Di tempat bimbel Rayyan tidak bersemangat seperti biasanya. Apalagi mengetahui kekasihnya sedang sakit dan tidak mungkin berangkat. Ingin rasanya Rayyan tidak mengikuti kelas saja hari ini. Tapi Dito dan Caesa sudah berhasil memaksa Rayyan hari ini.
“Lesu amat itu muka.” Ledek Messi.
“Ditinggal ayang.” Celetuk Caesa.
“Serius? Udah putus?” Tanya Messi yang terkejut mendengarnya.
Tak terima mendengar perkataan Messi, Rayyan melirik dan menatapnya tajam.
“Eh Aku cuma nanya loh.. Nggak ada maksud.” Messi menjelaskan.
“Lily sakit, nggak masuk hari ini. Rayyan agak kesal hari ini karena nggak ada pawangnya, tadi juga mau nggak masuk.” Dito memberi penjelasan ke Messi.
“Oalah, sorry bro. Semoga lekas sembuh ya buat Lily.” Ucap Messi sambil menepuk-nepuk pundak Rayyan.
Julia yang memasuki kelas tiba-tiba terkejut karena semua siswa di dalam kelasnya adalah laki-laki. Ia baru menyadari bahwa Lily sedang sakit beberapa detik kemudian. Ia berusaha menutupi kekagetannya tadi dan bersikap seolah-olah tidak ada apa-apa. Namun Dito yang terpesona akan kecantikan Julia mengawasainya sedari tadi dan melihat ekspresi Julia.
“Dedek Julia kenapa kaget?” Tanya Dito yang duduk di bangku samping Julia yang biasanya diduduki Lily.
“Dak dek dak dek. Emang Aku ada adek Kamu?” Jawab Julia
“Iya maaf Julia, kenapa Kamu kaget tadi pas masuk?” Tanya Dito lagi.
“Mungkin Julia kaget lihat mahluk astral yang masuk ke kamu tuh to.” Ledek Caesa.
“Oh enggak tadi Aku kayak lihat kecoa di bawah kursi tapi udah nggak ada sih kayaknya.” Bohong Julia
“Kecoaaakkk…” Teriak Dito mengagetkan seisi kelas.
Dito yang kaget langsung berdiri di atas kursi sambil berteriak. Sedangkan Rayyan dan Messi langsung berdiri mencari letak kecoa yang Dito takuti. Sedangkan Caesa seperti bisa membaca kebohongan Julia. Ia hanya duduk santai sama seperti yang Julia lakukan.
“Coba angkat kaki kamu Cae, mungkin kecoanya di bawah Kamu.” Pinta Messi.
“Nggak ada, tadi Aku lihat kecoanya masuk ke tas Dito.” Jawab Caesa sambil tersenyum melihat ke arah Julia.
Mendengar hal itu, Dito reflek melempar tasnya ke luar ruangan.
“Nah.. itu tuh.. kecoanya udah keluar dari tas Dito.” Ucap Caesa lagi.
“Aduhh tas Aku harus mandi kembang tujuh rupa biar suci lagi.” Ucap Dito si playboy yang takut kecoa membuat teman-temannya tertawa apalagi Julia tidak bisa menghentikan tawanya.
“Bahagia banget Jul, tos dulu lah.” Ajak Caesa.
Julia yang akhirnya paham pun membalas tos dari Caesa. Kali ini mereka kompak mengerjai Dito. Dito yang tidak sadar sedang dikerjai meletakkan tasnya di paling belakang karena takut tasnya bau kecoa. Rayyan melihat Caesa yang asik mengerjai Caesa menatap Caesa yang cukup keterlaluan mengerjai sahabatnya.
***
Di mobil Rayyan dalam perjalanan pulang selepas bimbel, Rayyan tiba-tiba menepikan mobilnya. Caesa yang duduk di sebelah Rayyan dan Dito yang duduk di belakang terkaget.
“Cae, Kamu harus bilang yang sebenarnya sama Dito sekarang. Aku nggak mau ada yang kalian tutupi. Aku maunya Kita saling jujur supaya persahabatan Kita nggak rusak.” Ucap Rayyan yang membuat Caesa dan Dito kaget.
“Emang Kamu nutupin apa dari Aku Cae?” Tanya Dito membuat Caesa yang biasa bercanda mencoba menyusun kata-kata yang pas.
“Mau kamu atau Aku yang ngomong nih?” Tanya Rayyan.
“Kenapa cuma Aku yang nggak tahu apa-apa disini? Apa yang kalian sembunyiin dari Aku?” Tanya Dito memanas.
Setelah terdiam beberapa detik, Dito yang emosinya sudah tak terbendung lagi pun keluar dari mobil. Caesa yang panik pun mengejar dan menggenggam pergelangan tangannya dari belakang. Rayyan ikut keluar dari mobil dan memperhatikan keduanya.
“Sorry to, Aku macarin Indira.” Ucap Caesa yang tidak membuat Dito kaget.
“Indira benar-benar serius sama perkataannya.” Ucap Dito.
“Maksud Kamu?” Caesa keheranan.
“Aku putus sama Indira karena ketahuan selingkuh sama Diana. Terus Indira ngancam Aku bakal macarin Kamu. Kupikir dia bercanda ternyata beneran.” Dito menjelaskan.
Caesa yang mendengar hal itu langsung melepaskan cengkramannya.
“Jadi dia cuma mau main-main sama Aku to?” Tanya Caesa.
“Bisa iya, bisa enggak. Sebenernya tipe dia ada di Kamu karena Kamu itu humoris. Tapi mungkin dulu Kamu kurang peka jadi dia lebih milih Aku.” Jawab Dito.
“Kalau cuma main-main nggak mungkin lah dia mau pacaran sembunyi-sembunyi apalagi pakai ciuman segala. Cewek mana mau sembarangan kasih ciumannya kalau nggak benar-benar cinta.” Ucap Rayyan.
Brugh..
Ucapan Rayyan itu membuat Dito meninju Caesa. Dito sedikit kesal karena Ia tidak pernah sekalipun mendapatkan ciuman dari Indira. Selama berpacaran selalu dia yang mengejar-ngejar Indira. Ia iri terhadap sahabatnya namun sadar bahwa mantan kekasihnya itu benar-benar mencintai sahabatnya.
“Ini sebagai ucapan selamat dari Aku karena Kamu berhasil mendapatkan hatinya Indira” Ucap Dito.
“Kamu nggak marah?” Tanya Caesa.
“Enggak lah, lagian Aku udah punya Diana, kalau bosan mungkin nanti coba melipir ke Julia, Dewi, Sinta, Mira…” Dito menyebutkan semua incarannya.
“Tobat to, Kamu cuma bisa milih satu nantinya.” Rayyan mengingatkan.
“Sekarang dipuas-puasin dulu nakalnya, nanti baru setia sama satu wanita kalau udah nikah.” Dito terkekeh namun hanya dibalas dengan tatapan tajam kedua sahabatnya.
Mereka kembali ke dalam mobil dan Caesa tiba-tiba nyeletuk.
“Berarti Kita bisa triple date dong.”
“Kalian sih enak, Aku susah nih ngajakin Lio-ku pergi. Nggak mungkin diijinin sama Ibunya. Mana sekarang Lio-ku sakit.” Keluh Rayyan.
“Tante Merry oh Tante Merry.. cantik cantik tapi pemikirannya masih kolot, anak sekarang masih dilarang pacaran.” Ucap Dito.
“Iya takut dirusak cowok kayak Kamu.” Lanjut Caesa.
“Aku masih polos, kamu tuh ciuman sama Indira.”
“Kayak kamu sama Diana atau mantan-mantan Kamu yang sebelumnya nggak pernah aja to.. to.”
“Ehheemm..”
Deheman Rayyan membuyarkan kedua sahabatnya. Mereka menyadari bahwa di antara mereka hanya Rayyan yang belum pernah berciuman. Sebelum berpacaran dengan Lily, Rayyan memang pernah memiliki pacar satu kali tapi mereka LDR (Long Distance Relationship) jadi tidak mungkin mereka pernah berciuman, ketemu saat berpacaran saja tidak pernah. Tahu-tahu mereka putus karena Rayyan diselingkuhi dengan teman sekolah pacarnya. Mereka pun memberikan tips-tips agar Rayyan bisa berciuman dengan kekasihnya.
“Pertama, pastiin tempatnya aman dulu dan kalian cuma berdua aja. Jangan lupa juga kontak mata, tatap matanya supaya dia melting sama kamu dan dia juga tertarik untuk cium Kamu. Terus kamu cium perlahan aja jangan terburu-buru nanti dia takut.” Dito yang tampak sudah ahli pun memberikan sarannya.
“Dan yang pasti Ray kamu harus pastiin bibir kamu lembab dan udah gosok gigi biar nafasnya segar. Hahahaa..” Tambah Caesa sambil tertawa.
Rayyan mendengarkan saran dari kedua sahabatnya dengan seksama. Ia membayangkannya dan Ia rasa itu tidaklah sulit jika mereka hanya berduaan. Tinggal mencari waktu berduaan saja, mungkin kalau Rayyan punya kesempatan untuk mengantarkan Lily pulang lagi Ia bisa melakukannya.
Kedua sahabatnya tentu memberi dukungan untuk Rayyan. Mereka meminta Rayyan untuk lebih bersabar karena ini pertama kalinya untuk Lily. Mereka juga mengingatkan agar Rayyan tidak meniru adegan panas di film biru yang pernah mereka tonton bersama karena bisa berakibat fatal. Selain bisa diputusin Lily, masalahnya juga akan semakin panjang jika nekat melakukannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments