Sidang Perceraian

Wawan pulang ke rumah dan tak mendapati siapapun di rumahnya. Suara tangisan Galang yang biasanya menyebalkan pun tidak ia dengar. Suara rengekan Ariel yang meminta uang belanja lebih juga tak ada. Sunyi. Wawan heran, dimanakah keluarga kecilnya berada?

Wawan membuka lemari pakaian milik Ariel dan mendapati isinya hanya tersisa baju-baju yang jelek saja. Isi lemari pakaian Galang pun demikian. Wawan lupa apa yang sudah terjadi saat ia mabuk kemarin. Ia mencoba menghubungi Ariel seraya mengingat-ingat apa yang sudah ia lakukan saat mabuk.

Potongan ingatan pun sedikit demi sedikit mulai Wawan ingat. Wawan ingat kalau ia mengambil uang gaji Ariel dan istrinya sangat marah. Terjadi pertengkaran di antara mereka sampai akhirnya Wawan menyadari kalau ternyata di saat ia mabuk, ia sempat mengucapkan kata talak pada Ariel karena terbawa emosi. Wawan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Ia menyesali perbuatannya namun semua sia-sia. Ariel dan Galang sudah pergi. Semua karena ulahnya. Pasti Ariel sangat marah dengan perbuatannya.

Wawan mencoba mencari keberadaan Ariel dan Galang, ia ingin meminta maaf atas kesalahannya. Ia pergi ke rumah Ariel diam-diam dan tak mendapati istrinya berada di rumah mertuanya tersebut. Wawan juga mencari ke tempat teman-teman Ariel, hasilnya nihil. Tempat terakhir yang Wawan cari adalah tempat bekerja Ariel. Rumah megah tersebut terlihat sepi seakan tak ada penghuninya. Di tengah rasa putus asa mencari Ariel dan Galang, Wawan malah mendapat surat panggilan dari pengadilan agama. Ya, Ariel menggugat cerai dirinya secara resmi.

Berkat bantuan Om Bobby, Ariel memberanikan diri mendaftarkan perceraiannya ke kantor pengadilan agama. Barang bukti yang diserahkan yakni video tentang tindakan kekerasan dan juga talak yang dijatuhkan kepada Ariel serta beberapa foto memar di tubuh Ariel diterima oleh pengadilan sebagai bukti yang kuat. Om Bobby bahkan menyewakan pengacara handal untuk mengawal Ariel selama persidangan berlangsung.

"Terima kasih banyak, Om. Kalau tak ada Om, aku mungkin tak akan memiliki keberanian sebesar ini. Terlalu banyak jasa Om dalam hidupku. Entah aku harus melakukan apa untuk membayar semua hutang budiku pada Om," kata Ariel sambil menundukkan kepalanya.

"Jangan terlalu berlebihan deh. Baru menolong segitu saja sih aku mampu. Aku hanya tak suka dengan lelaki yang suka main fisik dengan perempuan. Perempuan itu untuk disayangi, dikasihi serta dihormati. Bukan dijadikan samsak di saat mereka kesal. Seenaknya saja main pukul dan siksa. Apa mereka tak tahu kalau setiap anak perempuan itu memiliki orang tua yang membesarkannya dengan penuh kasih sayang?"

"Apakah ada orang tua yang akan senang melihat anaknya yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang berakhir menjadi samsak untuk suaminya? Tentu tak ada. Aku bahkan ingin memberi pelajaran kepada suami kamu yang sudah seenaknya berbuat kasar sampai menyebabkan tubuh kamu banyak luka seperti itu," kata Om Bobby dengan wajah serius.

Air mata Ariel kembali menetes mendengar Om Bobby yang begitu membelanya. Sebuah kata terima kasih saja tak akan cukup untuk membalas semua kebaikan Om Bobby. Ariel dan Galang sengaja disembunyikan di rumah Om Bobby yang lain sampai tiba waktu persidangannya. Om Bobby tak mau Wawan membuat ulah sebelum persidangan dimulai. Bagaimana hidup Ariel tanpa bantuan Om Bobby yang begitu melindunginya?

Kedatangan Ariel disambut oleh Wawan yang sudah menunggu kedatangannya sebelum sidang. "Riel, Mas mau bicara."

"Bicaranya nanti saja, Mas, di depan hakim," kata Ariel dengan dingin. Ariel datang berdua pengacara yang diutus Om Bobby, sementara Om Bobby memilih di rumah menemani Galang.

"Riel, Mas tak mau bercerai sama kamu," kata Wawan.

"Oh ya? Bukankah Mas sendiri yang sudah menjatuhkan talak padaku, Mas lupa?" balas Ariel.

"Mas tak sadar waktu itu, Riel. Kamu tahu sendiri saat itu ... Mas sedang mabuk. Mas tak sadar sudah mengucapkan kata itu. Mas mohon, Riel. Batalkan tuntutan cerai kamu. Kita bisa memulai semuanya lagi dari awal. Mas janji akan menjadi suami dan ayah yang baik untuk kamu dan Galang. Mas mohon, Riel," pinta Wawan dengan sangat.

Sakit hati yang sudah begitu melekat dalam diri Ariel membuatnya tak semudah itu percaya apa yang Wawan katakan. Sudah tak ada lagi cinta yang tersisa dalam diri Ariel untuk Wawan. Hilang, lenyap, tak tersisa.

"Percuma, Mas. Sudah beberapa kali Mas meminta maaf dan berjanji tak mau mengulanginya lagi, tapi apa? Mas kembali berjudi dan minum-minuman keras. Mas tak pernah sadar kalau Mas sudah menyakitiku baik fisik maupun psikis! Mana janjimu saat menikahiku dulu, Mas?" balas Ariel. Sekuat mungkin Ariel menahan air matanya untuk tidak menetes. Ia tak mau terlihat lemah di depan Wawan.

"Maaf, Riel."

"Sudahlah, Mas. Kita bicarakan saja di depan hakim!" Ariel masuk ke dalam ruang sidang meninggalkan Wawan yang mengusap wajahnya dengan kesal.

Sidang perceraian pun digelar. Ariel menyertakan barang bukti tindakan kekerasan yang Wawan lakukan. Wawan tentu saja tak bisa mengelak. Meski kekerasan yang Ariel terima masih tergolong ringan, tetap saja di mata hakim, hukum lebih memenangkan Ariel.

Hakim pun mengabulkan gugatan cerai Ariel. Senyum bahagia dan lega kini Ariel rasakan. Ia terbebas dari lelaki jahat yang selama ini selalu menyakitinya.

Ternyata Wawan tak terima begitu saja. Ia menginginkan hak asuh atas Galang, putra mereka.

"Kapan kamu peduli sama Galang, Mas? Kenapa sekarang kamu menuntut hak asuhnya?" Ariel begitu murka dan mengeluarkan unek-uneknya.

"Biar bagaimanapun, Galang itu anakku, Riel. Darah dagingku. Aku akan menuntut hak asuh Galang agar jatuh ke tanganku. Aku punya pekerjaan tetap, aku lebih layak mengurus Galang dibanding kamu! Apa pekerjaanmu? Apa gajimu sebagai pembantu bisa membiayai kebutuhan Galang?" balas Wawan.

"Kamu!" Ariel menunjuk Wawan dengan penuh emosi. Ariel menghapus kasar air matanya yang menetes tanpa bisa ia tahan lagi. Pengacara yang Om Bobby sewa berusaha menenangkan Ariel. Pengacara tersebut yakin kalau hak asuh Galang akan jatuh ke tangan Ariel karena Galang masih berusia 2 tahun. Masih membutuhkan Ibunya.

Hakim kembali menenangkan situasi yang sempat ricuh karena pertengkaran Ariel dan Wawan. Setelah situasi tenang, Hakim mulai membacakan putusannya. Hak asuh Galang diputuskan jatuh ke tangan Ariel, ibunya.

Wawan menatap Ariel dengan marah. Ia tak terima telah kalah telak dari Ariel. Ariel tak peduli, hidupnya sudah bebas dari Wawan mulai sekarang. Ia mau memulai lembaran baru hidupnya yang lebih baik lagi. Tanpa Wawan, lelaki kasar yang selalu menyakiti hatinya.

****

Terpopuler

Comments

iin

iin

Pemabuk, tukang judi, suka KDRT dan tdk bisa menafkahi secara layak. Gitu mau minta hak asuh? ndagel sekali sodara 🤣

2024-03-14

5

Wkwkwkk

Wkwkwkk

mau ngasuh anak ? mungkin cuma mau dibanting

2023-11-23

0

Berdo'a saja

Berdo'a saja

bagaimana bisa ngasuh anak saat mabok anaknya dimaki-maki anak setan

2023-11-02

2

lihat semua
Episodes
1 Om Bobby
2 Berubah Saat Mabuk
3 Butuh Uang
4 Om Puas Tak Apa Aku Lemas
5 Mahar Yang Dirampas
6 Mencari Pinjaman Uang
7 Bayaran Atas 30 Juta
8 Kecurigaan Wawan
9 Sebuah Kata Talak
10 Ayo Kita Pulang!
11 Membalas Kebaikan Om Bobby
12 Sidang Perceraian
13 Masih Loyo
14 Jalan-jalan Bersama Om
15 Kita Sama
16 Pesta Terkutuk
17 Tamu Tak Diundang
18 Bujuk Rayu Anak Nakal
19 Bujuk Rayu Om Sam
20 Antara Rindu dan Amarah
21 Menjemput Galang
22 Kisah Masa Lalu Om Bobby
23 Om Bobby Yang Hangat
24 Pengaruh Ucapan Om Sam
25 Mimpi Yang Terasa Hampa
26 Bapak dan Ibu Ariel
27 Menceritakan Kisah Masa Lalu
28 Tangisan Pilu Bapak
29 Merindukan Galang
30 Kedatangan Om Bobby
31 Menerima Tantangan
32 Wedding Day
33 Si Joni
34 Anak Siapa Itu?
35 Sentuhan Demi Sentuhan
36 Pekerjaan Om Bobby
37 Pijatan Super Nyaman
38 Om Puas Aku Lemas
39 Tanggung Jawab Membangunkan Joni
40 Joni Joni Yes Papa
41 Kekesalan Om Bobby
42 Anak Om Bobby
43 Sakit
44 Syuting Iklan
45 Menyambut Kepulangan Om Bobby
46 Menunaikan Janji
47 Latihan Akting
48 Syuting di Kebun Teh
49 Sebuah Penolakan
50 Menilai Kejujuran
51 Nasehat Seorang Sahabat
52 Lelakiku
53 Ulah Joni
54 Kemeja Om Bobby
55 Bertemu Adik Ipar
56 Prisa
57 Ariel si Sumbu Pendek
58 Kami Berbeda!
59 Tentang Lisa
60 Maaf
61 Gaya Baru
62 Nyonya Besar
63 Si Pedas Prisa
64 Mama Tita
65 Masa Lalu Yang Terkuak
66 Pelukan Menenangkan
67 Kemarahan Om Bobby
68 Si Pantang Menyerah
69 Joni yang Bereaksi
70 Bukan Nenek Sihir
71 Berjualan di Bazar
72 Si Bule Jualan
73 Penghinaan Tanpa Henti
74 Tangisan Penyesalan Ariel
75 Terima Kasih Prisa
76 Rengekan Galang
77 Ibu-ibu Arisan
78 Didatangi Warga
79 Menambah Kerusuhan
80 Bantahan
81 Malaikat Penolong Yang Sebenarnya
82 Tercengang
83 I Love You My Husband
84 Sayang Om Papa
85 Penyesalan
86 Membahagiakan Mama Ariel
87 Selamanya Tak Akan Merestui
88 Belajar Menjadi Pebisnis
89 Menjadi Manusia Yang Bermanfaat
90 Kangen Kamu
91 Berita Gembira
92 Kedatangan Mama Tita
93 Sikap Keras Mama Tita
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Om Bobby
2
Berubah Saat Mabuk
3
Butuh Uang
4
Om Puas Tak Apa Aku Lemas
5
Mahar Yang Dirampas
6
Mencari Pinjaman Uang
7
Bayaran Atas 30 Juta
8
Kecurigaan Wawan
9
Sebuah Kata Talak
10
Ayo Kita Pulang!
11
Membalas Kebaikan Om Bobby
12
Sidang Perceraian
13
Masih Loyo
14
Jalan-jalan Bersama Om
15
Kita Sama
16
Pesta Terkutuk
17
Tamu Tak Diundang
18
Bujuk Rayu Anak Nakal
19
Bujuk Rayu Om Sam
20
Antara Rindu dan Amarah
21
Menjemput Galang
22
Kisah Masa Lalu Om Bobby
23
Om Bobby Yang Hangat
24
Pengaruh Ucapan Om Sam
25
Mimpi Yang Terasa Hampa
26
Bapak dan Ibu Ariel
27
Menceritakan Kisah Masa Lalu
28
Tangisan Pilu Bapak
29
Merindukan Galang
30
Kedatangan Om Bobby
31
Menerima Tantangan
32
Wedding Day
33
Si Joni
34
Anak Siapa Itu?
35
Sentuhan Demi Sentuhan
36
Pekerjaan Om Bobby
37
Pijatan Super Nyaman
38
Om Puas Aku Lemas
39
Tanggung Jawab Membangunkan Joni
40
Joni Joni Yes Papa
41
Kekesalan Om Bobby
42
Anak Om Bobby
43
Sakit
44
Syuting Iklan
45
Menyambut Kepulangan Om Bobby
46
Menunaikan Janji
47
Latihan Akting
48
Syuting di Kebun Teh
49
Sebuah Penolakan
50
Menilai Kejujuran
51
Nasehat Seorang Sahabat
52
Lelakiku
53
Ulah Joni
54
Kemeja Om Bobby
55
Bertemu Adik Ipar
56
Prisa
57
Ariel si Sumbu Pendek
58
Kami Berbeda!
59
Tentang Lisa
60
Maaf
61
Gaya Baru
62
Nyonya Besar
63
Si Pedas Prisa
64
Mama Tita
65
Masa Lalu Yang Terkuak
66
Pelukan Menenangkan
67
Kemarahan Om Bobby
68
Si Pantang Menyerah
69
Joni yang Bereaksi
70
Bukan Nenek Sihir
71
Berjualan di Bazar
72
Si Bule Jualan
73
Penghinaan Tanpa Henti
74
Tangisan Penyesalan Ariel
75
Terima Kasih Prisa
76
Rengekan Galang
77
Ibu-ibu Arisan
78
Didatangi Warga
79
Menambah Kerusuhan
80
Bantahan
81
Malaikat Penolong Yang Sebenarnya
82
Tercengang
83
I Love You My Husband
84
Sayang Om Papa
85
Penyesalan
86
Membahagiakan Mama Ariel
87
Selamanya Tak Akan Merestui
88
Belajar Menjadi Pebisnis
89
Menjadi Manusia Yang Bermanfaat
90
Kangen Kamu
91
Berita Gembira
92
Kedatangan Mama Tita
93
Sikap Keras Mama Tita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!