Bab 20

"Nora!"

Rayya, Reza dan Ibu Hanum sangatlah terkejut melihat kedatangan Nora. Terlebih Nora lah yang memberikan bukti serta melancarkan aksi Raditya dalam mencari bukti-bukti dan proses untuk mendapatkan hasil kesehatan Reza.

Reza teringat akan Nora yang pagi tadi membujuknya untuk berhubungan tanpa sadar jika itu adalah kiatnya mendapatkan cairan yang dibutuhkan untuk di bawa ke rumah sakit.

Sementara Reza tergeletak lemas setelah pelepasan, wanita itu justru buru-buru masuk ke dalam kamar mandi dan segera pamit setelah rapi. Dirinya tidak sadar jika saat itu tengah dikelabui oleh Nora.

"Keterlaluan kamu Nora, jadi kamu yang telah memberikan cairanku pada pria ini? Apa yang ada di otak kamu Nora? Kamu telah membuat suamimu malu. Dasar wanita bodoh!" Reza hendak menghajar Nora tetapi segera digagalkan oleh Rayya. Wanita itu dengan sigap mencengkeram tangan Reza dan melepaskannya dengan kasar.

"Tidak semua wanita bisa kamu kasari seperti ini, Mas! Mungkin aku kuat, tapi tidak dengan yang lain. Aku mungkin kecewa dengan sikap Nora kepadaku. Menjadi murah hanya untuk mendapatkan suami orang. Namun, dia juga wanita sama sepertiku. Tidak pantas kamu kasar dan kamu caci maki seperti ini!"

"Diam kamu! Aku tidak butuh ceramah dari kamu, yang aku butuhkan penjelasan dari wanita bodoh ini!" sentak Reza yang masih terus ingin mencecar Nora.

Nora yang tadi berada di belakang Rayya, segara bergeser dan menatap Reza dengan tegas. Sementara Raditya hanya diam bersedekap dada melihat semuanya.

"Kamu bilang aku bodoh, Mas? Ya, aku memang bodoh, aku bodoh karena telah tertipu pesona kamu! Aku bodoh karena mau menjadi selingkuhan kamu! Dan aku bodoh karena baru sadar hanya ingin dimanfaatkan oleh kamu. Tapi aku beruntung, aku bertemu dengan Mas Raditya. Dia menyadarkan aku, dan membuat mata aku terbuka siapa pria yang menikahiku!" ucap Nora dengan mata berkaca-kaca.

Reza menoleh ke arah Raditya, emosinya semakin memuncak dan segera ingin menyerang tetapi Rayya kembali berusaha untuk menghalanginya.

"Cukup Mas! Jangan kamu salahkan orang lain atas permasalahan kita! Kamu yang salah, sedangkan Raditya hanya membantu aku! Membantu aku keluar dari jeratan pria jahat seperti kamu! Dan aku kembalikan kata-kata mandul yang selama ini kamu sematkan untukku." Rayya menoleh ke arah Ibu Hanum yang sejak tadi menundukkan kepala. Dengan berat hati Rayya ingin menegaskan pada beliau jika dirinya tak seburuk yang selama ini mereka tuduhkan.

"Ibu Hanum, anda paham sekarang siapa yang yang mandul dan manusia tidak berguna? Sebutan mandul yang selama ini anda layangkan pantas anda lontarkan di depan putra anda, bukan saya! Karena manusia mandul dan tak berguna itu anak anda sendiri, Reza Anggara!" tegas Rayya.

Ibu Hanum tampak tertunduk dengan isak tangis kekecewaan. Namun, hal itu tidak menyentuh hati Rayya. Apa yang ditanam itulah yang harus mereka tuai. Kini saatnya Reza dan Bu Hanum merasakan rasa sakit yang teramat pedih setelah sekian lama menginjak-injak harga dirinya.

Rayya segera pergi dari sana dengan diikuti oleh Raditya. Sementara Reza menatap sengit ke arah Nora.

"Mulai hari ini kamu aku talak, Nora!" tegas Reza.

"Terimakasih, Mas. Aku pun tak sebahagia itu menjadi istri sirihmu," ucap Nora kemudian melangkah pergi dari sana.

"Kurang ajar kalian semua! Perempuan tak tau diri!" Reza mengacak rambutnya dan meninju dinding meluapkan kesedihan. Dia tak menyangka hari ini justru menjadi hari memalukan untuknya.

"Ayo kita pulang, Bu!" ajak Reza yang kemudian melangkah lebih dulu meninggalkan Ibunya menuju mobil.

Ibu dan anak itu hanya diam dengan pemikiran mereka masing-masing. Jika Ibu Hanum begitu kecewa, berbeda dengan Reza yang justru begitu marah. Hingga mobil Reza sampai di depan gerbang rumah mereka. Reza tak membawa masuk mobilnya melainkan menepikan mobil yang ia kendarai di pinggir pagar lalu turun dari sana.

Melihat wajah frustasi putranya membuat Ibu Hanum pun segera turun dari mobil. Beliau melangkah mendekati Reza. Mengikuti arah pandang Reza hingga beliau menutup mulutnya dengan mata terbelalak.

"Reza..."

"Iya Bu, kita sudah diusir dari rumah ini," sahut Reza dengan manahan emosi.

"Rayya kamu benar-benar ingin membuang Ibu, kamu keterlaluan Rayya!" Ibu Hanum kembali menangis dengan wajah penuh kekesalan. Beliau menoleh ke arah putranya yang kini melangkah kembali menuju mobil.

"Kamu mau kemana Reza? Kenapa meninggalkan Ibu?"

"Tunggulah, Bu! Aku ingin membereskan urusanku dulu!" Reza segera masuk ke dalam mobil meninggalkan Ibu Hanum yang terduduk lesu bersandar pagar.

Beliau masih tak menyangka akan seperti ini, setelah berada diatas dengan bergelimang harta. Dalam satu hari hidupnya terpelanting hingga tak punya lagi tempat tinggal.

"Ini semua gara-gara Rayya!"

Reza melajukan mobilnya dengan kecepatan kencang. Berulang kali dia memukul setir mobil menumpahkan kemarahannya. Dia melajukan mobilnya menuju perusahaan dan melancarkan aksinya sebelum dia pun di tendang dari sana.

"Aku akan buat bangkrut perusahaan itu, hingga tak tersisa sedikitpun!" Reza mencengkram stir mobil dengan kuat dengan tatapan mata tajam lurus ke depan.

Setelah memarkirkan mobilnya, Reza segera turun dari sana dan melangkah panjang untuk masuk ke dalam kantor. Namun, baru sampai di lobby Perusahaan Weda yang selama dua tahun ia pimpin. Tiba-tiba polisi menghadangnya dan mengeluarkan surat penangkapan untuknya.

"Anda kamu tangkap!"

"Atas dasar apa kalian menangkap saya? Apa kalian tidak tau jika saya CEO disini? Sebaiknya kalian bertanya dulu sebelum asal menangkap orang!"

Reza membuang surat penangkapan itu dan tetap ingin masuk tetapi pihak polisi tidak memberi jalan untuknya.

"Maaf Pak Reza, menurut laporan anda dinyatakan sebagai terduga kasus korupsi. Dengan ini kami akan membawa anda ke kantor polisi dan silahkan menjelaskannya di sana!"

Polisi segera mencekal tangan Reza, membuat pria itu kesulitan untuk memberontak. Reza tidak terima dengan penangkapannya tanpa ada bukti yang diberikan.

"Lepas! Kalian tidak bisa menangkap saya begitu saja! Perusahaan ini maju karena saya, dan sudah menjadi hak saya jika menikmati hasil dari kerja keras yang saya lakukan selama ini," sentak Reza dengan terus memberontak.

"Menikmati hasil kerja keras yang mana, Mas? Kamu diam-diam menjadi rayap perusahaan. Menggerogoti uang perusahaan dan berbuat curang dengan membuat laporan yang tidak benar! Kamu pun telah mengurangi gaji karyawan dengan memberikan berbagai ancaman pada mereka. Kamu pikir aku akan diam dengan apa yang kamu lakukan pada perusahaan Papahku? Tidak, sekarang silahkan kamu mempertanggung jawabkan apa yang kamu lakukan selama ini! Dan siap-siap mendekam di balik jeruji besi!"

Rayya datang bersama dengan Pak Prio, Pak Hamzah dan Raditya. Dia berdiri dengan bersedekap dada menatap tajam pria yang sudah membuat rugi perusahaan Papahnya.

"Rayya kamu..."

"Ya, ini aku Mas. Rayya Salsabila mantan istrimu yang tak berguna dan tak tau apa-apa tentang tingkahmu di luar rumah. Mantan istrimu yang akan kembali mengembalikan hidupmu ke tempat semestinya. Dan aku menyesal pernah membanggakanmu di depan orang tuaku!" ucap Rayya dengan tegas.

"Bawa dia, Pak!"

Terpopuler

Comments

aryuu

aryuu

/Facepalm/

2024-12-03

0

Ita rahmawati

Ita rahmawati

mantap

2024-09-30

0

Budi Paryanti

Budi Paryanti

👏👏👏 baru seru ini cerita xa si maling yg teriak maling ketangkep ama polosi dan di giring tuk mendekam di jeruji besi, rasakan apa tlah km tanam itu yg kan km tuai dasar pemimpi besar tapi otak kerdil

2024-04-05

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!