Lantunan itu lagi

Malam ini kondisi Istana kembali sunyi. Tak ada satupun keluarga kerajaan yang berkeliaran kecuali para pengawal dan prajurit yang berjaga setiap waktunya.

Kabut dan embun yang menyelimuti Istana terasa begitu kental bahkan mistis. Ntah kenapa setiap malam akan terasa seperti di awasi oleh sesuatu yang penuh dengan hawa dominasi membunuh.

Para prajurit yang berjaga-pun tampak engan untuk masuk ke area yang gelap karna ntah apa yang sedang mengintai di balik kabut berembun ini.

"Kita harus berhati-hati. Teror harmonika itu belum juga tertangkap. Jangan sampai kita jadi korban salah satu diantara yang sudah tiada."

Peringat salah satu dari mereka yang membuat prajurit lain ngeri. Bulu kuduknya yang merinding dan terusik jelas merasakan sesuatu akan datang dari pesisir hutan yang mengelilingi Istana.

Tak lama setelahnya. Suara lantunan harmonika itu kembali terdengar diiringi gejolak angin yang seakan diperintahkan untuk mengamuk.

"Itu dia! Cepat lapor ke Panglima istana!!" Seru salah satunya gemetar. Dua prajurit yang tadi ingin pergi segera berlari menuju gerbang besar kerajaan.

Mereka tergesa-gesa bak di kejar setan membuat pengawal yang ada di dalam istana keheranan.

"Panglima Ottmar!!! Dimana Panglima???"

"Apa yang terjadi?" Tanya salah satu pengawal di depan memeggang bahu prajurit yang memang bertugas di luar istana.

"Harmonika itu! Dia kembali muncul!"

"Ini buruk," Gumam pria itu segera bergantian masuk ke dalam Istana. Ia pergi ke ruangan Panglima Ottmar yang memang tadi juga mendengar suara itu segera keluar dari ruang istirahatnya.

"Panglima!"

"Kumpulkan semua prajurit untuk pergi mengepung asal suara itu!" Titahnya berlari keluar.

Mereka seketika gaduh dan berkumpul untuk menangkap sosok di balik lantunan mengerikan harmonika ini. Bahkan, Raja Barack yang semula beristirahat dengan Ratu Clorris seketika juga terbangun mendengar alunan yang sama.

"Suara ini?"

Gumam pria itu bangkit dari ranjangnya dan melihat ke area jendela kamar dimana tampak sudah banyak kekacauan di bawah sana.

Ratu Clorris juga mulai tak nyaman dengan ritme harmonika ini.

"Cepat hentikan pemilik benda itu jika tidak semua orang akan tuli!!" Desis Ratu Clorris menutupi telinganya yang berdengung kuat. Semakin lama dinamika harmonika itu begitu kencang dan penuh emosi.

Raja Barack-pun merasakan hawa kuat di setiap tiupan benda mistis itu. Tak tahan terus berdiam disini, mereka segera keluar dari kamar masing-masing begitu juga para petinggi kerajaan yang berkumpul di atas pagar pembatas tinggi Istana yang biasa digunakan untuk menyapa para rakyat Madison.

Di suasana remang malam dan pantulan cahaya bulan. Mereka bisa melihat dengan jelas bagaimana para prajurit yang tadi berkerumun menjaga Istana tetap aman tiba-tiba berteriak memeggangi telinganya.

"AAAAA!!!! HENTIKAAAN!!!"

Hutan yang ada di luar beton Istana juga tampak terguncang bahkan angin-pun ikut menyapu dedaunan yang semakin menggila.

"Ayah! Apa yang terjadi? Kenapa dia menyerang Istana?" Tanya Delvin yang juga menutupi telinganya berdiri di samping Raja Barack.

Mata tajam pria ini seperti menelisik asal suara itu tapi tak mudah di deteksi. Lantunannya seperti datang dari semua penjuru hingga mampu mengguncang telinga mereka semua.

"Nyalakan semua lampu yang ada di sekitar istana! Tutup seluruh gerbang agar dia tak bisa keluar!"

"Baik!" Jawab para Mentri yang ada di belakangnya segera pergi.

Semua lampu di istana di hidupkan bahkan suasana seperti sudah siang menentang bulan.

Tentu saja semua ini sangat menganggu Latizia yang tadi juga mendengar suara itu. Dari belakang Paviliun ia melihat banyaknya prajurit yang berteriak sampai telinga mereka berdarah dan tumbang di tempat. Sungguh, ini begitu mengerikan.

"Siapa yang melantunkan harmonika mengerikan seperti ini?!" Gumam Latizia berdiri di depan kamar belakang seraya menutupi telinganya.

Namun, Latizia melihat merpati di dalam sangkar tepat di dekatnya tampak nyaman bahkan tak terjaga dari tidurnya.

"Seharusnya hewan juga mendengar lantunan ini, bukan?!" Tanya Latizia pada dirinya sendiri.

Namun, sedetik kemudian Latizia ingat hal apa yang dulu ayahnya bilang.

"Pejamkan mata dan tenangkan hati! Kau akan bisa merasakan apapun yang tak bisa telinga dan matamu lihat!"

Kalimat itu terngiang di kepala Latizia yang segera mengambil nafas dalam dan memejamkan matanya. Ia berusaha masuk di dalam lantunan harmonika ini mengikuti ritme dan dinamika yang penuh dengan perasaan.

Perlahan, Latizia bisa merasakan hembusan angin yang mengitari area Istana. Angin dingin itu juga menerpa tubuhnya hingga Latizia mulai merasakan hal aneh.

Dendam, kebencian, amarah dan emosi yang tak terkendali menyertai tempo harmonika itu dan angin yang seperti menyampaikan perasaan hati pemain di baliknya.

Tanpa sadar air mata menetes di pelupuk netranya. Kedua tangan Latizia mengepal karna tiba-tiba dadanya begitu sesak seakan ia merasakan apa yang sekarang sosok itu tahan.

Karna tak kuat terus menyelam dalam makna lantunan harmonika ini, Latizia langsung membuka mata dengan nafas memburu dan terasa begitu sempit dan panas.

"A..apa yang sebenarnya terjadi disini?!" Gumam Latizia memegangi dadanya seraya melihat keadaan di sekitar Istana yang sudah sunyi.

Suara itu menghilang setelah menghancurkan gendang telinga para prajurit kerajaan yang terkapar tak bernyawa di sekitar Istana.

"SEMUA ANGGOTA KERAJAAN BERKUMPUL DI AULA ISTANAA!!!"

Suara Kasim yang menyerukan perintah Yang Mulia Raja Barack. Tentu Latizia yang penasaran tak bisa diam saja.

Ia ambil syal dan kain tipis seperti selendang panjang berwarna mewah mawar di dalam kamarnya kemudian ia pergi ke aula Istana memakai benda itu.

Latizia terburu-buru berjalan bersama para pelayan di Paviliun lain yang juga ikut tergesa-gesa ke aula. Wajah mereka pucat pasih melihat banyak mayat di sepanjang perjalanan bahkan ada yang tak tahan dan pingsan.

Setibanya di aula besar Istana. Banyak yang sudah datang berkumpul disini terutama para petinggi kerajaan yang sudah duduk di kursi kekuasaan masing-masing.

"Semoga saja pelaku kejadian itu tertangkap!"

"Ini benar-benar menakutkan."

Desas-desus seluruh pelayan masuk ke aula dan memberi salam hormat pada Raja Barack dan Ratu Clorris yang tampak anggun dengan balutan mantelnya.

Latizia masih diam. Ia yang tampil sederhana dengan terusan berwarna merah indah itu memang seperti kelopak mawar yang jernih hanya diam seperti orang asing.

"Kau menghalangi jalanku!!" Suara ketus dari belakang sana mendorong Latizia yang tersentak segera menghindar.

Ternyata itu Putri Veronica yang berjalan angkuh melewati Latizia dengan tatapan sinis dan rendah.

Sosok yang mendominasi di belakang wanita arogan itu justru menatap Latizia datar. Saat manik ungu mistik teduh Latizia tertangkap oleh iris hazel pekat milik Milano tiba-tiba Latizia merinding.

"Dia.." Batin Latizia seperti familiar dengan hawa membunuh ini. Milano hanya setia dengan wajah tampan dinginnya melewati Latizia yang menatap punggung kekar dan bahu lebarnya yang jantan.

"Tundukan kepalamu atau kau akan di penggal!" Ketus salah satu pelayan pada Latizia yang tak menundukkan kepalanya pada siapapun disini.

Berdiri-pun Latizia di paling belakang hingga sosok elang yang tadi sempat mengusik batinnya sudah tak begitu jelas dari sini.

"Apa dia putra pertama Raja Barack yang tak berguna itu?!" Batin Latizia menerka-nerka. Saat menikah dengan Delvin ia tak pernah melihat sosok gagah tadi.

Tapi, selama di kerajaan ini ia terus mendengar gunjingan soal putra pertama Raja Barack yang dianggap sebagai brandal dan Elang Madison yang tak pernah membanggakan.

.....

Vote and like sayang..

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

Milano.. pemain harmonika yg mematikan itu...

2024-10-26

0

mamae zaedan

mamae zaedan

harmonika akan terdengar pada telinga mereka yang berhati jahat

2023-09-25

3

Vanny Candra

Vanny Candra

lanjut thor

2023-08-17

1

lihat semua
Episodes
1 Sama sekali tak di hargai
2 Mengkambing hitamkan
3 Milano yang tak berguna
4 Dia pasti bukan pelayan!
5 Lantunan itu lagi
6 Mainan baruku!
7 Kejutan!
8 Urus suamimu dengan benar!
9 Kau haus akan belaian
10 Wanita Penggoda!!
11 Menjadi Pelayanku
12 Patuhlah padaku
13 Latizia mabuk
14 Tugasmu hanya melayaniku
15 Hanya demi pelayan?
16 Sosok Misterius itu lagi
17 Di balik kemegahan Madison
18 Kebuasan yang menggila
19 Pura-pura menjadi kekasih
20 Kau harus sembuh
21 Wanita itu membawa pergi suamiku!
22 Mereka ingin membunuhmu
23 Mereka sangat membenciku
24 Mau bermain di dapur?
25 Kerajaan Madison sangat kejam
26 A..apa aku membunuhnya?
27 Sekedar saling memuaskan
28 Itu mustahil
29 Bukankah kau depresi?
30 Kegilaan Milano
31 Aku di campakkan?
32 Aku ingin hamil!
33 Apa ada masalah?
34 Hanya trik kecil
35 Kau akan membayar semua ini!
36 Marah-marah tak jelas
37 Burungmu Murahan!
38 Penguntit
39 Nafsu makan yang meningkat
40 Kedatangan Ximus
41 Balas dendam?
42 Berani kau menyentuhnya!
43 Aku harus pergi!
44 Aku juga merasakannya
45 Penjahat kelamin
46 Semua lelaki sama saja!
47 Ingin tampil seksi
48 Dia bukan pria yang baik
49 Pembunuhan pertama
50 Aku akan pergi!
51 Hanya sandiwara
52 Orang ini sangat kuat
53 Di buru!
54 Guru Teans di culik!
55 Merajuk!
56 Panggilan kesayangan
57 Pura-pura bertengkar
58 Lebih rendah dari binatang
59 Jangan lakukan lagi!
60 Memata-matai
61 Di serang dalam diam
62 Masa pemerintahanmu berakhir!
63 Latizia cemburu!
64 Karma masa lalu
65 Berubah lebih nakal
66 Tak sekedar adik ipar
67 Ingin mencelakai
68 Bukan perjalanan bisnis
69 Ternyata dia!
70 Ada apa dengan Latizia?
71 Jangan tinggalkan aku!
72 Pemeriksaan Latizia
73 Frustasi tapi juga berfantasi
74 Merebut milikku
75 Masuk dalam jebakan?
76 Jangan menyesal
77 Dia mengandung anakku!
78 Selalu berusaha
79 Tidak salah pilih
80 Mulai curiga
81 Rakyat Madison memberontak
82 Melahirkan?
83 Benih premium adikku!
84 Kau tak akan bisa merubah takdir!
85 Hanya kau yang ku percaya
86 Jika kau lelah, akan ku temani istirahat!
87 Apa yang terjadi?
88 Kebebasan tiada tara
89 Aku sudah sangat bersyukur!
90 3 Pitbull
91 Tak punya keberanian
92 Ninu ternyata laki-laki
93 Darren sialan!!
94 Darren kesepian
95 Hari paling membahagikan
96 Aku mencintaimu
97 Info karya baru
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Sama sekali tak di hargai
2
Mengkambing hitamkan
3
Milano yang tak berguna
4
Dia pasti bukan pelayan!
5
Lantunan itu lagi
6
Mainan baruku!
7
Kejutan!
8
Urus suamimu dengan benar!
9
Kau haus akan belaian
10
Wanita Penggoda!!
11
Menjadi Pelayanku
12
Patuhlah padaku
13
Latizia mabuk
14
Tugasmu hanya melayaniku
15
Hanya demi pelayan?
16
Sosok Misterius itu lagi
17
Di balik kemegahan Madison
18
Kebuasan yang menggila
19
Pura-pura menjadi kekasih
20
Kau harus sembuh
21
Wanita itu membawa pergi suamiku!
22
Mereka ingin membunuhmu
23
Mereka sangat membenciku
24
Mau bermain di dapur?
25
Kerajaan Madison sangat kejam
26
A..apa aku membunuhnya?
27
Sekedar saling memuaskan
28
Itu mustahil
29
Bukankah kau depresi?
30
Kegilaan Milano
31
Aku di campakkan?
32
Aku ingin hamil!
33
Apa ada masalah?
34
Hanya trik kecil
35
Kau akan membayar semua ini!
36
Marah-marah tak jelas
37
Burungmu Murahan!
38
Penguntit
39
Nafsu makan yang meningkat
40
Kedatangan Ximus
41
Balas dendam?
42
Berani kau menyentuhnya!
43
Aku harus pergi!
44
Aku juga merasakannya
45
Penjahat kelamin
46
Semua lelaki sama saja!
47
Ingin tampil seksi
48
Dia bukan pria yang baik
49
Pembunuhan pertama
50
Aku akan pergi!
51
Hanya sandiwara
52
Orang ini sangat kuat
53
Di buru!
54
Guru Teans di culik!
55
Merajuk!
56
Panggilan kesayangan
57
Pura-pura bertengkar
58
Lebih rendah dari binatang
59
Jangan lakukan lagi!
60
Memata-matai
61
Di serang dalam diam
62
Masa pemerintahanmu berakhir!
63
Latizia cemburu!
64
Karma masa lalu
65
Berubah lebih nakal
66
Tak sekedar adik ipar
67
Ingin mencelakai
68
Bukan perjalanan bisnis
69
Ternyata dia!
70
Ada apa dengan Latizia?
71
Jangan tinggalkan aku!
72
Pemeriksaan Latizia
73
Frustasi tapi juga berfantasi
74
Merebut milikku
75
Masuk dalam jebakan?
76
Jangan menyesal
77
Dia mengandung anakku!
78
Selalu berusaha
79
Tidak salah pilih
80
Mulai curiga
81
Rakyat Madison memberontak
82
Melahirkan?
83
Benih premium adikku!
84
Kau tak akan bisa merubah takdir!
85
Hanya kau yang ku percaya
86
Jika kau lelah, akan ku temani istirahat!
87
Apa yang terjadi?
88
Kebebasan tiada tara
89
Aku sudah sangat bersyukur!
90
3 Pitbull
91
Tak punya keberanian
92
Ninu ternyata laki-laki
93
Darren sialan!!
94
Darren kesepian
95
Hari paling membahagikan
96
Aku mencintaimu
97
Info karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!