Pura-pura menjadi kekasih

Malam ini tiba-tiba saja mansion milik Milano begitu ramai. Banyak pelayan yang mendekorasi kediaman dengan begitu mewah dan koki-koki utama yang ada disini memasak banyak makanan lezat yang sudah di tata rapi di atas meja makan besar.

Panglima Ottmar hanya bisa berdiri di belakang kursi roda Franck yang tengah mengadakan jamuan makan untuk merayakan hari dewasa adiknya.

"Jangan sampai ada yang terlewatkan! Gelas anggurnya di tambah lagi! Dan.. adikku suka minum, letakan botolnya di sana!"

"Pangeran! Kau.."

"Panglima! Bagaimana menurutmu hidangan dan dekorasinya?" Tanya Franck menunjukan panorama langit-langit yang sudah di hiasi lampu-lampu megah dan banyak bunga yang ada di sudut ruangan.

Franck hanya tahu jika selama ini Milano tak pernah membawa wanita di kediaman. Tentu saja hati pria itu senang bukan main saat tahu adiknya sudah menggauli seorang wanita dan itu pertanda bahwa Milano sudah dewasa dan siap menikah.

"Pangeran! Semuanya sempurna. Kau memang sangat bijaksana."

"Ya sudah! Bangunkan Milano dan kekasihnya. Jangan biarkan mereka melewatkan makan malam!" Pinta Franck sangat senang duduk di dekat meja makan dan menanti.

Panglima Ottmar melirik kepala pelayan Wey yang mengangguk segera pergi. Ia menaiki tangga menuju lantai atas menyambangi kamar Milano yang sedari siang belum terbuka.

"Prince!"

Panggilnya mengetuk beberapa kali. Ia terus memanggil lalu diam di depan pintu saat sudah merasa ada gerakan dari dalam.

Pintu itu di buka memperlihatkan Milano yang sudah rapi dengan sweater lengan panjang berwarna brown polos dan celana panjang santai. Ia tampak baru selesai mandi.

Wajah tampannya benar-benar terlihat berkalilipat lebih segar seperti baru saja keluar dari spa.

"Prince! Pangeran Franck menyiapkan jamuan besar. Ia ingin kau dan nona turun untuk makan malam!"

"Jamuan?!" Gumam Milano heran. Tak biasanya ada pesta disini. Apa ada sebuah keberhasilan?!

Pikir Milano tak mengerti. Ia mengibaskan tangannya hingga kepala pelayan Wey pergi lalu segera berbalik menatap Latizia yang masih belum bangun di atas ranjang sana.

Tatapan tajam netra elang Milano tampak berbeda saat melihat wajah lelah Latizia.

"Staminanya buruk," Gumam Milano mengejek tapi tak bisa bohong jika rasanya sangat candu.

Ia memunguti pakaian yang berserakan di atas lantai dan memasukannya ke keranjang kotor. Tak lupa Milano juga telah mengganti seprei yang tadi basah karna hujan dadakan dan gempa susulan khusus di ruangan ini.

"Ehmm.."

Latizia terganggu dengan suara barang-barang yang Milano letakan. Pria itu masih tampak merapikan kamar ini kembali seperti semula sampai Latizia bangun membuka mata.

"Kau.."

Mata Latizia yang tadi sayu seketika melebar saat sadar ia tak memakai apapun dan sesuatu telah terjadi.

"A..apa yang telahku lakukan?!" Pucat Latizia baru menyadari akibat dari pergulatan mereka tadi siang.

Milano hanya santai dan tenang mengambil handuk yang ada di kamar mandi lalu melemparnya ke atas ranjang.

"Bersihkan tubuhmu lalu turun!"

"Milanooo!!! Kau memang pria brandaal!!" Maki Latizia melemparkan bantal di sampingnya ke arah Milano yang menyeringai iblis dengan ringan menangkap benda itu.

"Jangan belagak menjadi korban. Kau juga menginginkannya!"

"Kauu.."

Deru nafas Latizia memburu. Wajahnya kelap mengobarkan amarah yang besar seakan menikam Milano yang tak peduli.

"Kau memanfaatkan-ku!" Geramnya mengutuk.

"Hm, anggap saja begitu," Santai Milano lalu keluar dari kamar. Latizia yang frustasi hanya bisa memaki pria itu dan menyesal atas apa yang sudah terjadi.

Kehormatannya justru di ambil oleh seorang pria mesum dan tak beretika seperti Milano si penjahat kelamin.

.......

Di luar sana, Milano menatap datar dekorasi meriah kediaman seperti akan pesta saja. Ia turun dari tangga dan berjalan ke ruang makan.

"Prince!"

Sapa para pelayan disana mengangguk. Ruangan luas dan mewah ini menjadi saksi bisu kebingungan Milano tapi wajah tanpa ekspresi itu masih melekat nyata di wajahnya.

Ia mendekati Franck yang sumringah melihat kedatangannya.

"Adik!"

"Kak! Apa ada tamu spesial?" Tanya Milano berdiri di dekat kursi roda.

Ia beralih pada panglima Ottmar yang sangat sulit menjelaskan hal ini dan hanya bisa diam.

"Adik! Dimana kekasihmu? Bawa dia turun untuk makan!"

"Kak! Untuk apa kau lakukan ini?" Tanya Milano datar tapi cukup mewakili tanda tanya di benaknya.

"Milano! Kakak ingin merayakan hari kedewasaan-mu."

Dahi Milano mengkerut. Ia diam sejenak mengamati semua ini sampai ada balon dengan bentuk hati yang memenuhi lantai dan terlihat kekanak-kanakan.

"Kakak tak sabar menanti kehadiran anakmu. Kau terlalu sibuk sampai tak memikirkan soal istri dan anak."

"Kak! Kau ..."

"Cepat panggil istrimu! Haaiss..Ya Tuhan, malam ini aku sangat senang," Decah Franck sampai meniup terompet yang tadi ada di atas meja.

Hal seperti ini memang terkesan kekanak-kanakan tapi, setiap ulang tahun Milano pasti akan di rayakan seperti anak umur 7 tahun. Franck memang sangat memanjakan Milano dan selalu menganggapnya adik kecil yang menggemaskan.

"Apa yang kau tunggu?! Panggil istrimu! Astaga, kalian baru saja bercocok tanam dan kau biarkan dia turun sendiri?" Marah Franck kesal bukan main.

Tak ingin merusak kebahagiaan kakaknya, Milano segera pergi kembali ke lantai atas untuk menemui Latizia.

Melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah pria itu, Milano jadi tak tega untuk menghancurkannya.

"Aku harus bicara dengannya," Gumam Milano masuk ke dalam kamar.

Setibanya di dalam sana, ia melihat Latizia yang merangkak ke dalam kamar mandi dengan sekujur tubuh memar dan dipenuhi bekas keganasannya.

Kedua kaki wanita itu menggigil dan tampak jelas Latizia kehabisan tenaga.

"P..pinggangku."

Tanpa banyak bicara lagi, Milano segera mendekat dan menggendong Latizia ringan.

"Kauuu!!"

"Diamlah!" Tekan Milano datar segera memasukan Latizia ke dalam bathtub lalu ia isi dengan air.

Latizia berusaha menutupi tubuh polosnya dari Milano yang memasukan sabun ke dalam bathtub.

"Keluar! Aku..aku bisa sendiri!" Ketus Latizia malu dan gugup.

Milano mengusap kedua tangannya dengan handuk yang ada di dalam sini. Ia beralih bersandar di ambang pintu dengan kedua lengan sweater terangkat ke siku.

"K..kenapa kau masih disini? Cepat pergi!!"

"Kenapa malu?! Aku juga sudah merasakannya," Remeh Milano menaikan satu alis sinis.

Latizia semakin merasa muak. Ia menenggelamkan tubuhnya sampai batas dagu agar Milano tak melihat tubuhnya yang di tutupi busa-busa halus di atas air.

"Kakakku mengira kita dekat!"

"Maksudmu?" Tanya Latizia melirik tajam.

Milano mengambil nafas dalam. Latizia tak bisa ia paksa begitu saja karna wanita cukup sulit di kendalikan.

"Pura-puralah menjadi kekasihku saat di depannya!"

"Cih, kau sudah punya istri! Bawa saja dia kesini!" Ketus Latizia enggan. Raut wajah Milano berubah drastis saat Latizia mengungkit soal itu.

"Jika kau berani membahas soal kerajaan di hadapannya, aku tak akan segan membuat kau dan seluruh yang berhubungan denganmu mati dengan sangat menyedihkan!" Tekan Milano pergi setelah membuat Latizia diam.

Ia mematung kosong karna ingat dengan cerita panglima Ottmar saat itu.

Jadi, Franck hanya tahu jika Milano adiknya yang lugu, lajang dan pekerja keras. Ia tak tahu jika Milano sudah menikah dan masih berhubungan dengan kerajaan Madison.

"Pasti kakaknya sangat trauma akan masa lalu mereka hingga melarang Milano untuk kembali ke sana," Gumam Latizia merasa kasihan akan kehidupan kakak beradik ini.

Vote and like sayang..

Terpopuler

Comments

Denzo_sian_alfoenzo

Denzo_sian_alfoenzo

awal mula kebucinan 😅

2023-09-13

0

@arieyy

@arieyy

hujan dadakan dan gempa susulan🤣🤣🤣🤣

2023-08-08

2

Triiyyaazz Ajuach

Triiyyaazz Ajuach

duh sesenang itu Franck mengetahui Milano unboxing Latizia moga aja Latizia mau diajak kerjasama

2023-07-23

1

lihat semua
Episodes
1 Sama sekali tak di hargai
2 Mengkambing hitamkan
3 Milano yang tak berguna
4 Dia pasti bukan pelayan!
5 Lantunan itu lagi
6 Mainan baruku!
7 Kejutan!
8 Urus suamimu dengan benar!
9 Kau haus akan belaian
10 Wanita Penggoda!!
11 Menjadi Pelayanku
12 Patuhlah padaku
13 Latizia mabuk
14 Tugasmu hanya melayaniku
15 Hanya demi pelayan?
16 Sosok Misterius itu lagi
17 Di balik kemegahan Madison
18 Kebuasan yang menggila
19 Pura-pura menjadi kekasih
20 Kau harus sembuh
21 Wanita itu membawa pergi suamiku!
22 Mereka ingin membunuhmu
23 Mereka sangat membenciku
24 Mau bermain di dapur?
25 Kerajaan Madison sangat kejam
26 A..apa aku membunuhnya?
27 Sekedar saling memuaskan
28 Itu mustahil
29 Bukankah kau depresi?
30 Kegilaan Milano
31 Aku di campakkan?
32 Aku ingin hamil!
33 Apa ada masalah?
34 Hanya trik kecil
35 Kau akan membayar semua ini!
36 Marah-marah tak jelas
37 Burungmu Murahan!
38 Penguntit
39 Nafsu makan yang meningkat
40 Kedatangan Ximus
41 Balas dendam?
42 Berani kau menyentuhnya!
43 Aku harus pergi!
44 Aku juga merasakannya
45 Penjahat kelamin
46 Semua lelaki sama saja!
47 Ingin tampil seksi
48 Dia bukan pria yang baik
49 Pembunuhan pertama
50 Aku akan pergi!
51 Hanya sandiwara
52 Orang ini sangat kuat
53 Di buru!
54 Guru Teans di culik!
55 Merajuk!
56 Panggilan kesayangan
57 Pura-pura bertengkar
58 Lebih rendah dari binatang
59 Jangan lakukan lagi!
60 Memata-matai
61 Di serang dalam diam
62 Masa pemerintahanmu berakhir!
63 Latizia cemburu!
64 Karma masa lalu
65 Berubah lebih nakal
66 Tak sekedar adik ipar
67 Ingin mencelakai
68 Bukan perjalanan bisnis
69 Ternyata dia!
70 Ada apa dengan Latizia?
71 Jangan tinggalkan aku!
72 Pemeriksaan Latizia
73 Frustasi tapi juga berfantasi
74 Merebut milikku
75 Masuk dalam jebakan?
76 Jangan menyesal
77 Dia mengandung anakku!
78 Selalu berusaha
79 Tidak salah pilih
80 Mulai curiga
81 Rakyat Madison memberontak
82 Melahirkan?
83 Benih premium adikku!
84 Kau tak akan bisa merubah takdir!
85 Hanya kau yang ku percaya
86 Jika kau lelah, akan ku temani istirahat!
87 Apa yang terjadi?
88 Kebebasan tiada tara
89 Aku sudah sangat bersyukur!
90 3 Pitbull
91 Tak punya keberanian
92 Ninu ternyata laki-laki
93 Darren sialan!!
94 Darren kesepian
95 Hari paling membahagikan
96 Aku mencintaimu
97 Info karya baru
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Sama sekali tak di hargai
2
Mengkambing hitamkan
3
Milano yang tak berguna
4
Dia pasti bukan pelayan!
5
Lantunan itu lagi
6
Mainan baruku!
7
Kejutan!
8
Urus suamimu dengan benar!
9
Kau haus akan belaian
10
Wanita Penggoda!!
11
Menjadi Pelayanku
12
Patuhlah padaku
13
Latizia mabuk
14
Tugasmu hanya melayaniku
15
Hanya demi pelayan?
16
Sosok Misterius itu lagi
17
Di balik kemegahan Madison
18
Kebuasan yang menggila
19
Pura-pura menjadi kekasih
20
Kau harus sembuh
21
Wanita itu membawa pergi suamiku!
22
Mereka ingin membunuhmu
23
Mereka sangat membenciku
24
Mau bermain di dapur?
25
Kerajaan Madison sangat kejam
26
A..apa aku membunuhnya?
27
Sekedar saling memuaskan
28
Itu mustahil
29
Bukankah kau depresi?
30
Kegilaan Milano
31
Aku di campakkan?
32
Aku ingin hamil!
33
Apa ada masalah?
34
Hanya trik kecil
35
Kau akan membayar semua ini!
36
Marah-marah tak jelas
37
Burungmu Murahan!
38
Penguntit
39
Nafsu makan yang meningkat
40
Kedatangan Ximus
41
Balas dendam?
42
Berani kau menyentuhnya!
43
Aku harus pergi!
44
Aku juga merasakannya
45
Penjahat kelamin
46
Semua lelaki sama saja!
47
Ingin tampil seksi
48
Dia bukan pria yang baik
49
Pembunuhan pertama
50
Aku akan pergi!
51
Hanya sandiwara
52
Orang ini sangat kuat
53
Di buru!
54
Guru Teans di culik!
55
Merajuk!
56
Panggilan kesayangan
57
Pura-pura bertengkar
58
Lebih rendah dari binatang
59
Jangan lakukan lagi!
60
Memata-matai
61
Di serang dalam diam
62
Masa pemerintahanmu berakhir!
63
Latizia cemburu!
64
Karma masa lalu
65
Berubah lebih nakal
66
Tak sekedar adik ipar
67
Ingin mencelakai
68
Bukan perjalanan bisnis
69
Ternyata dia!
70
Ada apa dengan Latizia?
71
Jangan tinggalkan aku!
72
Pemeriksaan Latizia
73
Frustasi tapi juga berfantasi
74
Merebut milikku
75
Masuk dalam jebakan?
76
Jangan menyesal
77
Dia mengandung anakku!
78
Selalu berusaha
79
Tidak salah pilih
80
Mulai curiga
81
Rakyat Madison memberontak
82
Melahirkan?
83
Benih premium adikku!
84
Kau tak akan bisa merubah takdir!
85
Hanya kau yang ku percaya
86
Jika kau lelah, akan ku temani istirahat!
87
Apa yang terjadi?
88
Kebebasan tiada tara
89
Aku sudah sangat bersyukur!
90
3 Pitbull
91
Tak punya keberanian
92
Ninu ternyata laki-laki
93
Darren sialan!!
94
Darren kesepian
95
Hari paling membahagikan
96
Aku mencintaimu
97
Info karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!