Di balik kemegahan Madison

Sayup-sayup terdengar suara perbincangan seseorang di sekitarnya. Kedua mata yang tadi tertutup rapat perlahan terusik dan segera terbuka satu.

Pandangan kabur dan tak jelas membayang di atas langit-langit bernuansa abu tinggi di atas sana. Ia mengerijab beberapa kali menormalkan kesadaran hingga barulah kembali normal.

"Ini dimana?" Gumam Latizia mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan. Ia sangat aneh dengan kamar luas dan dingin ini.

Semuanya begitu lengkap dan mewah. Warna-warna yang di pilih juga begitu elegan menghiasi ranjang, sofa dan tirai yang masih tertutup.

"Nona sudah bangun!"

Latizia tersentak akan suara itu. Ia menatap ke arah pintu dimana ada seorang wanita paruh baya dengan wajah ramah dan hangat berdiri di depan pintu.

"K..kau siapa?"

"Saya Wey! Saya yang akan melayani nona!" Ucap Pelayan Wey sopan. Latizia benar-benar tak mengerti.

Jelas-jelas ia semalam ada di hutan dekat istana dan bagaimana bisa disini?! Tempat yang begitu asing dan terasa sangat aneh.

"Silahkan nona bersihkan diri di kamar mandi! Saya akan siapkan pakaianmu, nona!"

"Ini dimana? Siapa yang membawaku?" Tanya Latizia tak tenang. Pelayan Wey hanya diam pergi ke keluar kamar tanpa menjawab apapun.

Merasa tak ada gunanya bertanya pada wanita itu, akhirnya Latizia memilih pergi ke kamar mandi. Tubuhnya terasa lelah dan lengket karna berkeringat.

Sementara di luar sana, pelayan Wey menghadap seorang pria gagah yang berdiri di dekat tangga. Ia baru saja selesai menerima panggilan penting pagi ini.

"Prince!"

"Dia bangun?" Tanya Milano menyimpan kembali ponselnya. Ia sudah rapi dengan stelan jas dengan motif bergaris yang tak terlalu jelas tapi itu sangatlah mahal.

"Nona sedang mandi. Sepertinya nona begitu keras kepala ingin tahu tempat ini, Prince!"

Milano diam. Ia sudah tahu Latizia tak akan semudah itu tinggal disini. Lagi pula, ia harus segera melancarkan rencananya karna semalam kerajaan Madison sudah kewalahan.

"Biarkan dia berganti pakaian lalu bawa turun untuk makan!"

"Baik, Prince!" Jawab pelayan Wey segera pergi.

Milano mengambil nafas dalam. Ada suara pergerakan di belakangnya tapi Milano sudah tahu itu.

"Adik! Kau tak ingin mengenalkannya padaku?"

Milano berbalik tenang. Ia menatap datar tapi jauh dari netra coklat elang pekat itu ada kehangatan yang tak bisa di jabarkan.

Sesosok pria dewasa berkursi roda tengah mendekat ke arahnya.

"Kak! Istirahatlah di kamarmu!"

"Mendengar kabar kau kembali aku begitu senang. Semalam tak ada yang membangunkan aku," Ucapnya menyelipkan nada kecewa.

Pria berkursi roda dengan perawakan sedikit mirip dengan Milano itu adalah Franck.

Ada sesuatu yang membuatnya tak bisa berdiri dengan wajah yang pucat dan selalu memakai syal. Milano sangat menyayangi pria itu bahkan jelas dari pandangannya sudah terbukti dalam.

"Kau masih belum sehat. Cuaca tengah dingin. Kembalilah ke kamarmu!"

"Sejak kapan kau bisa mengaturku-ha?!" Kelas Franck menunjukan ketidaksukaanya. Milano akhirnya diam, ia tak akan berdebat dengan pria ini.

"Aku dengar kau membawa wanita? Siapa dia? Apa calon adik ipar-ku?"

"Kak!" Tegur Milano dengan tatapan yang dingin dan malas.

Franck tersenyum kecut. Ia masih belum tahu jika Milano sudah menikah. Semua gerakan yang Milano lakukan tak pernah di ketahui Franck yang hanya menanti kepulangan sang adik.

"Kapan kau akan memperkenalkan wanita mu padaku?"

"Tak ada wanita di dunia ini," Acuh Milano kembali menyalakan rokoknya.

Franck hanya bisa menggeleng saja. Milano terlihat sedikit menjauh dari pria itu agar asap rokoknya tak menganggu pernafasan sang kakak.

"Brandaaal!!"

Suara keras itu datang dari samping sana dimana sendal kamar mandi seseorang langsung terlempar ke punggung Milano yang seketika meremas rokok yang tadi menyala dengan geram.

"Kenapa kau membawaku kesini?? Apa tujuan licikmu, haa??" Tanya Latizia yang di kejar oleh pelayan Wey mendekat.

Wanita paruh baya itu memelas pada Milano yang sudah mendidih tapi ia tak mungkin menyidang Latizia disini.

"Kau pasti ingin memanfaatkan-ku, bukan? Aku sudah berpikir dari sejak lama. Kau pasti.."

Ocehan Latizia terhenti saat sadar jika mereka tidak bertiga disini. Ada seorang pria kursi roda yang tampak tersenyum menatapnya.

"Hay!"

"K..kau.."

Latizia agak syok membandingkan wajah pria itu dan Milano. Walau ketampanan masih dipanggil brandal tak tahu malu ini tapi, pria kursi roda itu cukup membingungkan.

"Aku Franck. Kakaknya Milano!"

"K..kakak???" Syok Latizia menatap Milano yang hanya memandangnya datar. Matanya seperti bertanya-tanya, ada apa dengan semua ini sampai Milano menarik lengannya cepat turun ke bawah.

"Kak! Kau istirahatlah!" Pinta Milano menyeret Latizia turun menapaki tangga ini.

Latizia yang kebingungan hanya mengikut di bawa ke sebuah ruang makan yang agak jauh dari tempat tadi.

"Apa yang kau sembunyikan sebenarnya?" Tanya Latizia saat Milano sudah melepaskan tangannya di dekat meja makan besar ini.

Pria angkuh itu duduk di kursi meja makan langsung meraih segelas air putih dan meneguknya.

"Perhatikan cara berpakaian mu!" Tegas Milano menatap lurus ke depan. Latizia yang tak sadar jika kancing dressnya terbuka langsung memunggungi Milano yang berwajah beku.

Setelah semuanya rapi, barulah Latizia duduk berhadapan dengan Milano yang anehnya di hadapan pria tadi jadi berbeda.

"Pria itu siapa? Dia memanggilmu kakak, bukankah Raja Barack hanya punya dua anak?"

Pertanyaan Latizia tak langsung di jawab Milano. Ada seseorang yang datang dari arah pintu masuk dan ternyata itu panglima Ottmar.

"Prince!"

Panglima Ottmar memberikan sebuah dokumen ke tangan Milano yang langsung berdiri mengambil benda itu.

"Jangan sampai kakak tahu tentang ini!" Titahnya lalu pergi.

Latizia semakin di buat seperti orang bodoh menyaksikan keanehan Milano yang kian hari semakin membuatnya pusing.

"Ada apa dengan pria itu?"

Panglima Ottmar hanya diam dan ingin pergi tapi Latizia menahannya.

"Jelaskan ini atau aku benar-benar akan membuat masalah!" Ancam Latizia padahal panglima Ottmar tak bisa termakan dengan cara seperti itu.

Tapi, karna Latizia tampaknya diizinkan ikut campur maka, ia akan mengambil tindakan.

"Kau tahu sendiri jika kerajaan Madison tak sekacau ini sebelumnya, bukan?"

"Yah, sejak pemerintahan Raja Facsionus semuanya makmur. Bahkan, kalian sering bekerja sama dengan kerajaanku," Jawab Latizia serius.

Panglima Ottmar mengambil nafas dalam. Ia sudah tak ingin membahas ini tapi keadaan terlalu menekan.

"Demi merebut tahta dengan cepat Barack membunuh ayahnya sendiri!"

"Apaa??" Syok Latizia tak percaya itu.

"Yah, saat itu Prince Milano masih berumur 3 tahun dan pangeran Franck sudah berusia 7 tahun. Raja Facsionus begitu menyayangi kedua cucunya sepenuh hati. Namun, saat itu Barack gelap mata karna tak sabar untuk menjadi raja tapi, Raja Facsionus tak bisa turun dari tahta karna tabiat Barack yang memang tak pantas menjadi seorang raja di masa depan."

Latizia dengan tenang mendengarkan semua itu. Wajah panglima Ottmar begitu tampak sendu saat menceritakan momen yang mungkin sangat menyakitkan.

"Lalu?"

"Saat itu Clorris yang mengandung Delvin terus menghasut Barack untuk merebut tahta. Alhasil, mereka perlahan-lahan meracuni Raja Facsionus hingga meninggal dunia," Jelas Panglima Ottmar menunduk.

"Lalu apa yang terjadi hingga Franck bisa seperti itu?"

"Sebelum raja meninggal. Dia diam-diam menurunkan tahta kepada pangeran Franck yang saat itu melihat dengan jelas jika ayah dan ibunya tertawa jahat di dekat jasad Yang Mulia Raja. Hatinya hancur dan mencoba melawan tapi, dengan kejamnya mereka memenjarakan pangeran Franck hingga.."

Panglima Ottmar mengepal kuat. Ada sebuah amarah yang ia pendam dan bergumal di matanya.

"Hingga suatu saat Clorris mengalami kecelakaan. Dia memerlukan donor sumsum tulang belakang dan kau tentu tahu siapa yang menjadi korbannya."

"F..Franck?" Tanya Latizia dan kebisuan panglima Ottmar sudah membuktikan segalanya.

"Yah, setelah donor itu di lakukan pangeran Franck yang masih kecil di sebarkan telah tiada. Dia juga hampir mau di bunuh oleh ibunya sendiri karna tak patuh. Malam itu pangeran sekuat tenaga membawa pergi Prince Milano agar tak menjadi sepertinya," Jelas panglima Ottmar tampak masih berusaha menahan luapan emosi.

Latizia sungguh tak menyangka kisah pilu itu ada di balik megahnya bangunan kerajaan.

"Kau jangan bicara apapun soal kerajaan Madison di hadapan pangeran pertama. Kau bisa di habisi oleh Prince Milano dengan kejam."

"Aku.."

"Siapa yang menyuruhmu membicarakan itu?!"

Degg..

Panglima Ottmar langsung menunduk. Latizia sontak berdiri melihat Milano yang berdiri di depan pintu masuk ruangan dengan wajah beku dan kelam.

"Maaf, Prince!"

Milano hanya diam. Ia menatap tajam Latizia yang tampak gugup karna Milano terlihat marah.

"Kau keluar!" Titah Milano pada panglima Ottmar yang langsung pergi.

Latizia mendekat berniat ingin bicara soal tadi tapi, Milano langsung menarik tangannya kasar ke kamar atas.

"Kauu.. kau apa yang kau lakukan?!! Lepass!!"

Milano hanya diam. Siapapun yang tahu lebih banyak tentangnya?! Tak akan ia biarkan bebas.

....

Vote and like sayang..

Terpopuler

Comments

liya kurniawan

liya kurniawan

cerita nya tentang kerajaan. tp di cerita nya pakaian mreka pake jas, latizia pake hotpants,sama rok pendek. AQ jd susah bayangin nya. ko zaman kerjaan bgtu?

2025-03-05

0

Meiya Lee

Meiya Lee

kok zaman kerajaan ada ponsel ya

2023-07-26

1

sari

sari

lanjut baca Will

2023-07-23

0

lihat semua
Episodes
1 Sama sekali tak di hargai
2 Mengkambing hitamkan
3 Milano yang tak berguna
4 Dia pasti bukan pelayan!
5 Lantunan itu lagi
6 Mainan baruku!
7 Kejutan!
8 Urus suamimu dengan benar!
9 Kau haus akan belaian
10 Wanita Penggoda!!
11 Menjadi Pelayanku
12 Patuhlah padaku
13 Latizia mabuk
14 Tugasmu hanya melayaniku
15 Hanya demi pelayan?
16 Sosok Misterius itu lagi
17 Di balik kemegahan Madison
18 Kebuasan yang menggila
19 Pura-pura menjadi kekasih
20 Kau harus sembuh
21 Wanita itu membawa pergi suamiku!
22 Mereka ingin membunuhmu
23 Mereka sangat membenciku
24 Mau bermain di dapur?
25 Kerajaan Madison sangat kejam
26 A..apa aku membunuhnya?
27 Sekedar saling memuaskan
28 Itu mustahil
29 Bukankah kau depresi?
30 Kegilaan Milano
31 Aku di campakkan?
32 Aku ingin hamil!
33 Apa ada masalah?
34 Hanya trik kecil
35 Kau akan membayar semua ini!
36 Marah-marah tak jelas
37 Burungmu Murahan!
38 Penguntit
39 Nafsu makan yang meningkat
40 Kedatangan Ximus
41 Balas dendam?
42 Berani kau menyentuhnya!
43 Aku harus pergi!
44 Aku juga merasakannya
45 Penjahat kelamin
46 Semua lelaki sama saja!
47 Ingin tampil seksi
48 Dia bukan pria yang baik
49 Pembunuhan pertama
50 Aku akan pergi!
51 Hanya sandiwara
52 Orang ini sangat kuat
53 Di buru!
54 Guru Teans di culik!
55 Merajuk!
56 Panggilan kesayangan
57 Pura-pura bertengkar
58 Lebih rendah dari binatang
59 Jangan lakukan lagi!
60 Memata-matai
61 Di serang dalam diam
62 Masa pemerintahanmu berakhir!
63 Latizia cemburu!
64 Karma masa lalu
65 Berubah lebih nakal
66 Tak sekedar adik ipar
67 Ingin mencelakai
68 Bukan perjalanan bisnis
69 Ternyata dia!
70 Ada apa dengan Latizia?
71 Jangan tinggalkan aku!
72 Pemeriksaan Latizia
73 Frustasi tapi juga berfantasi
74 Merebut milikku
75 Masuk dalam jebakan?
76 Jangan menyesal
77 Dia mengandung anakku!
78 Selalu berusaha
79 Tidak salah pilih
80 Mulai curiga
81 Rakyat Madison memberontak
82 Melahirkan?
83 Benih premium adikku!
84 Kau tak akan bisa merubah takdir!
85 Hanya kau yang ku percaya
86 Jika kau lelah, akan ku temani istirahat!
87 Apa yang terjadi?
88 Kebebasan tiada tara
89 Aku sudah sangat bersyukur!
90 3 Pitbull
91 Tak punya keberanian
92 Ninu ternyata laki-laki
93 Darren sialan!!
94 Darren kesepian
95 Hari paling membahagikan
96 Aku mencintaimu
97 Info karya baru
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Sama sekali tak di hargai
2
Mengkambing hitamkan
3
Milano yang tak berguna
4
Dia pasti bukan pelayan!
5
Lantunan itu lagi
6
Mainan baruku!
7
Kejutan!
8
Urus suamimu dengan benar!
9
Kau haus akan belaian
10
Wanita Penggoda!!
11
Menjadi Pelayanku
12
Patuhlah padaku
13
Latizia mabuk
14
Tugasmu hanya melayaniku
15
Hanya demi pelayan?
16
Sosok Misterius itu lagi
17
Di balik kemegahan Madison
18
Kebuasan yang menggila
19
Pura-pura menjadi kekasih
20
Kau harus sembuh
21
Wanita itu membawa pergi suamiku!
22
Mereka ingin membunuhmu
23
Mereka sangat membenciku
24
Mau bermain di dapur?
25
Kerajaan Madison sangat kejam
26
A..apa aku membunuhnya?
27
Sekedar saling memuaskan
28
Itu mustahil
29
Bukankah kau depresi?
30
Kegilaan Milano
31
Aku di campakkan?
32
Aku ingin hamil!
33
Apa ada masalah?
34
Hanya trik kecil
35
Kau akan membayar semua ini!
36
Marah-marah tak jelas
37
Burungmu Murahan!
38
Penguntit
39
Nafsu makan yang meningkat
40
Kedatangan Ximus
41
Balas dendam?
42
Berani kau menyentuhnya!
43
Aku harus pergi!
44
Aku juga merasakannya
45
Penjahat kelamin
46
Semua lelaki sama saja!
47
Ingin tampil seksi
48
Dia bukan pria yang baik
49
Pembunuhan pertama
50
Aku akan pergi!
51
Hanya sandiwara
52
Orang ini sangat kuat
53
Di buru!
54
Guru Teans di culik!
55
Merajuk!
56
Panggilan kesayangan
57
Pura-pura bertengkar
58
Lebih rendah dari binatang
59
Jangan lakukan lagi!
60
Memata-matai
61
Di serang dalam diam
62
Masa pemerintahanmu berakhir!
63
Latizia cemburu!
64
Karma masa lalu
65
Berubah lebih nakal
66
Tak sekedar adik ipar
67
Ingin mencelakai
68
Bukan perjalanan bisnis
69
Ternyata dia!
70
Ada apa dengan Latizia?
71
Jangan tinggalkan aku!
72
Pemeriksaan Latizia
73
Frustasi tapi juga berfantasi
74
Merebut milikku
75
Masuk dalam jebakan?
76
Jangan menyesal
77
Dia mengandung anakku!
78
Selalu berusaha
79
Tidak salah pilih
80
Mulai curiga
81
Rakyat Madison memberontak
82
Melahirkan?
83
Benih premium adikku!
84
Kau tak akan bisa merubah takdir!
85
Hanya kau yang ku percaya
86
Jika kau lelah, akan ku temani istirahat!
87
Apa yang terjadi?
88
Kebebasan tiada tara
89
Aku sudah sangat bersyukur!
90
3 Pitbull
91
Tak punya keberanian
92
Ninu ternyata laki-laki
93
Darren sialan!!
94
Darren kesepian
95
Hari paling membahagikan
96
Aku mencintaimu
97
Info karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!