Bab 19

Rayya terus menatap pergerakan Raditya. Setelah memberikan sebuah amplop pada Pak Hakim, pria itu melangkah mendekati dan duduk di sampingnya dengan wajah tenang. Rayya menoleh ke arah Radit dengan tatapan penuh tanda tanya. Namun, pria itu hanya tersenyum simpul dan mengatakan sesuatu yang semakin membuat Rayya tak mengerti.

"Kini giliran anda membalaskan dendam pada pria yang telah menuduh anda mandul!" lirih Raditya tanpa menoleh ke arah Rayya. Pria itu dengan sikap kalemnya memperhatikan hakim yang sedang membaca isi dari amplop yang ia berikan.

Reza pun sejak tadi memperhatikan Raditya. Hatinya mendadak gusar dengan kedatangan pria itu. Terlebih dengan amplop yang pria itu bawa dan kini telah berpindah tangan pada hakim ketua.

"Kamu datang di waktu yang tepat!" lirih Pak Prio kepada Raditya.

"Saksi dari pihak tergugat telah memberikan bukti dari rumah sakit. Hasil dari visum dan beberapa foto bukti tindak kdrt pada Ibu Rayya sudah lengkap. Tercatat tiga hari yang lalu foto ini diambil melalui kemera ponsel. Untuk perkara kdrt sudah clear, pihak dari Bapak Reza dinyatakan lalai sebagai seorang suami."

"Lalu untuk perselingkuhan dan faktor yang menyebabkan adanya orang ketiga. Pihak Bapak Reza tadi menyatakan jika Ibu Rayya di duga mandul tanpa ada bukti konkret. Sedangkan dari pihak Ibu Rayya telah memberikan bukti surat kesehatan dari rumah sakit yang dinyatakan jika beliau sehat. Di tambah lagi, pada surat yang dibawakan oleh saksi tergugat adanya keterangan jika Bapak Reza 90% dinyatakan mandul."

Rayya tercengang mendengar penjelasan dari Hakim ketua. Dia tidak menyangka jika dugaannya selama ini benar, bahwa Reza lah yang mandul sedangkan selama ini pria itu sangat marah jika dirinya meminta untuk memeriksakan kesehatannya.

Semua telah terbukti, bahkan Reza kalah telak. Bukan hanya itu, dengan ini Rayya dapat membuktikan jika dirinya tidaklah mandul dan benar-benar subur.

Sementara Reza, dengan wajah merah padam dan rahang mengeras merasa dipermalukan. Belum lagi saat ia melihat ada oknum yang mengabadikan persidangan. Sudah pasti kasusunya akan viral dan wajahnya akan dilihat oleh orang banyak melalui berita dan media sosial.

"Sial!" umpat Reza, dia segera berdiri karena tidak terima dengan tuduhan yang dilayangkan.

"Maaf Pak hakim ketua, ini tidaklah benar. Selama ini saya tidak pernah menginjakkan kaki saya ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan tetapi mengapa ada bukti yang saya sendiri tidak jalani."

Suasana semakin panas, Rayya menatap sengit Reza yang terus saja tidak ingin disalahkan. Dia pun ikut beridiri menghadap ke arah meja pengadilan.

"Maaf jika saya menyelak, yang dikatakan Bapak Reza benar adanya, karena beliau tidak pernah mau saya ajak ke rumah sakit untuk melakukan tes kesehatan. Namun, dapat Bapak dan semua pikirkan. Jika ada hasil pasti ada usaha sebelumnya. Ada atau tidak adanya sangkut paut Bapak Reza. Namun, dari surat tersebut telah menyatakan jika beliau mandul. Bisa Bapak hakim ketua cek sendiri kebenarannya," ucap Rayya dengan yakin, dia percaya jika Raditya tidak mungkin datang membawa bukti palsu.

"Ingatkah anda Bapak Reza yang terhormat jika pernah mengingatkan saya agar jangan seperti seorang maling teriak maling? Dan disini dapat dibuktikan siapa maling sebenarnya!" ucap Rayya dengan menatap Reza dengan seringai tipis.

Reza mengepalkan kedua tangannya, hal ini sangat memalukan baginya. Dia semakin tidak terima dengan apa yang Rayya ucapkan.

"Baik, harap tenang! Untuk penggugat dan tergugat harap duduk kembali dan tenang!" tegas Hakim mempersilahkan Rayya dan Reza untuk duduk. Keduanya pun duduk dengan berusaha untuk kembali kooperatif dalam mengikuti proses persidangan.

"Setelah melihat bukti-bukti dan keaslian dari bukti yang telah diberikan. Kami menyatakan jika saudara Reza dan saudari Rayya resmi bercerai!" Ketukan palu menjadi tanda sahnya perceraian Reza dan Rayya. Itu juga yang mengakhiri persidangan banding hari ini.

Rayya bernafas lega, perceraian telah ia tuntaskan tinggal melangkah lagi untuk mengambil semua miliknya serta milik sang Papah yang harus dia kembalikan.

Untuk harta gono gini tidak menjadi persoalan bagi Rayya karena selama menikah Reza tidak membeli aset satu pun untuk mereka berdua. Semua fasilitas milik Rayya pribadi serta milik orang tuanya. Reza hanya numpang hidup tapi tak bisa bersyukur.

Rayya menjabat tangan pengacaranya dan Pak Prio. Beliau lebih dulu keluar karena ingin membahas kasus berikutnya. Kini saatnya Rayya mengucapkan terimakasih kepada pria yang telah menolongnya. Rayya akui Raditya matang dalam bertindak. Dia pria yang tegas dan smart.

"Terimakasih Bapak Raditya, karena anda saya bisa memenangkan perceraian ini." Rayya mengulurkan tangannya tetapi Raditya justru mengatupkan kedua tangan di depan dada. Rayya lupa jika Raditya adalah fotocopy dari sang Kakak, Regantara. Rayya segera menarik kembali tangannya dan menundukkan kepala.

"Sama-sama Bu Rayya, saya hanya perantara dari takdir hidup Bu Rayya yang telah digariskan oleh Allah," ucap Raditya kalem.

Rayya menganggukkan kepalanya, dia menoleh ke arah Raditya yang terlihat lelah. "Bagaimana bisa anda mendapatkan bukti itu semua?" tanya Rayya dengan penasaran tetapi Raditya hanya tersenyum tanpa melihatnya.

"Anda sungguh misterius, tapi saya beruntung mengenal anda!"

"Jangan menjadikan hal ini sesuatu alasan anda mengagumi saya, karena sejatinya saya hanya manusia biasa yang diberi amanah dari Tuhan untuk menolong sesama."

Rayya menganggukkan kepala dan segera beranjak dari sana tetapi tiba-tiba tarikan tangan seseorang di lengannya membuat Rayya tersentak. Reza yang tidak terima menghampiri Rayya dengan mata penuh kekesalan. Pria itu benar-benar tidak percaya dengan bukti yang sudah ada dan sangat kecewa karena bandingnya dinyatakan kalah.

"Puas kamu Rayya! Puas kamu telah mempermalukan aku! Puas kamu telah memberikan bukti palsu!" sentak Reza, sedangkan Bu Hanum hanya diam menangis meratapi nasib putranya. Beliau tidak menyangka jika sang putra lah yang tidak bisa memiliki anak.

"Tidak ada yang palsu! Hakim pun telah mengecek keaslian dari surat itu." Rayya tersenyum meliring menatap mantan suaminya. "Terima nasib saja, Mas. Ini semua akibat kamu mendzalimi aku dan tidak bersyukur memiliki aku!"

"Diam kamu Rayya! Aku tidak percaya dengan semua bukti yang kamu berikan. Melakukan tes kesuburan ada prosedurnya, dapat dari mana kamu?" sahut Reza dengan emosi yang menggebu. Pria itu menoleh ke arah Raditya yang berdiri di belakang Rayya. "Dan kamu, jangan lancang! Anda hanya orang baru, tidak pantas menjadi saksi dan berani melawan saya! Saya tau semua yang kamu berikan tidaklah benar! Kamu menyukai Rayya dan ingin menggeser posisi saya, iya kan!"

Raditya tersenyum kalem, dia mengambil ponselnya di dalam saku kemeja dan menghubungi seseorang.

"Masuklah!" ucap Raditya kemudian kembali memasukkan ponselnya kedalam saku kemeja dan menoleh ke arah pintu.

Arah mata Raditya diikuti dengan oleh Reza dan Rayya. Keduanya nampak tercengang melihat siapa orang yang datang.

"Benar kata anda, semua butuh prosedur dan saya membutuhkan sesuatu untuk mengecek kesuburan anda. Tapi jangan lupa, jika ada orang yang mau memberikan apa yang saya butuhkan untuk saya bawa ke Dokter Andrologi."

Terpopuler

Comments

Ita rahmawati

Ita rahmawati

raditya dong jagoannya

2024-09-30

0

Budi Paryanti

Budi Paryanti

waw waw....bravo buat raditya.....semua bukti mampu dia berikan dan itu yg membuat dia telat datang ke persidangan karna mencari bukti tuk memenangkan kasus rayya karna dia tau rayya tak cukup memiliki bukti yg bakal di butuhkan 👍🏻👍🏻👍🏻

2024-04-05

1

Ratu Fadira

Ratu Fadira

kaya nya sdh ketemu benang merahnya setelah baca di bab ini, seprtinya perempuan yg mau ditaarufin sm radit itu raya sendiri tp raya milih nikah sm reza, tp raya blm pernah ktm radit. kayanya radit ini tmnnya abgnya raya krn sm² alim

2024-02-02

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!