Ciuman pertama

“Lily, hari ini Ibu dan Bapak pulang malam ada undangan Teman Kantor Bapak. Kamu pulang naik ojek online ya. Jangan lupa makan.” Chat masuk dari Ibu Lily.

Rayyan yang juga ikut membacanya pun merasa mendapatkan kesempatan untuk mengantar Lily pulang. Ia pun menawarkan diri ke Lily namun Lily menolaknya karena merasa tidak enak. Setelah sedikit memaksa dan meyakinkan Lily bahwa mereka tidak akan ketahuan, Lily pun menerima tawaran Rayyan. Rayyan meyakinkan Lily kalau Ia akan benar-benar langsung mengantarkan Lily pulang ke rumah.

Jam satu siang hingga jam tiga sore mereka mulai melaksanakan try out. Pengawasan benar-benar ketat dibuat seolah-olah berada dalam ujian sesungguhnya. Para peserta dibuat kesulitan karena belum semua materi dipelajari di dalam kelas. Selesai try out, teman-teman sekelas Lily dan Rayyan berkumpul. Mereka berbincang sebentar sebelum berpamitan pulang.

“Rayyan, jagain Lily ya, jangan dibawa kabur.” Julia mengingat Rayyan.

Lily pun melambaikan tangannya kepada Julia saat mobil mereka meninggalkan tempat bimbel itu. Lily memberi tahukan arah jalan ke rumahnya kepada Rayyan. Sesekali Rayyan mengelus pipi dan menatapi wajah kekasihnya yang sangat manis itu. Lily menikmati sentuhan-sentuhan Rayyan lalu senyuman, membuat wajahnya semakin berseri dan Rayyan semakin dimabuk asmara.

Setelah sampai di depan rumah Lily, Rayyan tidak segera membuka kunci pintu mobilnya. Ia menatap lekat wajah Lily dan mendekatkan wajahnya ke wajah Lily. Tiba-tiba saja bibir Rayyan sudah menyentuh bibir Lily membuat Lily terkejut. Jantung Lily berpacu begitu cepat. Melihat Lily yang tampak takut Rayyan pun menghentikan tindakannya.

“Maaf Lio.” Rayyan memelas

“R, maaf Aku belum siap.” Lily menundukkan kepalanya sedih.

Rayyan menggenggam tangan Lily. “Nggak apa-apa Aku ngerti kalau Kamu belum siap, jangan sedih gitu dong Lioku sayang. Aku sedih kalau Kamu sedih gitu. Maafin Aku ya sayang.” Rayyan mengecup kening Lily lalu memeluknya.

Lily pun membalas pelukan Rayyan.

Dalam pelukannya, Rayyan memohon agar Lily tidak meninggalkannya karena kekhilafannya. Lily mempererat pelukannya dengan Rayyan dan berjanji tidak akan meninggalkannya. Lily mengakui bahwa Ia tidak mengerti apa yang harus diperbuatnya.

Setelah keadaan lebih tenang, Lily meminta Rayyan membukakan kunci pintu mobilnya dan meminta Rayyan untuk segera pulang.

“Makasih ya R udah antar Aku pulang, Kamu hati-hati di jalan. Maaf baru ini yang bisa Aku kasih.” Lily mengecup pipi Rayyan dan segera meninggalkan Rayyan masuk ke dalam rumahnya.

Di dalam kamarnya, Lily menyentuh bibirnya yang telah mendapatkan sebuah ciuman pertama. “Apakah ini yang orang pacaran biasa lakukan? Sumpah Aku penasaran banget tapi Aku takut yang Kami lakukan akan menuntut Kami melakukan hal-hal di luar batas.” Ujar Lily dalam hati.

“Gimana kalau Rayyan tiba-tiba meninggalkan Aku karena terlalu kaku? Walaupun semua terjadi begitu cepat tapi Aku rasa Aku benar-benar menyukainya. Aku suka hal-hal tentang dia, cara dia memperlakukanku, manjanya dia yang hanya ditunjukkan kepadaku. Aku bisa menjadi diriku sendiri ketika hanya berdua dengannya. Apakah rasanya akan sama kalau dengan orang lain? Apakah orang lain bisa menerimaku apa adanya swperti Rayyan menerimaku?”

Semua pikiran itu membuat Lily pusing tujuh keliling. Lily pun merebahkan badannya di ranjang. Meletakkan semu masalah yang baru daja terjadi.

“Lily, Ibu dan Bapak sepertinya akan pulang besok. Teman Bapak ngajak Kami nginep di villa nya jadi akan pulang besok siang. Kamu bisa masak atau order makan online ya nak. Sudah di rumah kan?” Chat masuk dari Bu Merry saat Lily sudah memejamkan matanya sejenak. Lily yang terbangun karena risih dengan getaran ponselnya hanya mengiyakan namun Ia sedikit mengeluh.

“Coba aja Ibu bilang daritadi, Aku bisa pulang malam aja dari tempat bimbel. Belajar sama Julian, Rayyan, dan ketiga temannya.” Ucap Lily dalam hati.

“R, Aku sendirian nih di rumah. Sedih banget deh.” Lily mengirim pesan itu kepada Rayyan.

“Lio mau kalau Aku temenin? Mumpung malam minggu nih, Aku siap meluncur.” Balas Rayyan

“Enggak ah, Aku takut ketahuan.”

“Yaudah Aku temenin lewat video call ya sayang.”

Tidak berselang lama Lily menerima video call dari Rayyan. Lily menyandarkan handphonenya di dinding supaya Ia tetap bisa beraktivitas.

“Hai, sayang.. Kamu lagi masak?” Tanya Rayyan.

“Iya nih, lagi pengen masak soalnya Ibu sama Bapak nggak pulang malam ini.” Ucap Lily.

“Wah.. calon istri idaman nih bisa masak.”

“Masak sih bisa tapi rasanya nggak tahu yaa..” Lily tidak percaya diri.

“Kamu mau masak apa?” Tanya Rayyan lagi

“Aku lagi pengen fettucini alfredo nih.”

“Serius Kamu bisa masak itu? Itu makanan favorit Aku. Aku mau dong.”

“Iya nanti kalau udah jadi ya Aku kasih lihat.” Jawab Lily sambil memasukkan lada, garam, dan kaldu jamur.

“Yah.. Aku maunya beneran.” Rayyan mulai menunjukkan sikap manjanya.

Setelah memohon ke sang pacar, Lily pun mengiyakan untuk membuatkannya kapan-kapan. Lily juga menunjukkan hasil karyanya berupa sepiring Fettucini Alfredo buatannya.

Sampai Lily selesai menyantap hidangannya pun sambungan telepon tidak terputus. Rayyan ikut memesan nasi goreng yang lewat di depan rumahnya agar bisa menemani Lily makan.

Di sepanjang obrolan itu Rayyan dan Lily saling menceritakan tentang keluarga masing-masing. Lily adalah seorang anak Tunggal dengan dua orang tua yang lengkap sedangkan Rayyan merupakan anak tunggal yang hidup sendiri setelah neneknya meninggal. Papi dan Mami Rayyan berpisah ketika Rayyan berumur 3bulan. Sang Papi sudah hidup bahagia dengan keluarga baru dan jarang mengunjunginya sedangkan Maminya bekerja di Ibukota untuk mencukupi kebutuhan Rayyan dan dirinya sendiri.

Hidup sendiri membuat Rayyan tumbuh menjadi anak yang mandiri dan bertanggung jawab. Lily yang mendengar kisah hidup Rayyan menjadi sedih. Ia merasakan kesepian yang Rayyan alami. Ia semakin merasa bersalah ketika menolak ciuman Rayyan.

“R.. maafin Aku ya tadi tapi Aku bener-bener nggak ngerti cara ciuman. Apa kita harus melakukannya?” Ucap Lily dengan polos.

“Kalau boleh jujur Aku pengen tapi Aku takut bikin Kamu nggak nyaman. Aku penasaran gimana ngelakuinnya, Aku pengen ngelakuin itu sama Kamu setelah Kamu siap.”

“Gimana kalau Aku siapnya setelah Kita menikah?” Tanya Lily

“Kita nikah malam ini aja gimana?” Tanya Rayyan bercanda.

“Nggak mau! Aku masih pengen sekolah dan kuliah.” Jawaban Lily membuat Rayyan tertawa.

“Gimana kalau setelah masuk kuliah kita nikah?” Tanya Rayyan

“Orang tuaku nggak akan setuju.”

“Nanti tugas Aku ngeyakinin orang tua kamu biar bisa setuju.”

Mendengar perkataan Rayyan Lily yang sudah di kamar pun memeluk erat gulingnya.

“Awas gulingnya, jangan dipeluk-peluk. Peluk Aku aja.” Protes Rayyan

“Kamu nggak ada disini sih”

“Oke, Aku berangkat sekarang.”

Terpopuler

Comments

Sandy

Sandy

Suka banget sama ceritanya, thor pandai menulis!

2023-07-19

1

Kama

Kama

Seru banget!

2023-07-19

1

lihat semua
Episodes
1 Liony Sadewa
2 Log in
3 Pertemuan pertama
4 Menyatakan Perasaan
5 Menghilangkan barang bukti
6 Modus
7 Ciuman pertama
8 Ketahuan
9 Peringkat Pertama
10 Menjenguk Lily
11 Hanya Dianggap Teman
12 Tips-tips berciuman
13 Misi Membuat Lily Tersenyum
14 Lagu untuk Lily
15 Penuh dengan Kejutan
16 Tantangan yang Dirahasiakan
17 Gawat
18 Kerja Keras
19 Terjebak
20 Putus atau Terus?
21 Maaf
22 Ketahuan
23 Triple Date
24 Janji
25 Dikerjai Balik
26 Malam Tahun Baru
27 Bergabung
28 Biar saja
29 Cinta yang Tak Terbalas
30 Menentukan Pilihan
31 Ada Maunya
32 Khawatir
33 Pajak Jadian
34 Jalur Prestasi
35 Tidak Bersemangat
36 Buku Catatan
37 Hilang Kabar
38 Berpisah
39 That’s what friends are for
40 Pria Jenius
41 Bertemu lagi
42 Bukit Bintang
43 Salah Sangka
44 Makan Malam Darurat
45 Pagi Ceria
46 Hari Pertama Kampus
47 Pawang Singa
48 Kena Hukuman
49 Pacar Pura-Pura
50 Klarifikasi
51 Tinggal bersama?
52 Banyak Kesamaan
53 Malam Pelantikan
54 Bertemu Mantan
55 Temani Aku
56 Siomay Depan Kampus
57 Dingin ke Wanita Lain
58 Siapa Dia?
59 Thanks for today
60 Pengakuan
61 Petjaahh!
62 Singa Lapar
63 Pemaparan Visi Misi
64 Bungkusss!
65 Panas Hati
66 Gara-Gara Mantan
67 Akun Mencurigakan
68 Dinner Sederhana tapi Romantis
69 Beda Nasib
70 Tantangan Satu Juta Like
71 On The Way
72 Mengejar Lily
73 Pemeran Pengganti
74 Hilang dan Kembali
75 Menahan Diri
76 Rapat Internal
77 Lawan yang Sepadan
78 Adegan Cinderella
79 Strategi PDKT
80 Kecelakaan Kecil
81 Menguak Fakta
82 Sweet Treats
83 Memecahkan Tantangan
84 Gelang Pintar
85 Penyelamat
86 Ajakan Ngopi
87 Makrab (1)
88 Makrab (2)
89 Insiden Kecil
90 Hunting Foto
91 Pak Robbin
92 Anniversary Bohongan
93 Pasar Malam
94 Jadi Kita ini Apa?
95 Penutup
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Liony Sadewa
2
Log in
3
Pertemuan pertama
4
Menyatakan Perasaan
5
Menghilangkan barang bukti
6
Modus
7
Ciuman pertama
8
Ketahuan
9
Peringkat Pertama
10
Menjenguk Lily
11
Hanya Dianggap Teman
12
Tips-tips berciuman
13
Misi Membuat Lily Tersenyum
14
Lagu untuk Lily
15
Penuh dengan Kejutan
16
Tantangan yang Dirahasiakan
17
Gawat
18
Kerja Keras
19
Terjebak
20
Putus atau Terus?
21
Maaf
22
Ketahuan
23
Triple Date
24
Janji
25
Dikerjai Balik
26
Malam Tahun Baru
27
Bergabung
28
Biar saja
29
Cinta yang Tak Terbalas
30
Menentukan Pilihan
31
Ada Maunya
32
Khawatir
33
Pajak Jadian
34
Jalur Prestasi
35
Tidak Bersemangat
36
Buku Catatan
37
Hilang Kabar
38
Berpisah
39
That’s what friends are for
40
Pria Jenius
41
Bertemu lagi
42
Bukit Bintang
43
Salah Sangka
44
Makan Malam Darurat
45
Pagi Ceria
46
Hari Pertama Kampus
47
Pawang Singa
48
Kena Hukuman
49
Pacar Pura-Pura
50
Klarifikasi
51
Tinggal bersama?
52
Banyak Kesamaan
53
Malam Pelantikan
54
Bertemu Mantan
55
Temani Aku
56
Siomay Depan Kampus
57
Dingin ke Wanita Lain
58
Siapa Dia?
59
Thanks for today
60
Pengakuan
61
Petjaahh!
62
Singa Lapar
63
Pemaparan Visi Misi
64
Bungkusss!
65
Panas Hati
66
Gara-Gara Mantan
67
Akun Mencurigakan
68
Dinner Sederhana tapi Romantis
69
Beda Nasib
70
Tantangan Satu Juta Like
71
On The Way
72
Mengejar Lily
73
Pemeran Pengganti
74
Hilang dan Kembali
75
Menahan Diri
76
Rapat Internal
77
Lawan yang Sepadan
78
Adegan Cinderella
79
Strategi PDKT
80
Kecelakaan Kecil
81
Menguak Fakta
82
Sweet Treats
83
Memecahkan Tantangan
84
Gelang Pintar
85
Penyelamat
86
Ajakan Ngopi
87
Makrab (1)
88
Makrab (2)
89
Insiden Kecil
90
Hunting Foto
91
Pak Robbin
92
Anniversary Bohongan
93
Pasar Malam
94
Jadi Kita ini Apa?
95
Penutup

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!