Membalas Kebaikan Om Bobby

Ariel menggendong Galang dan membawanya masuk ke rumah besar Om Bobby. Sebuah kamar tamu berukuran besar dan nampak nyaman disiapkan oleh Om Bobby agar Ariel dan Galang bisa beristirahat.

"Kalian akan tidur di kamar ini. Kalau ada perlu apa-apa, kamu tahu bukan dimana kamar saya?"

"Tahu, Om. Terima kasih banyak atas bantuan Om pada kami," kata Ariel.

"Iya. Tidurlah. Kalian pasti lelah. Anak kamu butuh istirahat. Kalau mau makan atau minum, ambil saja di dapur. Anggap saja rumah kamu sendiri!" Om Bobby lalu pergi meninggalkan Ariel dan masuk ke dalam kamarnya.

Ariel menidurkan Galang di atas tempat tidur lalu merapikan barang-barang miliknya. Galang tertidur pulas di kamar yang sejuk karena udara AC, berbeda sekali dengan kamar kontrakannya yang kecil dan kadang bau rokok dan minuman keras bekas Wawan mabuk.

"Aku harus membalas semua kebaikan Om Bobby. Harus! Aku bukan kacang yang lupa pada kulitnya. Kalau bukan karena Om Bobby, entah bagaimana dengan nasibku dan Galang kini," batin Ariel.

Keesokan pagi Ariel sudah bangun lebih awal untuk mewujudkan rencana balas budi atas kebaikan Om Bobby. Beberapa hal tentang Om Bobby sudah Ariel ketahui semenjak bekerja di rumah ini.

Om Bobby suka masakan nusantara. Wajah saja yang agak bule tapi selera tetap masakan nusantara. Ariel memeriksa stok makanan di lemari es dan membuatkan sarapan nasi uduk lengkap dengan lauknya. Harum masakan Ariel membuat Om Bobby terbangun dan langsung pergi ke dapur.

"Wow, harum sekali, kamu masak apa?" tanya Om Bobby. Lelaki tampan itu mengenakan kaos dan celana pendek, tetap ganteng meskipun baru bangun tidur.

"Pagi, Om Gantengku! Aku masak nasi uduk nih buat Om." Ariel membawakan teh dengan kayu manis kesukaan Om Bobby. "Minum dulu teh spesial ya, khusus untuk orang spesial."

Ariel memajukan tubuhnya dan mencium pipi Om Bobby. "Selamat sarapan, Om Tersayangku!"

Om Bobby tersenyum dengan sikap hangat Ariel. "Kamu ini, bisa saja. Mana nasi uduknya? Perutku langsung keroncongan mencium harum masakanmu loh!"

Ariel mengambilkan nasi uduk untuk Om Bobby lalu duduk di pangkuan Om kesayangannya dengan manja. "Aku suapin ya, Om."

"Terserah kamu sajalah!" Om Bobby sudah terbiasa dengan sikap manja Ariel. Meski Ariel melakukannya karena sudah tugasnya harus melayani client dengan sebaik mungkin, Om Bobby tak peduli. Ia suka ketika Ariel bermanja ria padanya.

Sambil menyuapi Om Bobby, Ariel suka memainkan jambang miliknya. "Ganteng banget sih, Om," puji Ariel.

"Kamu ini, memujiku terus. Lama-lama aku kenyang dengan pujian bukan dengan masakanmu tau!"

"Habis Om ganteng banget sih," puji Ariel lagi.

"Memangnya suamimu tidak?" Om Bobby rupanya penasaran juga dengan kehidupan pribadi Ariel.

"Dulu iya, sekarang tidak." Senyum Ariel menghilang berganti jadi sedih.

"Kenapa? Dia berubah?"

"Iya, Om. Suamiku jadi gila judi dan suka mabuk. Dia yang awalnya mau menerima masa laluku yang kelam ternyata malah selalu menghinaku di kala mabuk. Dia bahkan tak peduli denganku dan anaknya."

"Begitulah, judi dan alkohol memang membuat orang lupa segalanya. Hanya terpaku pada kesenangannya semata. Oh iya, anakmu mana? Kok aku tak melihatnya?" Om Bobby mencari keberadaan Galang.

"Galang di kamar, Om. Anak itu tidak rewel, mungkin dia mengerti kalau Mamanya harus bekerja. Cukup diberi mainan dan disetel TV, dia akan anteng. Om, aku merasa tak enak hati selalu merepotkan Om," kata Ariel seraya menyuapi Om Bobby dengan penuh kasih.

"Tak apa. Membantu sesama manusia itu wajib hukumnya," jawab Om Bobby yang begitu menyukai masakan buatan Ariel.

"Aku tak bisa, Om. Aku merasa kalau aku harus membalas budi baik, Om." Ariel menaruh piring yang sudah kosong di atas meja. Ia menatap Om Bobby dengan lekat. Telunjuk Ariel mulai menelusuri wajah tampan Om Bobby. "Bolehkah malam ini aku membayarnya sesuai dengan pekerjaanku, Om?"

Telunjuk Ariel kini menelusuri dada Om Bobby, membuat darah Om Bobby serasa berdesir dengan gerakan tangannya. "Boleh ya, Om?"

"Kamu tahu kalau aku ... impoten bukan?" kata Om Bobby dengan suara tercekat.

Ariel mengangguk dan menatap Om Bobby dengan tatapan sedih. "Ijinkan aku melakukan tugasku dengan benar, mungkin saja aku bisa membantu menyembuhkan Om?"

Om Bobby balas menatap Ariel dengan lekat. "Terserah kamu saja. Jangan kecewa dengan hasil yang akan kamu dapatkan ya!" Om Bobby menggendong Ariel dengan mudahnya sampai Ariel terkejut lalu mendudukkannya di atas meja makan. "Aku mau bekerja dulu. Terima kasih sarapan lezatnya!"

Ariel tersenyum dengan perlakukan Om Bobby. "Sampai ketemu nanti malam, Om!"

****

Ariel mempersiapkan segalanya untuk malam ini. Ia akan benar-benar melayani Om Bobby sesuai tugasnya. Ariel mengambil salah satu dress yang Om Bobby berikan. Dress model 90 an yang terlihat pas sekali dikenakan oleh Ariel.

Galang yang seharian diajak Ariel bermain kini sudah tertidur pulas. Anak pintar itu tahu kalau Mamanya harus bekerja keras membalas kebaikan malaikat penolong mereka.

Suara mobil Om Bobby terdengar memasuki halaman rumah. Ariel yang tak boleh keluar rumah karena takut diketahui keberadaannya oleh Wawan menunggu di dalam rumah.

"Malam, Om Ganteng!" sapa Ariel yang telihat sangat cantik dan wangi malam ini.

"Malam. Kamu rapi sekali?" Om Bobby masuk ke dalam kamarnya diikuti Ariel.

"Tentu dong, 'kan mau menyambut Om Ganteng aku. Om mau mandi sekaligus aku pijat? Aku sudah siapkan air hangat dengan aromaterapi khusus untuk Om."

"Oh ya? Tak apa, aku mandi sendiri saja." Om Bobby masuk ke dalam kamar mandi dan keluar dengan tubuh yang segar.

Ariel sudah duduk di atas tempat tidur Om Bobby, sengaja rok dressnya ia singkap agar paha mulusnya terlihat dan menggoda Om Bobby yang hanya mengenakan handuk putih saja. Ariel berdiri dan menghampiri Om Bobby. Senyuman nakal ia berikan, membuat Om Bobby ikut tersenyum dengan ulahya.

Ariel mengalungkan tangannya di leher Om Bobby dan mulai menggoda clientnya. Ariel menggunakan jurus merayunya sebagai mantan sugar baby untuk menggoda Om Bobby.

Ariel berjinjit dan mencium bibir Om Bobby, membuat Om Bobby tersudutkan dan mundur sampai duduk di atas tempat tidur. Ariel kembali duduk di atas pangkuan Om Bobby dan tak melepaskan pagutannya. Tangan Ariel dengan lihai menjelajah tubuh Om Bobby, membuat Om Bobby mulai terbakar gairah.

Om Bobby membalas ciuman Ariel. Ariel yang duduk di atas pangkuan Om Bobby merasakan sesuatu yang berbeda, sesuatu yang terbangun setelah sekian lama.

Om Bobby yang semula menikmati permainan Ariel tiba-tiba teringat dengan Lisa. Ia melepaskan ciumannya dan mendorong Ariel menjauh. Sesuatu yang semula terbangun kini kembali lemas. "Maaf, aku tak bisa."

Ariel menahan rasa penolakan yang terasa sakit di hatinya. "O-oke, selamat istirahat, Om." Ariel keluar dari kamar dengan hati berdenyut perih.

****

Terpopuler

Comments

Dhia Syarafana

Dhia Syarafana

jaringan lelet gk bisa ngasih like

2023-11-08

4

mamae zaedan

mamae zaedan

hadehh,,,, pekerjaan yang seperti judul novelnya😌😏

2023-11-06

4

Berdo'a saja

Berdo'a saja

masih di Bayangi masalalu

2023-11-02

1

lihat semua
Episodes
1 Om Bobby
2 Berubah Saat Mabuk
3 Butuh Uang
4 Om Puas Tak Apa Aku Lemas
5 Mahar Yang Dirampas
6 Mencari Pinjaman Uang
7 Bayaran Atas 30 Juta
8 Kecurigaan Wawan
9 Sebuah Kata Talak
10 Ayo Kita Pulang!
11 Membalas Kebaikan Om Bobby
12 Sidang Perceraian
13 Masih Loyo
14 Jalan-jalan Bersama Om
15 Kita Sama
16 Pesta Terkutuk
17 Tamu Tak Diundang
18 Bujuk Rayu Anak Nakal
19 Bujuk Rayu Om Sam
20 Antara Rindu dan Amarah
21 Menjemput Galang
22 Kisah Masa Lalu Om Bobby
23 Om Bobby Yang Hangat
24 Pengaruh Ucapan Om Sam
25 Mimpi Yang Terasa Hampa
26 Bapak dan Ibu Ariel
27 Menceritakan Kisah Masa Lalu
28 Tangisan Pilu Bapak
29 Merindukan Galang
30 Kedatangan Om Bobby
31 Menerima Tantangan
32 Wedding Day
33 Si Joni
34 Anak Siapa Itu?
35 Sentuhan Demi Sentuhan
36 Pekerjaan Om Bobby
37 Pijatan Super Nyaman
38 Om Puas Aku Lemas
39 Tanggung Jawab Membangunkan Joni
40 Joni Joni Yes Papa
41 Kekesalan Om Bobby
42 Anak Om Bobby
43 Sakit
44 Syuting Iklan
45 Menyambut Kepulangan Om Bobby
46 Menunaikan Janji
47 Latihan Akting
48 Syuting di Kebun Teh
49 Sebuah Penolakan
50 Menilai Kejujuran
51 Nasehat Seorang Sahabat
52 Lelakiku
53 Ulah Joni
54 Kemeja Om Bobby
55 Bertemu Adik Ipar
56 Prisa
57 Ariel si Sumbu Pendek
58 Kami Berbeda!
59 Tentang Lisa
60 Maaf
61 Gaya Baru
62 Nyonya Besar
63 Si Pedas Prisa
64 Mama Tita
65 Masa Lalu Yang Terkuak
66 Pelukan Menenangkan
67 Kemarahan Om Bobby
68 Si Pantang Menyerah
69 Joni yang Bereaksi
70 Bukan Nenek Sihir
71 Berjualan di Bazar
72 Si Bule Jualan
73 Penghinaan Tanpa Henti
74 Tangisan Penyesalan Ariel
75 Terima Kasih Prisa
76 Rengekan Galang
77 Ibu-ibu Arisan
78 Didatangi Warga
79 Menambah Kerusuhan
80 Bantahan
81 Malaikat Penolong Yang Sebenarnya
82 Tercengang
83 I Love You My Husband
84 Sayang Om Papa
85 Penyesalan
86 Membahagiakan Mama Ariel
87 Selamanya Tak Akan Merestui
88 Belajar Menjadi Pebisnis
89 Menjadi Manusia Yang Bermanfaat
90 Kangen Kamu
91 Berita Gembira
92 Kedatangan Mama Tita
93 Sikap Keras Mama Tita
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Om Bobby
2
Berubah Saat Mabuk
3
Butuh Uang
4
Om Puas Tak Apa Aku Lemas
5
Mahar Yang Dirampas
6
Mencari Pinjaman Uang
7
Bayaran Atas 30 Juta
8
Kecurigaan Wawan
9
Sebuah Kata Talak
10
Ayo Kita Pulang!
11
Membalas Kebaikan Om Bobby
12
Sidang Perceraian
13
Masih Loyo
14
Jalan-jalan Bersama Om
15
Kita Sama
16
Pesta Terkutuk
17
Tamu Tak Diundang
18
Bujuk Rayu Anak Nakal
19
Bujuk Rayu Om Sam
20
Antara Rindu dan Amarah
21
Menjemput Galang
22
Kisah Masa Lalu Om Bobby
23
Om Bobby Yang Hangat
24
Pengaruh Ucapan Om Sam
25
Mimpi Yang Terasa Hampa
26
Bapak dan Ibu Ariel
27
Menceritakan Kisah Masa Lalu
28
Tangisan Pilu Bapak
29
Merindukan Galang
30
Kedatangan Om Bobby
31
Menerima Tantangan
32
Wedding Day
33
Si Joni
34
Anak Siapa Itu?
35
Sentuhan Demi Sentuhan
36
Pekerjaan Om Bobby
37
Pijatan Super Nyaman
38
Om Puas Aku Lemas
39
Tanggung Jawab Membangunkan Joni
40
Joni Joni Yes Papa
41
Kekesalan Om Bobby
42
Anak Om Bobby
43
Sakit
44
Syuting Iklan
45
Menyambut Kepulangan Om Bobby
46
Menunaikan Janji
47
Latihan Akting
48
Syuting di Kebun Teh
49
Sebuah Penolakan
50
Menilai Kejujuran
51
Nasehat Seorang Sahabat
52
Lelakiku
53
Ulah Joni
54
Kemeja Om Bobby
55
Bertemu Adik Ipar
56
Prisa
57
Ariel si Sumbu Pendek
58
Kami Berbeda!
59
Tentang Lisa
60
Maaf
61
Gaya Baru
62
Nyonya Besar
63
Si Pedas Prisa
64
Mama Tita
65
Masa Lalu Yang Terkuak
66
Pelukan Menenangkan
67
Kemarahan Om Bobby
68
Si Pantang Menyerah
69
Joni yang Bereaksi
70
Bukan Nenek Sihir
71
Berjualan di Bazar
72
Si Bule Jualan
73
Penghinaan Tanpa Henti
74
Tangisan Penyesalan Ariel
75
Terima Kasih Prisa
76
Rengekan Galang
77
Ibu-ibu Arisan
78
Didatangi Warga
79
Menambah Kerusuhan
80
Bantahan
81
Malaikat Penolong Yang Sebenarnya
82
Tercengang
83
I Love You My Husband
84
Sayang Om Papa
85
Penyesalan
86
Membahagiakan Mama Ariel
87
Selamanya Tak Akan Merestui
88
Belajar Menjadi Pebisnis
89
Menjadi Manusia Yang Bermanfaat
90
Kangen Kamu
91
Berita Gembira
92
Kedatangan Mama Tita
93
Sikap Keras Mama Tita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!