Butuh Uang

Ariel menatap uang miliknya yang tersisa. Hanya tinggal lima puluh ribu dari upah lima ratus ribu yang ia terima. Seratus lima puluh dipakai untuk berobat Galang, seratus untuk membeli beras, seratus lima puluh untuk membayar kasbon di tukang sayur dan lima puluh untuk membeli bahan makanan. Wawan masih belum memberinya uang, alasannya belum gajian terpaksa Ariel memakai uang hasil menjual dirinya untuk kebutuhan sehari-hari.

"Mas, aku minta uang. Aku mau beli susu Galang," pinta Ariel pada Wawan saat suaminya baru pulang kerja.

"Kamu tak lihat aku baru pulang kerja? Uang, uang, uang ... saja yang ada di otak kamu! Sediakan aku minum dulu kek, siapkan aku makan kek, bukannya langsung merengek minta uang!" omel Wawan.

Ariel menarik nafas dalam untuk mengisi stok sabarnya. Ariel masuk ke dapur dan mengambilkan Wawan minum. "Hanya air putih? Tak ada teh manis?" protes Wawan.

"Tak ada gula. Habis. Hanya teh saja, mau?" jawab Ariel.

"Dasar istri boros! Bukannya berhemat. Kemana saja uang yang selama ini aku beri?" Wawan meminum air putih yang Ariel sediakan lalu mengeluarkan dompet miliknya. Diberikannya uang seratus ribuan pada Ariel. "Tuh, buat seminggu!"

"Hah? Seminggu? Mas, mana cukup uang segini untuk seminggu?" protes Ariel. "Susu Galang juga habis. Kurang jika dipakai untuk membeli susu."

"Alah, manja, kasih saja air tajin. Anak itu sudah besar, tak perlu diberi susu lagi. Aku saja biasa dikasih air tajin masih sehat sampai sekarang." Wawan meninggalkan Ariel yang menahan air matanya agar tidak menetes.

"Andai ada pekerjaan seperti melayani Om Bobby lagi, aku akan ambil. Aku butuh uang untuk bisa pergi dari tempat ini. Aku butuh uang untuk menggugat cerai Mas Wawan, bagaimana aku bisa mendapat banyak uang? Sementara aku butuh untuk membiayai Galang," batin Ariel.

****

Sementara itu Om Bobby yang sedang menandatangani beberapa dokumen tiba-tiba teringat dengan Ariel, PSK yang terlihat lugu. Wajah Ariel yang tersenyum dengan mata berbinar-binar saat menerima uang darinya membuat Om Bobby teringat dengan almarhum istrinya dahulu.

Lisa, istri Om Bobby yang amat ia cintai. Lisa menyempurnakan hidup Om Bobby. Mereka menikah sudah beberapa tahun namun tak kunjung dianugerahi momongan. Bagi Om Bobby tak masalah, selama mereka saling mencintai.

Lisa membuat Om Bobby tak bisa berpaling ke lain hati. Sifat Lisa yang baik hati, lembut dan penyayang membuat Om Bobby begitu bergantung padanya.

Malam itu, Lisa bersikeras untuk menemani Om Bobby pergi ke luar kota. Om Bobby sudah melarang karena jarak yang ditempuh lumayan jauh dan medannya agak sulit namun Lisa tetap memaksa untuk ikut.

"Kamu di rumah saja, Sayang. Nanti kamu capek," bujuk Om Bobby.

"Tak mau, Mas. Aku mau menemani Mas kemana pun Mas pergi," rengek Lisa.

"Huft ... kalau istriku sudah berkehendak, aku susah deh melarangnya. Yaudah, kalau kamu mau ikut, jangan minta jajan ya!" Om Bobby mencubit ujung hidung Lisa dengan gemas.

"Iya. Cuma minta cinta dari Mas saja," jawab Lisa sambil tersenyum malu.

Lisa pun mempersiapkan diri untuk pergi bersama suaminya. Malam itu entah kenapa cuaca yang semula cerah berubah menjadi mendung dan tak lama hujan pun mulai turun.

"Kamu masih bisa menyetir, Mas? Mau berhenti dulu?" tanya Lisa yang khawatir karena hujan semakin deras saja.

"Bisa kok, Sayang. Tenang saja. Masih kelihatan." Om Bobby tetap melajukan mobilnya menembus hujan lebat yang mengguyur sepanjang perjalanan mereka.

Udara dingin, pandangan yang tak jelas membuat Om Bobby mulai tidak konsentrasi. Saat Om Bobby melirik Lisa yang sedang tertidur di sampingnya, Om Bobby tak menyadari kalau mobil yang dikendarainya sudah keluar jalur.

Tiin! Tiin!

Suara klakson dari mobil truk yang berada di arah berlawanan membuat Om Bobby terkejut dan membanting stir. Mobil berdecit di jalan beraspal dan terguling. Lisa yang tidak mengenakan seat belt terpelanting sampai keluar mobil sementara Om Bobby terhimpit mobil.

"Lisa!" panggil Om Bobby dengan suara lemah. Sebelum kehilangan kesadarannya, Om Bobby masih melihat tubuh Lisa kejang-kejang dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Saat Om Bobby membuka matanya, semua telihat serba putih. Kepala Om Bobby terasa pusing dan tubuhnya tak bisa ia rasakan. Om Bobby kembali jatuh pingsan saat para dokter datang.

Beberapa jam kemudian, Om Bobby kembali tersadar. Kaki Om Bobby harus dipakai pen untuk sementara. Beruntung Om Bobby masih selamat, berbeda dengan Lisa yang meninggal di tempat.

Om Bobby berduka, cintanya sudah pergi, kakinya cedera dan hatinya hancur. Cukup lama Om Bobby larut dalam kesedihan sampai akhirnya ia siap untuk melanjutkan lagi hidupnya.

Untuk melupakan Lisa, Om Bobby mulai mencari wanita pengganti. Sayang, setiap kali hendak berhubungan, bagian inti Om Bobby tak pernah bisa berdiri lagi. Ya, Om Bobby mengalami impoten.

"Tak mungkin, aku masih muda dan sehat. Tak mungkin aku impoten!" Om Bobby terus berkelana dari satu tempat prostitusi ke tempat prostitusi lain namun tak satu pun wanita yang bisa membuat bagian inti Om Bobby kembali tegak.

"Ariel. Wanita itu mirip sekali dengan Lisa. Saat dia kemarin menari, kulihat milikku memberi respon sedikit. Aku yakin, Ariel bisa menyembuhkan penyakit impotenku ini!" gumam Om Bobby.

Om Bobby menggeser dokumen yang ia periksa lalu menghubungi Wening, wanita peliharaan salah satu rekannya yang kemarin mengenalkan Ariel padanya.

"Iya, Om Bobby. Ada yang bisa Wening bantu?" jawab Wening dengan nada manja seperti biasa.

"Ning, tolong suruh Ariel ke tempatku besok! Aku mau memberinya pekerjaan lagi! Alamatnya akan kukirimkan sama kamu," kata Om Bobby dengan tegas.

"Wah ... Om puas ya dengan service yang Ariel berikan? Aku coba hubungi Ariel dulu ya, Om."

****

"Apa? Om Bobby minta aku melayaninya lagi? Kamu serius, Ning?" tanya Ariel dengan wajah penuh harap.

"Serius. Kamu mau tidak ambil pekerjaan ini?"

"Mau, tentu saja aku akan ambil!" jawab Ariel tanpa pikir panjang. "Kapan aku bisa menemui Om Bobby?"

"Om Bobby minta sih secepatnya. Kamu bisa datang besok pagi. Akan aku beri kamu alamat rumahnya. Ingat, jangan lupa untuk berdandan yang cantik, oke?"

"Oke, Ning. Terima kasih banyak ya, Ning." Ariel tersenyum senang membayangkan pundi-pundi uang yang akan ia dapatkan nanti.

"Iya. Senang sekali sih kamu melayani om-om impoten macam itu? Enak juga tidak! Cuma capek doang. Aku sih ogah. Lebih baik melayani sugar daddy aku, dia puas aku pun puas."

Ariel tak mempedulikan perkataan Wening. Ariel malah memikirkan akan mengatakan apa pada mertuanya saat menitipkan Galang besok?

****

Terpopuler

Comments

iin

iin

Mulut Wawan minta dirujak. 100rebu buat seminggu??? Beliin kalender aja biar awet, cukup dipandang aja kali2 bisa kenyang 😑

2024-03-14

3

eza

eza

500 tu sekarang gak dapet apa".
kadang tu gak enak sama suami ,kayal kita boros. padahal emang segitu 🥲

2023-12-01

2

Nurhayati Nur

Nurhayati Nur

lanjut thor,,,,,

2023-11-24

0

lihat semua
Episodes
1 Om Bobby
2 Berubah Saat Mabuk
3 Butuh Uang
4 Om Puas Tak Apa Aku Lemas
5 Mahar Yang Dirampas
6 Mencari Pinjaman Uang
7 Bayaran Atas 30 Juta
8 Kecurigaan Wawan
9 Sebuah Kata Talak
10 Ayo Kita Pulang!
11 Membalas Kebaikan Om Bobby
12 Sidang Perceraian
13 Masih Loyo
14 Jalan-jalan Bersama Om
15 Kita Sama
16 Pesta Terkutuk
17 Tamu Tak Diundang
18 Bujuk Rayu Anak Nakal
19 Bujuk Rayu Om Sam
20 Antara Rindu dan Amarah
21 Menjemput Galang
22 Kisah Masa Lalu Om Bobby
23 Om Bobby Yang Hangat
24 Pengaruh Ucapan Om Sam
25 Mimpi Yang Terasa Hampa
26 Bapak dan Ibu Ariel
27 Menceritakan Kisah Masa Lalu
28 Tangisan Pilu Bapak
29 Merindukan Galang
30 Kedatangan Om Bobby
31 Menerima Tantangan
32 Wedding Day
33 Si Joni
34 Anak Siapa Itu?
35 Sentuhan Demi Sentuhan
36 Pekerjaan Om Bobby
37 Pijatan Super Nyaman
38 Om Puas Aku Lemas
39 Tanggung Jawab Membangunkan Joni
40 Joni Joni Yes Papa
41 Kekesalan Om Bobby
42 Anak Om Bobby
43 Sakit
44 Syuting Iklan
45 Menyambut Kepulangan Om Bobby
46 Menunaikan Janji
47 Latihan Akting
48 Syuting di Kebun Teh
49 Sebuah Penolakan
50 Menilai Kejujuran
51 Nasehat Seorang Sahabat
52 Lelakiku
53 Ulah Joni
54 Kemeja Om Bobby
55 Bertemu Adik Ipar
56 Prisa
57 Ariel si Sumbu Pendek
58 Kami Berbeda!
59 Tentang Lisa
60 Maaf
61 Gaya Baru
62 Nyonya Besar
63 Si Pedas Prisa
64 Mama Tita
65 Masa Lalu Yang Terkuak
66 Pelukan Menenangkan
67 Kemarahan Om Bobby
68 Si Pantang Menyerah
69 Joni yang Bereaksi
70 Bukan Nenek Sihir
71 Berjualan di Bazar
72 Si Bule Jualan
73 Penghinaan Tanpa Henti
74 Tangisan Penyesalan Ariel
75 Terima Kasih Prisa
76 Rengekan Galang
77 Ibu-ibu Arisan
78 Didatangi Warga
79 Menambah Kerusuhan
80 Bantahan
81 Malaikat Penolong Yang Sebenarnya
82 Tercengang
83 I Love You My Husband
84 Sayang Om Papa
85 Penyesalan
86 Membahagiakan Mama Ariel
87 Selamanya Tak Akan Merestui
88 Belajar Menjadi Pebisnis
89 Menjadi Manusia Yang Bermanfaat
90 Kangen Kamu
91 Berita Gembira
92 Kedatangan Mama Tita
93 Sikap Keras Mama Tita
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Om Bobby
2
Berubah Saat Mabuk
3
Butuh Uang
4
Om Puas Tak Apa Aku Lemas
5
Mahar Yang Dirampas
6
Mencari Pinjaman Uang
7
Bayaran Atas 30 Juta
8
Kecurigaan Wawan
9
Sebuah Kata Talak
10
Ayo Kita Pulang!
11
Membalas Kebaikan Om Bobby
12
Sidang Perceraian
13
Masih Loyo
14
Jalan-jalan Bersama Om
15
Kita Sama
16
Pesta Terkutuk
17
Tamu Tak Diundang
18
Bujuk Rayu Anak Nakal
19
Bujuk Rayu Om Sam
20
Antara Rindu dan Amarah
21
Menjemput Galang
22
Kisah Masa Lalu Om Bobby
23
Om Bobby Yang Hangat
24
Pengaruh Ucapan Om Sam
25
Mimpi Yang Terasa Hampa
26
Bapak dan Ibu Ariel
27
Menceritakan Kisah Masa Lalu
28
Tangisan Pilu Bapak
29
Merindukan Galang
30
Kedatangan Om Bobby
31
Menerima Tantangan
32
Wedding Day
33
Si Joni
34
Anak Siapa Itu?
35
Sentuhan Demi Sentuhan
36
Pekerjaan Om Bobby
37
Pijatan Super Nyaman
38
Om Puas Aku Lemas
39
Tanggung Jawab Membangunkan Joni
40
Joni Joni Yes Papa
41
Kekesalan Om Bobby
42
Anak Om Bobby
43
Sakit
44
Syuting Iklan
45
Menyambut Kepulangan Om Bobby
46
Menunaikan Janji
47
Latihan Akting
48
Syuting di Kebun Teh
49
Sebuah Penolakan
50
Menilai Kejujuran
51
Nasehat Seorang Sahabat
52
Lelakiku
53
Ulah Joni
54
Kemeja Om Bobby
55
Bertemu Adik Ipar
56
Prisa
57
Ariel si Sumbu Pendek
58
Kami Berbeda!
59
Tentang Lisa
60
Maaf
61
Gaya Baru
62
Nyonya Besar
63
Si Pedas Prisa
64
Mama Tita
65
Masa Lalu Yang Terkuak
66
Pelukan Menenangkan
67
Kemarahan Om Bobby
68
Si Pantang Menyerah
69
Joni yang Bereaksi
70
Bukan Nenek Sihir
71
Berjualan di Bazar
72
Si Bule Jualan
73
Penghinaan Tanpa Henti
74
Tangisan Penyesalan Ariel
75
Terima Kasih Prisa
76
Rengekan Galang
77
Ibu-ibu Arisan
78
Didatangi Warga
79
Menambah Kerusuhan
80
Bantahan
81
Malaikat Penolong Yang Sebenarnya
82
Tercengang
83
I Love You My Husband
84
Sayang Om Papa
85
Penyesalan
86
Membahagiakan Mama Ariel
87
Selamanya Tak Akan Merestui
88
Belajar Menjadi Pebisnis
89
Menjadi Manusia Yang Bermanfaat
90
Kangen Kamu
91
Berita Gembira
92
Kedatangan Mama Tita
93
Sikap Keras Mama Tita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!