Kebuasan yang menggila

Milano melempar Latizia ke atas tempat tidur yang tadi baru saja di tinggalkan wanita itu. Dengan wajah bingung dan tentunya cemas, Latizia berusaha meminta penjelasan pada Milano yang tampak marah dan emosi.

"Kau kenapa? Apa yang akan kau lakukan?"

"Kau tahu hal yang seharusnya tak pantas kau ketahui," Tegas Milano membuat Latizia diam sejenak.

Milano marah soal panglima Ottmar yang memberitahunya soal rahasia yang selama ini di sembunyikan. Mungkin, Milano mengira ia akan membocorkan ini pada orang lain.

"Aku tak akan memberitahu siapapun. Kau tak perlu sampai seperti ini."

Milano hanya diam. Wajahnya yang tadi dingin mulai menunjukan hawa misterius dan tatapan yang licik.

"K..kau.."

"Siapa yang menjamin kau akan patuh atau tidak?!" Desis Milano melepas jas di tubuhnya lalu ia lempar sembarang arah.

Latizia gugup. Jantungnya berdebar tak karuan terus beringsut mundur merapat ke kepala ranjang saat Milano naik ke atas ranjang mengungkung setengah tubuhnya.

"K..kau mau..mau apa?"

"Bukankah kita sudah pernah melakukannya?!" Tanya Milano menyeringai. Ia dengan cepat menarik kedua kaki Latizia yang memekik saat tubuhnya sudah terbaring sempurna di bawah kungkungan pria gagah ini.

Milano menatap ganas Latizia. Pandangan yang begitu menakutkan dan sangat membuat Latizia seperti di pantau seluruh binatang buas.

"M..Milano! A..aku tak akan..tak akan me.."

"Aku tak pernah percaya," Gumam Milano langsung menyambar bibir pink segar milik Latizia yang memberontak keras tapi kedua tangannya di tahan Milano ke atas kepala.

"Ehmm!!!"

Milano menguasai bibir Latizia sampai Latizia kewalahan. Ia sekuat tenaga melawan tapi kekuatannya tak cukup pantas menentang pria ini.

Apalagi, Milano begitu bergairah mencumbu bibirnya seakan-akan ia memancing jiwa liar yang terpendam di dalam diri Latizia.

Aku tahu kau juga menginginkan ini. Pikir Milano menyeringai iblis disela ciuman buasnya.

Latizia yang tadi menolak akhirnya tak bisa membohongi dirinya sendiri. Ia membiarkan Milano menguasai bibirnya bahkan, erangan kecil itu lolos kala Milano menautkan lidah mereka erotis bahkan tubuhnya mulai memanas.

"A..aku tidak bisa.." Batin Latizia berusaha untuk sadar tapi sialnya ini terlalu memabukkan.

Merasa Latizia mulai hanyut dengan ciuman sensual itu. Perlahan Milano mengalungkan kedua tangan Latizia ke lehernya dengan ia yang memeggang rahang wanita ini untuk memperdalam setiap hisapan yang tak akan Latizia lupakan.

"Ehmm!" Lenguhan Latizia kala Milano sengaja melepas ciumannya secara sepihak. Bibir keduanya sudah basah dan lumer apalagi benang saliva itu terhubung seksi.

Wajah lemah, pasrah Latizia semakin menggoda untuk ditahlukan oleh Milano yang juga tengah di kuasai hasrat yang kuat.

"Kau menikmatinya," Serak Milano memeggang dagu tirus Latizia yang tampak malu.

"A..aku.."

Milano menjilati permukaan bibir basah Latizia yang seketika meremas bahu kokohnya menahan sensasi aneh.

"Akan-ku tunjukan apa yang di sebut dengan nikmat," Bisik Milano menegakkan tubuhnya. Ia membuka satu persatu kancing kemeja itu hingga Latizia bisa melihat tonjolan otot yang begitu gagah di tubuh kekar Milano yang tegap.

Merasa tak pantas melihat, Latizia memalingkan wajahnya ke arah lain saat Milano sudah melempar kemeja itu ke sembarang arah.

"K..kau s..sudah punya istri," Gugup Latizia tapi Milano tak menghiraukan hal itu. Ia membuka tali pinggangnya dengan tatapan tak terlepas dari wajah cantik Latizia yang sangat menggoda iman.

"Lihat kesini!" Titah Milano tapi Latizia masih enggan.

"Jika tidak, aku akan berbuat kasar padamu!"

"Kauu.."

Latizia ingin menyela tapi ia terkejut saat Milano tanpa malu hanya menggunakan boxer di hadapannya bahkan, benda itu tampak membengkak seperti ada ular yang tengah bergelung perkasa.

"P..pakai..pakai celanamu!!" Histeris Latizia menutup matanya dengan kedua tangan. Jantungnya sudah berdebar tak karuan di dalam sana bahkan wajah Latizia sudah merah bak kepiting rebus.

Tentu saja Milano semakin terpancing untuk menerus-kan semua ini. Ia kembali mengungkung Latizia dan melepas tali yang menyimpul di leher wanita ini.

"Jadilah penurut maka aku akan mengampunimu!"

"Aku tak sudi," Desis Latizia ingin bangkit tapi Milano sudah kehabisan kesabaran.

Dengan kasar ia mengoyak dress yang membaluti tubuh Latizia. Wanita itu memekik segera menutupi bagian dada dan daleman warna merah senada dengan branya.

"Kau apa-apaan, haa?!"

Milano hanya diam. Matanya terpaku melihat keindahan tubuh Latizia yang bukan pertama kali lagi ia lihat tapi rasanya masih tetap terpesona.

Mulus tanpa cacat membuat lidahnya ingin sekali menjilati setiap inci kulit wanita ini.

"Semuanya sempurna!" Gumam Milano menjilati bibirnya sendiri.

Latizia yang merasa terancam segera bergerak liar mencoba turun dari ranjang. Mata elang Milano menangkap semua niat brutal wanita ini hingga ia segera menarik lepas tali bra itu dari punggung indah Latizia.

"Kau brengseek!!" Maki Latizia menendang bahu kokoh Milano yang salut.

Sudah dalam keadaan seperti ini, Latizia masih mau melawannya. Wanita ini benar-benar sesuatu.

"Kau yang memaksaku melakukan semua ini," Desis Milano segera mengikat kedua tangan Latizia dengan tali pinggangnya tadi erat hingga dada padat sintal dengan bentuk yang sempurna itu membusung bebas tanpa penghalang.

Mata Milano semakin kelap. Dirinya tak tahu kenapa begitu berhasrat saat melihat dua aset Latizia yang terasa berbeda dari yang lain.

"Semuanya milikku!" Gumam Milano dengan cepat menyambar puncak ranum itu buas membuat Latizia memekik.

"Ibuu!!" Pekiknya menggeliat saat Milano sangat kelaparan menjelajahi semuanya. Tubuh Latizia menggeliat bak cacing kepanasan karna ia tak tahan dengan apa yang sekarang Milano permainkan.

"Ehmmm..N..Ninuu..B..Bu!" Racau Latizia memejamkan matanya.

Milano yang tak suka dengan nama yang selalu Latizia sebut segera mengigit nakal puncak bukit ranum itu sampai erangan Latizia terdengar sangat memancing.

"Jika bersamaku, jangan menyebut nama orang lain!" Tekan Milano tajam. Latizia yang sudah tak berdaya hanya bisa diam dengan nafas menggebu begitu juga Milano yang tak pernah merasa sebergairah ini.

Perlahan ia turunkan daleman Latizia hingga bagian bawah wanita itu tak lagi bisa bersembunyi dari tatapan nyalang Milano.

Mulus bak bayi, pink segar dengan bentuk yang kencang. Wanita ini memang sangat lezat.

"Kau selalu menolakku, tapi lihat bagian bawah-mu begitu menginginkannya," Desis Milano tak sungkan memberi belaian kecil dengan jarinya.

Latizia bergetar hebat segera menahan tangan Milano yang sangat membuat tubuhnya memanas dan mengejang.

"J..jangan mempermainkan-ku," Bantah Latizia dengan nafas terputus-putus merapatkan pahanya.

Milano menyeringai iblis. Ia menjilati jarinya yang tadi membelah kelopak mawar indah ini seraya satu tangan melepas boxer yang sudah begitu sempit untuknya.

"Kau begitu tak sabaran."

"A..aku..aku akan pergi! Aku tak akan mengusikmu lagi!" Ucap Latizia tak mau melakukan itu.

Milano hanya diam. Wajah dinginnya bertambah beku kembali mengungkung Latizia dan melebarkan paha wanita itu.

"Kau ingin pergi?"

"Yah. Kau tak perlu membantuku dan begitu juga sebaliknya. Aku ..aku .."

Latizia terbata-bata saat ia merasa ada yang menekan lapisan tipis di bawah sana. Ia saling pandang intens dengan Milano yang juga seperti menahan lonjakan yang sulit ia kendalikan.

"A..apa yang kau lakukan?"

"Menurutmu?!" Bisik Milano berusaha menerobos sampai Latizia merasakan sakit yang sulit di jabarkan.

"S..Sudah..sakitt!!"

"Aku tak bisa melepaskanmu!" Serak Milano kesusahan. Ia seperti di buat berusaha keras untuk menyelami kenikmatan yang pasti akan membuatnya hilang akal.

"M..Milanoo S..Sakit, hiks!"

Mendengar rintihan Latizia, Milano segera menautkan ciuman kembali. Dengan ukuran pusaka miliknya yang tak sembarangan jika memasuki Latizia yang baru pertama kali tentu akan terasa lumayan menyiksa.

Setelah berusaha untuk mengakalinya, Milano bisa masuk setengah jalan. Ia harus menerima gigitan Latizia yang memberontak tapi...

"Aaaasss...sakiit!!" Teriakan tertahan Latizia saat Milano berhasil membenamkan seluruhnya.

Sensasi jepitan yang sangat spesial ini membuat Milano seperti di atas awan bahkan ia tak mau turun sama sekali.

Keduanya berperang dengan sangat hebat. Milano seperti dilahirkan kembali hanya untuk bergulat dengan wanita bermata ungu mistik yang terpekik-pekik karna kebuasannya.

Hal itu membuat dua pria di balik pintu sana ngeri. Mereka tanpa malu menempelkan telinga di depan pintu kamar.

"Pangeran! S..sebaiknya kita pergi!" Canggung Panglima Ottmar merasa malu.

Tapi tidak dengan Franck yang justru bersemangat mendengar kebuasan Milano.

"Adikku sudah besar. Sebentar lagi aku akan punya ponakan yang lucu," Soraknya terharu. Panglima Ottmar yang sudah biasa dengan semua ini hanya bisa diam saja.

...

Vote and Like Sayang..

Terpopuler

Comments

Denzo_sian_alfoenzo

Denzo_sian_alfoenzo

astaga aq terninuninuninu 😅

2023-09-13

1

Mebang Huyang M

Mebang Huyang M

aduuuhhh panaaasss ninaniinuuu dimana dirimu...miliano lagi buka segel orang tuuhhhh....

2023-08-29

0

ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀💜⃞⃟𝓛 Jibril Adinda

ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀💜⃞⃟𝓛 Jibril Adinda

ya ampun Milano kau tanpa sadar sudah jatuh cinta pada Latizia

2023-08-22

0

lihat semua
Episodes
1 Sama sekali tak di hargai
2 Mengkambing hitamkan
3 Milano yang tak berguna
4 Dia pasti bukan pelayan!
5 Lantunan itu lagi
6 Mainan baruku!
7 Kejutan!
8 Urus suamimu dengan benar!
9 Kau haus akan belaian
10 Wanita Penggoda!!
11 Menjadi Pelayanku
12 Patuhlah padaku
13 Latizia mabuk
14 Tugasmu hanya melayaniku
15 Hanya demi pelayan?
16 Sosok Misterius itu lagi
17 Di balik kemegahan Madison
18 Kebuasan yang menggila
19 Pura-pura menjadi kekasih
20 Kau harus sembuh
21 Wanita itu membawa pergi suamiku!
22 Mereka ingin membunuhmu
23 Mereka sangat membenciku
24 Mau bermain di dapur?
25 Kerajaan Madison sangat kejam
26 A..apa aku membunuhnya?
27 Sekedar saling memuaskan
28 Itu mustahil
29 Bukankah kau depresi?
30 Kegilaan Milano
31 Aku di campakkan?
32 Aku ingin hamil!
33 Apa ada masalah?
34 Hanya trik kecil
35 Kau akan membayar semua ini!
36 Marah-marah tak jelas
37 Burungmu Murahan!
38 Penguntit
39 Nafsu makan yang meningkat
40 Kedatangan Ximus
41 Balas dendam?
42 Berani kau menyentuhnya!
43 Aku harus pergi!
44 Aku juga merasakannya
45 Penjahat kelamin
46 Semua lelaki sama saja!
47 Ingin tampil seksi
48 Dia bukan pria yang baik
49 Pembunuhan pertama
50 Aku akan pergi!
51 Hanya sandiwara
52 Orang ini sangat kuat
53 Di buru!
54 Guru Teans di culik!
55 Merajuk!
56 Panggilan kesayangan
57 Pura-pura bertengkar
58 Lebih rendah dari binatang
59 Jangan lakukan lagi!
60 Memata-matai
61 Di serang dalam diam
62 Masa pemerintahanmu berakhir!
63 Latizia cemburu!
64 Karma masa lalu
65 Berubah lebih nakal
66 Tak sekedar adik ipar
67 Ingin mencelakai
68 Bukan perjalanan bisnis
69 Ternyata dia!
70 Ada apa dengan Latizia?
71 Jangan tinggalkan aku!
72 Pemeriksaan Latizia
73 Frustasi tapi juga berfantasi
74 Merebut milikku
75 Masuk dalam jebakan?
76 Jangan menyesal
77 Dia mengandung anakku!
78 Selalu berusaha
79 Tidak salah pilih
80 Mulai curiga
81 Rakyat Madison memberontak
82 Melahirkan?
83 Benih premium adikku!
84 Kau tak akan bisa merubah takdir!
85 Hanya kau yang ku percaya
86 Jika kau lelah, akan ku temani istirahat!
87 Apa yang terjadi?
88 Kebebasan tiada tara
89 Aku sudah sangat bersyukur!
90 3 Pitbull
91 Tak punya keberanian
92 Ninu ternyata laki-laki
93 Darren sialan!!
94 Darren kesepian
95 Hari paling membahagikan
96 Aku mencintaimu
97 Info karya baru
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Sama sekali tak di hargai
2
Mengkambing hitamkan
3
Milano yang tak berguna
4
Dia pasti bukan pelayan!
5
Lantunan itu lagi
6
Mainan baruku!
7
Kejutan!
8
Urus suamimu dengan benar!
9
Kau haus akan belaian
10
Wanita Penggoda!!
11
Menjadi Pelayanku
12
Patuhlah padaku
13
Latizia mabuk
14
Tugasmu hanya melayaniku
15
Hanya demi pelayan?
16
Sosok Misterius itu lagi
17
Di balik kemegahan Madison
18
Kebuasan yang menggila
19
Pura-pura menjadi kekasih
20
Kau harus sembuh
21
Wanita itu membawa pergi suamiku!
22
Mereka ingin membunuhmu
23
Mereka sangat membenciku
24
Mau bermain di dapur?
25
Kerajaan Madison sangat kejam
26
A..apa aku membunuhnya?
27
Sekedar saling memuaskan
28
Itu mustahil
29
Bukankah kau depresi?
30
Kegilaan Milano
31
Aku di campakkan?
32
Aku ingin hamil!
33
Apa ada masalah?
34
Hanya trik kecil
35
Kau akan membayar semua ini!
36
Marah-marah tak jelas
37
Burungmu Murahan!
38
Penguntit
39
Nafsu makan yang meningkat
40
Kedatangan Ximus
41
Balas dendam?
42
Berani kau menyentuhnya!
43
Aku harus pergi!
44
Aku juga merasakannya
45
Penjahat kelamin
46
Semua lelaki sama saja!
47
Ingin tampil seksi
48
Dia bukan pria yang baik
49
Pembunuhan pertama
50
Aku akan pergi!
51
Hanya sandiwara
52
Orang ini sangat kuat
53
Di buru!
54
Guru Teans di culik!
55
Merajuk!
56
Panggilan kesayangan
57
Pura-pura bertengkar
58
Lebih rendah dari binatang
59
Jangan lakukan lagi!
60
Memata-matai
61
Di serang dalam diam
62
Masa pemerintahanmu berakhir!
63
Latizia cemburu!
64
Karma masa lalu
65
Berubah lebih nakal
66
Tak sekedar adik ipar
67
Ingin mencelakai
68
Bukan perjalanan bisnis
69
Ternyata dia!
70
Ada apa dengan Latizia?
71
Jangan tinggalkan aku!
72
Pemeriksaan Latizia
73
Frustasi tapi juga berfantasi
74
Merebut milikku
75
Masuk dalam jebakan?
76
Jangan menyesal
77
Dia mengandung anakku!
78
Selalu berusaha
79
Tidak salah pilih
80
Mulai curiga
81
Rakyat Madison memberontak
82
Melahirkan?
83
Benih premium adikku!
84
Kau tak akan bisa merubah takdir!
85
Hanya kau yang ku percaya
86
Jika kau lelah, akan ku temani istirahat!
87
Apa yang terjadi?
88
Kebebasan tiada tara
89
Aku sudah sangat bersyukur!
90
3 Pitbull
91
Tak punya keberanian
92
Ninu ternyata laki-laki
93
Darren sialan!!
94
Darren kesepian
95
Hari paling membahagikan
96
Aku mencintaimu
97
Info karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!