Peringkat Pertama

Senin pagi di sekolah, seperti biasa Lily akan menjadi juara pertama yang jadir disusul dengan Julia sebagai juara kedua. Lily pun bercerita dengan Julia tentang apa yang terjadi semalam. Namun Lily tidak menceritakan tentang ciuman pertamanya saat Rayyan mengantar Lily pulang.

“Gila, nekat banget ya Si Rayyan.” Ucap Julia.

“Iya, Aku juga nggak habis pikir Jul. Tapi sweet banget nggak sih dia?” Ucap Lily sambil senyum-senyum.

“Iya deh iya yang lagi jatuh cinta, yang lain mah ngontrak aja.” Ucap Julia lagi.

***

Rayyan di sekolahnya pun bercerita dengan Dito dan Caesa tentang kenekatannya semalam.

“Wah kalau Aku jadi Kamu sekalian deh masuk ke dalam kamarnya Ray.” Ucap Dito.

“Iya Ray, langsung diajarin anu..” Tambah Caesa.

“Anu apa Cae?” Tanya Dito.

“Anu,, cara menjilat es krim.” Jawab Caesa yang disambut tawa kedua temannya.

“Aduh.. kalian ini otaknya.. Kasihan kan ayang Aku masih polos.” Ucap Rayyan.

“Emang Kamu bisa tahan pacaran nggak ngapa-ngapain Ray?” Tanya Dito.

“Entahlah Aku polos.” Ucap Rayyan disambut tawa keduanya.

“Iya saking polosnya, di laptop isinya film biru semua.” Lanjut Caesa yang tak kalah mengundang tawa.

Mereka seketika merapatkan mulutnya melihat Rani yang lewat di depan mereka.

“Hai Rani..” Dito menyapa.

“Eh kalian nggak langsung ke kelas?” Tanya Rani.

“Ini mau ke kelas kok bareng yukk.” Jawab Dito.

Mereka bertiga berjalan membuntuti Rani.

“Gimana Lily, Ray?” Tanya Rani.

“Lily baik Ran.”

“Syukurlah kalau begitu, awas ya sampai dia kenapa-kenapa, Aku patahin tangan Kamu.” Ucap Rani sadis.

Mendengar ucapan Rani, Dito dan Caesa hanya melongo. Rani merupakan seseorang yang handal dalam bela diri. Itu karena Ia menekuni bela diri Jiu-Jitsu. Ia dapat dengan mudah mematahkan pergelangan tangan dan siku lawannya dengan seni bela diri yang Ia pelajari. Walaupun menguasai seni bela diri, Rani tidak serta merta menggunakannya. Ia hanya menggunakannya di saat yang genting dan membantu orang lain.

***

Hasil Try Out sudah terpampang di dinding tempat bimbel. Rayyan dan ketiga sahabatnya yang lebih dulu sampai pun melihatnya. Rayyan di posisi pertama, disusul dengan Lily dengan selisih poin yang sangat tipis, ke tiga julia, ke empat Messi, ke lima Caesa, dan seterusnya nama siswa-siswa lain hingga seribu lebih. Mereka berempat bersulit menemukan nama Dito.

Tidak lama kemudian Mbak Maya menempelkan selembar kertas lagi yang menunjukkan hasil untuk yang tidak mengisi datanya di lembar try out dengan benar.

“Nah, ini Kamu nih Dit.” Ucap Rayyan.

“Wah bener, Aku peringkat lima juga sama kayak Cae nilainya.” Ucap Dito

“Yang di lembar ini mah udah otomatis nggak lulus.” Ucap Mbak Maya.

“Loh kok gitu? Saya peringkat lima loh mbak, lumayan gede nilai Saya.” Dito membela dirinya.

“Ngisi datanya aja nggak bener, udah pasti kena diskualifikasi lah. Makanya lain kali ngisi datanya yang bener, kalau kayak gini bisa nggak lulus beneran nanti Kamu.” Jawab Mbak Maya.

Sementara Lily dan Julia yang baru saja sampai pun langsung mengecek hasil mereka.

“Wah keren kita Jul bisa di tiga besar.” Lily memeluk Julia.

“Kamu lebih keren dong.” Julia membalas pelukan Lily.

Rayyan membuka tangannya untuk ikut dalam pelukan namun Julia mendorongnya untuk tidak bergabung.

“R, kamu keren banget. Bisa peringkat satu.” Ucap Lily setelah selesai berpelukan dengan Julia.

“Aku nggak dipeluk juga?” Tanya Rayyan.

“Enggak. Hahaha..” Lily tertawa bersama Julia.

Kedua sahabat itu, Lily dan Julia langsung bergegas ke kelas. Rayyan dan tiga lainnya mengikuti dari belakang. Rayyan sedih karena Lily tidak menghiraukannya dan asik dengan Julia. Padahal Ia sudah berusaha untuk mengesankan Lily.

Ketika kelas selesai Lily menghampiri Rayyan yang kali ini memilih untuk duduk di bangku paling belakang.

“Kamu hebat deh, kalau kayak begini terus Aku yakin Kamu bisa diterima di Fakultas Kedokteran Universitas terbaik di negeri ini.” Lily memberi semangat Rayyan sambil mengelus kepala kekasihnya itu.

“Aku nggak disemangatin juga nih Ly?” Protes Julia.

“Kamu pasti selalu dapat peringkat pertama di hati Abang, Dek Julia.” Dito berseloroh.

“Diana perangkat berapa to?” Tanya Caesa.

“Diana minggir dulu. Hahaha..” Canda Dito.

Lily mendengar itu pun langsung merangkul Julia.

“Kita harus yakin kalau Kita juga bisa keterima di Universitas dan jurusan pilihan Kita ya Jul.” Ucap Lily.

“Amiiinnnn..” Julia mengamini.

Setelah berbincang dan berpamitan dengan teman-temannya. Lily bergegas keluar dari tempat bimbel karena Ibunya sudah menunggu.

“Lama banget sih ly keluarnya.” Ucap Bu Merry.

“Iya Bu tadi nilai Try Out hari Sabtu kemarin udah keluar.” Jawab Lily.

“Ohya? Kamu gimana hasilnya?”

“Lumayan lah Bu, dapat peringkat dua, Julia dapat peringkat tiga.”

“Oh Julia ikut bimbel disini juga. Peringkat satunya siapa?”

“Temen sekelas Aku juga di tempat bimbel, anak sekolah XZ.”

“Nanti Kamu harus bisa kejar nilainya ya Ly supaya bisa dapat peringkat satu, semakin rajin belajarnya supaya bisa keterima di Universitas XX.”

“Iya Bu.” Lily menurut.

“Ya ampun, ini aja Aku udah belajar setiap malam. Aku harus belajar kayak gimana lagi coba supaya bisa dapat peringkat satu? Enggak bisakah Ibu bersyukur dan ngasih Aku apresiasi karena sudah berjuang sebegininya?” Gumam Lily dalam hati.

Di rumah Lily memeriksa kembali kesalahan-kesalahan dalam pengerjaan soal try out nya kemarin. Lily mengerahkan semua buku yang Ia punya dan juga mesin pencarian untuk menemukan jawaban yang benar. Ia melingkari soal-soal yang tidak bisa Ia pecahkan supaya bisa Ia tanyakan kepada guru bimbelnya saat bimbel tambahan besok.

Bahkan Lily menolak ajakan kedua orang tuanya untuk makan malam jika Ia belum selesai dengan semua soal try out nya itu. Pak Sadewa dan Bu Merry pun makan duluan dan menyisakan makanan untuk Lily.

“Jangan terlalu diforsir Bu, takut anaknya sakit.” Pak Sadewa memperingatkan istrinya.

“Anaknya lagi semangat belajar kali Pak.” Jawab Bu Merry.

“Ibu tolong siapkan makanan-makanan yang bergizi ya setiap hari untuk Lily, kurangi beli makanan cepat saji seperti junk food.” Pinta Pak Sadewa.

“Siap Pak, besok Ibu akan masak sayur, ikan, dan siapin buah-buahan untuk bekal Lily.” Bu Merry menurut.

Kedua orang tuanya sangat memperhatikan makanan yang dikonsumsi Lily. Hal ini dilakukan agar Lily dapat maksimal dalam belajar. Namun Lily yang sudah terlalu lelah malam itu pun ketiduran di meja belajar dan tidak memakan makanan yang disisakan untuknya.

Bangun tidur, wajah Lily sangat pucat, kepalanya terasa sangat berat, dan Ia mengalami demam. Bu Merry yang menemukan Putri kesayangannya dalam kondisi seperti itu langsung memanggil suaminya yang sedang bersiap berangkat ke kantor. Mereka bergegas mengantar Lily ke rumah sakit terdekat.

Terpopuler

Comments

Yusuo Yusup

Yusuo Yusup

Thor, aku butuh fix dari obat ketagihan ceritamu! 🤤

2023-07-25

1

lihat semua
Episodes
1 Liony Sadewa
2 Log in
3 Pertemuan pertama
4 Menyatakan Perasaan
5 Menghilangkan barang bukti
6 Modus
7 Ciuman pertama
8 Ketahuan
9 Peringkat Pertama
10 Menjenguk Lily
11 Hanya Dianggap Teman
12 Tips-tips berciuman
13 Misi Membuat Lily Tersenyum
14 Lagu untuk Lily
15 Penuh dengan Kejutan
16 Tantangan yang Dirahasiakan
17 Gawat
18 Kerja Keras
19 Terjebak
20 Putus atau Terus?
21 Maaf
22 Ketahuan
23 Triple Date
24 Janji
25 Dikerjai Balik
26 Malam Tahun Baru
27 Bergabung
28 Biar saja
29 Cinta yang Tak Terbalas
30 Menentukan Pilihan
31 Ada Maunya
32 Khawatir
33 Pajak Jadian
34 Jalur Prestasi
35 Tidak Bersemangat
36 Buku Catatan
37 Hilang Kabar
38 Berpisah
39 That’s what friends are for
40 Pria Jenius
41 Bertemu lagi
42 Bukit Bintang
43 Salah Sangka
44 Makan Malam Darurat
45 Pagi Ceria
46 Hari Pertama Kampus
47 Pawang Singa
48 Kena Hukuman
49 Pacar Pura-Pura
50 Klarifikasi
51 Tinggal bersama?
52 Banyak Kesamaan
53 Malam Pelantikan
54 Bertemu Mantan
55 Temani Aku
56 Siomay Depan Kampus
57 Dingin ke Wanita Lain
58 Siapa Dia?
59 Thanks for today
60 Pengakuan
61 Petjaahh!
62 Singa Lapar
63 Pemaparan Visi Misi
64 Bungkusss!
65 Panas Hati
66 Gara-Gara Mantan
67 Akun Mencurigakan
68 Dinner Sederhana tapi Romantis
69 Beda Nasib
70 Tantangan Satu Juta Like
71 On The Way
72 Mengejar Lily
73 Pemeran Pengganti
74 Hilang dan Kembali
75 Menahan Diri
76 Rapat Internal
77 Lawan yang Sepadan
78 Adegan Cinderella
79 Strategi PDKT
80 Kecelakaan Kecil
81 Menguak Fakta
82 Sweet Treats
83 Memecahkan Tantangan
84 Gelang Pintar
85 Penyelamat
86 Ajakan Ngopi
87 Makrab (1)
88 Makrab (2)
89 Insiden Kecil
90 Hunting Foto
91 Pak Robbin
92 Anniversary Bohongan
93 Pasar Malam
94 Jadi Kita ini Apa?
95 Penutup
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Liony Sadewa
2
Log in
3
Pertemuan pertama
4
Menyatakan Perasaan
5
Menghilangkan barang bukti
6
Modus
7
Ciuman pertama
8
Ketahuan
9
Peringkat Pertama
10
Menjenguk Lily
11
Hanya Dianggap Teman
12
Tips-tips berciuman
13
Misi Membuat Lily Tersenyum
14
Lagu untuk Lily
15
Penuh dengan Kejutan
16
Tantangan yang Dirahasiakan
17
Gawat
18
Kerja Keras
19
Terjebak
20
Putus atau Terus?
21
Maaf
22
Ketahuan
23
Triple Date
24
Janji
25
Dikerjai Balik
26
Malam Tahun Baru
27
Bergabung
28
Biar saja
29
Cinta yang Tak Terbalas
30
Menentukan Pilihan
31
Ada Maunya
32
Khawatir
33
Pajak Jadian
34
Jalur Prestasi
35
Tidak Bersemangat
36
Buku Catatan
37
Hilang Kabar
38
Berpisah
39
That’s what friends are for
40
Pria Jenius
41
Bertemu lagi
42
Bukit Bintang
43
Salah Sangka
44
Makan Malam Darurat
45
Pagi Ceria
46
Hari Pertama Kampus
47
Pawang Singa
48
Kena Hukuman
49
Pacar Pura-Pura
50
Klarifikasi
51
Tinggal bersama?
52
Banyak Kesamaan
53
Malam Pelantikan
54
Bertemu Mantan
55
Temani Aku
56
Siomay Depan Kampus
57
Dingin ke Wanita Lain
58
Siapa Dia?
59
Thanks for today
60
Pengakuan
61
Petjaahh!
62
Singa Lapar
63
Pemaparan Visi Misi
64
Bungkusss!
65
Panas Hati
66
Gara-Gara Mantan
67
Akun Mencurigakan
68
Dinner Sederhana tapi Romantis
69
Beda Nasib
70
Tantangan Satu Juta Like
71
On The Way
72
Mengejar Lily
73
Pemeran Pengganti
74
Hilang dan Kembali
75
Menahan Diri
76
Rapat Internal
77
Lawan yang Sepadan
78
Adegan Cinderella
79
Strategi PDKT
80
Kecelakaan Kecil
81
Menguak Fakta
82
Sweet Treats
83
Memecahkan Tantangan
84
Gelang Pintar
85
Penyelamat
86
Ajakan Ngopi
87
Makrab (1)
88
Makrab (2)
89
Insiden Kecil
90
Hunting Foto
91
Pak Robbin
92
Anniversary Bohongan
93
Pasar Malam
94
Jadi Kita ini Apa?
95
Penutup

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!