Menjenguk Lily

Sampai di Rumah Sakit, Bu Merry membawa putrinya ke IGD agar segera mendapat penanganan. Bu Merry sangat khawatir karena putrinya mengalami demam, mual, dan mengeluhkan kepalanya yang terasa sangat berat. Dokter menanyai kronologi sampai kondisi Lily seperti ini. Bu Merry menceritakan tentang putrinya yang semalam tidak memakan makan malamnya dan kelelahan belajar. Dokter pun menanyai riwayat penyakit yang pernah dialami Lily dan mengambil darah Lily untuk diuji di Laboratorium.

Lily diberikan obat penurun demam dan disarankan untuk rawat inap agar dapat beristirahat. Setelah putrinya dan istrinya masuk ke ruang rawat inap, Pak Sadewa bergegas ke kantor. Ia juga meminta Bu Merry untuk mengabarkan perkembangan Lily apabila tes darah sudah keluar.

Di Kamar Rawat Inap, Bu Merry menghubungi Wali Kelas Lily untuk mengabarkan bahwa hari ini putrinya tidak dapat masuk sekolah. Surat keterangan dokter akan diserahkan setelah Putrinya kembali ke sekolah.

“Sakit apa Lily, Bu?” Tanya Bu Ratna.

“Ini masih dicek bu, belum keluar hasil lab nya. Mungkin kecapekan aja. Doakan semoga bisa segera sembuh dan kembali ke sekolah ya Bu supaya Lily tidak ketinggalan pelajaran.” Pinta Bu Merry.

“Enggak apa-apa Bu Merry, Lily anak yang cerdas pasti bisa mengejar ketertinggalannya. Nanti Lily bisa pinjam catatan Julia ya kalau sudah sehat. Sekarang Lily perbanyak istirahat dulu.” Ucap Bu Ratna.

Bu Ratna adalah wali kelas Lily dari kelas X di SMA. Bu Ratna masih muda dan belum berkeluarga sehingga mudah akrab dengan siswa-siswanya. Bu Ratna juga cukup perhatian sehingga tahu tentang Lily yang berusaha keras untuk dapat diterima di Universitas favorit.

Setelah menutup telepon dari Bu Merry, di jam istirahat Bu Ratna menghampiri Julia dan menyampaikan kepada Julia bahwa sahabatnya telah dirawat di Rumah Sakit. Bu Ratna juga mengingatkan Julia untuk meminjamkan buku catatannya kepada Lily nanti ketika sudah sehat. Rasa penasaran Julia terkait sahabatnya yang tidak datang ke sekolah hari itu pun terjawab.

Julia yang ternyata sudah bertukar nomor ponsel dengan Dito pun mengirimkan chat ke Dito.

“Bilangin Rayyan, Lily masuk RS hari ini nggak masuk sekolah.”

Dito dan teman-teman yang saat itu juga sedang jam istirahat pun menghubungi Julia.

“Jul, ayang Aku kenapa?” Tanya Rayyan.

“Sakit, mungkin kecapean dan telat makan.” Jawab Julia.

Rani yang datang mendengar pertanyaan Rayyan langsung bertanya kepada mereka.

“Siapa yang sakit?” Tanya Rani pelan.

“Lily” Jawab Dito dan Caesa

“Sakit apa?”

Mereka menggelengkan kepala karena tidak tahu.

Rayyan yang masih dalam panggilan telepon dengan Julia pun diberi tahu Julia dimana Rumah Sakit tempat Lily dirawat. Julia memperingatkan agar Rayyan tidak datang sendiri jika ingin menjenguk Lily supaya Ibu Merry tidak curiga. Rayyan yang mendengarnya mengangguk dan menutup telepon setelah mendapatkan penjelasan dari Julia.

“Sakit apa Lily, Ray?” Tanya Rani.

“Belum tahu, temenin jenguk yuk pulang sekolah.”

Dito dan Caesa celingukan pura-pura tidak mendengar.

“Kalian jugaaa. Nggak mungkin lah Aku berdua sama Rani bisa dikira yang enggak-enggak nanti.” Ucap Rayyan disetujui oleh Rani, Dito, dan Caesa.

***

Sementara di Rumah Sakit.

“Jadi untuk hasil lab nya menunjukkan kalau Liony mengalami gejala tipes. Saat ini, sebaiknya istirahat dulu disini dan jangan terlalu capek.” Ucap dokter.

“Tapi dok, Saya harus mempersiapkan belajar untuk Ujian masuk universitas.” Balas Lily.

“Istirahat dulu sebentar nak, jangan terlalu diforsir. Yang paling penting kesehatan Kamu.” Bu Merry menasihati.

Dokter yang menjelaskan hasil lab itu pun tersenyum melihat percakapan Ibu dan anak itu. Dokter mengingatkan Lily untuk meminum obat yang telah diberikan dan menghabiskan bubur yang diberikan perawat agar cepat sehat. Lily boleh pulang besok jika kondisinya sudah membaik tetapi tetap harus istirahat di rumah dan tidak boleh terlalu capek. Tak lupa dokter juga memberikan semangat agar Lily bisa diterima di Universitas pilihannya.

***

Pulang sekolah Rayyan dan teman-temannya sibuk memilih bingkisan yang akan dibawakan untuk Lily. Mereka membeli parcel berisikan buah-buah segar. Saat di lampu merah, Rayyan memanggil penjual bunga yang sedang berkeliling.

“Pengen ketauan sama Tante Merry Kamu Ray?” Rani memperingatkan.

“Eh iya ya, kalau gitu Aku mau yang Krisan aja ya mas.” Ucap Rayyan ke pedagang Bunga.

Setelah menempuh perjalanan sekitar lima belas menit, Rayyan memarkirkan mobilnya di halaman Rumah Sakit.

“To, coba cek si jul udah sampai mana, Kita bareng aja masuknya.” Perintah Rayyan kepada Dito yang sedang curi-curi pandang dengan Rani namun dibalas jutek oleh Rani.

“I..iya.. ini Aku telepon dulu.” Ucap Dito sambil mengambil ponselnya.

“Itu si Julia, yuk samperin langsung aja.” Caesa menunjuk ke arah mobil yang baru saja terparkir di sampingnya.

Rani langsung menghampiri Julia dan mengajaknya masuk ke gedung Rumah Sakit. Tiga orang lainnya hanya mengikuti di belakang. Di dalam gedung, Rani menanyakan kepada perawat dimana ruangan pasien yang bernama Liony Sadewa itu. Di depan ruangan, Rayyan menukar bunga krisan yang dipegangnya dengan parsel buah yang dibawa oleh Rani.

Rani dan Julia mengetuk pintu dan lebih dulu masuk diikuti dengan Rayyan, Dito, dan Caesa. Rani dan Julia ber-cipika-cipiki dengan Tante Merry dan juga Lily, sedangkan yang lainnya bersalaman dengan Tante Merry.

“Kalian kok bisa tahu Aku disini? Siapa yang ngasih tahu?” Tanya Lily.

“Iya tadi Aku disamperin Bu Ratna.” Jawab Julia

“Terus tadi Julia langsung ngabarin Rani, kebetulan Kita mau kerja kelompok di tempat Rani tapi Rani mau jenguk Kamu dulu jadi Kita ikut aja deh.” Bohong Rayyan.

“Oh begitu.” Bu Merry melanjutkan.

“Iya tante, ini Dito ada kesempatan untuk ngedeketin Rani walaupun dicuekin terus.” Celetuk Caesa.

“Kalian ini masih sekolah, jangan pacar-pacaran dulu. Fokus aja sama masa depan, masa depan kalian masih panjang.” Bu Merry mengingatkan.

“Iya tante, padahal udah dibilangin tapi ngeyel, ya gak Ray?” Lanjut Caesa.

“Oh iya Bu, ini yang satu sekolah sama Rani temen satu kelas di bimbel Aku semua.” Lily memperkenalkan ke Ibu nya satu per satu.

“Jadi ini yang peringkat pertama Try Out kemarin? Selamat ya! Ohya kalian rencana mau kuliah dimana dan ambil jurusan apa?” Tanya Bu Merry.

Satu per satu pun menjawab.

“Tuh Ly, temen-temen Kamu pada pengen ambil kedokteran. Kenapa Kamu nggak mau coba?” Sindir Bu Merry.

“Ibuuu..” Lily menggerutu.

“Oiya, tante keluar sebentar ya, ada yang mau dibeli. Kalian tolong temenin Lily dulu ya. Makasih.”

Bu Merry meninggalkan anaknya dengan teman-temannya karena tadi pagi Ia hanya membawa pakaian ganti dan lupa membawa perlengkapan mandi, jadi Ia harus berbelanja di minimarket Rumah Sakit. Ia juga membungkus beberapa camilan dan makanan.

Terpopuler

Comments

Devan Wijaya

Devan Wijaya

Jangan berhenti menulis thor, karyamu bisa memberikan inspirasi bagi banyak orang!

2023-07-26

1

filzah

filzah

Ceritanya asli keren banget, semoga menjadi best seller!

2023-07-26

1

lihat semua
Episodes
1 Liony Sadewa
2 Log in
3 Pertemuan pertama
4 Menyatakan Perasaan
5 Menghilangkan barang bukti
6 Modus
7 Ciuman pertama
8 Ketahuan
9 Peringkat Pertama
10 Menjenguk Lily
11 Hanya Dianggap Teman
12 Tips-tips berciuman
13 Misi Membuat Lily Tersenyum
14 Lagu untuk Lily
15 Penuh dengan Kejutan
16 Tantangan yang Dirahasiakan
17 Gawat
18 Kerja Keras
19 Terjebak
20 Putus atau Terus?
21 Maaf
22 Ketahuan
23 Triple Date
24 Janji
25 Dikerjai Balik
26 Malam Tahun Baru
27 Bergabung
28 Biar saja
29 Cinta yang Tak Terbalas
30 Menentukan Pilihan
31 Ada Maunya
32 Khawatir
33 Pajak Jadian
34 Jalur Prestasi
35 Tidak Bersemangat
36 Buku Catatan
37 Hilang Kabar
38 Berpisah
39 That’s what friends are for
40 Pria Jenius
41 Bertemu lagi
42 Bukit Bintang
43 Salah Sangka
44 Makan Malam Darurat
45 Pagi Ceria
46 Hari Pertama Kampus
47 Pawang Singa
48 Kena Hukuman
49 Pacar Pura-Pura
50 Klarifikasi
51 Tinggal bersama?
52 Banyak Kesamaan
53 Malam Pelantikan
54 Bertemu Mantan
55 Temani Aku
56 Siomay Depan Kampus
57 Dingin ke Wanita Lain
58 Siapa Dia?
59 Thanks for today
60 Pengakuan
61 Petjaahh!
62 Singa Lapar
63 Pemaparan Visi Misi
64 Bungkusss!
65 Panas Hati
66 Gara-Gara Mantan
67 Akun Mencurigakan
68 Dinner Sederhana tapi Romantis
69 Beda Nasib
70 Tantangan Satu Juta Like
71 On The Way
72 Mengejar Lily
73 Pemeran Pengganti
74 Hilang dan Kembali
75 Menahan Diri
76 Rapat Internal
77 Lawan yang Sepadan
78 Adegan Cinderella
79 Strategi PDKT
80 Kecelakaan Kecil
81 Menguak Fakta
82 Sweet Treats
83 Memecahkan Tantangan
84 Gelang Pintar
85 Penyelamat
86 Ajakan Ngopi
87 Makrab (1)
88 Makrab (2)
89 Insiden Kecil
90 Hunting Foto
91 Pak Robbin
92 Anniversary Bohongan
93 Pasar Malam
94 Jadi Kita ini Apa?
95 Penutup
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Liony Sadewa
2
Log in
3
Pertemuan pertama
4
Menyatakan Perasaan
5
Menghilangkan barang bukti
6
Modus
7
Ciuman pertama
8
Ketahuan
9
Peringkat Pertama
10
Menjenguk Lily
11
Hanya Dianggap Teman
12
Tips-tips berciuman
13
Misi Membuat Lily Tersenyum
14
Lagu untuk Lily
15
Penuh dengan Kejutan
16
Tantangan yang Dirahasiakan
17
Gawat
18
Kerja Keras
19
Terjebak
20
Putus atau Terus?
21
Maaf
22
Ketahuan
23
Triple Date
24
Janji
25
Dikerjai Balik
26
Malam Tahun Baru
27
Bergabung
28
Biar saja
29
Cinta yang Tak Terbalas
30
Menentukan Pilihan
31
Ada Maunya
32
Khawatir
33
Pajak Jadian
34
Jalur Prestasi
35
Tidak Bersemangat
36
Buku Catatan
37
Hilang Kabar
38
Berpisah
39
That’s what friends are for
40
Pria Jenius
41
Bertemu lagi
42
Bukit Bintang
43
Salah Sangka
44
Makan Malam Darurat
45
Pagi Ceria
46
Hari Pertama Kampus
47
Pawang Singa
48
Kena Hukuman
49
Pacar Pura-Pura
50
Klarifikasi
51
Tinggal bersama?
52
Banyak Kesamaan
53
Malam Pelantikan
54
Bertemu Mantan
55
Temani Aku
56
Siomay Depan Kampus
57
Dingin ke Wanita Lain
58
Siapa Dia?
59
Thanks for today
60
Pengakuan
61
Petjaahh!
62
Singa Lapar
63
Pemaparan Visi Misi
64
Bungkusss!
65
Panas Hati
66
Gara-Gara Mantan
67
Akun Mencurigakan
68
Dinner Sederhana tapi Romantis
69
Beda Nasib
70
Tantangan Satu Juta Like
71
On The Way
72
Mengejar Lily
73
Pemeran Pengganti
74
Hilang dan Kembali
75
Menahan Diri
76
Rapat Internal
77
Lawan yang Sepadan
78
Adegan Cinderella
79
Strategi PDKT
80
Kecelakaan Kecil
81
Menguak Fakta
82
Sweet Treats
83
Memecahkan Tantangan
84
Gelang Pintar
85
Penyelamat
86
Ajakan Ngopi
87
Makrab (1)
88
Makrab (2)
89
Insiden Kecil
90
Hunting Foto
91
Pak Robbin
92
Anniversary Bohongan
93
Pasar Malam
94
Jadi Kita ini Apa?
95
Penutup

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!