Kecurigaan Wawan

Hari kedua berada di luar kota bersama Om Bobby membuat Ariel merasa seperti sedang liburan. Om Bobby mengajaknya jalan-jalan dan membelikan Ariel banyak pakaian. Semua sesuai selera Om Bobby.

Om Bobby juga mengajak Ariel makan makanan lezat, hal yang sudah lama tak ia rasakan. Bersama Om Bobby, Ariel merasa nyaman dan dihargai. Hal yang sudah lama tak ia terima dari Wawan.

Om Bobby bahkan mengantarkan Ariel sampai dekat rumah orang tuanya karena harus menjemput Galang. "Terima kasih banyak untuk dua hari ini ya, Om. Aku sangat senang bisa bersama Om."

Om Bobby mengeluarkan dompet miliknya dan memberikan Ariel uang satu juta. "Tak usah, Om. Om sudah banyak memberikanku uang," tolak Ariel.

"Tak apa. Aku tahu kamu butuh uang dan aku puas dengan pelayanan kamu," kata Om Bobby.

"Terima kasih, Om." Mata Ariel berkaca-kaca mendapat kebaikan dari majikannya. Ariel memajukan dirinya dan mencium pipi Om Bobby. "Bye, Om!"

Ariel turun dari mobil dan menjemput Galang pulang. Yoga sudah diomeli habis-habisan oleh Ibu dan Bapaknya. Melihat wajah Yoga yang sangat menyesal, Ariel tak berkata apa-apa. Ariel pamit dan pulang bersama Galang.

****

"Ini, buat kamu belanja!" Wawan memberikan uang seratus ribu pada Ariel.

Ariel tak lagi merengek seperti biasanya. Ia menerima uang Wawan dan tak banyak berkata apa-apa.

Seminggu kemudian Wawan juga memberikan uang pada Ariel dan Ariel tetap tak berkata apa-apa. Ariel menerima berapapun uang pemberian Wawan tanpa protes karena ia punya uang sendiri dari Om Bobby. Meski tidak setiap hari, Ariel rutin ke rumah Om Bobby untuk bekerja. Uangnya Ariel simpan untuk rencana yang sudah ia susun.

Wawan heran melihat sikap Ariel yang kini acuh. Biasanya Ariel selalu protes, mengatakan uang yang Wawan beri tak cukuplah, susu Galang habislah, harga bahan pokok naiklah. Kini Ariel tak banyak protes, membuat Wawan curiga.

Wawan merasa ada yang berbeda dengan istrinya. Setelah berangkat kerja, Wawan bersembunyi untuk mengetahui apa yang istrinya sembunyikan. Benar dugaannya, tak lama kemudian Ariel keluar dari rumah sambil menggendong Galang.

Sambil mengajak Galang ngobrol, Ariel terlihat begitu ceria. Ariel pergi ke rumah mertuanya, tentu Wawan tak merasa curiga, wajar, mereka memang luamayan dekat.

Baru saja Wawan hendak pergi, ia melihat Ariel keluar dari rumah mertuanya tanpa Galang. Ariel menyetop angkot dan pergi. Cepat-cepat Wawan membuntuti kepergian Ariel. Ia sengaja memberi jarak agar Ariel tidak curiga kalau sejak tadi dirinya terus mengikuti.

Wawan melihat Ariel masuk ke sebuah komplek perumahan. Berlagak bak abang gojek yang mau mengantar pesanan, Wawan berhasil masuk komplek rumah Om Bobby.

Wawan melihat Ariel berhenti di sebuah rumah mewah dan megah. Ariel menekan bell dan tak lama kemudian seorang om-om membukakan pintu sambil tersenyum.

Rasa cemburu yang membakar membuat Wawan mendekat lalu turun dari motornya. Wawan mencekal pergelangan tangan Ariel dengan kencang.

"Mau ngapain kamu di rumah ini?" tanya Wawan dengan penuh emosi.

"Aww! Sakit, Mas. Lepasin!" Ariel mengaduh kesakitan karena cengkraman tangan Wawan.

"Ada apa ini?" tanya Om Bobby yang bingung dengan apa yang terjadi di depannya.

Wawan mengacuhkan pertanyaan Om Bobby dan memilih bertanya pada Ariel. "Jadi karena ini kamu sekarang tak butuh uang dari aku lagi? Apa yang kamu lakukan? Kembali lagi seperti dulu?"

"Sakit, Mas! Lepaskan tanganku!" Ariel tak mau menjawab pertanyaan Wawan. Lengannya terasa sangat sakit, mungkin agak biru karena tenaga Wawan yang kuat mencengkramnya.

"Jawab dulu pertanyaanku! Kamu kembali lagi jadi pelacuur?" maki Wawan.

"Mas!"

Om Bobby tentu tak bisa tinggal diam melihat Ariel yang terlihat kesakitan karena ulah lelaki yang ia duga adalah suami Ariel. "Tolong lepasin!"

"Jangan ikut campur ya!" Wawan menunjuk ke arah Om Bobby.

"Oh, jelas saya harus ikut campur. Kamu membuat keributan di depan rumah saya dan kamu juga sudah menyakiti karyawan saya! Kalau kamu tidak berhenti, saya akan panggil security!" Om Bobby tak kalah emosi dengan Wawan. Ia paling tidak suka dengan laki-laki yang suka bersikap kasar dengan wanita.

Wawan melepaskan tangan Ariel. Kening Wawan berkerut. "Karyawan?"

"Iya, karyawan. Ariel adalah karyawan saya. Dia bekerja di rumah saya, membersihkan rumah dan memasak. Kamu siapanya? Kenapa bersikap kasar pada dia? Saya tak suka melihat karyawan saya disakiti!" Om Bobby menghampiri Ariel dan memeriksa bekas cengkraman tangan Wawan. Nampak berbekas dan agak biru, pasti sangat sakit.

Wawan menatap Ariel yang begitu diperhatikan oleh majikannya. "Benar kamu bekerja di sini?" tanya Wawan.

"Iya," jawab Ariel dengan malas. "Mas pikir, uang yang Mas kasih sudah cukup untuk kebutuhan sehari-hari kita? Bagaimana dengan susu Galang? Tidak cukup, Mas! Kalau aku tidak bekerja, bagaimana aku mencukupi kebutuhan Galang?"

Wawan jadi malu sendiri dengan perbuatannya. Ia sampai garuk-garuk kepala karena tak tahu harus berbuat apa. "Kalau begitu, Mas tunggu cerita kamu di rumah. Permisi!"

Wawan pergi tanpa minta maaf. Om Bobby menatapnya dengan kesal. Ia menyuruh Ariel masuk dan mengobati tangan Ariel. Dengan lembut, Om Bobby mengompres tangan Ariel.

"Suamimu biasa berbuat seperti itu? Kasar dan seenaknya?" selidik Om Bobby.

"Ya ... begitulah, Om."

"Kamu tidak melawan?"

"Karena aku mau melawan dan pergi darinya aku bekerja lagi seperti ini. Semula aku masih bertahan demi anakku, Om, sekarang tidak lagi. Aku sudah terlalu sering menerima hinaan demi hinaan darinya. Aku memang punya masa lalu yang kelam, aku akui itu. Apakah aku tak boleh hidup benar, Om? Apa aku tak boleh merasakan hidup layaknya orang normal? Punya suami, anak dan hidup bahagia?" Ariel yang emosi meneteskan air matanya.

Om Bobby mengambil beberapa helai tisu dan memberikannya lagi pada Ariel. "Boleh kok. Semua orang berhak bahagia, termasuk kamu. Sudah, jangan terlalu bersedih. Karena tangan kamu sedang sakit, pekerjaan kamu hari ini aku kasih yang ringan saja."

"Oh ya? Apa, Om?"

"Bagaimana kalau kamu membacakanku buku? Kebetulan ada buku yang aku suka." Om Bobby memberikan sebuah buku lalu merebahkan tubuhnya di sofa. Paha Ariel menjadi bantalnya. Dengan senang hati Ariel membacakan buku untuk Om Bobby sampai Om Bobby tertidur pulas.

Ariel menatap lelaki tampan yang tertidur di pangkuannya. Ariel bersyukur dipertemukan dengan lelaki sebaik Om Bobby yang sudah melindungi dan membelanya hari ini.

"Terima kasih, Om. Terima kasih sudah membelaku hari ini." Ariel mengusap rambut tebal Om Bobby dengan lembut sambil tersenyum.

"Andai suamiku adalah kamu, Om ...."

****

Terpopuler

Comments

Berdo'a saja

Berdo'a saja

om Bobby penyelamat Ariel

2023-11-02

4

❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸

❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸

Berdo'a z, semoga keinginanmu terkabul,Ariel

2023-10-11

5

❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸

❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸

Pulang z sono. Suami g tanggung jawab gitu, mainnya kasar lagi.

2023-10-11

0

lihat semua
Episodes
1 Om Bobby
2 Berubah Saat Mabuk
3 Butuh Uang
4 Om Puas Tak Apa Aku Lemas
5 Mahar Yang Dirampas
6 Mencari Pinjaman Uang
7 Bayaran Atas 30 Juta
8 Kecurigaan Wawan
9 Sebuah Kata Talak
10 Ayo Kita Pulang!
11 Membalas Kebaikan Om Bobby
12 Sidang Perceraian
13 Masih Loyo
14 Jalan-jalan Bersama Om
15 Kita Sama
16 Pesta Terkutuk
17 Tamu Tak Diundang
18 Bujuk Rayu Anak Nakal
19 Bujuk Rayu Om Sam
20 Antara Rindu dan Amarah
21 Menjemput Galang
22 Kisah Masa Lalu Om Bobby
23 Om Bobby Yang Hangat
24 Pengaruh Ucapan Om Sam
25 Mimpi Yang Terasa Hampa
26 Bapak dan Ibu Ariel
27 Menceritakan Kisah Masa Lalu
28 Tangisan Pilu Bapak
29 Merindukan Galang
30 Kedatangan Om Bobby
31 Menerima Tantangan
32 Wedding Day
33 Si Joni
34 Anak Siapa Itu?
35 Sentuhan Demi Sentuhan
36 Pekerjaan Om Bobby
37 Pijatan Super Nyaman
38 Om Puas Aku Lemas
39 Tanggung Jawab Membangunkan Joni
40 Joni Joni Yes Papa
41 Kekesalan Om Bobby
42 Anak Om Bobby
43 Sakit
44 Syuting Iklan
45 Menyambut Kepulangan Om Bobby
46 Menunaikan Janji
47 Latihan Akting
48 Syuting di Kebun Teh
49 Sebuah Penolakan
50 Menilai Kejujuran
51 Nasehat Seorang Sahabat
52 Lelakiku
53 Ulah Joni
54 Kemeja Om Bobby
55 Bertemu Adik Ipar
56 Prisa
57 Ariel si Sumbu Pendek
58 Kami Berbeda!
59 Tentang Lisa
60 Maaf
61 Gaya Baru
62 Nyonya Besar
63 Si Pedas Prisa
64 Mama Tita
65 Masa Lalu Yang Terkuak
66 Pelukan Menenangkan
67 Kemarahan Om Bobby
68 Si Pantang Menyerah
69 Joni yang Bereaksi
70 Bukan Nenek Sihir
71 Berjualan di Bazar
72 Si Bule Jualan
73 Penghinaan Tanpa Henti
74 Tangisan Penyesalan Ariel
75 Terima Kasih Prisa
76 Rengekan Galang
77 Ibu-ibu Arisan
78 Didatangi Warga
79 Menambah Kerusuhan
80 Bantahan
81 Malaikat Penolong Yang Sebenarnya
82 Tercengang
83 I Love You My Husband
84 Sayang Om Papa
85 Penyesalan
86 Membahagiakan Mama Ariel
87 Selamanya Tak Akan Merestui
88 Belajar Menjadi Pebisnis
89 Menjadi Manusia Yang Bermanfaat
90 Kangen Kamu
91 Berita Gembira
92 Kedatangan Mama Tita
93 Sikap Keras Mama Tita
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Om Bobby
2
Berubah Saat Mabuk
3
Butuh Uang
4
Om Puas Tak Apa Aku Lemas
5
Mahar Yang Dirampas
6
Mencari Pinjaman Uang
7
Bayaran Atas 30 Juta
8
Kecurigaan Wawan
9
Sebuah Kata Talak
10
Ayo Kita Pulang!
11
Membalas Kebaikan Om Bobby
12
Sidang Perceraian
13
Masih Loyo
14
Jalan-jalan Bersama Om
15
Kita Sama
16
Pesta Terkutuk
17
Tamu Tak Diundang
18
Bujuk Rayu Anak Nakal
19
Bujuk Rayu Om Sam
20
Antara Rindu dan Amarah
21
Menjemput Galang
22
Kisah Masa Lalu Om Bobby
23
Om Bobby Yang Hangat
24
Pengaruh Ucapan Om Sam
25
Mimpi Yang Terasa Hampa
26
Bapak dan Ibu Ariel
27
Menceritakan Kisah Masa Lalu
28
Tangisan Pilu Bapak
29
Merindukan Galang
30
Kedatangan Om Bobby
31
Menerima Tantangan
32
Wedding Day
33
Si Joni
34
Anak Siapa Itu?
35
Sentuhan Demi Sentuhan
36
Pekerjaan Om Bobby
37
Pijatan Super Nyaman
38
Om Puas Aku Lemas
39
Tanggung Jawab Membangunkan Joni
40
Joni Joni Yes Papa
41
Kekesalan Om Bobby
42
Anak Om Bobby
43
Sakit
44
Syuting Iklan
45
Menyambut Kepulangan Om Bobby
46
Menunaikan Janji
47
Latihan Akting
48
Syuting di Kebun Teh
49
Sebuah Penolakan
50
Menilai Kejujuran
51
Nasehat Seorang Sahabat
52
Lelakiku
53
Ulah Joni
54
Kemeja Om Bobby
55
Bertemu Adik Ipar
56
Prisa
57
Ariel si Sumbu Pendek
58
Kami Berbeda!
59
Tentang Lisa
60
Maaf
61
Gaya Baru
62
Nyonya Besar
63
Si Pedas Prisa
64
Mama Tita
65
Masa Lalu Yang Terkuak
66
Pelukan Menenangkan
67
Kemarahan Om Bobby
68
Si Pantang Menyerah
69
Joni yang Bereaksi
70
Bukan Nenek Sihir
71
Berjualan di Bazar
72
Si Bule Jualan
73
Penghinaan Tanpa Henti
74
Tangisan Penyesalan Ariel
75
Terima Kasih Prisa
76
Rengekan Galang
77
Ibu-ibu Arisan
78
Didatangi Warga
79
Menambah Kerusuhan
80
Bantahan
81
Malaikat Penolong Yang Sebenarnya
82
Tercengang
83
I Love You My Husband
84
Sayang Om Papa
85
Penyesalan
86
Membahagiakan Mama Ariel
87
Selamanya Tak Akan Merestui
88
Belajar Menjadi Pebisnis
89
Menjadi Manusia Yang Bermanfaat
90
Kangen Kamu
91
Berita Gembira
92
Kedatangan Mama Tita
93
Sikap Keras Mama Tita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!