Tahu tidak kalian yang namanya manusia yang tak pernah hidup susah, yang segala sesuatu ada dan punya, pasti tak kan sanggup untuk hidup berhemat.
Setelah kartu kredit curian milik mamanya (yang dipakai oleh Gelsey tanpa sepengetahuan yang punya) ditarik oleh papanya, Gelsey dengan terpaksa menggadaikan jam tangan mewah kesayangannya ke toko langganan.
Dan dari hasil uang gadai itu Gelsey kembali berhura-hura sekedar melonggarkan ketegangan di otaknya itu.
Nasihat Gavin dan Gino bahkan tak didengarkan oleh Gelsey, dia memang sengaja memberontak dengan tujuan agar Satria si calon suami mendengar kelakuannya dan memutuskan perjodohan ini.
Tanpa Gelsey ketahui bahwa Satria tak punya akses untuk mundur, hutang budi yang ditanggung oleh keluarga pria itu terhadap Bramenda begitu besar dan hanya dengan cara ini mereka membayar lunas.
Saat ini Gelsey sudah berada di koridor kampusnya, duduk di bangku panjang yang disediakan di depan masing-masing kelas untuk para mahasiswanya.
"Hei.... kenapa melamun?" sebuah elusan lembut mendarat di puncak kepalanya.
Gelsey mendongak menatap Rico dengan tatapan sendu."Lagi pusing!" jawab Gelsey pelan lalu menyembunyikan wajahnya di atas lutut yang ia naikan di atas bangku.
"Pusing kenapa? Biasanya juga happy," ucap Rico mengambil tempat duduk di samping Gelsey,
"Biasa papa banyakan aturan!"
"Sabarlah namanya juga orang tua," nasihat sok bijak Rico keluar dari bibirny.
"Cckk aku lama-lama nggak bisa sabar, coba aja kamu sekali-kali jadi anaknya papa gue, kalo betah gue kasih reward," kaya Gelsey sewot.
Tawa Rico berderai nyaring menertawakan Gelsey yang langsung berwajah masam tapi terlihat imut dan menarik, tapi sayangnya tak sanggup menggetarkan hati Rico yang sudah tertambat pada Cindy selingkuhannya.
"Kamu ada uang nggak yang?" tanya Rico memelankan suara, gengsi kalau didengar sama teman yang lain meminta uang sama Gelsey.
"Sorry Ric, aku lagi bokek nih, CC sama debitku ditarik papa." jawab Gelsey membuat Rico memelotot mata, cckk acara seneng-senengnya dengan Cindy terancam batal karena dana dari Gelsey yang tidak bisa turun.
"Tumbenan?" tanya Rico dengan nada prihatin, bukan memprihatinkan Gelsey tapi lebih memprihatinkan dirinya sendiri.
"Ya karena aku nakal, dugem terus dan kuliahnya amburadul."
"Makanya kalo kuliah yang bener." Rico menyentil kening Gelsey pelan.
"Kayak situ bener aja!" ketus Gelsey tidak terima dengan perkataan Rico.
Lama keduanya terdiam lalu ucapan Gelsey berikutnya membuat Rico terbatuk dan keselek ludahnya sendiri.
"Kawin lari yuk Ric."
"Kamu ngomong apa sih Gel? Anji** gue sampai keselek!" maki Rico pelan.
"Nggak mau ya?" tanya Gelsey polos.
"Aku mau nafkahin kamu pakai apa yang, jangan aneh-aneh deh!"
"Ya udah berarti jalan aku mentok nggak mungkin belok apalagi kabur," ucap Gelsey santai.
Bayangan dirinya memakai daster dan memasak untuk suami kembali melintas dalam pikirannya, membuat Gelsey bergidik.
"Kamu kenapa sih?!" tanya Rico bingung dengan tingkah Gelsey yang random itu.
"Nggak papa, gue kudu siap jiwa dan raga juga mental menghadapi semuanya," jawab Gelsey semakin membuat Rico bingung.
Gelsey bangkit berdiri."Waktunya menyerah, aku harap aku kuat menghadapi semua."
Lalu Gelsey pergi meninggalkan Rico yang terbongong dengan kelakuan Gelsey yang bahkan menganggapnya tak kasat mata.
Sampai di rumah Gelsey mencari mama Heidi yang sedang berbincang dengan simbok sambil menikmati secangkir teh hijau hangat.
"Ma... " panggil Gelsey membuat kedua orang itu memalingkan wajahnya.
"Kenapa Nak?" tanya mama Heidi menatap Gelsey bingung.
Gelsey mengambil tempat duduk di seberang mama Heidi dan menatap sang mama dengan wajah betenya.
"Emang nggak bisa ya perjodohanku dibatalin?" tanya Gelsey memelas.
"Kamu bilang ke papa kamu sendiri Gel, mama nggak bisa berbuat apa-apa dengan keputusan papa kamu," jawab mama Heidi lembut.
"Aku janji bakalan nggak dugem dan kuliah bener," rayu Gelsey dengan nada menyakinkan.
"Nanti coba mama bilangin ke papa ya, kalo papa tetap pada keputusannya gimana?" tanya mama Heidi penasaran.
"Ya apa boleh buat ma, aku harus menyerah."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
GELSEYNYA BANDEL, GK MAU DENGAR ORTUNYA, TPI ANAKNYA SI DEVANO & ISTRI BRHASIL DIDIK ANAK2NYA, ALIAS CUCU2 GELSEY & SATRIA. KCUALI IPAR DEVANO, GAGAL DIDIK VINCENT..
2024-06-29
0