Rayyan, Messi, Dito, dan Caesa lebih dulu berada di tempat bimbel karena jam pulang sekolah mereka lebih awal jika dibandingkan dengan sekolah Lily. Saat yang lain sibuk dengan gadgetnya Rayyan dan Messi sedikit mengambil jarak dari mereka.
“Hari ini Aku mau nembak dia bro. Kalau dia nolak berarti emang bukan rejekiku. Doain ya.” Bisik Rayyan.
“Gercep banget! Goodluck deh bro, semoga ditolak ya supaya Aku masih ada kesempatan.” Messi memberikan semangat kepada Rayyan dengan cara yang tak terduga.
Entah kenapa mereka berempat yang sudah daritadi berada di tempat bimbel itu hanya memegang selembar soal fisika. Mereka sibuk ngobrol dan bermain gadget. Sampai Lily datang tak ada satupun soal yang mereka kerjakan. Lily yang baru datang meminta lembar soal yang sama kepada Mbak Maya. Baru setelah Lily mengerjakan soal yang lain ikut mengerjakan soal.
Dari masuk ke ruangan Lily merasa ada yang aneh dengan tatapan mata Rayyan dan Messi. Mereka berdua sering tertangkap mata Lily sedang tersenyum melihat ke arah Lily. Lily yang sedang mengerjakan soal fisika itu pun terganggu konsentrasinya namun tidak ingin menjadi ge-er.
Kecepatan Rayyan dan Lily dalam mengerjakan soal hampir sama membuat mereka pun selesai lebih cepat dari tiga teman lainnya. Lily yang sudah selesai pun membuka kembali ponselnya dan ingat kalau Rayyan ingin meminjam catatannya. Disitulah Ia memberikan buku catatannya kepada Rayyan.
Menerima buku catatan Lily, Rayyan sibuk mengambi gambar dan menyalin catatannya di buku supaya bisa berlama-lama dengan buku Lily. Tentu sesekali Ia melihat Lily yang sedang asik dengan game di ponselnya. Sedangkan Messi yang juga sudah selesai menjadi sibuk menatap Lily sambil tersenyum. Rayyan yang menyadari hal itu pun tak terima. Rayyan melemparkan kertas yang telah dibulatkan kepada Messi untuk berhenti menatap Lily seperti itu tapi Messi mengabaikannya. Ia memberikan hasil jawabannya kepada Dito dan Caesa supaya mereka berdua cepat selesai.
“Udah selesai semua nih, yuk kita cocokkin jawabannya biar cepet.” Ucap Rayyan mengagetkan Lily dan Messi.
“Udah cocok kok Ray tinggal tembak aja.” Celetuk Caesa dengan tertawa
“Oke, nomor satu Aku C. Yang lain apa?” Sahut Lily.
“Aku A.” Ucap Rayyan.
“Iya , Aku juga A.” Messi menimpali
“Eh bentar-bentar, harusnya ini suhunya aku konversi dulu ya ke satuan kelvin. Maaf guys sekipp”
Begitulah Lily, terburu-buru dalam mengerjakan soal sambil nervous dilihatin Rayyan hingga tidak teliti dengan hasilnya. Pembahasan soal pun dilanjutkan sampai selesai sesekali mereka saling berdiskusi untuk menemukan jawaban soal yang cukup sulit. Mereka bergantian saling mengajari di bagian yang teman lain tidak mengerti. Akhirnya mereka bisa menyelesaikan sembilan dari sepuluh soal dan itu artinya hanya ada satu soal yang tidak dapat mereka selesaikan dan akan mendiskusikan soal itu dengan guru fisika. Karena guru fisika di tempat bimbel itu sedang mengajar jadi mereka memutuskan mendiskusikannya besok di kelas.
Sayangnya hari itu Mama Julia belum bisa mengantar Julia ke tempat bimbel jadi mereka hanya belajar tambahan berlima. Lily pun semakin akrab dengan empat teman barunya. Rayyan yang supel, Messi yang sedikit pemalu, Dito yang merupakan seorang playboy namun bucin, dan Caesa yang sangat humoris.
Selesai dengan buku catatan yang dipinjam Rayyan mengembalikan buku itu dalam keadaan terbuka. Ia menahan bukunya tetap terbuka ketika Lily akan menutupnya dan memberikan kode kepada Lily untuk memeriksa dulu halamannya. Lily yang melihat kode dari Rayyan pun mengecek halaman yang terbuka itu.
“Jangan pulang dulu ya, temuin Aku di pantry setelah ini.”
Lily melihat ke arah Rayyan karena dia tidak mengerti apa yang ingin Rayyan lakukan. Rayyan meyakinkan bahwa dia ingin berbicara sebentar dengan gerakan tangan dan bibirnya. Lily pun mengangguk. Rayyan langsung berdiri dan meraih tangan Lily untuk mengikutinya. Ketiga teman yang lainnya tersenyum melihat apa yang mereka lakukan.
Setibanya di pantry Rayyan pun mengungkapkan perasaannya.
“Ly, Aku suka sama Kamu. Kamu mau nggak jadi pacar Aku?” Ucapan Rayyan itu membuat Lily kaget dan semakin berdebar.
“Tapi kita baru kenal satu hari Ray? Banyak hal tentang Aku yang masih belum Kamu tahu. Memangnya Kamu udah yakin sama Aku?”
“Aku suka sama kamu sejak pertama kali melihat kamu. Aku yakin Kamu juga suka sama Aku, Kita bisa lebih saling kenal setelah Kita pacaran. Aku nggak pengen lihat Kamu dideketin sama orang lain.”
Deg.. “Aku pernah baca artikel, kalau seseorang mencintai lawan jenisnya Ia tidak ingin orang yang dicintai jatuh ke pelukan orang lain. Astaga.. Apa yang harus Aku lakukan?” Gumam Lily dalam hati
“Ray.. Tapi Aku belum pernah pacaran dan Aku nggak dibolehin orang tuaku pacaran. Aku takut kalau sampai ketahuan Ray.”
“Tapi Kamu mau kan jadi pacar Aku?”
“Hmmm”
“Kalau gitu, jangan sampai mereka tahu. Ok mulai sekarang Kamu pacar Aku” Ucap Rayyan sambil mendekatkan jaraknya ke Lily.
Lily mengangguk dengan pipi yang memerah, ditambah Rayyan yang tiba-tiba mengeluarkan setangkai bunga merah yang entah darimana asalnya. Kemudian mengecup pipi Lily yang memerah. Lily terkejut sekaligus bahagia dengan pengalaman pertamanya berpacaran. Ia tidak menyangka akan secepat ini dan semengejutkan ini.
***
Flashback ke hari dimana mereka bertemu, Rayyan melihat Lily yang salah tingkah di depannya. Senyumnya yang manis dan tangannya yang terlihat bergetar saat menjabat tangan Rayyan. Lily menatap Rayyan dengan tatapan yang berbeda tapi segera mengalihkan pandangannya ketika Rayyan melihatnya. Rayyan mengerti dari Dito yang sudah ahli di bidang asmara bahwa Lily menunjukkan ketertarikan kepadanya.
Rayyan yang mengetahui bahwa Lily bersahabat baik dengan Rani pun menghampiri Rani di kelasnya. Menanyai Rani tentang Lily. Rani cukup memberikan informasi. Termasuk Lily yang belum pernah pacaran sama sekali karena dilarang kedua orang tuanya. Jadi Rayyan sudah siap untuk backstreet kalau Lily menerimanya.
Rani juga menyebutkan tipe cowok yang disukai Lily. Lily suka cowok yang tinggi karena Ia tak terlalu tinggi. Selain itu Lily menyukai cowok yang cerdas dan tentunya baik hati. Rayyan yang mendengarnya sangat percaya diri bahwa Ia masuk kriteria Lily.
Rayyan tahu bahwa Messi juga menyukai Lily. Dia tidak ingin terus memperebutkan seorang perempuan dengan sahabatnya. Dia tidak ingin sahabatnya itu mendapatkan harapan palsu terlalu lama.
***
Mengetahui Ibunya akan segera menjemput, Lily mengajak Rayyan untuk kembali ke ruangan dan mengambil tasnya. Rayyan yang mengerti bahwa Lily tidak mungkin memegang bunga itu sambil pulang tapi Ia ingin Lily memilkinya pun membantu memasukkan bunga mawar merah itu ke dalam tas Lily.
“Selamat bro.” Ucap Messi kepada Rayyan sambil memeluknya setelah Rayyan selesai membantu Lily.
“Jangan coba-coba deketin dia ya, dia punyaku.” Rayyan memperingatkan
“Enggak lah, nggak mungkin Aku makan temen sendiri.” Ucap Messi.
Rayyan tiba-tiba meraih satu tangan Lily dan menciumnya di depan teman-temannya. Membuat Lily merasa canggung namun senang karena ini pertama kalinya Ia mendapatkan pengakuan dari orang lain sebagai kekasih.
Jelas bahwa backstreet versi Rayyan berbeda dengan Lily. Rayyan menyembunyikan hubungannya hanya dari orang tua Lily yang belum pernah Ia temui namun Ia membuat semua orang di dunianya tahu kalau dirinya mempunyai pacar seorang Lily. Sedangkan Lily, ini kali pertamanya memiliki seorang pacar, dia bingung bagaimana merespon tindakan Rayyan. Tapi Lily suka dengan bagaimana cara Rayyan memperlakukannya.
Lily yang hendak pulang pun mengecup tangan Rayyan. Hal itu membuat Rayyan semakin yakin cintanya terbalas juga oleh Lily. Semua orang di dalam ruangan itu pun seperti hanya mengontrak dibuatnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Tiểu long nữ
Tolong update sebelum aku terlalu penasaran thor 🙏
2023-07-15
1
Kem mlem 🍨🍨🍨
Baru setengah baca, sudah bikin aku baper gila-gilaan 😍
2023-07-15
1