Om Puas Tak Apa Aku Lemas

Hari ini adalah hari kedua Ariel bekerja dengan Om Bobby. Setelah Wawan pergi kerja, Ariel juga ikut bersiap-siap. Ariel menyiapkan semua keperluan Galang dan juga baju ganti untuk dirinya.

Ariel menatap baju bagus yang ia punya. Sebuah dress selutut bermotif bunga-bunga kecil. Sudah tak bisa dibilang bagus lagi namun masih lumayan untuk ia kenakan. 2 tahun menikah dengan Wawan, ia tak pernah membeli baju baru. Uang yang Wawan berikan hanya pas-pasan. Untuk baju Galang saja lebih banyak baju pemberian sahabatnya, Luna. Kalau dulu pas-pasan, sekarang malah kekurangan karena Wawan jarang memberinya uang. Semua uang dihabiskan untuk judi dan mabuk-mabukan.

Ariel menggendong Galang lalu membawanya ke rumah Ibu Sari, mertuanya. "Bu, aku ada pekerjaan paruh waktu. Bisa tolong titip Galang, Bu?" tanya Ariel dengan sopan.

"Kamu kerja paruh waktu? Wawan tahu tidak?" tanya Ibu Sari.

"Belum tahu, Bu. Jangan bilang-bilang ya, Bu. Aku cuma kerja setengah hari saja. Aku takut Mas Wawan marah kalau tahu aku bekerja. Ibu tahu sendiri bagaimana kebutuhan Galang. Aku mau cari tambahan, Bu, mumpung ada yang menawariku pekerjaan." Ariel berusaha menjelaskan pada mertuanya.

Ibu Sari tahu bagaimana keadaan rumah tangga Ariel dan anaknya. Ibu Sari juga sering menasehati Wawan namun anaknya tak mau mendengar. "Iya. Ibu akan jaga. Kamu pergilah kerja, nanti telat!"

"Terima kasih banyak, Bu. Ariel pergi dulu."

****

Ariel menatap rumah besar di depan matanya. Rasanya tak percaya kalau Om Bobby sekaya ini. Kemarin dipikirnya hanya om-om senang biasa karena berani main short time dengan tarif lima ratus ribu saja, ternyata Ariel salah paham.

Ariel menekan bell rumah Om Bobby. Tak lama pintu gerbang rumahnya terbuka sendiri. Ariel yang norak tak tahu kalau semua serba otomatis.

Ariel berjalan masuk melewati pekarangan rumah. Ia mengetuk pintu dan sudah ada Om Bobby yang membukakan. Wajah Om Bobby terlihat segar sehabis mandi. Tampan sekali. Kalau kata Wening, ketampanan yang sia-sia karena impoten.

Ariel memberikan senyum terbaik pada Om Bobby yang menatapnya dengan tatapan biasa saja. Om Bobby mengernyitkan keningnya melihat pakaian yang dikenakan Ariel.

"Masuklah dan ganti pakaian kamu!" kata Om Bobby dengan dingin.

"I-iya, Om." Ariel masuk ke dalam rumah menunggu Om Bobby masuk ke dalam kamar dan keluar dengan sebuah baju.

"Pakai ini!" Om Bobby memberikan baju daster pada Ariel.

"Daster? Dress indah yang kupakai kalah dengan daster?" batin Ariel.

"Kenapa? Tidak mau?" tanya Om Bobby yang melihat Ariel diam mematung di tempat.

"Ti-tidak, Om. Aku akan pakai, dimana kamar gantinya?" tanya Ariel.

Om Bobby menunjuk toilet yang berada di dekat dapur. Ariel pun mengganti bajunya dan keluar memakai daster pemberian Om Bobby. Bukan daster baru. Aneh.

"Apa Om Bobby mendapatkan kenikmatan seksual dengan aku berpakaian seperti ini? Apa jangan-jangan Om Bobby juga seorang sadomasokis*? Apa aku akan disiksa demi membuat bagian intinya bangun?" batin Ariel.

Mata Ariel berkeliling rumah besar milik Om Bobby seraya mencari-cari apakah ada ruang penyiksaan yang berisi beraneka macam alat-alat untuk berhubungan seksual. Keberanian Ariel menciut, jangan-jangan kemarin Om Bobby berpura-pura baik padanya lalu hari ini ia akan disiksa? Bagaimana dengan Galang kalau ia sampai kenapa-napa?

Dengan langkah pelan Ariel berjalan menghampiri Om Bobby yang duduk di sofa. Om Bobby memberi isyarat padanya untuk mendekat.

Ariel menurut. "Apa yang harus aku lakukan, Om?" tanya Ariel dengan suara pelan.

"Berputar!" perintah Om Bobby pada Ariel.

Lagi-lagi Ariel menurut. Ia berputar sesuai keinginan Om Bobby. Mata Om Bobby seakan tak berkedip terus menatap Ariel yang mengenakan daster berwarna kuning kesukaan almarhum istrinya, Lisa.

"Ada lagi, Om?"

"Pergilah ke dapur dan buatkan aku sarapan. Aku mau makan nasi kuning beserta lauknya!" perintah Om Bobby.

"Hah? Nasi kuning?" Ariel mengerutkan keningnya. Bukankah ia disuruh melayani hasrat Om Bobby? Ya ... meski kemarin gagal membuat hasratnya bangkit, hari ini Ariel berniat untuk membalas kegagalan kemarin.

"Iya. Kenapa? Enggak bisa?" tanya balik Om Bobby.

"Bisa, tentu bisa. Ibuku punya usaha sampingan menjual nasi kuning membantu Bapak. Akan aku buatkan untuk Om. Semoga Om suka ya!" Ariel tersenyum sampai membuat Om Bobby terus menatapnya. Tak mau berpaling sedikitpun.

Dulu waktu Lisa masih hidup, Om Bobby senang sekali menatap Lisa memasak di dapur sambil memakai daster yang kini Ariel kenakan. Senyum Ariel yang mirip sekali dengan senyum Lisa di waktu muda membuat Om Bobby terus teringat almarhum istrinya.

Om Bobby menatap bagian inti miliknya. Sama sekali tak bereaksi. Ya, Om Bobby menderita impoten semenjak kecelakaan waktu itu. Operasinya berhasil namun kecelakaan yang dialaminya membuat efek dirinya menjadi impoten. Berbagai cara sudah Om Bobby lakukan namun nihil hasilnya. Om Bobby berharap dengan memakai jasa Ariel, ia akan sembuh.

Ariel membuat dapur rumahnya kembali terlihat hidup. Dengan lihai Ariel memasak bak di dapur miliknya sendiri. Sambil menatap Ariel masak, Om Bobby terus mengelus miliknya. Tetap tak ada perubahan.

"Sudah matang, Om mau aku suapi?" tanya Ariel dengan nada manja. Sudah menjadi tugasnya berbicara dengan nada manja dan agak centil agar clientnya puas. Namanya juga penjaja cinta, harus membuat clientnya merasa benar-benar dicintai.

Om Bobby ingin menarik diri namun senyum Ariel kembali mengingatkannya dengan Lisa. Ia menurut dan membuka mulutnya.

"Enak, Om?" tanya Ariel.

Om Bobby mengangguk. "Enak, lumayan."

Ariel kembali tersenyum. Puas usahanya memasak di dapur dihargai oleh Om Bobby. "Om mau aku berbuat apalagi? Mau aku ... bantu mengelusnya?"

Om Bobby kembali menarik diri. "Tak perlu. Tugas kamu sudah selesai." Om Bobby kembali memberikan uang kertas lima ratus ribu pada Ariel. "Kembalilah lagi besok!"

Ariel tersenyum melihat begitu mudahnya ia mencari uang. Jauh sekali dengan pemberian Wawan yang hanya seratus ribu untuk seminggu. Kalau dengan Om Bobby cukup mengikuti apa kemauannya, Ariel akan dapat uang lima ratus ribu.

"Makasih ya, Om." Ariel memajukan tubuhnya hendak mengecup pipi Om Bobby yang tampan dan ada bulu halusnya tersebut. Seksi sekali. Om Bobby memang ganteng, sayang, untuk menyentuhnya saja butuh usaha.

Om Bobby kembali menghindar. "Pulanglah! Tugas kamu sudah selesai!"

"Bagaimana? Om puas dengan pelayanan aku?" tanya Ariel lagi dengan nada manja.

"Untuk sementara sih lumayan," jawab Om Bobby.

Ariel kembali tersenyum, diliriknya bagian inti Om Bobby yang menyembul dari celana boxeeer yang dikenakannya. Meski lemas dan tak bereaksi namun terlihat besar, apalagi kalau bereaksi?

"Itu tujuanku. Om puas tak apa aku lemas." Ariel tersenyum menggoda. Ia lalu pamit pulang setelah berhasil membuat segaris senyum di wajah Om Bobby.

****

*) sadomasokisme ialah tindakan transmisi atau menerima kenikmatan seksual dengan menimbulkan rasa sakit. Istilah sadomasokisme berasal dari kata "sadis" dan "masokis" dan memiliki arti khusus yang berbeda. Jika kamu menikmati peran menyakiti (aktif) kamu disebut sadis, dan jika kamu menikmati peran disakiti (pasif) kamu disebut sebagai masokis. Sumber: Kumparan.com

Terpopuler

Comments

iin

iin

Lisa nih muse nya si om yak 😁

2024-03-14

3

V_nee ' wife Siwonchoi ' 🇰🇷

V_nee ' wife Siwonchoi ' 🇰🇷

Baca Karya kak Mizzly tuh banyak hal² baru yg aku ketahui...padahal ada si mbah Google tapi malas aja cari tau 😁

2023-12-20

2

Berdo'a saja

Berdo'a saja

aku pernah baca itu

2023-11-01

1

lihat semua
Episodes
1 Om Bobby
2 Berubah Saat Mabuk
3 Butuh Uang
4 Om Puas Tak Apa Aku Lemas
5 Mahar Yang Dirampas
6 Mencari Pinjaman Uang
7 Bayaran Atas 30 Juta
8 Kecurigaan Wawan
9 Sebuah Kata Talak
10 Ayo Kita Pulang!
11 Membalas Kebaikan Om Bobby
12 Sidang Perceraian
13 Masih Loyo
14 Jalan-jalan Bersama Om
15 Kita Sama
16 Pesta Terkutuk
17 Tamu Tak Diundang
18 Bujuk Rayu Anak Nakal
19 Bujuk Rayu Om Sam
20 Antara Rindu dan Amarah
21 Menjemput Galang
22 Kisah Masa Lalu Om Bobby
23 Om Bobby Yang Hangat
24 Pengaruh Ucapan Om Sam
25 Mimpi Yang Terasa Hampa
26 Bapak dan Ibu Ariel
27 Menceritakan Kisah Masa Lalu
28 Tangisan Pilu Bapak
29 Merindukan Galang
30 Kedatangan Om Bobby
31 Menerima Tantangan
32 Wedding Day
33 Si Joni
34 Anak Siapa Itu?
35 Sentuhan Demi Sentuhan
36 Pekerjaan Om Bobby
37 Pijatan Super Nyaman
38 Om Puas Aku Lemas
39 Tanggung Jawab Membangunkan Joni
40 Joni Joni Yes Papa
41 Kekesalan Om Bobby
42 Anak Om Bobby
43 Sakit
44 Syuting Iklan
45 Menyambut Kepulangan Om Bobby
46 Menunaikan Janji
47 Latihan Akting
48 Syuting di Kebun Teh
49 Sebuah Penolakan
50 Menilai Kejujuran
51 Nasehat Seorang Sahabat
52 Lelakiku
53 Ulah Joni
54 Kemeja Om Bobby
55 Bertemu Adik Ipar
56 Prisa
57 Ariel si Sumbu Pendek
58 Kami Berbeda!
59 Tentang Lisa
60 Maaf
61 Gaya Baru
62 Nyonya Besar
63 Si Pedas Prisa
64 Mama Tita
65 Masa Lalu Yang Terkuak
66 Pelukan Menenangkan
67 Kemarahan Om Bobby
68 Si Pantang Menyerah
69 Joni yang Bereaksi
70 Bukan Nenek Sihir
71 Berjualan di Bazar
72 Si Bule Jualan
73 Penghinaan Tanpa Henti
74 Tangisan Penyesalan Ariel
75 Terima Kasih Prisa
76 Rengekan Galang
77 Ibu-ibu Arisan
78 Didatangi Warga
79 Menambah Kerusuhan
80 Bantahan
81 Malaikat Penolong Yang Sebenarnya
82 Tercengang
83 I Love You My Husband
84 Sayang Om Papa
85 Penyesalan
86 Membahagiakan Mama Ariel
87 Selamanya Tak Akan Merestui
88 Belajar Menjadi Pebisnis
89 Menjadi Manusia Yang Bermanfaat
90 Kangen Kamu
91 Berita Gembira
92 Kedatangan Mama Tita
93 Sikap Keras Mama Tita
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Om Bobby
2
Berubah Saat Mabuk
3
Butuh Uang
4
Om Puas Tak Apa Aku Lemas
5
Mahar Yang Dirampas
6
Mencari Pinjaman Uang
7
Bayaran Atas 30 Juta
8
Kecurigaan Wawan
9
Sebuah Kata Talak
10
Ayo Kita Pulang!
11
Membalas Kebaikan Om Bobby
12
Sidang Perceraian
13
Masih Loyo
14
Jalan-jalan Bersama Om
15
Kita Sama
16
Pesta Terkutuk
17
Tamu Tak Diundang
18
Bujuk Rayu Anak Nakal
19
Bujuk Rayu Om Sam
20
Antara Rindu dan Amarah
21
Menjemput Galang
22
Kisah Masa Lalu Om Bobby
23
Om Bobby Yang Hangat
24
Pengaruh Ucapan Om Sam
25
Mimpi Yang Terasa Hampa
26
Bapak dan Ibu Ariel
27
Menceritakan Kisah Masa Lalu
28
Tangisan Pilu Bapak
29
Merindukan Galang
30
Kedatangan Om Bobby
31
Menerima Tantangan
32
Wedding Day
33
Si Joni
34
Anak Siapa Itu?
35
Sentuhan Demi Sentuhan
36
Pekerjaan Om Bobby
37
Pijatan Super Nyaman
38
Om Puas Aku Lemas
39
Tanggung Jawab Membangunkan Joni
40
Joni Joni Yes Papa
41
Kekesalan Om Bobby
42
Anak Om Bobby
43
Sakit
44
Syuting Iklan
45
Menyambut Kepulangan Om Bobby
46
Menunaikan Janji
47
Latihan Akting
48
Syuting di Kebun Teh
49
Sebuah Penolakan
50
Menilai Kejujuran
51
Nasehat Seorang Sahabat
52
Lelakiku
53
Ulah Joni
54
Kemeja Om Bobby
55
Bertemu Adik Ipar
56
Prisa
57
Ariel si Sumbu Pendek
58
Kami Berbeda!
59
Tentang Lisa
60
Maaf
61
Gaya Baru
62
Nyonya Besar
63
Si Pedas Prisa
64
Mama Tita
65
Masa Lalu Yang Terkuak
66
Pelukan Menenangkan
67
Kemarahan Om Bobby
68
Si Pantang Menyerah
69
Joni yang Bereaksi
70
Bukan Nenek Sihir
71
Berjualan di Bazar
72
Si Bule Jualan
73
Penghinaan Tanpa Henti
74
Tangisan Penyesalan Ariel
75
Terima Kasih Prisa
76
Rengekan Galang
77
Ibu-ibu Arisan
78
Didatangi Warga
79
Menambah Kerusuhan
80
Bantahan
81
Malaikat Penolong Yang Sebenarnya
82
Tercengang
83
I Love You My Husband
84
Sayang Om Papa
85
Penyesalan
86
Membahagiakan Mama Ariel
87
Selamanya Tak Akan Merestui
88
Belajar Menjadi Pebisnis
89
Menjadi Manusia Yang Bermanfaat
90
Kangen Kamu
91
Berita Gembira
92
Kedatangan Mama Tita
93
Sikap Keras Mama Tita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!