Penuh dengan Kejutan

Jumat sore sepulang sekolah Bu Merry menjemput Lily seperti biasa.

“Lily mau ikut bimbel atau langsung pulang aja nih?” Tanya Bu Merry

“Bimbel aja deh bu biar nggak ketinggalan pelajaran lagian disana Aku cuma duduk aja kok sambil dengerin materi.” Jawab Lily.

“Oke, ini buahnya dimakan ya, jusnya diminum kalau nggak habis nanti dibawa ke tempat bimbel.” Ucap Bu Merry sambil menunjuk kotak makan dan tempat minum di samping bangku kemudi.

Bu Merry sengaja menyiapkan jus alpukat dan buah potong untuk Lily agar Lily tidak dalam perut kosong mengikuti pelajaran. Tentu sakitnya Lily kemarin membuat Bu Merry lebih memperhatikan asupan gizi putrinya. Apalagi sebentar lagi Lily akan mengikuti ujian kelulusan dan penerimaan Universitas. Lily meraihnya dan menghabiskan bekal yang di bawa oleh Ibunya di perjalanan menuju tempat bimbel.

“Makasih Ibu.” Lily mencium telapak tangan Ibunya untuk berpamitan masuk ke tempat bimbel.

Lily langsung bergegas ke ruangan kelasnya untuk melihat apakah Rayyan ada disana atau tidak. Dan benar saja Rayyan, Dito, Caesa, dan Messi sudah berada di dalam. Anehnya mereka memainkan sebuah gitar dan menyanyikan sebuah lagu ketika Lily masuk. Lily mematung di depan pintu kelas yang dalam keadaan terbuka.

***

Flashback On

Di dalam ruangan kelas bersama Dito dan Caesa, Rayyan berulang kali menyanyikan lagu ciptaannya. Messi yang memasuki kelas pun tertawa melihat kebucinan temannya itu.

“Eh Bang Messi ngagetin aja.” Sambil tos persahabatan ala mereka, diikuti oleh Dito dan Caesa.

“Mau ngapain sih kalian di tempat bimbel?” Tanya Messi sambil menggeleng-gelengkan kepala.

“Rayyan mau bikin penyambutan buat Lily.” Ucap Caesa.

“Udah Kamu nanti ikutan aja sambil ketuk-ketuk meja.” Pinta Rayyan.

Messi menyetujui dan bergabung dengan latihan. Messi yang awalnya tidak mengetahui lagunya hanya mengikuti ritmenya dan membuat ketukan di atas meja. Sampai Caesa melihat ada seseorang yang akan memasuki ruangan, tidak lain orang itu adalah Lily. Mereka menghentikan latihannya dan bersiap.

Flashback Off

***

Lily menonton pertunjukan mereka sambil menikmati lagunya, disusul oleh Julia yang berdiri di belakang Lily.

“Mereka lagi latihan konser ya?” Tanya Julia.

Lily mengisyaratkan dengan jari agar Julia diam dulu. Setelah lagu selesai dinyanyikan, Julia baru mengerti bahwa lagu itu khusus dibuat untuk Lily.

“Itu tadi lagu buat Kamu toh Ly?” Ucap Julia sambil memegang Lily yang tadi ada di depannya tapi sudah tidak ada lagi.

Lily menghampiri Rayyan dan memeluknya. Sedangkan Dito, Caesa, dan Messi menutup matanya sambil sedikit mengintip. Julia yang melihat itu hanya menganga.

“Dikit lagi..” Ucapan Caesa merusak suasana.

Rayyan melepaskan pelukannya dan menoyor kepala Caesa. Sedangkan Lily menghampiri Julia yang menganga dan memeluk sahabatnya itu.

“Sweet banget jul, Aku melting.” Bisik Lily ke telinga Julia tak didengar oleh yang lain.

“Jangan peluk-peluk ih Lily.” Sambil mendorong Lily.

“Makasih ya R buat lagunya.” Ucap Lily sambil mengembangkan senyum manisnya.

“Makasih juga dong buat Dito, Caesa, dan Messi yang udah bantuin Aku bikin surprise buat Kamu.” Ucap Rayyan.

“Makasih ya semuanya, lagunya bagus.” Ucap Lily.

“Huekk.” Julia mengejek.

“Bah.. Si Julia sampai gumoh ni. Yukkk nyanyiin lagi.” Ucap Caesa.

Dito memetik gitarnya untuk memulai lagu namun berhenti melihat dua gadis cantik memasuki ruangan. Dua gadis itu adalah Ivana dan Jovanka. Keduanya hanya melirik Julia dan Lily dengan auranya yang sombong. Begitulah cara mereka menyapa orang yang mereka kenal dengan hanya meliriknya. Dito pun meminta Lily untuk dikenalkan dengan keduanya.

“Oiya, ini Ivana dan Jovanka dari sekolah Aku. Ivana, Jovanka kenalin ini Messi, Rayyan, Dito dan Caesa dari SMA XZ.” Lily memperkenalkan sahabatnya.

“Oh..” Jawab Ivana dan Jovanka singkat dan kompak.

“Salam kenal, Aku Dito dari SMA XZ.” Ucap Dito sambil mengulurkan tangannya ke Jovanka.

“Anthony, pacar Jovanka.” Seseorang menarik uluran tangan Dito dengan suara bass dan auranya yang dingin.

“Astaga.. ngagetin aja kayak dedemit.” Gumam Dito melihat Anthony yang tampan namun sangat dingin.

Sementara di depan pintu terdapat seorang anak laki-laki berkaca mata memperhatikan ruangan untuk mencari tempat duduk. Tampak tidak ada satu orang pun yang Ia kenali di ruangan itu.

“Nyari siapa ya? Nggak salah kelas kan?” Tanya Caesa.

“Nyari tempat duduk.” Ucap anak itu.

“Nih tempat Aku aja.” Rayyan yang berbadan tinggi pindah ke paling belakang mempersilahkan anak itu menduduki kursinya.

“Makasih.” Ucap anak itu pelan.

“Sama-sama. Aku Rayyan dari SMA XZ. Kamu?” Tanya Rayyan.

“Benjamin dari SMA 1, panggil aja Ben.” Jawab anak itu singkat.

Rayyan pun memperkenalkan kepada Ben satu per satu nama dan asal sekolah anak-anak di kelasnya. Ben hanya mengangguk tanpa banyak berbicara. Ben tidak banyak berbicara bukan karena sombong tapi memang sudah menjadi pembawaannya yang irit berbicara. Namun Ia masih tersenyum ramah dengan teman-teman sekelasnya.

Bimbel berlangsung selama dua jam. Kelas yang sudah dipenuhi oleh sepuluh siswa itu seakan terbagi menjadi empat dunia. Lily-Julia yang sering beradu pendapat dengan guru mereka, Ivana-Jovanka-Anthony yang hanya diskusi bertiga, Rayyan-Dito-Caesa yang membuat onar, dan Messi-Ben yang sangat tenang sehingga hanya menjadi pendengar. Selesai kelas Ivana, Jovanka, dan Anthony langsung melengos meninggalkan kelas tanpa berpamitan dengan yang lain. Disusul dengan Ben yang melemparkan senyuman ke teman-temannya saat berpamitan.

“Astaga sombong amat sih yang tiga tadi.” Ucap Dito.

“Mereka memang begitu nggak banyak berinteraksi sama orang luar, ngajak ngobrol kalau ada maunya aja, dan mereka itu top three loh di kelas Aku.” Ucap Julia.

“Tapi Kita top three disini jangan sampai mereka bisa menggeser posisi Kita. Kalau perlu, kalian ambil posisi mereka di sekolah.” Ucap Rayyan dengan penuh ambisi.

“Begitu syulit..” Ucap Julia lagi.

“Yukk Kita coba dulu aja Jul, kalaupun sulit Kita pasti bisa yang penting mau usaha.” Lily memberi semangat.

“Yukk bisa yukk.. Semangatt!!” Julia berubah 180 derajat.

“Walaupun Aku bukan top three tapi Aku dukung kalian ajalah daripada dukung yang modelan mereka sombong begitu.” Ucap Dito.

“Yaudah jangan lupa besok Kita belajar bareng lagi ya.” Ajak Rayyan.

“Si siapa tadi yang diem aja itu nggak diajak? Kasian nggak ada temen satu sekolahnya.” Tanya Caesa

“Yaudah ajakin aja kalau mau, tanya kontaknya sama Mbak Maya.” Ucap Julia.

“Nggak usah lah, Kita aja berenam.” Larang Dito melihat Julia yang begitu bersemangat.

“Jangan gitu dong to, anaknya loh tadi ramah. Memang pendiam aja.” Ucap Lily.

“Dito jahat banget sih sama anak baru.” Caesa ikut mengompori.

“Yaudah terserah kalian aja deh.” Ucap Dito.

“Oke nanti biar Aku yang urus.” Rayyan mengakhiri perdebatan.

Lily dan Julia pulang lebih dulu setelah berpamitan. Sedangkan Rayyan dan ketiga temannya ke tempat Mbak Maya dan meminta kontak Benjamin. Saat itu juga, Rayyan mengirimkan pesan kepada Ben memberi tahu bahwa mereka berencana belajar tambahan di tempat bimbel esok hari. Tak lupa Rayyan mengajak Ben untuk bergabung. Pesan itu dibalas dengan singkat setelah menjelang malam. Benjamin setuju dan akan bergabung sepulang sekolah.

Episodes
1 Liony Sadewa
2 Log in
3 Pertemuan pertama
4 Menyatakan Perasaan
5 Menghilangkan barang bukti
6 Modus
7 Ciuman pertama
8 Ketahuan
9 Peringkat Pertama
10 Menjenguk Lily
11 Hanya Dianggap Teman
12 Tips-tips berciuman
13 Misi Membuat Lily Tersenyum
14 Lagu untuk Lily
15 Penuh dengan Kejutan
16 Tantangan yang Dirahasiakan
17 Gawat
18 Kerja Keras
19 Terjebak
20 Putus atau Terus?
21 Maaf
22 Ketahuan
23 Triple Date
24 Janji
25 Dikerjai Balik
26 Malam Tahun Baru
27 Bergabung
28 Biar saja
29 Cinta yang Tak Terbalas
30 Menentukan Pilihan
31 Ada Maunya
32 Khawatir
33 Pajak Jadian
34 Jalur Prestasi
35 Tidak Bersemangat
36 Buku Catatan
37 Hilang Kabar
38 Berpisah
39 That’s what friends are for
40 Pria Jenius
41 Bertemu lagi
42 Bukit Bintang
43 Salah Sangka
44 Makan Malam Darurat
45 Pagi Ceria
46 Hari Pertama Kampus
47 Pawang Singa
48 Kena Hukuman
49 Pacar Pura-Pura
50 Klarifikasi
51 Tinggal bersama?
52 Banyak Kesamaan
53 Malam Pelantikan
54 Bertemu Mantan
55 Temani Aku
56 Siomay Depan Kampus
57 Dingin ke Wanita Lain
58 Siapa Dia?
59 Thanks for today
60 Pengakuan
61 Petjaahh!
62 Singa Lapar
63 Pemaparan Visi Misi
64 Bungkusss!
65 Panas Hati
66 Gara-Gara Mantan
67 Akun Mencurigakan
68 Dinner Sederhana tapi Romantis
69 Beda Nasib
70 Tantangan Satu Juta Like
71 On The Way
72 Mengejar Lily
73 Pemeran Pengganti
74 Hilang dan Kembali
75 Menahan Diri
76 Rapat Internal
77 Lawan yang Sepadan
78 Adegan Cinderella
79 Strategi PDKT
80 Kecelakaan Kecil
81 Menguak Fakta
82 Sweet Treats
83 Memecahkan Tantangan
84 Gelang Pintar
85 Penyelamat
86 Ajakan Ngopi
87 Makrab (1)
88 Makrab (2)
89 Insiden Kecil
90 Hunting Foto
91 Pak Robbin
92 Anniversary Bohongan
93 Pasar Malam
94 Jadi Kita ini Apa?
95 Penutup
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Liony Sadewa
2
Log in
3
Pertemuan pertama
4
Menyatakan Perasaan
5
Menghilangkan barang bukti
6
Modus
7
Ciuman pertama
8
Ketahuan
9
Peringkat Pertama
10
Menjenguk Lily
11
Hanya Dianggap Teman
12
Tips-tips berciuman
13
Misi Membuat Lily Tersenyum
14
Lagu untuk Lily
15
Penuh dengan Kejutan
16
Tantangan yang Dirahasiakan
17
Gawat
18
Kerja Keras
19
Terjebak
20
Putus atau Terus?
21
Maaf
22
Ketahuan
23
Triple Date
24
Janji
25
Dikerjai Balik
26
Malam Tahun Baru
27
Bergabung
28
Biar saja
29
Cinta yang Tak Terbalas
30
Menentukan Pilihan
31
Ada Maunya
32
Khawatir
33
Pajak Jadian
34
Jalur Prestasi
35
Tidak Bersemangat
36
Buku Catatan
37
Hilang Kabar
38
Berpisah
39
That’s what friends are for
40
Pria Jenius
41
Bertemu lagi
42
Bukit Bintang
43
Salah Sangka
44
Makan Malam Darurat
45
Pagi Ceria
46
Hari Pertama Kampus
47
Pawang Singa
48
Kena Hukuman
49
Pacar Pura-Pura
50
Klarifikasi
51
Tinggal bersama?
52
Banyak Kesamaan
53
Malam Pelantikan
54
Bertemu Mantan
55
Temani Aku
56
Siomay Depan Kampus
57
Dingin ke Wanita Lain
58
Siapa Dia?
59
Thanks for today
60
Pengakuan
61
Petjaahh!
62
Singa Lapar
63
Pemaparan Visi Misi
64
Bungkusss!
65
Panas Hati
66
Gara-Gara Mantan
67
Akun Mencurigakan
68
Dinner Sederhana tapi Romantis
69
Beda Nasib
70
Tantangan Satu Juta Like
71
On The Way
72
Mengejar Lily
73
Pemeran Pengganti
74
Hilang dan Kembali
75
Menahan Diri
76
Rapat Internal
77
Lawan yang Sepadan
78
Adegan Cinderella
79
Strategi PDKT
80
Kecelakaan Kecil
81
Menguak Fakta
82
Sweet Treats
83
Memecahkan Tantangan
84
Gelang Pintar
85
Penyelamat
86
Ajakan Ngopi
87
Makrab (1)
88
Makrab (2)
89
Insiden Kecil
90
Hunting Foto
91
Pak Robbin
92
Anniversary Bohongan
93
Pasar Malam
94
Jadi Kita ini Apa?
95
Penutup

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!