Kita Sama

Ariel Bahagia sekali bisa jalan-jalan dengan Om Bobby. Galang pun demikian. Anak itu sejak tadi terus mengoceh dan bercerita tentang keseruan mereka jalan-jalan di Mall hari ini meski apa yang dikatakannya tidak terlalu jelas. Mainan pemberian Om Bobby pun terus ia pamerkan di depan Om Bobby, membuat Om Bobby jadi tertawa senang dan merasa dihargai oleh sikap tulus Galang.

Setelah resmi bercerai dari Wawan, Ariel mengacuhkan semua panggilan dan pesan dari Wawan. Beberapa kali Wawan mengirimkan pesan, isinya tak lain adalah mengajak Ariel untuk rujuk. Wawan mengirimkan foto-foto seolah dirinya sudah taubat namun tak ada satu pun yang Ariel percaya. Sudah sering dibohongi, Ariel tak lagi mempercayai apa yang Wawan katakan.

"Kenapa? Mantan suami kamu mengirimi kamu pesan lagi?" tanya Om Bobby yang melihat Ariel sedang menatap layar ponselnya dengan kening berkerut.

"Iya. Kok Om bisa tahu?" tanya balik Ariel.

"Terlihat dari raut wajah kamu. Kamu mau rujuk lagi sama dia?" pancing Om Bobby.

"Rujuk? Enggak deh, Om, makasih. Aku tak mau hidup menderita lagi dengannya," tolak Ariel.

Om Bobby tersenyum melihat raut wajah Ariel. "Yaudah, kalau tidak mau rujuk. Kalau aku ajak ke pesta mau?"

"Mau!" jawab Ariel dengan cepat. "Pesta apa? Kondangan ya, Om?"

"Bukan. Pesta pertemuan para pebisnis. Cepatlah siap-siap! Kita pergi malam ini!" perintah Om Bobby.

"Malam ini? Lalu Galang bagaimana, Om?" tanya balik Ariel.

"Aku sudah minta Mbak yang biasa bersihkan rumah untuk jaga Galang. Tugas kamu hanya bersiap-siap dan berdandan yang cantik, oke?"

"Siap, Om. Aku akan memakai dress yang kemarin Om belikan. Tunggu aku ya, Om!" Ariel berlari dengan riang ke kamarnya. Ia senang akan diajak ke pesta dengan Om Bobby. Ariel pun berdandan yang cantik. Wajahnya yang sudah lama jarang berdandan kini terlihat cantik.

"Wow, cantik sekali pasanganku malam ini!" puji Om Bobby saat melihat Ariel keluar dari kamarnya.

"Benarkah? Om suka?" Ariel memutar dirinya, memamerkan gaun cantik pemberian Om Bobby yang terlihat amat cantik saat ia kenakan.

"Suka sekali! Ayo, kita berangkat sekarang!"

Om Bobby mengajak Ariel ke salah satu gedung yang biasa dipakai untuk acara besar. Om Bobby memberikan lengannya untuk Ariel gandeng. Sambil bergelayut manja, Ariel menggandeng lengan Om Bobby dan berjalan dengan penuh percaya diri di samping lelaki tampan yang kelihatan berkharisma tersebut.

Tak mau membuat Om Bobby malu, Ariel menjaga sikapnya selama pesta. Ia hanya tersenyum ramah dan tak ikut campur dengan percakapan bisnis yang Om Bobby lakukan. Sudah diajak ke pesta semacam ini saja Ariel sudah sangat senang. Tak pernah ia diajak ke pesta kalangan elit seperti ini sebelumnya.

Om Bobby rupanya adalah salah satu pengusaha sukses. Banyak pengusaha hebat lainnya yang menyapa Om Bobby dan mereka pun membicarakan tentang rencana kerja sama bisnis ke depannya.

Mata Ariel menatap berkeliling suasana pesta. Pakaian yang ia kenakan sepertinya memang sudah direncanakan oleh Om Bobby. Ariel terlihat pantas berada di tengah pesta, tak ada yang menduga kalau Ariel adalah wanita peliharaan Om Bobby.

Om Bobby melingkarkan tangannya di pinggang Ariel. Sikap Om Bobby yang seperti ini sukses membuat Ariel baper parah. Padahal Ariel tahu siapa dirinya, tak ubahnya kupu-kupu malam yang dibayar demi memuaskan hasrat lelaki Om Bobby semata. Seharusnya Ariel tahu diri namun Ariel terbuai oleh perhatian yang Om Bobby berikan.

Senyum di wajah Ariel menghilang. Matanya terbelalak melihat lelaki tampan yang datang dengan jas warna abu-abu. Ariel sangat mengenal lelaki tersebut, cinta pertamanya.

"Kamu kenapa?" tanya Om Bobby yang menyadari perubahan wajah Ariel.

"Tak apa, Om," jawab Ariel.

"Serius?" Om Bobby melihat ke arah yang Ariel lihat. "Kamu kenal lelaki itu?"

Ariel tak menjawab dan memilih menundukkan wajahnya. Matanya terasa memanas, setiap melihat lelaki itu hatinya terasa sakit, bahkan lebih sakit daripada saat mendengar perkataan pedas Wawan.

"Mau cerita?" tanya Om Bobby yang menduga kalau ada sesuatu dengan lelaki yang tadi Ariel tatap.

"Dia ... adalah Noah. Pacar sahabatku yang aku rebut dengan mengiminginya tawaran untuk memuaskan hasrat lelakinya." Ariel tersenyum getir. "Aku ... dulu pernah jadi sahabat yang jahat, Om. Mungkin takdir kelamku kini adalah balasan atas kejahatanku di masa lalu."

"Kamu ... masih mencintainya?" tanya Om Bobby sambil terus menatap Ariel dengan lekat.

Ariel menggelengkan kepalanya, ia tahu kalau hatinya kini hanya milik Om Bobby seorang. "Tidak lagi."

"Lalu kenapa kamu terlihat begitu terluka jika kamu tak lagi memiliki perasaan untuknya?" tanya Om Bobby.

Ariel mengusap bulir air mata yang berhasil lolos dengan cepat. "Karena ada begitu banyak luka yang pernah dia gores, Om. Begitu ... banyak penolakan yang ia berikan padaku. Aku ... selalu dianggap hina olehnya."

"Tak usah kamu pikirkan apa pendapat dia. Kamu tak seburuk itu," kata Om Bobby membesarkan hati Ariel.

Ariel tersenyum lirih mendengar ucapan Om Bobby. "Om tak tahu seberapa buruknya aku dulu. Aku bahkan pernah menggugurkan anaknya, Om. Anak yang lahir dari perbuatan nista kami. Anak yang tak bersalah. Anak yang harus menderita karena ulah kedua orang tuanya." Air mata Ariel kembali menetes. Om Bobby memberikan sapu tangannya untuk Ariel.

"Maaf, Om. Aku mau ke toilet dulu." Ariel pergi ke toilet untuk merapikan dandanannya. Ariel menenangkan diri sejenak lalu masuk kembali ke dalam ruang pesta.

Sungguh sial nasib Ariel, saat hendak menghampiri Om Bobby dirinya berpapasan dengan Noah yang terkejut saat bertemu dengannya. "Ariel?"

Ariel memaksakan senyum di wajahnya.

"Kamu ... sama siapa?" Noah melihat penampilan Ariel yang tampak berbeda, terlihat lebih berkelas. "Om ... kamu?"

Sakit sekali Ariel mendengar perkataan pedas Noah. Lelaki yang dulu kabur dari tanggung jawab saat Ariel mengalami pendarahan hebat sehabis aborsi. Lelaki yang bersembunyi di balik ketiak orang tuanya yang kaya raya dan lepas dari tanggung jawab dengan kekuatan uang. Beruntung Ariel masih hidup dan ia masih bisa memiliki Galang.

"Menurut kamu?" tanya balik Ariel sambil melipat kedua tangannya di dada. Sikap Ariel seakan menantang Noah yang pengecut.

"Sudah aku duga sih. Aku pikir kamu akan berubah setelah kejadian itu namun ternyata tidak, tak bosan menjual diri?" kata Noah dengan pedas.

"Oh ya? Tahu apa kamu tentang aku? Kamu lebih baik dari aku gitu? Jangan lupa, kalau di antara kita ada janin yang sudah kita gugurkan dulu. Itu anak kamu, loh," balas Ariel sambil berbisik.

"Masa sih? Bukan anak Om kamu yang lain?" balas Noah sambil tersenyum mengejek.

Ariel mendekat ke arah Noah dan berbisik di telinganya. "Om aku sudah di vasektomi. Dia tak mungkin menghamiliku. Kita sudah berbuat dosa dan bahkan membunuh anak kita sendiri. Saran aku, jangan berkata seolah hidupmu lebih baik dariku. Kita sama. Sama-sama busuk!" Ariel tersenyum lalu berjalan meninggalkan Noah yang nampak kesal.

****

Terpopuler

Comments

👸 Naf 👸

👸 Naf 👸

Noah pastiii

2024-01-19

1

mamae zaedan

mamae zaedan

sugar dady aril yang dlu kali ya

2023-11-06

1

Berdo'a saja

Berdo'a saja

aduuuhh

2023-11-02

0

lihat semua
Episodes
1 Om Bobby
2 Berubah Saat Mabuk
3 Butuh Uang
4 Om Puas Tak Apa Aku Lemas
5 Mahar Yang Dirampas
6 Mencari Pinjaman Uang
7 Bayaran Atas 30 Juta
8 Kecurigaan Wawan
9 Sebuah Kata Talak
10 Ayo Kita Pulang!
11 Membalas Kebaikan Om Bobby
12 Sidang Perceraian
13 Masih Loyo
14 Jalan-jalan Bersama Om
15 Kita Sama
16 Pesta Terkutuk
17 Tamu Tak Diundang
18 Bujuk Rayu Anak Nakal
19 Bujuk Rayu Om Sam
20 Antara Rindu dan Amarah
21 Menjemput Galang
22 Kisah Masa Lalu Om Bobby
23 Om Bobby Yang Hangat
24 Pengaruh Ucapan Om Sam
25 Mimpi Yang Terasa Hampa
26 Bapak dan Ibu Ariel
27 Menceritakan Kisah Masa Lalu
28 Tangisan Pilu Bapak
29 Merindukan Galang
30 Kedatangan Om Bobby
31 Menerima Tantangan
32 Wedding Day
33 Si Joni
34 Anak Siapa Itu?
35 Sentuhan Demi Sentuhan
36 Pekerjaan Om Bobby
37 Pijatan Super Nyaman
38 Om Puas Aku Lemas
39 Tanggung Jawab Membangunkan Joni
40 Joni Joni Yes Papa
41 Kekesalan Om Bobby
42 Anak Om Bobby
43 Sakit
44 Syuting Iklan
45 Menyambut Kepulangan Om Bobby
46 Menunaikan Janji
47 Latihan Akting
48 Syuting di Kebun Teh
49 Sebuah Penolakan
50 Menilai Kejujuran
51 Nasehat Seorang Sahabat
52 Lelakiku
53 Ulah Joni
54 Kemeja Om Bobby
55 Bertemu Adik Ipar
56 Prisa
57 Ariel si Sumbu Pendek
58 Kami Berbeda!
59 Tentang Lisa
60 Maaf
61 Gaya Baru
62 Nyonya Besar
63 Si Pedas Prisa
64 Mama Tita
65 Masa Lalu Yang Terkuak
66 Pelukan Menenangkan
67 Kemarahan Om Bobby
68 Si Pantang Menyerah
69 Joni yang Bereaksi
70 Bukan Nenek Sihir
71 Berjualan di Bazar
72 Si Bule Jualan
73 Penghinaan Tanpa Henti
74 Tangisan Penyesalan Ariel
75 Terima Kasih Prisa
76 Rengekan Galang
77 Ibu-ibu Arisan
78 Didatangi Warga
79 Menambah Kerusuhan
80 Bantahan
81 Malaikat Penolong Yang Sebenarnya
82 Tercengang
83 I Love You My Husband
84 Sayang Om Papa
85 Penyesalan
86 Membahagiakan Mama Ariel
87 Selamanya Tak Akan Merestui
88 Belajar Menjadi Pebisnis
89 Menjadi Manusia Yang Bermanfaat
90 Kangen Kamu
91 Berita Gembira
92 Kedatangan Mama Tita
93 Sikap Keras Mama Tita
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Om Bobby
2
Berubah Saat Mabuk
3
Butuh Uang
4
Om Puas Tak Apa Aku Lemas
5
Mahar Yang Dirampas
6
Mencari Pinjaman Uang
7
Bayaran Atas 30 Juta
8
Kecurigaan Wawan
9
Sebuah Kata Talak
10
Ayo Kita Pulang!
11
Membalas Kebaikan Om Bobby
12
Sidang Perceraian
13
Masih Loyo
14
Jalan-jalan Bersama Om
15
Kita Sama
16
Pesta Terkutuk
17
Tamu Tak Diundang
18
Bujuk Rayu Anak Nakal
19
Bujuk Rayu Om Sam
20
Antara Rindu dan Amarah
21
Menjemput Galang
22
Kisah Masa Lalu Om Bobby
23
Om Bobby Yang Hangat
24
Pengaruh Ucapan Om Sam
25
Mimpi Yang Terasa Hampa
26
Bapak dan Ibu Ariel
27
Menceritakan Kisah Masa Lalu
28
Tangisan Pilu Bapak
29
Merindukan Galang
30
Kedatangan Om Bobby
31
Menerima Tantangan
32
Wedding Day
33
Si Joni
34
Anak Siapa Itu?
35
Sentuhan Demi Sentuhan
36
Pekerjaan Om Bobby
37
Pijatan Super Nyaman
38
Om Puas Aku Lemas
39
Tanggung Jawab Membangunkan Joni
40
Joni Joni Yes Papa
41
Kekesalan Om Bobby
42
Anak Om Bobby
43
Sakit
44
Syuting Iklan
45
Menyambut Kepulangan Om Bobby
46
Menunaikan Janji
47
Latihan Akting
48
Syuting di Kebun Teh
49
Sebuah Penolakan
50
Menilai Kejujuran
51
Nasehat Seorang Sahabat
52
Lelakiku
53
Ulah Joni
54
Kemeja Om Bobby
55
Bertemu Adik Ipar
56
Prisa
57
Ariel si Sumbu Pendek
58
Kami Berbeda!
59
Tentang Lisa
60
Maaf
61
Gaya Baru
62
Nyonya Besar
63
Si Pedas Prisa
64
Mama Tita
65
Masa Lalu Yang Terkuak
66
Pelukan Menenangkan
67
Kemarahan Om Bobby
68
Si Pantang Menyerah
69
Joni yang Bereaksi
70
Bukan Nenek Sihir
71
Berjualan di Bazar
72
Si Bule Jualan
73
Penghinaan Tanpa Henti
74
Tangisan Penyesalan Ariel
75
Terima Kasih Prisa
76
Rengekan Galang
77
Ibu-ibu Arisan
78
Didatangi Warga
79
Menambah Kerusuhan
80
Bantahan
81
Malaikat Penolong Yang Sebenarnya
82
Tercengang
83
I Love You My Husband
84
Sayang Om Papa
85
Penyesalan
86
Membahagiakan Mama Ariel
87
Selamanya Tak Akan Merestui
88
Belajar Menjadi Pebisnis
89
Menjadi Manusia Yang Bermanfaat
90
Kangen Kamu
91
Berita Gembira
92
Kedatangan Mama Tita
93
Sikap Keras Mama Tita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!