Jenjen, tapi nanti Boy akan berkunjung ke masion bersama Aunty Jenjen untuk bermain bersama Malvin" jelas Langit memberikan pengertian pada putranya.

"Malvin, Aunty dan Daddy akan sering-sering mengunjungi Malvin dan kita akan menghabiskan waktu bertiga,"

 tutur Jennie yang tidak merasa cemburu lagi dengan keponakannya, karena mendapat pengertian dari suaminya.

Jennie membiarkan Malvin memanggil suaminya dengan sebutan Daddy bukan Uncle, karena akan sulit merubah kebiasa yang sudah melekat pada diri anak kecil. Samudra tidak mempermasalahkan hal itu, justru Samudra memaklumi kedekatan anaknya dengan Langit.

"Promise Dad, Aunty?" tanya Malvin sambil menyodorkan jari kelingkingnya.

"Promise, Boy," jawab Langit dan Jennie memngapit jari kelingking mereka ke jari kelingking Malvin.

Mereka tersenyum bahagia.

"Jennie, Langit. Unnie, turut bahagia dengan pernikahan kalian. Semoga Tuhan menyertai kebahagiaan di dalam rumah tangga kalian dan segera di berikan momongan," ungkap Falensia sambil tersenyum.

"Terima kasih Unnie," jawab Langit.

"Terima kasih Unn, pastinya Unn. Kami akan memberikan Daddy dan Mommy banyak cucu, mungkin 7 atau 11," ujar Jennie dengan bahagia.

"Astaga, setiap tahunnya dirimu akan melahirkan. Jangan lupa buatkan anak-anak kalian club sepak bola nanti," saran Samudra terkekeh merespons ucapan Jennie.

"Saran di terima," jawab Jennie.

Langit, Falensia dan Samudera bergeleng-geleng kepala dengan jalan pikiran Jennie.

"Unn," panggil Rachel dan langsung memeluk Jennie.

"Iya. Jangan menangis," ucap Jennie mengusap punggung adiknya.

"Ah, secepat ini Unnie memisahkan diri dari kami. Unnie menikah duluan, meninggalkan kami," lirih Rachel.

"Tidak ada yang meninggalkan. Unnie hanya lebih awal melangkah ke tahap yang lebih serius dari dirimu dan Jesya Unnie. Status Unnie bukan lagi single bebas kemanapun yang unnie mau, status Unnie sekarang adalah istri dari Langit Akdiasa, Unnie sudah bersuami yang artinya kemanapun unnie pergi, harus izin dengan suami tidak bisa pergi bebas sesuka hati Unnie. Unnie tetap menjadi Unniemu dan tetap menjadi adik Jesya Unnie," ungkap Jennie tulus.

"Tidak ada yang berubah Rachel, kalian bisa bertemu dan menghabiskan waktu di rumah kami nanti. Seringlah berkunjung dan ajak istriku bermain, agar dia tidak bisa dengan menunggu suaminya di rumah. Kalian sahabat istriku, kalian juga sahabatku,"ucap Langit tulus.

"Benarkah? Dirimu tidak akan membatasi Jennie Unnie seperti suami lainnya?" tanya Rachel, keluar dari pelukan Jennie.

"Tidak akan, aku percaya dengan istriku. Istriku mengetahui batasannya ketika sudah memiliki suami. Aku juga percaya kalian tidak akan mengajak istriku berbuat buruk bukan? Jadi tidak masalah bagiku," terang Langit.

"Terima kasih Langit, kamu suami idaman ku," ujar Rachel dengan lancar memuji Langit.

"Awww," Rachel memekik karena mendapatkan cubitan di perutnya dari Jennie.

"Perhatikan ucapanmu Rachel, Langit Akdiasa hanya milik Jennie Arkan," tegas Jennie menatap tajam dan menjauh dari Rachel.

"Astaga, aku hanya bercanda, Unn," canda Rachel.

"Tetap saja," jawab Jennie sewot.

"Honey," tegur Langit.

"Ck, lain kali jangan katakan hal yang aneh-aneh oke," desacak Jennie memperingatkan Rachel.

"Iya, Unn," jawab Rachel sambil tertawa geli karena sikap posesif Unnienya pada Langit.

"Langit, unnie titip Jennie, ya. Walaupun dia keras kepala dan menyeramkan ketika marah, dia sebenarnya adalah orang yang berkepribadian lembut, dia baik walaupun over manja dan posesif. Tolong cintai adikku," pesan Jesya menatap Langit dengan tatapan tulus.

"Iya, Unn, Unnie bisa pegang ucapanku. Aku Langit Akdiasa akan menerima Jennie apa adanya dirinya dan mencintainya hingga nafas terakhirku Unn. Terima kasih selama ini sudah menjaga istriku Unn, terima kasih sudah menjadi Unnie dan sahabat yang baik untuk istriku. Terima kasih Unn, Rachel," ungkap Langit membungkuk pada Jesya dan Rachel. Kalimat yang di ucapkan Langit sungguh sangat tulus, sikapnya yang membungkuk mendukung ucapannya yang tulus.

Jennie memeluk lengan suaminya, dia tersentuh dengan ucapan Langit yang menerima sahabatnya. Justri Langit berterima kasih pada sahabatnya karena sudah menjaga dirinya. Jennie jatuh cinta, lagi, lagi jatuh cinta dengan suaminya. Semua orang disana tersentuh dengan ucapan Langit yang tulus, semua orang bisa merasakan itu.

Daddy dan Mommy menghampiri meja mereka, untuk memberikan selamat pada Jennie dan Langit atas hari bahagia mereka.

"Selamat atas pernikahannya sayang. Langit, Daddy titip princess kecil Daddy, tolong jaga dan cintai dia, ya. Jika dirimu tidak mencintai putri kecilku lagi, tolong kembalikan padaku dengan baik-baik, aku akan selalu menerimanya. Jangan sakiti dia. Jika dia salah, tegur dengan cara yang halus, jika dia keliru tolong beritahu dia kebenarannya," pesan Daddy dengan meneteskan air mata.

"Dad," panggil Jennie sambil memeluk tubuh Daddynya.

"Tidak Dad, itu tidak akan terjadi. Akan aku pastikan Jennie pulang ke mansion Daddy, dengan selalu menceritakan kebahagiaan yang dia dapatkan di dalam rumah tangga kami, Dad," jelas Langit menatap tulus mertuanya.

"Daddy, pegang kata-katamu dan segerelah berikan Daddy cucu," tuntut Daddy, sambil memeluk putrinya.

"Yakh, sabar lah Dad. Tidak mudah membuat anak itu," protes Jennie dengan Daddynya.

Dia keluar dari pelukan Daddynya.

"Hahah," Semua orang di meja itu tertawa mendengar jawaban Jennie.

"Daddykan hanya mengingatkan," kilah Daddy.

"Tidak perlu Dad, malam ini kami akan membuatnya," tukas Jennie dengan lancarnya berkata tanpa beban. Sementara wajah Langit sudah memerah karena ucapan jujur istrinya.

"Astaga, Jennie yang agresif. Kita lihat besok siapa yang akan terkapar," tantang Jesya meledek adiknya.

Jennie yang baru menyadari perkataannya, seketika menjadi malu sendiri dengan perkataannya dan memeluk lengan suaminya.

"Hahah," Semua orang di meja tertawa lepas dengan tingkah Jennie.

"Sudah-sudah, namanya juga pengantin baru. Sangat wajar bukan," bela Mommy.

"Jennie, Langit selamat untuk kehidupan baru kalian. Kalian bukan di tahap hubungan yang main-main, kalian sudah berada di tahap hubungan yang paling tinggi. Tanggung jawab kalian berdua akan lebih berat lagi, apalagi nanti setelah memiliki anak. Tidak ada Jennie yang mementingkan egonya sendiri dan begitu juga dengan Langit dengan ego sendiri, yang saat ini adalah bagaimana kalian bisa membangun dan menciptakan keluarga yang bahagia, saling menghargai pasangan dan terbuka satu sama lain. Mommy berdoa semoga Tuhan selalu menyertai kebahagiaan pernikahan kalian," lirih Mommy sambil meneteskan air mata.

"Iya Mom, kami akan sama-sama belajar untuk saling memahami dan membangun keluarga yang bahagia Mom," jawab Langit memeluk Mommy, yang masih ada Malvin di pelukannya. Jennie ikut dalam pelukan itu.

Sore telah tiba, acara sudah selesai. Nenek Han sudah berpamitan pada Langit dan Jennie untuk pulang ke kampung halamannya. Nenek Han, mendoakan kebaikan dalam pernikahan Jennie dan Langit.

Malam ini Jennie dan Langit akan tinggal di mansion yang baru Jennie beli dengan uangnya sendiri. Awalnya Langit menolak karena menggunakan uang Jennie, tapi setelah Jennie memberikan pengertian pada Langit. Langit dengan berat hati menyetujuinya.

Episodes
1 Prolog
2 Biarkan Waktu Menjawab
3 Biarkan Waktu Menjawab (2)
4 Dusta
5 Daddy Malvin Kembali
6 Langit
7 Cinta Pertama
8 Di Usir
9 Penyesalan
10 Murka
11 Manipulatif
12 Pencarian
13 Menikah dengan Ku
14 Negosiasi
15 Restu
16 Falensia dengan Penyesalan
17 Hari Bahagia
18 Apa itu Bahagia
19 Palsu
20 Kerja
21 Lagi
22 Keroyok
23 Curhat
24 OTW Paris
25 Hallo Paris
26 Princess Laurent
27 Paris Bencana
28 Rumit
29 Perceraian
30 Percaya
31 Paris
32 Paris (2)
33 Paris 3
34 Paris (4)
35 Back To Korea
36 Back To Korea (2)
37 Daddy dan Aunty Jenjen
38 Daddy dan Aunty Jenjen (2)
39 Daddy dan Aunty Jenjen 3
40 Daddy dan Aunty Jenjen (4)
41 Ada Apa?
42 Kecewa Lagi?
43 Baby Son
44 Baby Son (2)
45 Melepaskan?
46 Melepaskan? (2)
47 Takdir Tuhan
48 Kado untuk Daddy Baby
49 Daddy Baby Masak
50 Daddy Baby Pamit
51 Maaf Daddy Ingkar Janji
52 Samudra
53 Princess Daddy Langit
54 Langit
55 Keajaiban Tuhan
56 Daddy Langit
57 Perjalanan Baby dan Mommy
58 Berhati Malaikat
59 Daddy Mendidik Abang Malvin
60 Membujuk Mommy
61 Daddy CEO
62 Menyambut Diana & Laurent
63 Kedatangan Laurent dan Diana
64 Perubahan
65 The End Of Everyting
66 Flashback Pertengkaran Jesya & Jennie
67 Maaf
68 Fakta
69 Langit
70 Pesan Langit untuk Jennie
71 Hadiah Langit untuk Putrinya
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Prolog
2
Biarkan Waktu Menjawab
3
Biarkan Waktu Menjawab (2)
4
Dusta
5
Daddy Malvin Kembali
6
Langit
7
Cinta Pertama
8
Di Usir
9
Penyesalan
10
Murka
11
Manipulatif
12
Pencarian
13
Menikah dengan Ku
14
Negosiasi
15
Restu
16
Falensia dengan Penyesalan
17
Hari Bahagia
18
Apa itu Bahagia
19
Palsu
20
Kerja
21
Lagi
22
Keroyok
23
Curhat
24
OTW Paris
25
Hallo Paris
26
Princess Laurent
27
Paris Bencana
28
Rumit
29
Perceraian
30
Percaya
31
Paris
32
Paris (2)
33
Paris 3
34
Paris (4)
35
Back To Korea
36
Back To Korea (2)
37
Daddy dan Aunty Jenjen
38
Daddy dan Aunty Jenjen (2)
39
Daddy dan Aunty Jenjen 3
40
Daddy dan Aunty Jenjen (4)
41
Ada Apa?
42
Kecewa Lagi?
43
Baby Son
44
Baby Son (2)
45
Melepaskan?
46
Melepaskan? (2)
47
Takdir Tuhan
48
Kado untuk Daddy Baby
49
Daddy Baby Masak
50
Daddy Baby Pamit
51
Maaf Daddy Ingkar Janji
52
Samudra
53
Princess Daddy Langit
54
Langit
55
Keajaiban Tuhan
56
Daddy Langit
57
Perjalanan Baby dan Mommy
58
Berhati Malaikat
59
Daddy Mendidik Abang Malvin
60
Membujuk Mommy
61
Daddy CEO
62
Menyambut Diana & Laurent
63
Kedatangan Laurent dan Diana
64
Perubahan
65
The End Of Everyting
66
Flashback Pertengkaran Jesya & Jennie
67
Maaf
68
Fakta
69
Langit
70
Pesan Langit untuk Jennie
71
Hadiah Langit untuk Putrinya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!