Misi Membuat Lily Tersenyum

Hari ini Lily sudah masuk sekolah. Namun Ia tidak semangat seperti biasanya. Selain belum diperbolehkan untuk makan siomay Pak Dadang, hari ini selesai sekolah juga Ia akan langsung pulang ke rumah dan tidak mengikuti belajar tambahan di tempat bimbel. Itu artinya Ia belum bisa bertemu dengan kekasihnya. Mendengar kesedihan sahabatnya, Julia terus berusaha menghibur Lily agar Lily tersenyum.

Usaha Julia membuahkan hasil. Lily tersenyum namun Julia yakin masih ada yang kurang. Oleh karena itu, Julia pun merencanakan sesuatu agar Lily bisa semangat kembali. Julia memang yang paling tahu Lily.

Bel istirahat berbunyi, Julia mengajak Lily ke kantin untuk makan bersama. Lily sempat menolak namun akhirnya mau setelah dipaksa oleh Lily. Julia memilih untuk membeli nasi rames agar bisa makan bersama dengan Lily.

“Hari ini kita makannya nasi, lauk, sama sayur aja ya biar samaan. Coba lihat bekal kamu” Ucap Julia.

“Nih, ada nasi, telur rebus, dan sayur bening. Hambar banget kan kayak orang masih sakit.” Ucap Lily.

“Makannya sambil lihatin Aku deh.” Julia membuat Lily keheranan.

“Biar apa?”

“Biar ada manis-manisnya gitu.” Ucap Julia berusaha menghibur.

Lily dibuat ketawa lagi oleh Julia. Menurut anak yang bercita-cita menjadi dokter itu, obat paling ampuh yang dapat menyembuhkan segala macam penyakit adalah kebahagiaan. Itulah sebabnya Ia berusaha keras untuk membuat Lily tertawa.

“Nah.. Udah sehat ini udah bisa tertawa.” Seru Julia.

“Besok udah boleh jajan Siomay Pak Dadang ya Bu Dokter?” Tanya Lily sambil memohon.

“Kalau itu mendingan Kamu ijin Tante Merry dulu, Aku takut diamuk Tante Merry.”

Jawaban Julia itu lagi-lagi membuat Lily tertawa. Lily sangat berterima kasih pada Julia karena sudah mengembalikan mood nya. Walaupun begitu, Ia tak mengucapkannya.

Setelah istirahat adalah pelajaran Bu Ratna. Bu Ratna tidak langsung memulai pelajaran, Ia lebih dulu menghampiri siswi kesayangannya yang sempat ijin dua hari itu.

“Lily sudah baikkan?” Tanya Bu Ratna sambil memegang kening Lily mengecek suhunya.

“Sudah lebih baik Bu, masih belum boleh kecapekan dan makan pedas aja.” Jawab Lily.

“Yasudah khusus buat kamu hari ini boleh tidur di dalam kelas dan bisa mengikuti kuis matematika susulan ketika sudah siap.”

“Ku..is?” Murid-murid di kelas semakin riuh karena mereka tidak mempersiapkan diri untuk kuis dadakan itu.

“Nggak apa-apa Bu Ratna, Saya mau ikut kuis aja.” Ucap Lily yang tentu membuat kaget seisi kelas.

“Kamu yakin? Nanti kalau hasilnya nggak maksimal bagaimana?” Tanya Bu Ratna.

“Yakin Bu. Saya usahakan semampu Saya.” Ucap Lily.

Bu Ratna khawatir dengan kondisi Lily namun tidak ingin mengecewakan Lily yang sudah sangat yakin itu. Bu Ratna pun membagikan soal dan lembar jawaban kuis ke siswa-siswa yang duduk di depan untuk dibagikan ke bangku-bangku di belakangnya. Selesai membagikan soal dan lembar jawaban, Bu Ratna duduk di kursi guru dan mengawasi siswa-siswinya yang nampak kesulitan mengerjakan soal. Kemudian Ia dibuat kaget oleh Lily yang justru terlihat sangat lancar mengerjakan kuis itu.

Bu Ratna menjadi lega sekaligus takjub dengan kemampuan murid kesayangannya itu. Dua puluh menit berselang tiba-tiba Lily berdiri dan mengumpulkan lembar miliknya kepada Bu Ratna. Seisi kelas yang kesulitan mengerjakannya pun menjadi kaget tapi hanya bisa melanjutkan mengisi lembar jawabannya. Apalagi Bu Ratna terkenal bermata elang, tidak bisa menyontek sedikit pun dalam pengawasannya.

Lily yang kembali dari menyerahkan lembar jawabannya pun memejamkan mata di atas mejanya. Ia tidak peduli dengan hasil kuisnya akankah bagus atau tidak. Biasanya kesalahan Lily adalah kurang teliti dan Ia mengeceknya sekali lagi sebelum mengumpulkan lembar jawaban namun kali ini tak dipedulikannya karena Ia hanya ingin segera mengistirahatkan kepalanya sejenak.

Sambil mengawasi murid-murid Bu Ratna mengecek lembar kuis milik Lily. Betapa terkejutnya Ia mengetahui Lily mengerjakan semua soal itu dengan runut dan benar. Apalagi kondisi Lily belum sepenuhnya pulih dari sakit.

“Kalian gimana sih soal kayak gini aja susah? Lily aja lagi sakit bisa cepat ngerjakannya, benar semua lagi. Masa kalian masih sehat lama banget.”

Begitulah cara Bu Ratna menyemangati siswa-siswinya agar termotivasi. Namun mereka seperti sudah pasrah jika dibanding-bandingkan dengan Lily, apalagi di mata pelajaran matematika. Lily tidak ada tandingannya. Lily yang memejamkan matanya hanya tersenyum.

Julia yang sudah selesai mengerjakan soalnya kembali mengecek jawaban dan hitungannya, Ia tentu ingin mendapatkan nilai yang sempurna juga karena sudah belajar semalaman. Setelah berulang kali mengecek Ia pun mengumpulkan lembar jawaban dan langsung diperiksa juga oleh Bu Ratna.

“Kayaknya Saya terlalu mudah ya kasih soalnya?” Tanya Bu Ratna seisi kelas.

“Enggak Bu, susah banget.” Seru para murid kompak.

“Ini aja dua anak dapat nilai seratus. Orang ketiga yang ngumpulin harus seratus juga ya.” Ucapan Bu Ratna membuat mereka melongo dan tidak berani mengumpulkan lembar jawabannya.

Baru setelah bel pergantian jam pelajaran berbunyi, mereka bergegas mengejar Bu Ratna yang meninggalkan kelas untuk mengumpulkan lembar jawaban mereka. Jam pelajaran berikutnya adalah pelajaran Bahasa Indonesia. Guru Bahasa Indonesia mereka sedang ada rapat dengan kepala sekolah sehingga mereka bebas beraktivitas di dalam kelas selama tidak menimbulkan keributan.

Ivana, Jovanka, dan Anthony mendekati Lily dan Julia yang duduk depan-belakang. Mereka bertiga adalah top three di kelas, namun tidak pernah bisa mengalahkan nilai Lily di pelajaran Matematika, Fisika, Kimia dan juga tidak pernah bisa mengalahkan Julia di pelajaran Biologi, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin. Paling mentok biasanya nilainya sama tidak lebih.

“Aku denger kalian bimbel di tempat yang sama ya?” Tanya Ivana.

“Iya, memang kalian bimbel dimana?” Lanjut Jovanka.

Julia yang duduk di belakang Lily pun menjawab pertanyaan mereka dan menjelaskan cara masuk ke kelas khusus mereka juga keuntungannya. Mereka bertiga tertarik dan ingin mendaftar juga. Apalagi slot untuk masuk ke kelas itu hanya empat lagi. Mereka berencana mendaftar setelah pulang sekolah nanti.

Bel berbunyi tiga kali itu artinya sudah waktunya pulang, Julia mengingatkan Lily untuk ijin memfotokopi catatan sebentar sebelum pulang. Bu Merry pun menunggu di mobil. Namun bukannya berjalan ke arah tempat fotokopian Julia malah mengajak Lily ke kantin untuk menemui seseorang.

Inilah rencana Julia yang sudah disiapkan dari tadi pagi, mempertemukan Lily dengan Rayyan di kantin. Setelah mereka bertemu, Julia langsung buru-buru ke tempat fotokopi sendirian. Julia lega karena misinya berhasil. Ia mengirimkan chat kepada Dito untuk memberi tahu Rayyan agar langsung menuju ke kantin sekolahnya setelah pulang dari sekolah. Julia juga memberikan informasi bahwa Lily sangat menyukai Siomay yang dijual di kantin sekolahnya itu. Rayyan dan dua sahabatnya langsung buru-buru ke sekolah SMA XY setelah jam sekolah mereka berakhir.

Di Kantin, Rayyan pun menyiapkan kejutan kecil untuk Lily.

“Aku tadi udah nyobain Siomay favorit kamu, ternyata dimakan pakai kecap aja udah enak. Ini Aku beliin buat Kamu biar bisa makan di rumah.” Ucap Rayyan sambil memberikan sebungkus siomay yang telah dibelinya.

“Makasih R.” Ucap Lily dengan mata berkaca-kaca, Ia sangat terharu dengan perlakuan sahabatnya dan juga pacarnya.

“Loh.. jangan nangis dong.” Ucap Rayyan.

“Kalau ini bukan di lingkungan sekolah Aku pasti udah peluk Kamu.” Lanjut Rayyan berbisik di telinga Lily.

Lily tersenyum penuh arti ke arah Rayyan. Mereka berbincang sebentar, Rayyan memberi tahu Lily tentang bagaimana Ia bisa sampai ke sekolah Lily, dan tak lupa mengatakan bahwa ini semua adalah ide dari Julia. Sampai akhirnya Julia muncul dengan setumpuk kertas fotokopian dan mengajak Lily segera pulang agar Bu Merry tidak curiga. Rayyan dan Lily saling melambaikan tangan tanda perpisahan. Rayyan sebenarnya masih ingin menghabiskan banyak waktu dengan Lily namun Ia lega karena bisa menemui Lily dengan bantuan Julia.

Episodes
1 Liony Sadewa
2 Log in
3 Pertemuan pertama
4 Menyatakan Perasaan
5 Menghilangkan barang bukti
6 Modus
7 Ciuman pertama
8 Ketahuan
9 Peringkat Pertama
10 Menjenguk Lily
11 Hanya Dianggap Teman
12 Tips-tips berciuman
13 Misi Membuat Lily Tersenyum
14 Lagu untuk Lily
15 Penuh dengan Kejutan
16 Tantangan yang Dirahasiakan
17 Gawat
18 Kerja Keras
19 Terjebak
20 Putus atau Terus?
21 Maaf
22 Ketahuan
23 Triple Date
24 Janji
25 Dikerjai Balik
26 Malam Tahun Baru
27 Bergabung
28 Biar saja
29 Cinta yang Tak Terbalas
30 Menentukan Pilihan
31 Ada Maunya
32 Khawatir
33 Pajak Jadian
34 Jalur Prestasi
35 Tidak Bersemangat
36 Buku Catatan
37 Hilang Kabar
38 Berpisah
39 That’s what friends are for
40 Pria Jenius
41 Bertemu lagi
42 Bukit Bintang
43 Salah Sangka
44 Makan Malam Darurat
45 Pagi Ceria
46 Hari Pertama Kampus
47 Pawang Singa
48 Kena Hukuman
49 Pacar Pura-Pura
50 Klarifikasi
51 Tinggal bersama?
52 Banyak Kesamaan
53 Malam Pelantikan
54 Bertemu Mantan
55 Temani Aku
56 Siomay Depan Kampus
57 Dingin ke Wanita Lain
58 Siapa Dia?
59 Thanks for today
60 Pengakuan
61 Petjaahh!
62 Singa Lapar
63 Pemaparan Visi Misi
64 Bungkusss!
65 Panas Hati
66 Gara-Gara Mantan
67 Akun Mencurigakan
68 Dinner Sederhana tapi Romantis
69 Beda Nasib
70 Tantangan Satu Juta Like
71 On The Way
72 Mengejar Lily
73 Pemeran Pengganti
74 Hilang dan Kembali
75 Menahan Diri
76 Rapat Internal
77 Lawan yang Sepadan
78 Adegan Cinderella
79 Strategi PDKT
80 Kecelakaan Kecil
81 Menguak Fakta
82 Sweet Treats
83 Memecahkan Tantangan
84 Gelang Pintar
85 Penyelamat
86 Ajakan Ngopi
87 Makrab (1)
88 Makrab (2)
89 Insiden Kecil
90 Hunting Foto
91 Pak Robbin
92 Anniversary Bohongan
93 Pasar Malam
94 Jadi Kita ini Apa?
95 Penutup
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Liony Sadewa
2
Log in
3
Pertemuan pertama
4
Menyatakan Perasaan
5
Menghilangkan barang bukti
6
Modus
7
Ciuman pertama
8
Ketahuan
9
Peringkat Pertama
10
Menjenguk Lily
11
Hanya Dianggap Teman
12
Tips-tips berciuman
13
Misi Membuat Lily Tersenyum
14
Lagu untuk Lily
15
Penuh dengan Kejutan
16
Tantangan yang Dirahasiakan
17
Gawat
18
Kerja Keras
19
Terjebak
20
Putus atau Terus?
21
Maaf
22
Ketahuan
23
Triple Date
24
Janji
25
Dikerjai Balik
26
Malam Tahun Baru
27
Bergabung
28
Biar saja
29
Cinta yang Tak Terbalas
30
Menentukan Pilihan
31
Ada Maunya
32
Khawatir
33
Pajak Jadian
34
Jalur Prestasi
35
Tidak Bersemangat
36
Buku Catatan
37
Hilang Kabar
38
Berpisah
39
That’s what friends are for
40
Pria Jenius
41
Bertemu lagi
42
Bukit Bintang
43
Salah Sangka
44
Makan Malam Darurat
45
Pagi Ceria
46
Hari Pertama Kampus
47
Pawang Singa
48
Kena Hukuman
49
Pacar Pura-Pura
50
Klarifikasi
51
Tinggal bersama?
52
Banyak Kesamaan
53
Malam Pelantikan
54
Bertemu Mantan
55
Temani Aku
56
Siomay Depan Kampus
57
Dingin ke Wanita Lain
58
Siapa Dia?
59
Thanks for today
60
Pengakuan
61
Petjaahh!
62
Singa Lapar
63
Pemaparan Visi Misi
64
Bungkusss!
65
Panas Hati
66
Gara-Gara Mantan
67
Akun Mencurigakan
68
Dinner Sederhana tapi Romantis
69
Beda Nasib
70
Tantangan Satu Juta Like
71
On The Way
72
Mengejar Lily
73
Pemeran Pengganti
74
Hilang dan Kembali
75
Menahan Diri
76
Rapat Internal
77
Lawan yang Sepadan
78
Adegan Cinderella
79
Strategi PDKT
80
Kecelakaan Kecil
81
Menguak Fakta
82
Sweet Treats
83
Memecahkan Tantangan
84
Gelang Pintar
85
Penyelamat
86
Ajakan Ngopi
87
Makrab (1)
88
Makrab (2)
89
Insiden Kecil
90
Hunting Foto
91
Pak Robbin
92
Anniversary Bohongan
93
Pasar Malam
94
Jadi Kita ini Apa?
95
Penutup

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!