Putus atau Terus?

“Ini rumah Aku, nanti kalau Kita sudah nikah Kita akan tinggal disini.” Ucap Rayyan sambil menunjukkan ruangan-ruangan di rumahnya kepada Lily.

“Masih lama kali R, paling cepat juga setelah lulus kuliah.” Jawab Lily realistis.

“Tapi beneran Lio mau nikahnya sama Aku aja kan?” Tanya Rayyan sambil mendekatkan dirinya ke arah Lily.

Lily yang terkaget reflek bergerak mundur dan mendorong pintu di belakangnya hingga pintu terbuka. Melihat kekasihnya yang hampir terjatuh, Rayyan segera meraih Lily melindungi terutama pada bagian belakang kepala Lily dengan tangannya. Tanpa disengaja Rayyan malah ikut terjatuh menimpa badan Lily. Wajah mereka saling berpapasan, bahkan Rayyan bisa merasakan hembusan nafas dan detak jantung Lily yang seperti orang sedang berlarian. Lily memejamkan matanya karena kaget.

Di dalam hatinya, Rayyan ingin sekali mecium kekasihnya itu namun Ia melihat wajah kekasihnya yang tampak terkejut. Ia pun langsung membantu Lily berdiri dan duduk di tepi kasur. Ruangan yang tidak sengaja Lily masuki ternyata adalah kamar Rayyan.

Lily dapat melihat ke sekelilingnya. Ruangan yang terdapat foto-foto Rayyan dari masih kecil. Terdapat juga sebuah gitar yang Lily tidak mengetahui jika Rayyan bisa memainkannya. Banyak buku yang tersusun rapi di rak yang menempel di dindingnya. Sementara di meja belajar terdapat sebuah laptop yang terbuka tapi tidak menyala.

“Nah.. ini buku yang Aku cari.” Ucap Rayyan sambil berjalan ke arah Lily.

Bruukkk..

Rayyan tersandung kabel yang tertempel pada laptop dan lagi-lagi jatuh menimpa Lily. Lily kembali terkejut melihat Rayyan hendak terjatuh ke arahnya. Ia pun berusaha menahan Rayyan namun karena tubuh Rayyan lebih besar darinya Ia pun malah tertimpa tubuh Rayyan. Rayyan kemudian memeluk Lily erat-erat. Membuat Lily merasa aman berada di dalam pelukan Rayyan. Lily dapat menghirup aroma parfum khas dari tubuh Rayyan yang menenangkan. Lily yang sudah lebih tenang memejamkan matanya.

Tiba-tiba Rayyan menyambar bibir kekasihnya tanpa aba-aba. Lily seketika mematung dan tidak bisa berkutik ketika Rayyan menciumi bibirnya. Setelah sadar dengan apa yang Rayyan lakukan mata Lily terbelalak dan langsung melepaskan ciuman itu.

“Bisakah kita menghentikan ini?” Tanya Lily kepada Rayyan.

Rayyan merasa bersalah telah melakukan itu kepada Lily. Ia pun tertunduk.

“Bisakah Kamu menahannya lebih lama lagi?” Lily mengucapkan kata demi kata dengan suara yang bergetar.

Lily merasa shock dengan apa yang terjadi barusan. Kemudian Ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, air mata pun mengalir dari kedua netranya. Rayyan berusaha memeluk Lily untuk menenangkan tangisnya namun ditepis oleh Lily.

“Aku mau pulang!” Ucap Lily.

“Kita nggak bisa pulang kalau Kamu terus menangis seperti ini. Tolong berhentilah menangis, Aku tahu Aku salah. Maafin Aku ya Lio, jangan marah sama Aku. Jangan ninggalin Aku.” Mohon Rayyan sambil bersimpuh di kaki Lily.

“Rayyan tolong jangan seperti ini, Aku benar-benar nggak tahu harus gimana sekarang. Aku butuh waktu sendiri dulu.” Ucap Lily yang berusaha tegar.

Lily setuju menghapus air mata di wajahnya. Rayyan pun mengantar Lily kembali ke tempat bimbel. Di perjalanan mereka tidak saling berbicara. Rayyan takut memulai pembicaraan sedangkan Lily masih kecewa dengan yang Rayyan Lakukan.

Sampai di tempat bimbel, Dito dan Caesa menanyakan keadaan Messi. Sedangkan Lily buru-buru mengajak Julia meninggalkan tempat itu. Julia menyadari ada sesuatu di antara sahabatnya dengan Rayyan. Julia hanya menuruti ajakan Lily dan mengemasi barang-barangnya.

Di saat yang sama Dito dan Caesa menyadari wajah Rayyan yang terlihat kusut. Ditambah Lily yang biasanya berpamitan dengan sangat manis kepada Rayyan sebelum meninggalkan tempat bimbel saat ini tiba-tiba acuh. Dito dan Caesa ikut berkemas. Mereka meninggalkan Ben yang masih duduk dengan bukunya.

Di perjalanan pulang, Lily dan Julia saling diam. Julia memberikan waktu kepada sahabatnya yang sedang fokus menyetir sambil sesekali terisak itu. Sedangkan Rayyan langsung menceritakan kejadiannya kepada Dito dan Caesa.

“Ray, Kalau Lily belum mau ya jangan dipaksa. Pantas aja Lily ngambek.” Ujar Caesa.

“Kamu kan tahu Lily nggak pernah pacaran, mana pernah kayak gitu? Asal nyosor aja sih” Tambah Dito

Semua memojokkon Rayyan.

“Terus Aku harus gimana? Aku nyesel banget udah bikin Lily sedih.” Rayyan menyesal.

“Udah nggak bisa diapa-apain lagi kalau nasi udah berubah menjadi bubur. Kacau!” Ucap Dito yang kesal dengan perilaku sahabatnya.

“Kamu sebaiknya turutin apa mau Lily, kasih waktu Lily dulu untuk sendiri, kalau dia sudah membaik, sudah bisa diajak berbicara baru Kamu minta maaf lagi ke dia.” Saran Caesa yang berusaha menjadi penengah.

Sementara di dalam mobil Lily yang sudah berhenti di depan rumah Julia, kedua sahabat itu masih saling diam. Julia enggan keluar dari mobil melihat kondisi sahabatnya yang cukup kacau.

“Kamu nggak turun? Udah sampai nih?” Tanya Lily yang masih tertunduk.

“Aku nggak bisa ninggalin Kamu dalam kondisi kayak gini Ly.. Cerita..” Pinta Julia.

“Enggak perlu Jul.” Jawab Lily.

“Yaudah Aku bakal tetap duduk disini sampai Kamu mau cerita.” Ucap Julia.

Lily terharu mendengar ucapan Julia lalu memeluknya sambil menangis. Tangisnya justru semakin pecah kala Ia berusaha mengeluarkan unek-uneknya. Julia mengusap-usap punggung Lily agar lebih tenang.

“Keluarin Ly semua unek-unek Kamu. Ada Aku yang siap dengerin Kamu.” Ucap Julia.

“Ra.. Rayyan..” Ucap Lily terbata-bata.

“Iya, Rayyan kenapa Lily?” Tanya Julia.

Lily menceritakan semua yang terjadi kepada Julia sambil terisak. Julia diam tidak menanggapi. Padahal di dalam hatinya Ia juga merasa kesal sampai ke ubun-unun. Ia ingin sekali memukuli Rayyan karena membuat sahabatnya sedih.

“Udah Lily tenang, ada Aku. Aku bakal jagain Kamu dari Rayyan di tempat bimbel. Sekarang Kamu cuci muka dulu ya biar nggak ketahuan habis nangis, jangan sampai Tante Merry tahu apa yang terjadi hari ini. Kalau dia tahu dia akan nambah menyalahkan Kamu dan bikin Kamu semakin sedih. Sekarang kita fokus kejar mimpi kita aja ya.” Ucap Julia menenangkan Lily.

Lily mengangguk menuruti ucapan Julia.

“Aku buatin teh dulu ya.” Ucap Julia kepada Lily yang sedang membasuh wajahnya.

Lily memutuskan untuk menenangkan dirinya dengan beristirahat di rumah Julia sebentar. Selesai membuatkan teh, Julia keluar dengan beberapa toples camilan.

“Nih biasanya kalau lagi banyak pikiran Aku suka ngeteh sambil makan yang manis-manis, cobain deh.” Ucap Julia sambil membukakan setoples coklat untuk Lily.

“Makasih ya Jul udah dengerin Aku.” Ucap Lily disambut dengan anggukan kepala Julia.

“Terus rencana Kamu gimana sama Rayyan Ly?” Tanya Julia.

“Aku juga nggak tahu jul, menurut Kamu gimana?” Tanya Lily.

“Kalau menurutku ya kalau Kamu nggak nyaman mending putusin aja Ly, kalau Kamu maafin kali ini tidak menutup kemungkinan Dia akan mengulanginya lagi bahkan bisa melakukan hal-hal yang lebih.” Ucapan Julia membuat Lily termenung.

“Sebenernya balik lagi ke orangnya sih, kalau dia menyesal dia nggak akan mengulanginya tapi kalau tiba-tiba kena godaan setan ya nggak ada yang tahu.” Lanjut Julia.

“Hmm.. Tapi kalau dari sudut pandangku yang lain sebenernya ciuman itu hal yang wajar dilakukan oleh sepasang kekasih tapiii… harus atas dasar mau sama mau.. hehe.. Coba ikutin kata hati Kamu deh Ly. Kamu masih ingin mempertahankan hubunganmu sama Rayyan atau pengen udahan aja?” Tambah Julia lagi.

Lily bingung, Ia tidak ingin hubungannya dengan Rayyan berakhir. Tapi Ia juga tidak ingin hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada dirinya. Serta mendengar kalimat Julia yang terakhir Ia juga dibuat harus berpikir berulang-ulang.

“Aku nggak pengen putus Jul tapi Aku juga nggak pengen ada kejadian lagi kayak tadi. Aku belum siap.” Lily merespon.

“Atau kalian break up aja dulu, jaga jarak, saling introspeksi diri. Memulihkan hati kalian terutama Kamu Ly. Setelah semua lebih baik dan Kamu yakin Rayyan benar-benar tidak akan mengulanginya, Kamu bisa kembali lagi sama dia.”

“Sekarang Aku belum bisa ngobrol dan ketemu sama dia.” Ucap Lily

“Kita masuk sekolah satu minggu lagi, mendingan Kamu nikmatin sisa liburannya dulu.” Saran Julia.

“Terus Kamu gimana?” Tanya Lily.

Episodes
1 Liony Sadewa
2 Log in
3 Pertemuan pertama
4 Menyatakan Perasaan
5 Menghilangkan barang bukti
6 Modus
7 Ciuman pertama
8 Ketahuan
9 Peringkat Pertama
10 Menjenguk Lily
11 Hanya Dianggap Teman
12 Tips-tips berciuman
13 Misi Membuat Lily Tersenyum
14 Lagu untuk Lily
15 Penuh dengan Kejutan
16 Tantangan yang Dirahasiakan
17 Gawat
18 Kerja Keras
19 Terjebak
20 Putus atau Terus?
21 Maaf
22 Ketahuan
23 Triple Date
24 Janji
25 Dikerjai Balik
26 Malam Tahun Baru
27 Bergabung
28 Biar saja
29 Cinta yang Tak Terbalas
30 Menentukan Pilihan
31 Ada Maunya
32 Khawatir
33 Pajak Jadian
34 Jalur Prestasi
35 Tidak Bersemangat
36 Buku Catatan
37 Hilang Kabar
38 Berpisah
39 That’s what friends are for
40 Pria Jenius
41 Bertemu lagi
42 Bukit Bintang
43 Salah Sangka
44 Makan Malam Darurat
45 Pagi Ceria
46 Hari Pertama Kampus
47 Pawang Singa
48 Kena Hukuman
49 Pacar Pura-Pura
50 Klarifikasi
51 Tinggal bersama?
52 Banyak Kesamaan
53 Malam Pelantikan
54 Bertemu Mantan
55 Temani Aku
56 Siomay Depan Kampus
57 Dingin ke Wanita Lain
58 Siapa Dia?
59 Thanks for today
60 Pengakuan
61 Petjaahh!
62 Singa Lapar
63 Pemaparan Visi Misi
64 Bungkusss!
65 Panas Hati
66 Gara-Gara Mantan
67 Akun Mencurigakan
68 Dinner Sederhana tapi Romantis
69 Beda Nasib
70 Tantangan Satu Juta Like
71 On The Way
72 Mengejar Lily
73 Pemeran Pengganti
74 Hilang dan Kembali
75 Menahan Diri
76 Rapat Internal
77 Lawan yang Sepadan
78 Adegan Cinderella
79 Strategi PDKT
80 Kecelakaan Kecil
81 Menguak Fakta
82 Sweet Treats
83 Memecahkan Tantangan
84 Gelang Pintar
85 Penyelamat
86 Ajakan Ngopi
87 Makrab (1)
88 Makrab (2)
89 Insiden Kecil
90 Hunting Foto
91 Pak Robbin
92 Anniversary Bohongan
93 Pasar Malam
94 Jadi Kita ini Apa?
95 Penutup
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Liony Sadewa
2
Log in
3
Pertemuan pertama
4
Menyatakan Perasaan
5
Menghilangkan barang bukti
6
Modus
7
Ciuman pertama
8
Ketahuan
9
Peringkat Pertama
10
Menjenguk Lily
11
Hanya Dianggap Teman
12
Tips-tips berciuman
13
Misi Membuat Lily Tersenyum
14
Lagu untuk Lily
15
Penuh dengan Kejutan
16
Tantangan yang Dirahasiakan
17
Gawat
18
Kerja Keras
19
Terjebak
20
Putus atau Terus?
21
Maaf
22
Ketahuan
23
Triple Date
24
Janji
25
Dikerjai Balik
26
Malam Tahun Baru
27
Bergabung
28
Biar saja
29
Cinta yang Tak Terbalas
30
Menentukan Pilihan
31
Ada Maunya
32
Khawatir
33
Pajak Jadian
34
Jalur Prestasi
35
Tidak Bersemangat
36
Buku Catatan
37
Hilang Kabar
38
Berpisah
39
That’s what friends are for
40
Pria Jenius
41
Bertemu lagi
42
Bukit Bintang
43
Salah Sangka
44
Makan Malam Darurat
45
Pagi Ceria
46
Hari Pertama Kampus
47
Pawang Singa
48
Kena Hukuman
49
Pacar Pura-Pura
50
Klarifikasi
51
Tinggal bersama?
52
Banyak Kesamaan
53
Malam Pelantikan
54
Bertemu Mantan
55
Temani Aku
56
Siomay Depan Kampus
57
Dingin ke Wanita Lain
58
Siapa Dia?
59
Thanks for today
60
Pengakuan
61
Petjaahh!
62
Singa Lapar
63
Pemaparan Visi Misi
64
Bungkusss!
65
Panas Hati
66
Gara-Gara Mantan
67
Akun Mencurigakan
68
Dinner Sederhana tapi Romantis
69
Beda Nasib
70
Tantangan Satu Juta Like
71
On The Way
72
Mengejar Lily
73
Pemeran Pengganti
74
Hilang dan Kembali
75
Menahan Diri
76
Rapat Internal
77
Lawan yang Sepadan
78
Adegan Cinderella
79
Strategi PDKT
80
Kecelakaan Kecil
81
Menguak Fakta
82
Sweet Treats
83
Memecahkan Tantangan
84
Gelang Pintar
85
Penyelamat
86
Ajakan Ngopi
87
Makrab (1)
88
Makrab (2)
89
Insiden Kecil
90
Hunting Foto
91
Pak Robbin
92
Anniversary Bohongan
93
Pasar Malam
94
Jadi Kita ini Apa?
95
Penutup

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!