"Mau, Om."
Tanpa pikir panjang Ariel menyanggupi permintaan Om Bobby. Baginya mendapatkan uang 30 juta itu bukan hal yang mudah. Siapa yang akan meminjaminya uang sebanyak itu?
Menginap selama 2 hari bersama Om Bobby adalah cara tercepat mendapatkan uang yang ia butuhkan saat ini. "Oke. Besok datanglah lagi ke rumah ini. Kita akan pergi ke luar kota, aku ada urusan penting."
"Baik, Om. Aku akan menitipkan anakku terlebih dulu."
Kening Om Bobby mengernyit mendengar kata anak. Ia mau bertanya lebih lanjut namun melihat Ariel yang terlihat begitu terburu-buru membuat Om Bobby menahan rasa penasarannya. "Aku akan mentransfer ke rekening kamu. Kirimkan saja nomornya."
Ariel tersenyum lebar mendengar begitu mudahnya ia mendapatkan uang dengan hanya bekerja selama 2 hari saja. "Baik, Om. Terima kasih banyak sudah menolongku. Aku pamit dulu. Permisi!"
Ariel meninggalkan rumah Om Bobby dengan hati yang tenang. Belum sampai rumah, uang transferan 30 juta sudah masuk ke rekeningnya. Cepat-cepat Ariel mengirimkan ke orang tuanya di kampung.
Ariel segera merapikan barang-barang miliknya dan Galang lalu bersiap untuk pergi ke rumah orang tuanya. Tak mungkin menitipkan Galang bersama mertuanya selama dua hari. Pasti akan banyak pertanyaan.
Secara tak diduga Wawan yang sudah beberapa hari tidak pulang kini menampakkan batang hidungnya di rumah. Wawan mengernyitkan keningnya melihat Ariel dengan barang bawaan di tangan."Mau ke mana kamu?" tanya Wawan.
"Mau ke rumah Ibu, Mas. Mau melihat kondisi Yoga sehabis tawuran. Aku mau menginap, Mas." Tanpa menunggu jawaban Wawan, Ariel pergi meninggalkan rumah. Terserah apa pendapat Wawan, ia tak peduli. Ia masih marah karena Wawan yang sudah memaksanya melayani di saat mabuk.
Wawan pun hanya diam saja. Ia tahu Ariel sangat marah padanya. Uang sisa penjualan gelang pun sudah tak ada sisa. Ia kalah lagi bermain judi. Wawan menatap kepergian Ariel dengan pasrah.
****
"Pagi, Om!" sapa Ariel dengan senyum di wajahnya.
"Pagi." Om Bobby menatap tas yang Ariel bawa. "Tinggalkan semua barang-barang kamu di dalam rumah. Kamu cukup bawa dompet dan handphone saja!"
"Baik, Om." Ariel menuruti permintaan Om Bobby. Ia pun duduk di samping Om Bobby yang mengendarai mobil dengan sangat tampan.
"Kenapa kamu melihatku terus?" tanya Om Bobby yang sadar kalau sejak tadi Ariel menatap dan mengagumi ketampanannya.
"Om ganteng," puji Ariel.
"Kamu biasa memuji client kamu ya?" sindir Om Bobby dengan wajah datar.
"Tidak juga. Percaya atau tidak, aku cuma punya 2 client dalam hidupku. Om yang paling ganteng."
"Hanya 2?" Om Bobby tetap mengemudi sambil mendengarkan ocehan Ariel.
"Ya. Dulu, sebelum menikah dan Om ... saat sudah menikah."
Om Bobby mengernyitkan keningnya mendengar pengakuan jujur Ariel. "Kamu masih punya suami?"
"Masih. Aku juga punya anak. Aku kembali bekerja di dunia ini agar aku bisa bercerai dengan suamiku, Om. Eh, maaf, Om. Aku jadi membahas masalah pribadiku."
"It's oke. Aku hanya tak mau terkena masalah karena membawa istri orang."
"Om tenang saja. Itu urusanku."
Rupanya Om Bobby mengajak Ariel ke Bandung. Ada pertemuan bisnis yang harus ia datangi. Om Bobby sudah memesan sebuah kamar hotel untuk mereka.
"Ini, pakailah saat aku pulang meeting nanti!" perintah Om Bobby.
"Siap, Om! Aku akan menunggu Om pulang," kata Ariel dengan nada manja.
Ariel memakai pakaian yang Om Bobby berikan beserta sebuah foto gadis kampung dengan rambut kepang dua. Ariel tahu harus berbuat apa. Setelah membersihkan diri, Ariel memakai pakaian pemberian Om Bobby dan berdandan bak gadis kampung.
Ariel menyambut kedatangan Om Bobby dengan senyum hangatnya. "Selamat datang, Om Bobby ganteng!"
Om Bobby tersenyum seraya menatap Ariel dari ujung kepala sampai ujung kaki. Om Bobby mengulurkan tangannya. "Salim!"
Ariel melakukan apa yang Om Bobby pinta. Salim pada lelaki yang bukan suaminya. Tak apa, demi 30 juta!
"Om mau apa?"
"Teh manis hangat, jangan lupa pakai kayu manis!"
"Hah? Kayu manis?"
"Aku mau mandi dulu."
Ariel mengambil dompet miliknya dan cepat-cepat pergi keluar hotel. Ia mencari kayu manis permintaan Om Bobby. Beruntung ada supermarket di depan hotel. Ariel membeli kayu manis dan kembali lagi ke kamar lalu membuatkan teh kayu manis seperti permintaan Om Bobby.
Om Bobby tersenyum melihat usaha Ariel. "Pintar kamu! Hafalkan, aku suka teh manis campur kayu manis!"
"Iya, Om." Nafas Ariel masih tersengal sehabis berlari. Ada-ada saja permintaan Om Bobby. Tak apa, semua demi 30 juta!
Om Bobby memakai baju di depan Ariel. Pemandangan indah membuat Ariel tak bisa mengalihkan tatapannya. Perutnya yang rata dengan bulu halus di dada. Rasanya Ariel ingin membelainya. "Pakaikan aku baju!"
"Oh i-iya, Om." Cepat-cepat Ariel mengambil pakaian Om Bobby dan memakaikannya. Ariel tak menyangka kalau ia bisa menyentuh tubuh Om Bobby. Harum sekali tubuh Om Bobby sehabis mandi.
"Ayo, kita ke restoran!" Om Bobby memberikan lengan kekarnya sebagai isyarat Ariel untuk merangkulnya. Ariel tersenyum sambil merangkul pria tampan di sampingnya. Ariel tak peduli banyak pasang mata melihat penampilannya bak gadis kampung.
"Pesanlah makanan yang kamu mau!"
"Iya, Om."
"Suapi aku!"
"Iya, Om."
"Mulutku kotor nih, bersihkan!"
"Baik, Om."
"Ambilkan minum!"
"Tentu, Om."
Semua permintaan Om Bobby, Ariel turuti dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajahnya. Baru kali ini Ariel bekerja dengan senang hati. Seakan melayani idolanya sendiri.
"Om mau aku pijat?" Ariel membuka satu kancing bajunya, sengaja menggoda Om Bobby yang terus menatapnya dengan lekat.
"Boleh." Ariel tersenyum dan mulai memijat bahu Om Bobby. "Kalau sakit bilang ya, Om!"
"Hem," jawab Om Bobby singkat.
Om Bobby begitu menikmati pelayanan Ariel. Ia tidur dengan lelap setelah dipijat. Ariel juga tidur di samping Om Bobby sambil memeluknya dengan erat.
Om Bobby terbangun di pagi hari dengan Ariel di pelukannya. Wajah Ariel terlihat natural tanpa make up. Cantik. Om Bobby merasakan bagian intinya bereaksi, sesuatu yang sudah lama seakan mati kini hidup kembali. Sayangnya, hanya sebentar saja dan bagian inti tersebut kembali loyo.
"Tak apa, Om. Jangan dipaksa." Ariel terbangun dan menyemangati Om Bobby. "Aku tahu apa permasalahan Om. Aku akan bantu sampai Om sembuh. Anggap saja itu balas budiku pada Om karena sudah menolong dan berbaik hati padaku."
Ariel berjalan dan membuatkan teh kayu manis kesukaan Om Bobby. "Om mau aku melakukan apa lagi? Semua akan aku lakukan asal Om puas."
Om Bobby meminum teh buatan Ariel, mirip sekali dengan buatan Lisa. "Hari ini, kamu pakai baju jadul mau?"
"Mau dong, apa sih yang tidak untuk Om? Aku mau mandi dulu ya, Om mau ikut?" goda Ariel sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.
"Dasar gadis nakal! Tak usah, mandilah! Aku mau menikmati teh buatanmu!"
Ariel mengambil paper bag berisi baju hari kedua. Ia berjalan mendekat dan mengecup pipi Om Bobby. "Ciuman selamat pagi untuk Om gantengku!"
****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Rahmawati
ariel bisa jatuh cinta sm om Bobby kalo terus berinteraksi manis kayak gini
2023-11-15
4
Berdo'a saja
demi 30 juta
2023-11-01
0
Jasmine Dwielfiza
maulah satu kayak om Bobi ,gak apa deh yg penting aku bahagia dpat duit🤣🤣😆😆sayangnya di novel doang
2023-10-28
5