Latizia mabuk

Milano membawa Latizia ke kamar samping. Ruangan ini sama megahnya dengan kamar putri Veronica yang sampai sekarang masih belum bangun.

Milano juga tak berharap wanita itu mengusiknya dengan mainan baru yang kali ini benar-benar mabuk sampai meracau tak jelas dan terkadang ia menangis lalu tertawa pelan.

"Ninu! Ninu!" Racau Latizia menangkup kedua rahang tegas Milano yang membaringkannya ke atas ranjang besar ini.

Mata Latizia sudah sayu-sayu tapi ia masih aktif seperti tak ada takutnya sama sekali. Milano yang masih memakai handuk terlihat cukup tertekan kala Latizia terus menempel padanya.

"Ninu! Kau..emmm kau kenapa jadi seperti ini?! Pipimu, hidung dan..." Racauan Latizia terhenti saat jempolnya mengusap bibir segar milik Milano yang memang sangat menggiurkan.

Tatapan lemah Latizia benar-benar memancing. Apalagi, jarak mereka cukup intens dan Milano tak bisa bohong jika ia akan lepas kendali.

"N..Ninu!" Gumam Latizia memejamkan matanya dengan wajah pasrah. Bibir pink segar milik Latizia terbuka kecil terlihat begitu seksi dan panas.

Untuk sesaat Milano yang setengah mengungkung Latizia-pun hanyut. Ia mendekatkan wajahnya berniat untuk mencium tapi...

"Hoekmm!!"

"Shitt!!" Umpat Milano saat Latizia muntah di dadanya. Ia segera bangkit dari ranjang menatap jijik dadanya yang malang terkena muntahan dari wanita sialan ini.

"N..Ninu!"

"Kau..kau akan membayar ini," Geram Milano segera pergi ke kamar mandi. Ia terpaksa harus berbenah dua kali bahkan, ini tak pernah terjadi sebelumnya.

Suara Latizia muntah-pun masih terdengar. Saat keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe, Milano menatap datar Latizia yang sudah tidur nyenyak dengan muntahan berserakan di lantai.

"Kau memang menyusahkan!" Umpatnya dingin.

Wajah Latizia sudah lebih baik dari sebelumnya bahkan ia tampak sangat tenang setelah memuntahkan cairan kotor itu ke tubuh sempurna Milano.

"N..Ninu!"

Milano hanya diam. Ia tak tahu apa yang di panggil-panggil Latizia sedari tadi. Kejadian hari ini sudah cukup membuatnya begitu jengkel.

"Kau tunggu saja bagianmu," Gumam Milano menyeringai. Ia menghubungi panglima Ottmar agar mengirim pelayan ke sini.

Seraya menunggu pelayan itu datang, Milano memilih untuk bersantai di pinggir ranjang seraya merokok.

Ia memperhatikan wajah cantik Latizia yang semakin lama di pandang maka semakin terasa hangat dan begitu cantik.

Delvin begitu idiot melepaskan berlian sepertimu, pikir Milano merasa miris akan kebodohan adiknya satu itu.

Hanya saja, Milano tak tertarik dengan urusan asmara. Menurutnya hal itu sangat membosankan dan dia bukan tipe pria yang berkomitmen.

Hubungannya dengan putri Veronica hanya sekedar jalinan rencana. Putri Veronica adalah seorang anak tunggal dari kerajaan besar dan wanita itu juga ada dalam list bonekanya.

"Prince!"

Suara pelayan wanita mengetuk pintu. Milano tak menjawab melainkan hanya gumaman kecil pertanda diizinkan.

Pelayan wanita itu masuk. Ia menunduk malu melihat Milano yang gagahnya duduk di tepi ranjang dengan tatapan datar ke arah Latizia dan wajahnya yang tampan tanpa ekspresi itu sangat mempesona.

"Prince!"

"Bersihkan!" Titahnya tanpa basa-basi. Pelayan itu segera membersihkan sisa muntahan Latizia.

Ia heran, kenapa bisa Latizia terkapar seperti ini?! Benar yang selama ini beredar. Prince Milano memang sangat kejam.

Saat pelayan itu ingin menyentuh Latizia, suara berat dingin Milano langsung membuatnya gemetar.

"Siapa yang mengizinkanmu menyentuhnya?!"

"P..Prince!" Gumam pelayan itu gugup. Ia tadi berniat membuka pakaian Latizia yang sudah terkena muntahan tapi, karna kecaman ini nyalinya jadi ciut.

Dari raut ketakutan wanita ini Milano sudah tahu satu hal sedari tadi. Ia menghembuskan asap rokoknya ke udara dengan sudut bibir terangkat licik.

"Kemarilah!"

Pelayan itu dengan gemetar mendekat. Ia berjongkok di depan Milano yang terlihat sangat mengerikan. Hawa pria ini saja sudah membuat orang tak tahan dekat dengannya tapi, bagaimana bisa putri Latizia sampai tahan?!

"P..Prince!"

"Buka matamu lebar!" Titah Milano dan pelayan itu menurut.

Saat mata wanita ini terbuka, Milano dengan kejam menekan ujung rokoknya yang masih menyala hingga teriakan kesakitan itu tak lagi bisa di tahan.

"S..sakiiit!!"

Milano tak peduli. Ia menendang bahu wanita itu sampai tersungkur dengan mata sebelah kanannya berdarah dan pecah.

Karena teriakan itu, Panglima Ottmar yang tadi ingin kesini segera masuk ke dalam kamar. Ia syok melihat pelayan wanita yang berteriak kesakitan sementara Milano dengan santai duduk di tepi ranjang.

"Prince!"

"Bawa dia kembali pada tuannya!" Titah Milano tegas. Ia tahu jika pelayan ini adalah kiriman dari seseorang untuk memata-matainya bersama Latizia.

Milano tak sebodoh itu menerima orang luar apalagi, hanya ada 2 pelayan yang biasa datang padanya dan itu bukan wanita ini.

Panglima Ottmar yang paham itu segera menyeret wanita itu pergi karna bisa saja Milano tak akan segan membunuhnya di tempat.

Milano yang merasa selalu di pantau mulai terganggu. Berarti Raja Barack sudah mencurigainya, pria itu memang sangat licik beradu peran dengannya.

"Setelah ini pasti sasaranmu adalah dia!" Gumam Milano menatap datar wajah damai Latizia.

Ia akan menunggu dengan senang hati kejutan berikutnya. Raja Barack pasti akan mengandalkan Latizia dan itu sebabnya pria itu menyetujui permintaanya saat itu.

"Ehmm.. Ninu!" Gumam Latizia memeluk bantal di sampingnya. Karna tak mungkin lagi memanggil pelayan, Milano berinisiatif mengganti pakaian Latizia.

Agak dongkol memang, tapi tak masalah. Lagipula wanita itu juga tak sadar, besok ia akan membuat kehebohan yang lebih besar dari ini.

"Ninu!"

"Aku bukan Ninu!" Ketus Milano menoyor kepala Latizia yang mulai merengek seperti anak kecil memeluk lengan kekar Milano yang emosi.

"Ni..nuu!! Jangan tinggalkan aku, hiks! Jangan!"

"Sial!!" Umpat Milano jengkel. Ia segera melepaskan semua yang melekat di tubuh Latizia walau dengan hasrat melambung tinggi dan menjalar di sekujur tubuhnya.

"Ninu, hiks!"

Milano ingin mengganti pakaian Latizia tapi, saat melihat wanita ini begitu berani menempel padanya jadilah otak licik Milano kembali berfungsi.

"Kau akan menangis saat bangun nanti!" Seringai Milano melepas bathrobe di tubuhnya lalu berbaring di dekat Latizia.

Ia menarik wanita itu ke dalam pelukannya hingga Milano merasa sangat hangat dan menyukai semua bagian tubuh Latizia yang menempel padanya.

Namun, niat hati hanya ingin mengerjai wanita ini, Milano justru meneggang hebat. Pandangannya terus tertuju ke leher jenjang Latizia dan bahu mulus wanita itu.

"Kau memang beracun," Gumam Milano langsung mengungkung Latizia yang pasrah. Tubuhnya tak berbohong jika ia menginginkan hal itu.

Saat Milano sibuk memberi bekas di leher jenjang mulus Latizia, tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu kamar.

Wajah tampan Milano berubah beku segera turun dari ranjang kembali memakai bathrobe yang tadi ia lepas.

"Prince!"

Suara Panglima Ottmar mengalun. Milano segera membuka pintu hingga panglima Ottmar menundukkan pandangannya.

"Ada apa?"

"Raja Barack memanggilmu! Sepertinya kita tak bisa sering berinteraksi seperti ini. Semua orang di kerajaan sudah mulai memata-mataimu, Prince!"

Milano diam sejenak. Ia sudah sadar itu dan akan beresiko jika panglima Ottmar selalu bertemu dengannya.

"Mulai sekarang, lakukan seperti biasa! Jangan temui aku di istana!"

"Mengerti, Prince!" Jawab Panglima Ottmar pergi. Situasi di sekelilingnya aman tapi tak tahu seberapa banyak telinga dan wajah yang merapat ke dinding.

.....

Vote and like sayang

Terpopuler

Comments

Denzo_sian_alfoenzo

Denzo_sian_alfoenzo

unboxing ktika letisia gk sdr gk itu gk jantan 🤣

2023-09-13

0

Vanny Candra

Vanny Candra

lanjut thor

2023-08-17

1

Dena Regar

Dena Regar

hati"milano sekarang kamu ketus dan sangar sama latixa nanti kamu akan sangat bucin sama dia

2023-07-25

0

lihat semua
Episodes
1 Sama sekali tak di hargai
2 Mengkambing hitamkan
3 Milano yang tak berguna
4 Dia pasti bukan pelayan!
5 Lantunan itu lagi
6 Mainan baruku!
7 Kejutan!
8 Urus suamimu dengan benar!
9 Kau haus akan belaian
10 Wanita Penggoda!!
11 Menjadi Pelayanku
12 Patuhlah padaku
13 Latizia mabuk
14 Tugasmu hanya melayaniku
15 Hanya demi pelayan?
16 Sosok Misterius itu lagi
17 Di balik kemegahan Madison
18 Kebuasan yang menggila
19 Pura-pura menjadi kekasih
20 Kau harus sembuh
21 Wanita itu membawa pergi suamiku!
22 Mereka ingin membunuhmu
23 Mereka sangat membenciku
24 Mau bermain di dapur?
25 Kerajaan Madison sangat kejam
26 A..apa aku membunuhnya?
27 Sekedar saling memuaskan
28 Itu mustahil
29 Bukankah kau depresi?
30 Kegilaan Milano
31 Aku di campakkan?
32 Aku ingin hamil!
33 Apa ada masalah?
34 Hanya trik kecil
35 Kau akan membayar semua ini!
36 Marah-marah tak jelas
37 Burungmu Murahan!
38 Penguntit
39 Nafsu makan yang meningkat
40 Kedatangan Ximus
41 Balas dendam?
42 Berani kau menyentuhnya!
43 Aku harus pergi!
44 Aku juga merasakannya
45 Penjahat kelamin
46 Semua lelaki sama saja!
47 Ingin tampil seksi
48 Dia bukan pria yang baik
49 Pembunuhan pertama
50 Aku akan pergi!
51 Hanya sandiwara
52 Orang ini sangat kuat
53 Di buru!
54 Guru Teans di culik!
55 Merajuk!
56 Panggilan kesayangan
57 Pura-pura bertengkar
58 Lebih rendah dari binatang
59 Jangan lakukan lagi!
60 Memata-matai
61 Di serang dalam diam
62 Masa pemerintahanmu berakhir!
63 Latizia cemburu!
64 Karma masa lalu
65 Berubah lebih nakal
66 Tak sekedar adik ipar
67 Ingin mencelakai
68 Bukan perjalanan bisnis
69 Ternyata dia!
70 Ada apa dengan Latizia?
71 Jangan tinggalkan aku!
72 Pemeriksaan Latizia
73 Frustasi tapi juga berfantasi
74 Merebut milikku
75 Masuk dalam jebakan?
76 Jangan menyesal
77 Dia mengandung anakku!
78 Selalu berusaha
79 Tidak salah pilih
80 Mulai curiga
81 Rakyat Madison memberontak
82 Melahirkan?
83 Benih premium adikku!
84 Kau tak akan bisa merubah takdir!
85 Hanya kau yang ku percaya
86 Jika kau lelah, akan ku temani istirahat!
87 Apa yang terjadi?
88 Kebebasan tiada tara
89 Aku sudah sangat bersyukur!
90 3 Pitbull
91 Tak punya keberanian
92 Ninu ternyata laki-laki
93 Darren sialan!!
94 Darren kesepian
95 Hari paling membahagikan
96 Aku mencintaimu
97 Info karya baru
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Sama sekali tak di hargai
2
Mengkambing hitamkan
3
Milano yang tak berguna
4
Dia pasti bukan pelayan!
5
Lantunan itu lagi
6
Mainan baruku!
7
Kejutan!
8
Urus suamimu dengan benar!
9
Kau haus akan belaian
10
Wanita Penggoda!!
11
Menjadi Pelayanku
12
Patuhlah padaku
13
Latizia mabuk
14
Tugasmu hanya melayaniku
15
Hanya demi pelayan?
16
Sosok Misterius itu lagi
17
Di balik kemegahan Madison
18
Kebuasan yang menggila
19
Pura-pura menjadi kekasih
20
Kau harus sembuh
21
Wanita itu membawa pergi suamiku!
22
Mereka ingin membunuhmu
23
Mereka sangat membenciku
24
Mau bermain di dapur?
25
Kerajaan Madison sangat kejam
26
A..apa aku membunuhnya?
27
Sekedar saling memuaskan
28
Itu mustahil
29
Bukankah kau depresi?
30
Kegilaan Milano
31
Aku di campakkan?
32
Aku ingin hamil!
33
Apa ada masalah?
34
Hanya trik kecil
35
Kau akan membayar semua ini!
36
Marah-marah tak jelas
37
Burungmu Murahan!
38
Penguntit
39
Nafsu makan yang meningkat
40
Kedatangan Ximus
41
Balas dendam?
42
Berani kau menyentuhnya!
43
Aku harus pergi!
44
Aku juga merasakannya
45
Penjahat kelamin
46
Semua lelaki sama saja!
47
Ingin tampil seksi
48
Dia bukan pria yang baik
49
Pembunuhan pertama
50
Aku akan pergi!
51
Hanya sandiwara
52
Orang ini sangat kuat
53
Di buru!
54
Guru Teans di culik!
55
Merajuk!
56
Panggilan kesayangan
57
Pura-pura bertengkar
58
Lebih rendah dari binatang
59
Jangan lakukan lagi!
60
Memata-matai
61
Di serang dalam diam
62
Masa pemerintahanmu berakhir!
63
Latizia cemburu!
64
Karma masa lalu
65
Berubah lebih nakal
66
Tak sekedar adik ipar
67
Ingin mencelakai
68
Bukan perjalanan bisnis
69
Ternyata dia!
70
Ada apa dengan Latizia?
71
Jangan tinggalkan aku!
72
Pemeriksaan Latizia
73
Frustasi tapi juga berfantasi
74
Merebut milikku
75
Masuk dalam jebakan?
76
Jangan menyesal
77
Dia mengandung anakku!
78
Selalu berusaha
79
Tidak salah pilih
80
Mulai curiga
81
Rakyat Madison memberontak
82
Melahirkan?
83
Benih premium adikku!
84
Kau tak akan bisa merubah takdir!
85
Hanya kau yang ku percaya
86
Jika kau lelah, akan ku temani istirahat!
87
Apa yang terjadi?
88
Kebebasan tiada tara
89
Aku sudah sangat bersyukur!
90
3 Pitbull
91
Tak punya keberanian
92
Ninu ternyata laki-laki
93
Darren sialan!!
94
Darren kesepian
95
Hari paling membahagikan
96
Aku mencintaimu
97
Info karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!