"Oke, tapi gak berselera," cicit Afja, melihat hampa hidangan di atas meja.
"Makan itu bukan perkara selera saja, Mano. Tubuhmu butuh asupan nutrisi agar dopamine terjaga baik sehingga kau terhindar dari rasa malas, gak mood, menunda dan semua hal negatif lainnya." Sam mengingatkan Afja akan hormon satu ini, yang dapat menghambat produktivitas seseorang.
Pria matang itu lalu mengambilkan beberapa sendok sajian menu ke pinggan Afja. Juga Sam meminta makanan pembuka yang mempunyai cita rasa segar agar dapat membangkitkan nafsu makan gadis yang mulai dia suka.
Shin asik menikmati hidangannya tanpa peduli sikap Sam. Tapi dia terusik kala Afja dan Sam membicarakan tentang satu jenis ramuan yang akan dicoba.
"Kapan kau akan mencoba itu, Mano?" tanya Sam saat Afja mulai menyantap makanannya.
"Entah. Menurut Pak Sam, bagaimana?" tanya Afja mulai ragu, dia melihat ke arah Samagaha.
Sam meletakkan sendoknya di sisi pinggan. Dia memandang lekat Afjameha. "Gak usah. Jangan aneh-aneh, pikirkan ibu dan orang-orang di sekeliling yang sayang sama kamu, Mano," tegas Sam.
"Uhuk. Maksudnya siapa, Bos?" ucap Shin memanasi suasana dengan senyuman usilnya.
Sam hanya melirik tak menanggapi sang asisten. Tapi dia justru menginjak kaki Shin dari balik meja.
"Ught." Shin terhenyak. Punggung kakinya sakit terkena injakan heel sepatu Sam.
"Pak Shin bagaimana, sih. Pak Sam gak pengen orang-orang kampung jamu kecewa sama aku, pak Temul juga, masa gitu aja gak paham," jawab Afja polos setelah menelan saladnya.
"Hanya itu? kau pikir aku tidak penting dan kecewa juga?" sergah Sam, kini mencondongkan badan hampir menyentuh meja.
Afjameha gelagapan. Dia takut dengan tatapan Sam yang serius. "Eh, penting iya penting," jawab Afja mengangguk cepat meski bingung dengan makna kalimat petinggi SidoGeni.
"Pak Sam belum penting berarti. SidoGeni mungkin, ah, maksud Nona Afja," sambar Shin, menahan tawa.
"Diam kau!" balas Sam, kesal. Dia menoleh ke arah Shin dan menatapnya tajam.
Shin menutup mulutnya lalu mengangkat kedua tangan ke udara tanda dia takkan ikut campur lagi meski hatinya ingin.
Melihat Sam bertingkah konyol tanpa di sadari adalah pemandangan langka bagi Shin. Sam juga secepat itu mengenali perasaannya. Mungkin dia belajar dari kisah masa lalu.
"I-iya itu maksudnya, SidoGeni penting bagi saya," cicit Afja menunduk malu lama-lama ditatap pria tampan.
Hening.
Masing-masing sibuk dengan hidangan hingga Sam membuka suara lagi.
"Masker dan teh oke, kapan aku bisa lihat stok bahan baku kalian untuk di produksi massal?" sambung Sam mencairkan suasana.
"Setelah percobaan ramuan itu, Pak Sam. Ehm, saya pamit ya sebab akan kuliah. Terima kasih jamuannya." Afja berdiri, membungkukkan badan lalu undur diri dari sana.
...***...
Afjameha menulis beberapa surat untuk ibu, Samagaha juga pak Temul. Pesan bagi sebagian warga kampung jamu yang dikenal baik olehnya pun telah dia susun terpisah.
Putri Fasraha akan melakukan percobaan terakhir yang membuatnya penasaran. Catatan dalam buku Mak Beken mengatakan bahwa mungkin suatu saat apa yang dimiliki bunga ini bisa berguna jika pelakunya pernah mencicipi efek yang disebabkan oleh si tumbuhan tersebut.
"Mirip bunga Poppy yang dilarang di tanam. Tapi ini malah mudah di temukan dan jadi tanaman hias. Mawar padang gersang, sungguh mengerikan tapi harus ku coba," gumam Afjameha.
Dia memejam, membayangkan Candy tengah merasakan sakit berkali lipat jika gula darahnya tinggi atau menurun.
"Sabar ya, Candy." Afja membatin.
Keesokan pagi.
Dia mengundang Sam, pak Temul dan pengacara ke huniannya. Afjameha lalu memberikan banyak surat ke pengacara apabila dirinya tak bangun kembali.
Samagaha Ziyan terlihat enggan berkomentar dan ingin mencegah, tapi lagi-lagi dia tak kuasa. Alasan Sam tidak akurat untuk melarang Afja melaksanakan hal itu, karena dalam perjanjian tahap awal semua telah dipenuhi Afja.
Petinggi SidoGeni hanya dapat menyiapkan tenaga dan alat medis sebagai upaya bantuan di saat kritis nanti.
"Oke, semua telah siap ... ibu, doakan aku," ucap Afja memeluk Fasraha yang menangis dan duduk di kursi roda sebab asam uratnya kambuh.
"Mano." Sam memperingatkan Afja terakhir kali agar mengurungkan niatnya tapi dia bergeming.
Afjameha memandang orang-orang di sekeliling sebelum menghirup wangi bunga beracun dan meneguk cairan dalam gelas. Dia menghela nafas lalu duduk perlahan di atas matras.
"Bismillahirrahmanirrahim." Afja mulai meminum air bening yang tercampur getah mawar padang gersang, separuh.
Tak lama kemudian, efek awal mulai muncul. Afja menuju wastafel, dia mual dan muntah hebat beberapa kali. Tenaga medis sigap membantu meredakan gejala keracunan tapi di cegah Afjameha.
"Masih kuat. Jangan berlebihan," ujarnya lirih.
Sam mulai tersulut emosi sementara pak Temul masih tenang. Dia yakin Afja bisa.
"Kau gila, Mano!" serunya hendak menghampiri tapi di cegah pak Temul.
Afja melanjutkan sisa cairan dalam gelas tadi. Kali ini detak jantungnya mulai melambat, kepala terasa berdenyut hebat hingga kesulitan bernafas. Afja tiba-tiba pingsan.
"Mano!" Sam berlari, ke depan wastafel dimana Afja runtuh. Dia membopong tubuh gadis itu dan meletakkan diatas brangkar.
"Lekas!" serunya meminta tenaga medis melakukan tindakan.
"Afja! Afja!" Fasraha histeris sehingga Sam menenangkan ibu Afja, sementara pak Temul ikut dengan dokter dan terlihat membuat sesuatu di dalam kamar.
Ketika keadaan di rumah Afjameha kacau. Sementara, di alam dimensi lain.
Afjameha merasa tubuhnya amat ringan, jiwa sang gadis terlepas dari raga. Dia melihat ibu masih menangis juga Sam yang terlihat cemas.
"Aku berhasil," gumam Afja saat melihat tubuh aslinya terbaring di atas brangkar dengan alat medis.
"Maaf. Doakan aku, ya," ucap Afja melihat ke arah Sam.
Dia lalu memendar pandangan ke sekeliling. Afja tertarik dengan pintu yang berwarna biru, dia ingat betul bahwa sebelumnya tiada benda itu di sana. Afja lalu mendekat dan membukanya.
Klek.
Deg.
Betapa terkejut Afja kala melihat jiwa Candy pun sama sepertinya. Melayang berada di sisi ranjang dan terlihat tiada semangat hidup. Afja mendekat, menjulurkan tangan. Namun, tanpa dia tahu dan sadari, jiwanya justru tersedot masuk ke dalam tubuh Candy.
"Aaah!" teriak Afjameha.
Hening.
Kosong
Beberapa menit kemudian.
Afjameha membuka matanya perlahan, dia memastikan diri bahwa benar berada di dalam tubuh Candy dengan cara mencubit pipi. Tiba-tiba Afja merasakan teramat sakit di bagian tertentu. Tangan kanan tanpa selang infus itu mencoba meraba sumber sakit.
"Aaargh!" pekik Afja, tangannya menyentuh sesuatu.
Dia menyibak selimut perlahan, dan membuka piyama Candy. Betapa terkejutnya Afja kala melihat luka lebar terbalut kassa di perut hingga pinggang.
"Astaghfirullah. Luka basah dan banyak bekas luka di sini. Candy, ternyata kamu tidak semulus yang terlihat," ucap Afja lirih.
Mata kanan milik Candy kian samar tapi Afja masih bisa melihat banyak obat-obatan di atas meja. Suntikan juga alat medis lainnya.
Afjameha seketika jijik saat melihat bekas kassa berlumuran darah masih teronggok dalam tempat sampah di bawah ranjang dan belum dibuang. Dia mual mencium bau anyir itu. Terlebih ketika Tamarine datang membawa makanan baginya.
"Can, ayo makan dulu," ujar Tamarine, duduk di sisi ranjang sembari tersenyum. Dia belum menyadari bahwa jiwa putrinya tertukar dengan Afjameha.
Afja melihat menu makan Candy. Dia didera mual hebat. Ingin rasanya keluar dari tubuh pembully ini tapi dia tak bisa.
"Ibu, pak Temul, tolong," batinnya menjerit kala Tamarine memaksa agar Afja menelan makanan.
...*...
"Mano! Mano! bangun, Mano!" suara Sam terus memanggil partner bisnisnya. Dia tak beranjak dari sisi brangkar meski Shin datang mengatakan bahwa Sam ditunggu staf marketing di SidoGeni.
"Sam!" panggil Shin, pelan.
"Gantikan aku, tolong. Aku gak mau menyesal lagi," lirih Samagaha Ziyan, memandang lekat gadis belia yang memejam.
.
.
...__________________...
Mommy ganti nama jenis bunganya ya. Bunga ini meski memiliki nama lain mawar nganu nganu tapi bentuk fisiknya tak seperti mawar. Punya manfaat tapi juga beracun, efeknya kek Afja tadi dan bisa fatal. Harus hati-hati ketika menjadikan bunga ini sebagai tanaman hias. Info bunga ini mommy dapat dari blog hallosehat, hallodoc juga akun lainnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
Uthie
penasaran... tanaman apakah itu?? 🤔
2024-01-06
1
𝐀⃝🥀ℝ𝔸 ¢нαιяα
sam pernah kehilangan kayaknya yaa🤔
2023-07-30
1
𝐀⃝🥀ℝ𝔸 ¢нαιяα
ternyata ttp peduli ya wlaupunn bukan sodara kandung
2023-07-30
1