Bab 03

"Mana Rayya, Za? Kok nggak turun? Kebiasaan dech istri kamu itu, mengabaikan kewajibannya." Bu Hanum yang sudah menempati meja makan kembali berkomentar pedas melihat tidak adanya Rayya menyiapkan makanan. Padahal semua sudah tersedia di meja makan dan bisa segera dinikmati tetapi Bu Hanum tetap saja mencari kesalahan menantunya.

"Rayya sedang sakit perut Bu, biasa datang bulan."

"Apa?" Antara terkejut dan kecewa. Bu Hanum yang begitu berharap akan kehadiran cucu dibuat murka dan segera meninggalkan meja makan untuk menghampiri Rayya di kamar.

Reza menghela nafas berat kemudian berlari menyusul sang Ibu yang pasti akan mencaci maki Rayya. Meskipun akhir-akhir ini sikapnya tak semanis dulu pada sang istri, tetapi tetap saja jika Ibunya memaki Rayya, ada bagian kecil di hatinya yang tidak terima.

"Dasar menantu mandul! Tidak berguna kamu ya! Sudah banyak jamu kamu minum, sampai yang mujarab sekalipun tak kunjung membuatmu hamil! Bagaimana mau disayang mertua dan suami kalau kamu sendiri saja tidak bisa memberi keturunan!" sentak Bu Hanum yang tiba-tiba datang mengejutkan Rayya yang tengah meringkuk di atas kasur dengan menahan sakit dan meratapi nasib, setelah tadi berdebat dengan sang suami.

Kini dia harus kembali mendengar kata kasar dari Ibu mertua yang benar-benar murka setelah usaha beliau kembali gagal.

"Maaf Bu," sahut Rayya dengan mengusap kasar air matanya. Kali ini Rayya seakan muak dengan perlakuan ibu mertua dan suaminya. Dia sudah enggan banyak bicara, hanya kata maaf yang terlontar mengemas rasa sakit yang ia derita.

"Maafmu tidak ada gunanya Rayya! Mulai hari ini biarkan Reza mencari wanita lain, karena aku tidak mau anakku menjadi pria sial karena memiliki istri mandul sepertimu."

Lagi-lagi hati Rayya tersayat mendengar ada kata wanita lain. Dia tidak pernah terbayangkan akan dimadu atau menyaksikan sang suami berselingkuh, tetapi kini justru Ibu mertuanya mendukung akan itu.

"Sudah Bu, biar ini menjadi urusanku dan Rayya! Lebih baik Ibu makan dan jangan terus memarahi Rayya! Nanti malah Ibu sendiri yang sakit."

"Dengar kamu! Kurang baik apa anakku hah? Dia begitu mencintai kamu tapi kamu tidak bisa membalasnya dengan benar." Ibu Hanum menoleh ke arah putranya dengan tatapan kecewa. "Kenapa Ibu punya menantu mandul seperti dia, Reza?"

"Sudah! Ayo kita keluar Bu, aku pun sama kecewanya tetapi tidak perlu seperti itu. Kesehatan ibu nomor satu, jangan karena masalah ini, Ibu tidak lagi bisa menikmati hasil jerih payahku!" Reza merangkul sang Ibu dan membawanya keluar dari kamar meninggalkan Rayya yang kini terduduk lemas di atas ranjang.

Rayya tersenyum getir merasakan takdir hidupnya yang begitu berat. Ingin rasanya pulang dan mengadu tetapi malu dengan mamah dan papah, mengingat dulu dirinya pernah dilarang tetapi terus menerjang hingga restu diberikan.

...****************...

Pagi ini Rayya sudah rapi dan bersiap untuk pergi. Niatnya ia akan berkunjung ke rumah sang Mamah karena begitu merindukan beliau tetapi kepergian dia ternyata membuat Reza berfikiran lain.

"Mau kemana kamu sudah rapi begini?" tanya Reza dengan melirik penampilan Rayya.

"Mau ke rumah Mamah, aku rindu dengan beliau." Rayya kembali memoleskan lipstiknya setelah menjawab.

"Mau ngadu kamu? Berani menjelekkanku di depan Mamah dan Papah, kamu akan tau akibatnya Rayya!" ucap Reza memperingatkan. Rasanya begitu menyesakkan untuk Rayya, tetapi wanita itu seakan tak menghiraukan.

Setelah sarapan Reza lebih dulu berangkat diikuti dengan Rayya yang juga segera pergi setelah sempat membereskan dapur terlebih dahulu. Memang semua pekerjaan rumah Rayya kerjakan sendiri karena semenjak ada Ibu mertua tinggal bersama, beliau menganjurkan agar lebih berhemat.

"Assalamualaikum Mah, Pah... Aku rindu kalian." Rayya berlari masuk dan segera memeluk kedua orang tuanya yang sedang bersantai di sofa ruang keluarga. Dia duduk diantara kedua orang tuanya dengan begitu manja.

Kedatangan Rayya membuat kejutan untuk Mamah yang entah mengapa sejak semalam memikirkannya. Mungkin batin yang cukup kuat membuat sang Mamah dapat merasakan sakit hati putrinya.

"Wa'allaikumsalam..." Mamah dan Papah saling menatap dengan mengerutkan keningnya.

"Tumben datang nggak kabar-kabar?" tanya sang Mamah dengan tatapan menyelidik.

"Apakah pulang ke rumah orang tua harus laporan terlebih dahulu?" tanya Rayya dengan bibir mengerucut menoleh ke arah Mamah dan Papahnya bergantian.

"Ya, nggak juga sich," lirih Mamah yang kemudian mendapatkan pelukan hangat kembali dari Rayya sedangkan sang Papah hany menggelengkan kepala.

Sebenarnya Rayya ingin sekali menangis menumpahkan semua kesedihan, kehancuran, dan kerapuhan hatinya. Bahkan Rayya menahan sesak di dada saat pelukan sang Mamah dan Papah lebih nyaman dari pada suaminya, yang harusnya menjadi rumah untuknya berkeluh kesah.

Setelah makan siang, Rayya diminta sang Papah untuk membawakan berkas penting yang harus ditandatangani oleh Reza. Sebelumnya Tio yang akan ke sana tetapi berhubung Rayya datang, beliau meminta putrinya saja sekalian membawakan makan siang untuk Reza.

"Kenapa aku sich Pah? Malas sekali aku tuh!" keluh Rayya.

" Sekalian mengantar makan siang untuk suami kamu kok malas, atau jangan-jangan kalian sedang bertengkar makanya kamu pulang?" tanya Papah Tio dengan tatapan penuh selidik.

Rayya terkesiap mendapatkan pertanyaan demikian dari sang Papah. Dia segera beranjak dari duduknya dan meraih berkas yang telah disiapkan.

"Apa sih Papah ini, nggak boleh berperasangka buruk Pah!"

"Haiyah... Kamunya yang mencurigakan!" sahut sang Papah gemas.

Rayya segera pamit dan pergi menuju kantor sang Papah. Dia tak lupa membawakan makan siang untuk suaminya.Senyum Rayya mengembang saat semua karyawan Papah menyambutnya dengan hangat.

Namun, tidak dengan Pak Hamzah, kebetulan keduanya bertemu di lift. Beliau menyambut dengan sopan tetapi raut wajahnya begitu gugup, membuat Rayya curiga.

"Pak Hamzah kenapa?" tanya Rayya dengan terus menatap pria paruh baya tersebut.

Pak Hamzah adalah asisten sang Papah yang kini menjadi asisten suaminya. Beliau terlihat sekali menyembunyikan sesuatu yang membuat Rayya yakin jika ada yang tidak beres saat ini.

"Saya tidak apa-apa Bu Rayya, hanya sedikit terkejut dengan kedatangan Bu Rayya yang tiba-tiba. Apa ada sesuatu atau titipan dari Pak Tio yang harus disampaikan pada Pak Reza Bu?" tanya beliau karena sangat jarang Rayya datang ke kantor jika tidak ada sesuatu penting yang mengharuskannya pergi.

"Iya Pak, tadi Papah meminta aku membawa berkas ini." Rayya menunjukkan berkas tersebut pada Pak Hamzah.

"Biar saya saja Bu yang memberikannya pada Pak Reza, beliau sedang meeting saat ini."

Rayya mengerutkan dahi, dia cukup paham dengan pekerjaan Reza karena sebelumya Rayya pun berkerja sebagai CEO di perusahaan Mamahnya. Meeting itu selalu ada asisten di samping Bosnya tetapi mengapa Pak Hamzah justru tidak ikut serta.

"Oh biar saya tunggu di ruangan beliau dan berkasnya saya saja yang berikan sendiri karena saya juga membawa makan siang untuk Mas Reza." Rayya segera keluar dari lift dengan menyunggingkan senyum pada Pak Hamzah. Dia melangkah lebih dulu menuju ruangan suaminya dengan hati penasaran.

PRAK

Tempat makan dan berkas jatuh berhamburan di lantai seiring tubuh Rayya yang melemas melihat sesuatu yang membuat wanita itu terpaku di ambang pintu.

Terpopuler

Comments

Ita rahmawati

Ita rahmawati

orang harta harta kamu raya² mau2an jd babu suami sm mertua durjana

2024-09-30

1

guntur 1609

guntur 1609

dasar raya begok. mau saja di tindas sama suami samoahnya

2024-09-26

0

Budi Paryanti

Budi Paryanti

pasti karna melihat suami xa selingkuh dan itu yg membuat reza sekarang berubah jadi kasar dan main tangan dan bisa jadi jamu yg di berikan oleh ibu mertua xa pun memang tuk menggugurkan kandungan bukan xa membuat rayya hamil agar ada alasan reza membenarkan perbuatan xa yg menjijikan, huhf mendinga cerai ajj dweh kalau g sanggup tuk bertahan dan tak ada alasan tuk mempertahahnkan ernikahan itu dengan ko disi yg tak sehat

2024-04-03

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!