Bujuk Rayu Anak Nakal

"Tidak kok, Om. Teman Om masih galau mau minum apa. Aku buatkan jus saja ya, Om. Biar segar dan otaknya fresh," sindir Ariel yang cepat-cepat pergi meninggalkan Om Bobby dan Om Sam yang terus menatapnya dengan lekat.

Setelah menyajikan minuman dan cemilan, Ariel memilih masuk ke dalam kamar dan menemani Galang. Ia tak mau keluar kamar karena takut dengan sikap agresif Om Sam. Saat Om Bobby memanggilnya, barulah Ariel berani keluar kamar.

Om Sam sudah pulang, Ariel bisa bernafas lega sekarang. "Om mau makan?" Ariel mengambilkan makanan untuk Galang yang lapar.

"Boleh." Melihat Om Bobby, Galang yang digendong Ariel langsung minta pindah.

"Om! Om!"

Om Bobby tersenyum dan menggendong Galang. Terlihat sekali betapa Om Bobby menyukai anak kecil menggemaskan itu. Demikian pula dengan Galang.

Om Bobby bahkan menawari untuk menyuapi Galang makan saat Ariel menyiapkan makan siang untuknya. Ariel melirik Om Bobby yang menyuapi Galang dengan sabar. Makanan Galang pun habis tak tersisa. Semua berkat kesabaran Om Bobby.

"Mm ... Om, tadi aku sempat mengobrol dengan Om Sam. Apa benar kalau Om Sam adalah kakak iparnya Om Bobby?" tanya Ariel.

Sebenarnya Om Bobby malas membahas tentang keluarganya namun pertanyaan Ariel dianggap masih wajar olehnya. "Benar. Sam adalah kakak dari istriku, Lisa."

"Oh," jawab Ariel singkat. Ada sedikit rasa sakit saat Om Bobby mengatakan kata istriku. Ariel sadar, ada yang sudah mengisi hati Om Bobby dan masih tetap di sana. Susah untuk dihilangkan.

"Sam bicara apa saja?" tanya Om Bobby ingin tahu.

"Tidak banyak, Om. Hanya memberitahu kalau dirinya adalah kakak ipar Om Bobby. Untuk membuktikan ucapannya, Om Sam menelepon Om Bobby." Ariel memilih menyembunyikan semuanya, apalagi saat tahu antara Om Bobby dan Om Sam memang ada hubungan.

Om Bobby memegang lehernya yang agak kaku. Terlalu banyak berkas yang harus ia periksa di kantor membuat tubuhnya pegal-pegal.

"Om kenapa? Sakit?" tanya Ariel dengan penuh perhatian.

"Tak apa. Hanya pegal saja."

"Aku buatkan air jahe ya? Air jahe bagus untuk tubuh. Nanti aku pakai madu biar Om makin sehat, bagaimana?" tawar Ariel.

"Boleh deh. Aku mau tidur dulu ya." Om Bobby meninggalkan Ariel dan Galang.

Ariel pun langsung membuatkan air jahe untuk Om kesayangannya tersebut. Ia berencana akan memijitnya nanti malam agar Om Bobby sehat. Tak akan Ariel biarkan penyakit menghinggapi Om kesayangannya tersebut.

"Galang, kamu nanti malam tidur cepat ya, Nak. Mama mau kerja. Sekarang, Galang main sendiri dulu. Mama mau buatkan air jahe untuk Om Bobby ya!" Ariel memberikan beberapa mainan agar Galang tak rewel.

Ariel mengetuk pintu kamar Om Bobby. Ia masuk pelan-pelan dan menaruh air jahe di atas nakas karena Om Bobby masih tertidur pulas. Langkah Ariel terhenti kala ia mendengar Om Bobby mengigau dalam tidurnya.

"Lisa, sini! Kamu mau kemana?"

Ariel memejamkan sejenak matanya. Rasanya sakit sekali melihat lelaki yang kini dicintainya masih menyimpan perasaan pada mantan istrinya. Ariel menghapus butiran air mata yang berhasil lolos lalu pergi keluar kamar.

****

Ariel menatap baju yang akan ia kenakan malam ini. Ariel yakin, baju tersebut adalah milik Lisa, adik Om Sam yang tak lain adalah istri Om Bobby.

Ariel teringat perkataan Om Sam, "Aku adalah Kakaknya Lisa, istri Bobby yang bajunya saat ini kamu pakai."

Dulu Ariel begitu senang mengenakan baju-baju pemberian Om Bobby, namun kini rasanya berbeda. Ia seakan harus menjadi diri orang lain agar tetap bisa berada di sisi Om Bobby.

"Aku seperti pemeran pengganti. Menyedihkan. Nasibku tak pernah berubah. Selalu seperti ini, selalu nomor dua, tak ada yang benar-benar mencintaiku dengan tulus." Ariel tersenyum getir lalu mengenakan baju kerjanya.

Sebelum keluar kamar, Ariel menatap Galang yang tertidur pulas. "Mama kerja dulu ya, Nak. Mama lakukan semua ini demi kamu, Nak. Maaf kalau Mama membuatmu malu."

Ariel menutup pintu kamarnya dan masuk ke dalam kamar Om Bobby sambil memasang senyum palsu. "Malam, Om! Bagaimana keadaan Om? Sudah enakkan?"

Om Bobby sedang duduk bersandar di tempat tidurnya. "Masih agak pegal."

"Kalau begitu, biar aku yang obati ya, Om." Ariel mengambil body lotion dari meja Om Bobby. Ariel memegang kening Om Bobby yang agak hangat. "Om agak demam nih."

"Oh ya? Pantas tubuhku tak enak."

Ariel membantu Om Bobby membuka kaos yang ia kenakan. "Seksi banget sih," puji Ariel membuat Om Bobby tak kuasa tersenyum.

"Jangan nakal. Jangan menggoda orang yang sedang sakit!" omel Om Bobby.

"Kalau aku berhasil menggoda Om, bagaimana?" Ariel berdiri lalu pindah ke belakang Om Bobby. Ia mengolesi tubuh Om Bobby dengan body lotion lalu memijatnya.

"Bagus dong. Berarti kamu berhasil menyembuhkanku." Om Bobby begitu menikmati pijatan Ariel yang lembut namun bertenaga. "Enak pijitan kamu, Riel."

Ariel tersenyum senang dipuji Om Bobby. "Aku bisa bikin yang lebih enak dari pijitan loh, Om," goda Ariel.

"Anak nakal ini, senang sekali menggodaku!"

"Loh, memang itu pekerjaanku bukan? Menggoda lelaki." Ariel tersenyum getir.

"Pantas kamu menggoda aku terus," cibir Om Bobby.

Ariel menghentikan pijatannya. Ia berdiri dan duduk di pangkuan Om Bobby dengan senyum menggoda. "Iya. Om mau aku goda?"

"Wow, dia merasa tertantang." Om Bobby tertawa kecil dengan ulah Ariel. "Nanti kamu akan kecewa karena aku tak bisa."

"Aku akan buat Om bisa. Apa yang akan Om berikan padaku jika aku bisa melakukannya?" Sambil berbicara, tangan Ariel menelusuri tubuh kekar Om Bobby.

"Memangnya kamu mau apa?" tanya balik Om Bobby.

"Hmm ... apa ya? Memangnya Om akan kabulkan permintaanku?"

"Kalau bisa, aku akan kabulkan." Ariel memajukan dirinya dan mengecup bibir Om Bobby. "Aku mau Om menikahiku."

Mata Om Bobby terbelalak mendengar permintaan Ariel. "Aku-"

Sebelum Om Bobby menolaknya, Ariel memotong ucapan Om Bobby. "Secara siri saja cukup. Aku ... sebenarnya tak mau kembali ke dunia ini lagi. Aku ingin hidup benar." Ariel tertunduk sedih. "Karena itu ... nikahi aku jika Om ingin benar-benar berhubungan lebih denganku. Om bisa menceraikan aku nanti jika ... Om tak menginginkanku lagi."

Om Bobby tak jadi protes. Ia melihat kesedihan dalam diri Ariel. "Kita lihat nanti saja."

Ariel membuang kesedihannya dan kembali memasang wajah ceria. "Oke. Sekarang bereaksi tidak?"

"Tidak."

Ariel turun dari pangkuan Om Bobby dan meminjam ponselnya. Ia mencari di internet tentang penyakit impoten. "Om sudah ke dokter?"

"Belum."

"Kenapa?"

"Malu dong, pakai nanya lagi kamu!" Om Bobby menjewer Ariel dengan gemas.

"Aw, sakit Om. Ke dokter yuk, aku temani!" ajak Ariel.

"Enggak ah."

"Ayolah, Om. Ke dokter, ya!" bujuk Ariel.

"Enggak mau!" tolak Om Bobby.

"Mau ya, Om. Aku mau merasakan adik besar Om Bobby. Yuk, Om. Ada aku, Om tidak akan sendirian. Kalau ada yang meledek Om, akan aku omeli! Ya ... mau ya?" bujuk Ariel tanpa lelah.

Om Bobby menghela nafas dalam. Om Bobby tahu, Ariel melakukan ini demi dirinya karena Ariel peduli padanya. "Oke. Aku akan ke dokter."

"Nah, begitu dong! Itu baru Om kesayanganku!" Ariel mengecup pipi Om Bobby dengan sayang. "Besok kita ke dokter!"

Om Bobby hanya bisa geleng-geleng kepala dengan kelakuan Ariel. "Anak nakal!"

****

Terpopuler

Comments

Berdo'a saja

Berdo'a saja

nakal buat om Bobby

2023-11-03

4

❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸

❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸

Kasihan banget sih jadi Ariel.

2023-10-11

3

bunda n3

bunda n3

jangan sampai sam berbuat yg ngga ngga sama Ariel

2023-09-25

3

lihat semua
Episodes
1 Om Bobby
2 Berubah Saat Mabuk
3 Butuh Uang
4 Om Puas Tak Apa Aku Lemas
5 Mahar Yang Dirampas
6 Mencari Pinjaman Uang
7 Bayaran Atas 30 Juta
8 Kecurigaan Wawan
9 Sebuah Kata Talak
10 Ayo Kita Pulang!
11 Membalas Kebaikan Om Bobby
12 Sidang Perceraian
13 Masih Loyo
14 Jalan-jalan Bersama Om
15 Kita Sama
16 Pesta Terkutuk
17 Tamu Tak Diundang
18 Bujuk Rayu Anak Nakal
19 Bujuk Rayu Om Sam
20 Antara Rindu dan Amarah
21 Menjemput Galang
22 Kisah Masa Lalu Om Bobby
23 Om Bobby Yang Hangat
24 Pengaruh Ucapan Om Sam
25 Mimpi Yang Terasa Hampa
26 Bapak dan Ibu Ariel
27 Menceritakan Kisah Masa Lalu
28 Tangisan Pilu Bapak
29 Merindukan Galang
30 Kedatangan Om Bobby
31 Menerima Tantangan
32 Wedding Day
33 Si Joni
34 Anak Siapa Itu?
35 Sentuhan Demi Sentuhan
36 Pekerjaan Om Bobby
37 Pijatan Super Nyaman
38 Om Puas Aku Lemas
39 Tanggung Jawab Membangunkan Joni
40 Joni Joni Yes Papa
41 Kekesalan Om Bobby
42 Anak Om Bobby
43 Sakit
44 Syuting Iklan
45 Menyambut Kepulangan Om Bobby
46 Menunaikan Janji
47 Latihan Akting
48 Syuting di Kebun Teh
49 Sebuah Penolakan
50 Menilai Kejujuran
51 Nasehat Seorang Sahabat
52 Lelakiku
53 Ulah Joni
54 Kemeja Om Bobby
55 Bertemu Adik Ipar
56 Prisa
57 Ariel si Sumbu Pendek
58 Kami Berbeda!
59 Tentang Lisa
60 Maaf
61 Gaya Baru
62 Nyonya Besar
63 Si Pedas Prisa
64 Mama Tita
65 Masa Lalu Yang Terkuak
66 Pelukan Menenangkan
67 Kemarahan Om Bobby
68 Si Pantang Menyerah
69 Joni yang Bereaksi
70 Bukan Nenek Sihir
71 Berjualan di Bazar
72 Si Bule Jualan
73 Penghinaan Tanpa Henti
74 Tangisan Penyesalan Ariel
75 Terima Kasih Prisa
76 Rengekan Galang
77 Ibu-ibu Arisan
78 Didatangi Warga
79 Menambah Kerusuhan
80 Bantahan
81 Malaikat Penolong Yang Sebenarnya
82 Tercengang
83 I Love You My Husband
84 Sayang Om Papa
85 Penyesalan
86 Membahagiakan Mama Ariel
87 Selamanya Tak Akan Merestui
88 Belajar Menjadi Pebisnis
89 Menjadi Manusia Yang Bermanfaat
90 Kangen Kamu
91 Berita Gembira
92 Kedatangan Mama Tita
93 Sikap Keras Mama Tita
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Om Bobby
2
Berubah Saat Mabuk
3
Butuh Uang
4
Om Puas Tak Apa Aku Lemas
5
Mahar Yang Dirampas
6
Mencari Pinjaman Uang
7
Bayaran Atas 30 Juta
8
Kecurigaan Wawan
9
Sebuah Kata Talak
10
Ayo Kita Pulang!
11
Membalas Kebaikan Om Bobby
12
Sidang Perceraian
13
Masih Loyo
14
Jalan-jalan Bersama Om
15
Kita Sama
16
Pesta Terkutuk
17
Tamu Tak Diundang
18
Bujuk Rayu Anak Nakal
19
Bujuk Rayu Om Sam
20
Antara Rindu dan Amarah
21
Menjemput Galang
22
Kisah Masa Lalu Om Bobby
23
Om Bobby Yang Hangat
24
Pengaruh Ucapan Om Sam
25
Mimpi Yang Terasa Hampa
26
Bapak dan Ibu Ariel
27
Menceritakan Kisah Masa Lalu
28
Tangisan Pilu Bapak
29
Merindukan Galang
30
Kedatangan Om Bobby
31
Menerima Tantangan
32
Wedding Day
33
Si Joni
34
Anak Siapa Itu?
35
Sentuhan Demi Sentuhan
36
Pekerjaan Om Bobby
37
Pijatan Super Nyaman
38
Om Puas Aku Lemas
39
Tanggung Jawab Membangunkan Joni
40
Joni Joni Yes Papa
41
Kekesalan Om Bobby
42
Anak Om Bobby
43
Sakit
44
Syuting Iklan
45
Menyambut Kepulangan Om Bobby
46
Menunaikan Janji
47
Latihan Akting
48
Syuting di Kebun Teh
49
Sebuah Penolakan
50
Menilai Kejujuran
51
Nasehat Seorang Sahabat
52
Lelakiku
53
Ulah Joni
54
Kemeja Om Bobby
55
Bertemu Adik Ipar
56
Prisa
57
Ariel si Sumbu Pendek
58
Kami Berbeda!
59
Tentang Lisa
60
Maaf
61
Gaya Baru
62
Nyonya Besar
63
Si Pedas Prisa
64
Mama Tita
65
Masa Lalu Yang Terkuak
66
Pelukan Menenangkan
67
Kemarahan Om Bobby
68
Si Pantang Menyerah
69
Joni yang Bereaksi
70
Bukan Nenek Sihir
71
Berjualan di Bazar
72
Si Bule Jualan
73
Penghinaan Tanpa Henti
74
Tangisan Penyesalan Ariel
75
Terima Kasih Prisa
76
Rengekan Galang
77
Ibu-ibu Arisan
78
Didatangi Warga
79
Menambah Kerusuhan
80
Bantahan
81
Malaikat Penolong Yang Sebenarnya
82
Tercengang
83
I Love You My Husband
84
Sayang Om Papa
85
Penyesalan
86
Membahagiakan Mama Ariel
87
Selamanya Tak Akan Merestui
88
Belajar Menjadi Pebisnis
89
Menjadi Manusia Yang Bermanfaat
90
Kangen Kamu
91
Berita Gembira
92
Kedatangan Mama Tita
93
Sikap Keras Mama Tita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!