Tamu Tak Diundang

"Kamu kenapa, Ril? Kamu sakit? Kok kamu diam aja sih sepanjang perjalanan?" tanya Om Bobby yang heran dengan perubahan sikap Ariel yang tiba-tiba menjadi pendiam. Senyum di wajahnya sudah tak terlihat lagi berganti dengan wajah khawatiran.

"Tidak, Om. Aku sehat kok. Cuma agak ngantuk aja." Ariel takut kebohongannya diketahui oleh Om Bobby. Ia tak pandai berbohong.

Sebenarnya Ariel tak mau menyembunyikan semuanya. Ia ingin jujur pada Om Bobby, namun saat melihat Om Sam begitu akrab dengan Om Bobby, Ariel mengurungkan niatnya.

"Ya sudah kalau kamu ngantuk, kamu jadi pelayan hotelnya besok saja ya. Malam ini kamu istirahat. Kamu pasti lelah tadi sudah bertemu dengan mantan kekasih kamu yang menyebalkan itu. Malam ini kamu langsung tidur saja." Om Bobby begitu perhatian dengan Ariel. Ini yang sangat Ariel sukai darinya.

"Iya, Om." Ariel kembali asyik dengan pikirannya. Ia kembali dihantui rasa takut. Bagaimana kalau Om Sam adalah sahabat Om Bobby? Ariel tak bisa membayangkannya.

Rupanya apa yang Ariel takutkan benar-benar terjadi, bahkan lebih buruk lagi. Keesokan hari saat Ariel baru saja menidurkan Galang tiba-tiba ada yang datang ke rumah Om Bobby. Ariel membukakan pintu untuk tamu tersebut. Betapa terkejutnya Ariel saat melihat siapa yang berdiri di depan pintu.

"Om Sam?"

"Hi, Darling!" sapa Om Sam dengan senyum lebar. "Bobby ada?" Om Sam menatap Ariel dengan lengkat dari ujung kepala sampai ujung kaki. Om Sam mengenali pakaian yang Ariel kenakan. Pakaian tersebut milik Lisa, mantan istri Bobby.

"Om Bobby lagi kerja. Aku tak tahu kapan pulangnya." Ariel menjawab dengan dingin. Ariel tak mau memberitahu kalau Om Bobby sebentar lagi pulang. Sebisa mungkin ia menghindar dari Om Sam.

"Oke." Dengan seenaknya, Om Sam masuk ke dalam rumah.

Tentu saja Ariel protes. Baru saja Ariel ingin membuka mulutnya, Om Sam mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Om Bobby. Ia sengaja memperdengarkan percakapan mereka agar bisa didengar oleh Ariel. "Bob, aku di rumah kamu nih. Masih lama pulangnya?" tanya Om Sam sambil melirik Ariel yang menatapnya dengan sebal.

"Tidak lama kok, sekitar satu jam lagi aku sampai. Kamu tunggu di rumah aja sama Ariel. Kalau kamu mau makan, minta sama Ariel saja, masakannya enak loh!" jawab Om Bobby sambil memuji Ariel.

"Oke. Santai aja, aku akan seperti berada di rumah sendiri." Om Sam mematikan ponselnya. Ia lalu duduk di sofa dan menatap Ariel yang terlihat kebingungan. "Kenapa? Kaget melihat aku dekat dengan Bobby?"

Ariel tak berkata apa-apa. Ia memilih diam. "Bobby adalah adikku."

Mata Ariel terbelalak mendengar

Pengakuan dari Om Sam. "Adik?"

"Iya. Bobby adalah adik iparku. Kenapa? Bobby tak pernah cerita? Aku tak heran sih, Bobby memang agak tertutup. Apa Bobby tak tahu tentang kita? Atau ... kamu yang memang sengaja menyembunyikan cerita tentang kita?" Om Sam memperhatikan raut wajah Ariel yang berubah.

"Ternyata benar, kamu yang menyembunyikan cerita tentang kita pada Bobby. Kenapa disembunyikan, Darling? Karena kisah kita begitu berkesan ya?" tanya Om Sam dengan penuh percaya diri. Om saya menepuk sofa di sampingnya. "Duduklah! Atau kamu mau duduk di pangkuanku seperti dulu?" Om Sam tersenyum penuh arti pada Ariel.

Ariel memilih duduk di sofa yang agak jauh dari Om Sam. "Aku tak perlu menceritakan siapa saja pelangganku pada Om Bobby bukan? Tak ada urusan dengannya," jawab Ariel dengan dingin.

"Ulala ... kamu kok dingin begitu sih sekarang sama aku? Kamu lupa kalau dulu kamu begitu suka bermanja ria denganku." Om Sam tersenyum menggoda Ariel. "Jadi, kamu tinggal di rumah Bobby sekarang? Kamu bekerja jadi apa? Asisten rumah tangganya?" tanya Om Sam.

"Aku enggak mau jawab. Ini urusan pribadiku," jawab Ariel dengan tegas.

"Wow, kalau kamu kayak begini, aku jadi makin penasaran saja deh. Kenapa sih kamu harus bekerja dengan Bobby? Karena kamu putus kuliah? Kamu sih selingkuh dan hamil. Andai kamu tetap bersamaku, pasti kuliah kamu sudah lulus dan hidupmu akan lebih baik lagi. Mungkin juga kita masih bersama."

Om Sam nampaknya salah paham. Om Sam pikir Ariel adalah asisten rumah tangga Om Bobby. Kesalahpahaman ini tentu saja menguntungkan Ariel. Ia biarkan saja Om Sam berpikir kalau dirinya hanya asisten saja dan bukan simpanan Om Bobby. "Sudah lama kamu bekerja dengan Bobby?"

"Aku sudah bilang, kalau aku enggak akan jawab," kata Ariel dengan dingin.

"Wuih, aku kok suka ya melihat kamu yang kayak begini. Lebih menggoda dan membuat aku makin tertantang. Riel, kok kamu makin cantik sih? Tubuh kamu juga makin ... seksi dan terlihat lebih cerah deh."

"Terima kasih," jawab Ariel dengan singkat.

"Riel, berhentilah bekerja di rumah Bobby. Bekerjalah denganku Aku akan bayar yang lebih banyak dari yang Bobby berikan. Kamu mau berapa? Aku bisa kasih kamu lebih asal kamu kembali padaku!" Om Sam makin mendekat dengan Ariel. Ia kini mengusap pipi Ariel dengan lembut. "Kamu cantik sekali."

Ariel menolak Om Sam. Ia hendak pindah tapi tangan Om Sam menariknya agar duduk kembali. "Riel, ayolah, bekerjalah lagi denganku. Aku mau kamu memuaskan milikku lagi seperti dulu. Aku akan bayar mahal, aku janji!"

"Aku tak mau. Aku sudah bilang bukan kalau aku sudah bekerja pada Om Bobby?" tolak Ariel lagi.

"Come on, kamu bisa doubel job. Bekerja sebagai asisten Bobby dan juga memuaskanku. Kamu akan dapat double penghasilan. Ayolah, Riel. Aku tak tahan lagi. Aku kangen dengan sentuhanmu." Om Sam terus membujuk Ariel.

"Tidak, Om. Aku tak mau lagi. Om tahu sendiri kalau aku sudah berhenti bekerja seperti itu bukan?" tolak Ariel.

"Aku tahu kamu butuh uang. Aku bisa kasih apa yang kamu mau. Aku kini menduda, Riel. Aku bebas. Aku bisa menikahi kamu. Apa saja yang kamu inginkan akan aku berikan. Ayolah, kembali padaku." Om Sam berusaha mencium Ariel namun Ariel terus menolaknya.

"Om, hentikan! Aku akan bilang sama Om Bobby kalau Om terus memaksaku!" ancam Ariel. Segera Ariel berdiri dan menghindar dari Om Sam. Ia tak mau lelaki itu memaksakan keinginannya.

"Aku tak peduli. Aku hanya mau kamu, Riel. Yuk, temani aku di ranjang. Rumah ini pas sekali untukmu memuaskan hasratku." Om Sam berdiri dan hendak menangkap Ariel.

Dalam hati Ariel berdoa semoga Om Bobby segera pulang dan menolongnya. Suara deru mobil seakan pertanda kalau doa Ariel telah dikabulkan. Ariel pergi ke luar untuk menyambut kedatangan Om Bobby, malaikat penolongnya.

"Om sudah pulang?" Ariel tersenyum lega.

"Iya. Mana Sam?" tanya Om Bobby.

"Di dalam, Om." Ariel mengambil tas Om Bobby. "Biar aku yang bawakan."

Om Bobby masuk ke dalam rumah dan menyambut ramah tamunya. "Hi, Sam. Loh, kok tidak ada minum yang disediakan Ariel?"

"Tak tahu tuh, Bob. Ariel jutek sekali padaku. Aku tak disediakan minum."

"Riel, benarkah itu?"

****

Terpopuler

Comments

Berdo'a saja

Berdo'a saja

jawab apa coba

2023-11-03

1

fitria linda

fitria linda

lopot riel.. bukan sahabat tenyata, adik kk riel hahahaa...

2023-11-02

0

Meriana Erna

Meriana Erna

waduh,parah ini🤭🤭🤭🤭🤭semoga sam tdk ad niat jahat

2023-10-22

0

lihat semua
Episodes
1 Om Bobby
2 Berubah Saat Mabuk
3 Butuh Uang
4 Om Puas Tak Apa Aku Lemas
5 Mahar Yang Dirampas
6 Mencari Pinjaman Uang
7 Bayaran Atas 30 Juta
8 Kecurigaan Wawan
9 Sebuah Kata Talak
10 Ayo Kita Pulang!
11 Membalas Kebaikan Om Bobby
12 Sidang Perceraian
13 Masih Loyo
14 Jalan-jalan Bersama Om
15 Kita Sama
16 Pesta Terkutuk
17 Tamu Tak Diundang
18 Bujuk Rayu Anak Nakal
19 Bujuk Rayu Om Sam
20 Antara Rindu dan Amarah
21 Menjemput Galang
22 Kisah Masa Lalu Om Bobby
23 Om Bobby Yang Hangat
24 Pengaruh Ucapan Om Sam
25 Mimpi Yang Terasa Hampa
26 Bapak dan Ibu Ariel
27 Menceritakan Kisah Masa Lalu
28 Tangisan Pilu Bapak
29 Merindukan Galang
30 Kedatangan Om Bobby
31 Menerima Tantangan
32 Wedding Day
33 Si Joni
34 Anak Siapa Itu?
35 Sentuhan Demi Sentuhan
36 Pekerjaan Om Bobby
37 Pijatan Super Nyaman
38 Om Puas Aku Lemas
39 Tanggung Jawab Membangunkan Joni
40 Joni Joni Yes Papa
41 Kekesalan Om Bobby
42 Anak Om Bobby
43 Sakit
44 Syuting Iklan
45 Menyambut Kepulangan Om Bobby
46 Menunaikan Janji
47 Latihan Akting
48 Syuting di Kebun Teh
49 Sebuah Penolakan
50 Menilai Kejujuran
51 Nasehat Seorang Sahabat
52 Lelakiku
53 Ulah Joni
54 Kemeja Om Bobby
55 Bertemu Adik Ipar
56 Prisa
57 Ariel si Sumbu Pendek
58 Kami Berbeda!
59 Tentang Lisa
60 Maaf
61 Gaya Baru
62 Nyonya Besar
63 Si Pedas Prisa
64 Mama Tita
65 Masa Lalu Yang Terkuak
66 Pelukan Menenangkan
67 Kemarahan Om Bobby
68 Si Pantang Menyerah
69 Joni yang Bereaksi
70 Bukan Nenek Sihir
71 Berjualan di Bazar
72 Si Bule Jualan
73 Penghinaan Tanpa Henti
74 Tangisan Penyesalan Ariel
75 Terima Kasih Prisa
76 Rengekan Galang
77 Ibu-ibu Arisan
78 Didatangi Warga
79 Menambah Kerusuhan
80 Bantahan
81 Malaikat Penolong Yang Sebenarnya
82 Tercengang
83 I Love You My Husband
84 Sayang Om Papa
85 Penyesalan
86 Membahagiakan Mama Ariel
87 Selamanya Tak Akan Merestui
88 Belajar Menjadi Pebisnis
89 Menjadi Manusia Yang Bermanfaat
90 Kangen Kamu
91 Berita Gembira
92 Kedatangan Mama Tita
93 Sikap Keras Mama Tita
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Om Bobby
2
Berubah Saat Mabuk
3
Butuh Uang
4
Om Puas Tak Apa Aku Lemas
5
Mahar Yang Dirampas
6
Mencari Pinjaman Uang
7
Bayaran Atas 30 Juta
8
Kecurigaan Wawan
9
Sebuah Kata Talak
10
Ayo Kita Pulang!
11
Membalas Kebaikan Om Bobby
12
Sidang Perceraian
13
Masih Loyo
14
Jalan-jalan Bersama Om
15
Kita Sama
16
Pesta Terkutuk
17
Tamu Tak Diundang
18
Bujuk Rayu Anak Nakal
19
Bujuk Rayu Om Sam
20
Antara Rindu dan Amarah
21
Menjemput Galang
22
Kisah Masa Lalu Om Bobby
23
Om Bobby Yang Hangat
24
Pengaruh Ucapan Om Sam
25
Mimpi Yang Terasa Hampa
26
Bapak dan Ibu Ariel
27
Menceritakan Kisah Masa Lalu
28
Tangisan Pilu Bapak
29
Merindukan Galang
30
Kedatangan Om Bobby
31
Menerima Tantangan
32
Wedding Day
33
Si Joni
34
Anak Siapa Itu?
35
Sentuhan Demi Sentuhan
36
Pekerjaan Om Bobby
37
Pijatan Super Nyaman
38
Om Puas Aku Lemas
39
Tanggung Jawab Membangunkan Joni
40
Joni Joni Yes Papa
41
Kekesalan Om Bobby
42
Anak Om Bobby
43
Sakit
44
Syuting Iklan
45
Menyambut Kepulangan Om Bobby
46
Menunaikan Janji
47
Latihan Akting
48
Syuting di Kebun Teh
49
Sebuah Penolakan
50
Menilai Kejujuran
51
Nasehat Seorang Sahabat
52
Lelakiku
53
Ulah Joni
54
Kemeja Om Bobby
55
Bertemu Adik Ipar
56
Prisa
57
Ariel si Sumbu Pendek
58
Kami Berbeda!
59
Tentang Lisa
60
Maaf
61
Gaya Baru
62
Nyonya Besar
63
Si Pedas Prisa
64
Mama Tita
65
Masa Lalu Yang Terkuak
66
Pelukan Menenangkan
67
Kemarahan Om Bobby
68
Si Pantang Menyerah
69
Joni yang Bereaksi
70
Bukan Nenek Sihir
71
Berjualan di Bazar
72
Si Bule Jualan
73
Penghinaan Tanpa Henti
74
Tangisan Penyesalan Ariel
75
Terima Kasih Prisa
76
Rengekan Galang
77
Ibu-ibu Arisan
78
Didatangi Warga
79
Menambah Kerusuhan
80
Bantahan
81
Malaikat Penolong Yang Sebenarnya
82
Tercengang
83
I Love You My Husband
84
Sayang Om Papa
85
Penyesalan
86
Membahagiakan Mama Ariel
87
Selamanya Tak Akan Merestui
88
Belajar Menjadi Pebisnis
89
Menjadi Manusia Yang Bermanfaat
90
Kangen Kamu
91
Berita Gembira
92
Kedatangan Mama Tita
93
Sikap Keras Mama Tita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!