"Hi, Om! Dapat salam nih dari janda baru, masih wangi dan anget loh!" Ariel menunjuk dirinya sendiri. "Salam balik tidak, Om?" goda Ariel.
"Cie ... yang sudah menjadi janda. Senang ya kamu sudah bebas sekarang?" tanya balik Om Bobby.
"Senang banget, Om. Akhirnya aku bisa terbebas dari suami tak bertanggung jawab macam Mas Wawan itu. Ya ... walau aku sedih, Galang masih kecil namun harus mengalami perpisahan kedua orang tuanya." Ariel memaksakan senyum di wajahnya.
"Saat Galang besar nanti, ia akan mengerti kok. Aku juga dulu begitu. Saat kedua orang tuaku berpisah, awalnya aku marah, namun melihat Mama yang terlihat lebih bahagia setelah berpisah dengan Papa, rasanya semua kemarahanku sirna sudah. Kebahagiaan Mama adalah yang utama," kata Om Bobby yang tak diduga malah bercerita tentang dirinya sendiri.
Selama mengenal Om Bobby, lelaki baik itu tak pernah bercerita tentang keluarganya. Ariel juga tak berani bertanya karena takut membuat Om Bobby marah. "Om Bobby rupanya anak broken home juga?" kata Ariel.
"Ya ... begitulah. Sedikit banyak, aku pernah merasakan di posisi Galang saat ini."
Ariel tersenyum ketika dihibur Om Bobby. "Terima kasih, Om. Berkat Om, aku jadi berani melangkah maju. Kalau tak ada Om, mungkin aku masih menjadi istri yang pasrah memiliki suami kasar dan pemabuk macam Mas Wawan."
"Kamu sudah ribuan kali meminta maaf padaku, Riel." Om Bobby mencubit hidung Ariel dengan gemas.
"Oh iya ya, Om, aku lupa." Ariel tertawa bahagia. "Om, mau aku buatkan bekal apa?"
"Apa saja."
"Aku mau buat bekal yang lucu, boleh ya, Om?"
"Terserah kamu. Toh yang makan dan lihat hanya aku saja."
"Om mau mandi dulu? Aku akan siapkan kemeja untuk Om kerja." Ariel dengan sigap mematikan kompor dan pergi ke kamar Om Bobby.
Semenjak tinggal di rumah Om Bobby, Ariel melakukan apapun demi membayar kebaikan Om Bobby. Pakaian kerja Om Bobby, Ariel yang siapkan. Sarapan sampai bekal ke kantor pun Ariel yang buatkan. Sepatu Om Bobby bahkan Ariel semir sampai mengkilap. Om Bobby membebaskan Ariel melakukan apa yang ia suka.
"Kemeja yang ini bagus deh kalau Om pakai. Oh iya, nanti Om jangan buka kancingnya ya!" pesan Ariel.
"Kenapa?" tanya Om Bobby yang sedang membuka kaos yang dikenakannya dan bersiap mandi.
"Takut bulu dada Om kelihatan. Itu seksi sekali loh, Om. Enggak boleh ada yang lihat. Takut meleleh seperti aku," kata Ariel dengan centilnya.
Om Bobby tersenyum sambil geleng-geleng kepala dengan ulah Ariel. Semenjak ada Ariel dan Galang di rumahnya, ada suasana ramai yang tercipta. Ariel yang suka menggodanya dan Galang yang begitu mengidolakan Om Bobby.
Anak kecil itu bisa membedakan mana orang baik dan mana yang jahat. Galang begitu menyukai Om Bobby. Ia akan memberikan mainannya pada Om Bobby dan mengajaknya bermain.
Om Bobby yang semula agak acuh kini malah terlihat asyik kala bermain dengan Galang. Tak seperti berada di dekat Wawan, Galang tidak cengeng. Galang malah jarang menangis kalau bersama Om Bobby. Anak itu tidak rewel dan sering tertawa saat bercanda dengan Om Bobby.
Ariel suka melihat interaksi keduanya. Kebaikan hati Om Bobby membuat Galang merasa nyaman saat di dekatnya. Galang bahkan suka mengantar Om Bobby berangkat kerja. Anak itu dengan patuh membawakan bekal makanan untuk Om Bobby.
"Maam," kata Galang sambil memberikan kotak makan pada Om Bobby.
"Terima kasih, Galang yang pintar!" Om Bobby mengusap kepala Galang yang tersenyum dan memamerkan gigi miliknya. "Om pergi kerja dulu ya!"
Ariel dan Galang mengantar Om Bobby sampai depan rumah. Sebelum berangkat, Ariel mengecup pipi Om kesayangannya tersebut seraya berbisik pelan. "Nanti malam, mau aku pakai baju apa?"
"Hmm ... apa ya? Kalau dress garis-garis biru bagaimana? Aku mau melihat kamu sambil setrika baju!" balas Om Bobby sambil berbisik juga.
"Siap, Omku Sayang. Hati-hati di jalan ya! Aku tunggu nanti malam!" Ariel dan Galang melambaikan tangannya pada Om Bobby yang mengemudikan mobilnya sambil tersenyum.
****
Malam hari adalah waktunya Ariel bekerja yang sebenarnya. Jika pagi sampai sore ia bekerja untuk membalas budi atas kebaikan Om Bobby, maka malam hari ia akan bekerja untuk memuaskan Om kesayangannya tersebut.
Ada saja permintaan aneh-aneh dari Om Bobby. Terkadang ingin melihat Ariel memakai daster sambil mengelap kaca. Pernah juga Om Bobby meminta Ariel merapihkan kamarnya. Semua Ariel turuti. Ariel tak berani lagi menggoda lebih jauh karena takut mendapat penolakan seperti sebelumnya.
Ariel sudah memakai dress garis-garis yang Om Bobby berikan. Tubuhnya sudah ia semprot minyak wangi dan yang terpenting Galang sudah tidur. Anak itu tahu Mamanya harus bekerja untuk biaya hidup mereka. Galang jarang terbangun jika sudah tidur dengan perut kenyang.
Suara mobil Om Bobby membuat Ariel melangkah untuk menyambut kedatangan Om kesayangannya. "Malam, Om Gantengku!" Ariel bergelayut manja pada Om Bobby yang baru pulang kerja. "Teh kayu manis kesukaan Om sudah siap. Mau minum sekarang?"
"Boleh." Om Bobby nampak lelah. Ia menurut saja saat Ariel menarik tangannya ke ruang keluarga.
Ariel menyajikan makanan kesukaan Om Bobby di samping teh kayu manis kesukaannya. "Aku mau setrika baju dulu ya, Om." Ariel mengedipkan matanya dengan centil.
Ariel mulai bekerja, Om Bobby terus menatapnya saat setrika baju. Dengan pose ala-ala model yang seksi, Ariel menyemprotkan baju yang akan disetrikanya dengan semprotan khusus setrika baju. Tak lupa, bibirnya dibuat seseksi mungkin.
"Mau bagian mana dulu nih, Om, yang aku setrika? Tangan, dada atau kerah?" kata Ariel dengan suara seksinya.
Om Bobby tersenyum dengan ulah Ariel. Sebenarnya pertunjukan seperti ini bukan yang benar-benar diinginkan Om Bobby. Ia hanya ingin melihat Lisa saat masih hidup dulu melakukan kegiatan sehari-harinya namun entah kenapa ulah Ariel yang terkadang konyol dan lucu membuat Om Bobby makin menyukai pertunjukan yang ia tampilkan.
"Enaknya, yang mana dulu?" tanya balik Om Bobby.
Ariel menaruh setrika dalam posisi aman lalu menghampiri Om Bobby. Ia kembali duduk di pangkuan Om Bobby seraya menggoda. "Enaknya sih, cicipin aku dulu!" Ariel menarik dasi Om Bobby dan mencium bibirnya.
Om Bobby membalas ciuman Ariel. Tak lama, sampai Ariel yang melepas sendiri. Ariel memainkan jari telunjuk di dada Om Bobby seraya bertanya. "Bagaimana? Ada reaksi tidak, Om?"
Om Bobby menunduk dan melihak miliknya yang masih loyo. "Belum."
Ariel tiba-tiba berdiri. "Oke, sekarang aku akan menunjukkan gaya setrika baju yang super, mengalahkan tukang laundry, Om siap-siap ya!" Semangat Ariel kembali membara. Ia mau Om Bobby sembuh. Ia akan lakukan apapun agar Om kesayangannya sembuh.
"Are you ready?" Ariel memegang kembali setrika miliknya dengan penuh gaya. Om Bobby tertawa melihat ulahnya. Om Bobby tahu apa yang Ariel lakukan demi dirinya.
"Ready!" jawab Om Bobby sambil geleng-geleng kepala. Tinggal dengan Ariel membuatnya melihat banyak ulah ajaibnya.
"Oke, tarik Mang!"
****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Modish Line
Galang 👍👍👍😘😘😘🥰🥰🥰🥰
2024-04-01
2
Modish Line
😂😂😂😂😂
2024-04-01
0
Widayanti Yanti
dihooobrrraazs.. goyang neeng.. 💃💃💃😂😂😂
2024-02-05
0