Urus suamimu dengan benar!

Latizia hampir saja mau tumbang saat melihat ada mayat seorang pelayan yang sudah dikuliti terbaring di atas ranjangnya. Belum lagi ceceran darah yang membentuk suatu kalimat di cermin meja rias membuat Latizia bergidik.

"K..KEJUTAN?" Gumam Latizia tak mengerti maksud dari ini semua. Ia mendekati mayat wanita itu dan sungguh, Latizia tak pernah melihat pembunuhan sekejam ini bahkan tulang pipi wanita itu seperti di ukir oleh benda tajam.

Tak mau menjadi tersangka utama, Latizia segera berlari keluar dengan niat hati memberi tahu anggota kerajaan atau prajurit yang sedang berjaga.

Latizia sadar. Sedari tadi pria brandal aneh itu terus memperhatikannya dari menara atas istana tapi ia berusaha acuh.

"Toloong!! Tolong bantu aku!!" Teriak Latizia mendekati salah satu prajurit istana yang tadi berdiri di samping aula.

"Kau.."

"Ada mayat seseorang di dalam kamarku! Aku tak tahu kenapa bisa begitu?!" Jelas Latizia menunjuk kearah Papiliun belakang.

Prajurit itu segera memberitahu rekannya untuk segera memeriksa kesana. Mereka bertiga pergi ke belakang papiliun dimana Latizia memimpin jalan yang luas ini.

"Di dalam! Wajahnya sudah tak bisa di kenali tapi seragam yang dia pakai persis seperti pelayan."

"Buka pintunya!" Ucap mereka bersiaga. Saat Latizia membuka pintu mereka langsung masuk tapi..

Degg..

Latizia kembali syok melihat kamarnya bersih tanpa ada darah di kaca dan mayat di atas ranjang. Wajahnya mulai pucat menunjuk kekeh ke peraduan sederhana itu lalu menatap kedua muka marah dua pengawal tadi.

"Kau mempermainkan kami??"

"A..aku!"

Latizia tak bisa berkata-kata. Sumpah demi apapun tadi ia melihat mayat dan darah bertulisan di cermin. Tapi, sekarang bersih tak ada satupun jejak bahkan kamarnya sama rapinya ketika ia bangun pagi tadi.

"Ternyata mereka benar! Kau sudah depresi berat!" Sarkas salah satunya menggeleng miris.

Tak terima dengan ucapan prajurit itu, Latizia berusaha menjelaskan jika apa yang tadi ia katakan itu benar-benar terjadi dan ia sama sekali tak bohong.

Dengan detail Latizia menceritakan segalanya. Ia bahkan menunjuk cermin yang begitu jernih seakan tak pernah disentuh tangan manusia atau debu.

"Aku bersumpah. Tadi aku melihat mayat seorang wanita disini dan..dan ada tulisan di kaca aku.."

"Putri! Kau sebaiknya jangan berkeliaran. Bisa saja seluruh anggota istana akan terkena dampak dari halusinasimu!" Ucap mereka lalu pergi.

"Heey!! Aku tak berbohong! Aku benar-benar melihat mayat itu di dalam kamarku. Dia.."

"Ada apa ini?"

Tanya kepala pelayan Ossi pada dua prajurit yang tadi ingin pergi. Wanita paruh baya dengan pakaian rapi dan tatapan tajam itu memandang Latizia yang tampak gusar.

"Putri ini melihat ada mayat di dalam kamarnya tapi, saat kami periksa tak ada siapapun."

"Pergilah! Jika para petinggi istana tahu hal ini maka kalian akan dalam masalah!" Ucap kepala pelayan Ossi tampak tak suka dengan Latizia.

Dua prajurit itu pergi tapi Latizia masih belum bisa menerima. Ia melihat dengan nyata bahkan rasa gemetar dan syok kala itu masih menjerat tubuhnya.

"Nona Latizia! Sebaiknya indahkan ucapan pangeran Delvin atau kau akan semakin terkena masalah."

"Aku sama sekali tak berhalusinasi," Bantah Latizia tegas. Kepala pelayan Ossi menatap sebentar kamar yang di tinggali Latizia.

Ini termasuk kecil dan terkucilkan. Tak mungkin ada yang membawa mayat semudah itu untuk datang kesini apalagi tanda di ketahui para prajurit istana.

Melihat raut wajah tak masuk akal kepala pelayan Ossi, Latizia tak lagi menjelaskan karna sudah tahu jawabannya.

"Istirahatlah! Lebih baik nona luangkan waktu untuk menjaga diri!" Ujar wanita itu melempar senyum miris lalu pergi begitu saja.

Sungguh, Latizia merasa tak puas dengan semua ini. Ia masih melirik kanan kiri mencoba teliti dan kembali menekan jika yang barusan ia lihat bukan sekedar ilusi.

"Tadi itu nyata. Tapi.."

Latizia sendiri kebingungan. Jika itu nyata, kenapa bisa hilang secepat itu?! Apa akhir-akhir ini ia terlalu di tekan hingga mulai depresi?! Apa ...

"Tidak. Aku tak mungkin berhalusinasi. Aku tak pernah seperti ini sebelumnya," Gumam Latizia repot dengan pikirannya sendiri.

Saat ia ingin kembali masuk ke kamar, Latizia tergerak untuk melihat apa pria brandal itu masih ada di atas teras lantai atas istana atau tidak.

Ia berjalan menjauh dari area kamarnya lalu berdiri di depan paviliun. Ia menyipitkan mata cantik itu agar memindai sosok misterius tadi tapi syukurlah, pria itu sudah tak ada di sana.

"Setidaknya dia tak menjadi CCTV berjalan," Gumamnya lega berbalik tapi..

Bugh..

Kening Latiza berbenturan dengan sesuatu yang keras sampai ia terhuyung ke belakang. Saat ia ingin menatap kedepan alangkah terkejutnya Latizia saat melihat dada bidang siapa yang tadi ia tabrak.

"K..kau..kau di.."

Milano diam. Tatapannya begitu datar dan mematikan. Latizia merasa di pindai oleh serigala jantan yang siap kapan saja menerkamnya.

"Kau!! Bagaimana bisa? Kau tadi.."

"Nona Depresi!" Gumam Milano tampak menimbang-nimbang nama itu. Ada sebatang rokok baru yang terselip di jari kekarnya dan belum dinyalakan, apa ada maksud lain?!

"Kau jangan sembarangan memberi nama orang lain. Aku LATIZIA MARSELLE GARALDEN, bukan NONA DEPRESI!" Tekan Latizia menjabarkan nama dan gelar bangsawannya dengan sempurna.

Tapi, tak ada raut kagum di wajah tampan dingin Milano melainkan hanya sebuah senyum iblis.

Tak ada yang lucu. Kenapa dia begitu menyeramkan?!

Pikir Latizia merasa tak nyaman dengan senyum iblis yang Milano tunjukan. Ia masih mempertahankan wajah tegas dan galaknya tapi cukup berani melakukan ini.

"Kenapa? Tak ada yang lucu tapi kau tersenyum. Seharusnya kata DEPRESI itu lebih cocok padamu, Tuan!"

"Kau lupa satu hal!"

Milano berkata tenang dan mengeluarkan pemantik api di sakunya. Latizia sontak memundurkan wajahnya saat Milano membakar ujung rokoknya dengan benda itu.

"Kerajaanmu sudah hancur!"

Degg..

Latizia diam seakan dibongkem kuat. Milano menghembuskan asap rokoknya ke wajah cantik menyedihkan Latizia yang hanyalah seorang putri terbuang dari kerajaannya yang sudah tak berdiri lagi.

"Kau..kau jangan bertindak serendah ini!"

"Apa kualifikasi-mu hingga pantas aku rendahkan, hm?!" Angkuhnya dingin. Tatapan elangnya begitu bermain seakan-akan ia bisa masuk dalam perasaan Latizia dan mengaduk-aduk suasana hati wanita itu.

"Kerajaanku hanya di urus oleh kerajaan Madison! Karena aku sudah menikah dengan Delvin maka.."

"Sungguh mainan yang menyenangkan," Sela Milano memberi seringai licik hingga Latizia tak tenang.

Saat pria itu berjalan angkuh ingin pergi tentu saja Latizia segera memotong langkah kaki kokoh Milano.

"Apa maksudmu? Kenapa kau mengatakan semua itu, ha?? Apa yang terjadi pada kerajaan Garalden? Apaa??"

Cemas Latizia seperti termakan apa yang Milano katakan. Wajah pria tampan itu masih saja sulit di tebak seakan mempermainkan Latizia tapi juga ada kebenaran di dalam matanya.

"Apa-apa yang terjadi? Katakan padaku!"

Milano tak menjawab. Ia lebih acuh dan tak peduli sama sekali hingga Latizia terus berjalan di sampingnya dengan ceceran pertanyaan.

"Kau berbohong? Kau membohongiku!! Katakan!! Kau.."

"Wanita tak tahu diri!!"

Suara kasar dari arah depan sana membuat langkah mereka terhenti. Wajah Milano kembali dingin tanpa ekspresi dan penuh ketenangan menatap Putri Veronica yang berjalan dengan penuh amarah.

Dengan kasar ia ingin menampar Latizia tapi tangannya langsung di tahan oleh wanita bermanik violet mistik ini.

"Kondisikan tanganmu!" Tegas Latizia beradu pandangan sengit dengan Putri Veronica.

Ia memang sering di pukul, tapi bukan berarti sembarang orang layak menjatuhkan tangan ke wajahnya.

"Kau mencoba menggoda suamiku! Apa tak bisa kau urus suamimu sendiri, haa??"

"Bisa!" Lugas Latizia segera melirik tajam Milano yang setia dengan wajah datarnya.

"Tapi, seharusnya pertanyaan itu cocok untukmu Tuan Putri!" Desis Latizia mendorong tangan Putri Veronica lalu berbalik pergi.

"Pastikan suamimu tak berkeliaran di tempat istri orang lain!"

Seru Latizia tegas di belakang sana hingga darah Putri Veronica mendidih. Ia langsung menghakimi Milano yang tak begitu melayani wanita arogan ini.

"Kauu!! Untuk apa kau disini, ha?? Seharusnya kau ada di istana utama bukan di kandang wanita gila itu!!"

"Kecilkan suaramu!" Titah Milano tak suka di perintah. Ia memilih pergi begitu saja tanpa meladeni amarah Putri Veronica yang masih kesal karna Latizia begitu berani padanya.

"Lihat saja! Akan ku pastikan kau tak akan bisa hidup lagi," Geramnya merasa terhina. Keangkuhannya yang tinggi terusik oleh keberanian Latizia. Ia ingin wanita itu mencium kakinya untuk meminta belas kasih.

....

Vote and like sayang..

Terpopuler

Comments

Khotinah Busro

Khotinah Busro

karya"mu sungguh mantap thor

2023-10-06

0

Denzo_sian_alfoenzo

Denzo_sian_alfoenzo

ktika sdh membaca novel mu aq rsnya gk berminat baca novel orng lain karna stiap karyamu bnr2 selera q 🥰

2023-09-13

1

Vanny Candra

Vanny Candra

mantap thor

2023-08-17

0

lihat semua
Episodes
1 Sama sekali tak di hargai
2 Mengkambing hitamkan
3 Milano yang tak berguna
4 Dia pasti bukan pelayan!
5 Lantunan itu lagi
6 Mainan baruku!
7 Kejutan!
8 Urus suamimu dengan benar!
9 Kau haus akan belaian
10 Wanita Penggoda!!
11 Menjadi Pelayanku
12 Patuhlah padaku
13 Latizia mabuk
14 Tugasmu hanya melayaniku
15 Hanya demi pelayan?
16 Sosok Misterius itu lagi
17 Di balik kemegahan Madison
18 Kebuasan yang menggila
19 Pura-pura menjadi kekasih
20 Kau harus sembuh
21 Wanita itu membawa pergi suamiku!
22 Mereka ingin membunuhmu
23 Mereka sangat membenciku
24 Mau bermain di dapur?
25 Kerajaan Madison sangat kejam
26 A..apa aku membunuhnya?
27 Sekedar saling memuaskan
28 Itu mustahil
29 Bukankah kau depresi?
30 Kegilaan Milano
31 Aku di campakkan?
32 Aku ingin hamil!
33 Apa ada masalah?
34 Hanya trik kecil
35 Kau akan membayar semua ini!
36 Marah-marah tak jelas
37 Burungmu Murahan!
38 Penguntit
39 Nafsu makan yang meningkat
40 Kedatangan Ximus
41 Balas dendam?
42 Berani kau menyentuhnya!
43 Aku harus pergi!
44 Aku juga merasakannya
45 Penjahat kelamin
46 Semua lelaki sama saja!
47 Ingin tampil seksi
48 Dia bukan pria yang baik
49 Pembunuhan pertama
50 Aku akan pergi!
51 Hanya sandiwara
52 Orang ini sangat kuat
53 Di buru!
54 Guru Teans di culik!
55 Merajuk!
56 Panggilan kesayangan
57 Pura-pura bertengkar
58 Lebih rendah dari binatang
59 Jangan lakukan lagi!
60 Memata-matai
61 Di serang dalam diam
62 Masa pemerintahanmu berakhir!
63 Latizia cemburu!
64 Karma masa lalu
65 Berubah lebih nakal
66 Tak sekedar adik ipar
67 Ingin mencelakai
68 Bukan perjalanan bisnis
69 Ternyata dia!
70 Ada apa dengan Latizia?
71 Jangan tinggalkan aku!
72 Pemeriksaan Latizia
73 Frustasi tapi juga berfantasi
74 Merebut milikku
75 Masuk dalam jebakan?
76 Jangan menyesal
77 Dia mengandung anakku!
78 Selalu berusaha
79 Tidak salah pilih
80 Mulai curiga
81 Rakyat Madison memberontak
82 Melahirkan?
83 Benih premium adikku!
84 Kau tak akan bisa merubah takdir!
85 Hanya kau yang ku percaya
86 Jika kau lelah, akan ku temani istirahat!
87 Apa yang terjadi?
88 Kebebasan tiada tara
89 Aku sudah sangat bersyukur!
90 3 Pitbull
91 Tak punya keberanian
92 Ninu ternyata laki-laki
93 Darren sialan!!
94 Darren kesepian
95 Hari paling membahagikan
96 Aku mencintaimu
97 Info karya baru
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Sama sekali tak di hargai
2
Mengkambing hitamkan
3
Milano yang tak berguna
4
Dia pasti bukan pelayan!
5
Lantunan itu lagi
6
Mainan baruku!
7
Kejutan!
8
Urus suamimu dengan benar!
9
Kau haus akan belaian
10
Wanita Penggoda!!
11
Menjadi Pelayanku
12
Patuhlah padaku
13
Latizia mabuk
14
Tugasmu hanya melayaniku
15
Hanya demi pelayan?
16
Sosok Misterius itu lagi
17
Di balik kemegahan Madison
18
Kebuasan yang menggila
19
Pura-pura menjadi kekasih
20
Kau harus sembuh
21
Wanita itu membawa pergi suamiku!
22
Mereka ingin membunuhmu
23
Mereka sangat membenciku
24
Mau bermain di dapur?
25
Kerajaan Madison sangat kejam
26
A..apa aku membunuhnya?
27
Sekedar saling memuaskan
28
Itu mustahil
29
Bukankah kau depresi?
30
Kegilaan Milano
31
Aku di campakkan?
32
Aku ingin hamil!
33
Apa ada masalah?
34
Hanya trik kecil
35
Kau akan membayar semua ini!
36
Marah-marah tak jelas
37
Burungmu Murahan!
38
Penguntit
39
Nafsu makan yang meningkat
40
Kedatangan Ximus
41
Balas dendam?
42
Berani kau menyentuhnya!
43
Aku harus pergi!
44
Aku juga merasakannya
45
Penjahat kelamin
46
Semua lelaki sama saja!
47
Ingin tampil seksi
48
Dia bukan pria yang baik
49
Pembunuhan pertama
50
Aku akan pergi!
51
Hanya sandiwara
52
Orang ini sangat kuat
53
Di buru!
54
Guru Teans di culik!
55
Merajuk!
56
Panggilan kesayangan
57
Pura-pura bertengkar
58
Lebih rendah dari binatang
59
Jangan lakukan lagi!
60
Memata-matai
61
Di serang dalam diam
62
Masa pemerintahanmu berakhir!
63
Latizia cemburu!
64
Karma masa lalu
65
Berubah lebih nakal
66
Tak sekedar adik ipar
67
Ingin mencelakai
68
Bukan perjalanan bisnis
69
Ternyata dia!
70
Ada apa dengan Latizia?
71
Jangan tinggalkan aku!
72
Pemeriksaan Latizia
73
Frustasi tapi juga berfantasi
74
Merebut milikku
75
Masuk dalam jebakan?
76
Jangan menyesal
77
Dia mengandung anakku!
78
Selalu berusaha
79
Tidak salah pilih
80
Mulai curiga
81
Rakyat Madison memberontak
82
Melahirkan?
83
Benih premium adikku!
84
Kau tak akan bisa merubah takdir!
85
Hanya kau yang ku percaya
86
Jika kau lelah, akan ku temani istirahat!
87
Apa yang terjadi?
88
Kebebasan tiada tara
89
Aku sudah sangat bersyukur!
90
3 Pitbull
91
Tak punya keberanian
92
Ninu ternyata laki-laki
93
Darren sialan!!
94
Darren kesepian
95
Hari paling membahagikan
96
Aku mencintaimu
97
Info karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!