BAB 9. TEGANG

"Aaaahh!" teriak Afjameha, dia berhasil meraih akar pohon sehingga tak terjatuh ke bawah.

Shin teringat Afja yang enggan di sentuh sehingga dia hanya dapat menarik akar pohon sekuat tenaga.

"Nona, pegangan yang kuat," kata Shin sembari berlari mencari penahan selain tubuhnya agar lebih kokoh.

Kaki Afja berusaha memijak celah tebing dan dia mulai mendaki agar bobot tubuhnya tidak membebani Shin.

Lima menit kemudian.

"Hah!" Shin duduk lemas di bawah pohon, tangannya kemerahan akibat menggenggam akar terlalu erat.

Begitupun dengan Afja, dia tergeletak di sisi tebing begitu saja, tak lagi memedulikan kondisi wajah dan tangannya yang luka akibat tergores ranting.

"Te ri ma ka sih," ucap Afja tersenggal. Nafasnya masih memburu akibat kecerobohan sesaat.

Shin hanya mengangguk, dia masih menata nafasnya sebelum memutuskan untuk ikut tayamum.

Afjameha mulai merangkak menjauh dari sana, dia bersiap menunaikan salat sebab harus segera turun mengambil sampel beberapa tanaman yang dia cari selama dua hari ini.

Shino memperhatikan langkah sang nona, dia sedang berusaha menjawab semua pertanyaan Sam. Signal di gunung hilang timbul sehingga ketika ponselnya menyala, banyak notifikasi pesan dan panggilan memenuhi log aktivitas benda pipih tersebut.

Asisten Samagaha memilih menggunakan voice note untuk menjawab pertanyaan pimpinan SidoGeni. Dia menceritakan semua yang mereka temui kecuali perihal bunga dan misi Afja. Shin tak ingin mengkhianati kepercayaan yang Afjameha berikan padanya.

Rupanya signal selular sedang bagus, Samagaha berhasil melakukan panggilan pada sang asisten.

"Dimana?" tanya Sam terdengar sedikit lantang.

"Salon Jhonny Iskandar sambil ngopi lendot," jawab Shin asal, dengan wajah datar. (Bersandar manja)

Afjameha yang mendengar percakapan keduanya sebab Shin meloudspeaker panggilan, tersenyum samar atas jawaban sang asisten.

"Kenapa lama sekali. Kau rekreasi?" kesal Sam, sebab dia merasa Shin tak mengabari apapun.

"Tentu saja, Bos. Anda mau saya bawakan oleh-oleh mahluk ekor panjang atau rambut panjang?" ujar Shin tak kalah kesal, misinya bagai Tarzan kali ini.

"Jaga dia!" titah Sam lagi.

"Hanya diaaaa aaaaa, yang ada di--," balas Shin, mengutip sebuah bait lagu tapi terjeda.

Tuut. Tuut. Tuut. Panggilan di putus sepihak oleh Sam.

"Hih! untung ganteng!" ucap Shin, mengoceh sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku celana.

Semua yang dilakukan sang asisten tak luput dari perhatian Afja. Dia baru melihat sosok konyol seorang aspri perusahaan ternama nan terbiasa berpenampilan super kinclong ini.

"Awas bonus melayang, berani ngomong begitu dengan Tuan Sam. Benar kata pak Shin, untung ganteng jadi meskipun emosian kadar ketampanannya tidak menyusut," kekeh Afja, saat merapikan peralatannya lagi.

"Katakan padanya, aku takkan menandatangani kontrak dengan perusahaan manapun jika penawaran SidoGeni cukup bagus," imbuhnya mulai menuruni lembah menuju tempat Krisan berada.

Shin hanya menanggapi dengan gumaman. "Ehm."

Afjameha Manorama terkejut saat kakinya mencapai lereng dengan kemiringan 45° itu, Krisan tumbuh subur di sana. Warnanya sangat cerah dan pekat tanda ekosistem sekitar terjaga dan akar ternutrisi dengan baik.

Pantas saja, pak Temul menyuruhnya meneliti jenis seperti ini sebab khasiat Krisan tak main-main. Semua harus organik sehingga aman dan mujarab sebagai bahan obat herbal.

Shin tiba di lembah saat Afja sedang menggali akar Krisan. Shin dibuat takjub dan banyak mengambil foto bahkan video hamparan bunga dimana Afja tengah berjongkok, tengkurap dan berlumur tanah gambut.

Satu jam mereka di sana. Afja berhasil mengumpulkan beberapa lapisan tanah saat penggalian, ini akan dijadikan sebagai contoh media tanam di tempat baru agar Krisan dapat tumbuh dengan baik tanpa kehilangan banyak kandungan alaminya.

"Sudah dapat, sekarang bantu aku memindahkan beberapa bibit ini ke media tanam sementara," ucap Afja meminta bantuan pada Shin.

"Apa khasiat tanaman ini, Nona? bukankah jenis bunga Krisan banyak dijual?" tanya Shin disela menyiapkan tanah gambut ke polibag.

"Betul, tapi kandungan mineral didalamnya tentu berbeda. Di sini masih asri, alami. Tanah gunung pun kaya akan mineral dan itu sangat baik bagi akar, kompos alami ... lihatlah," ujar Afja, menunjuk ke kondisi tanah yang gembur, hitam pekat juga banyak dedaunan lapuk di sekitarnya.

Shin akhirnya paham. Dia ikut bersemangat setelah mendengar penjelasan Afjameha. Krisantemum kaya akan potasium, berguna untuk mengurangi risiko penyakit jantung, stroke bahkan kemandulan.

Di Jepang, teh Krisan sangat mahal harganya sebab berfungsi sebagai penurun tekanan darah dan membuat wajah glowing. Magnesium, kalsium, kalium yang terkandung didalamnya berkhasiat untuk menguatkan tulang. Minyak atsiri Krisan bisa digunakan sebagai bahan kosmetik juga mengobati mabuk akibat alkohol sekaligus melindungi hati.

Dalam otak Afjameha, pak Temul akan menjadikan ini sebagai produk sampingan selain jamu Afja. Paket kumplit, tubuh singset ramping dengan jamu, wajah glowing memakai racikan masker ala Afja, dan teh Krisan sebagai nutrisi tambahan bagi kulit. Senyum pun terkembang, tak surut di wajah ayunya.

Afja diminta mempelajari Krisan sebab pak Temul ingin dirinya maju sebagai penggagas. Putri Fasraha kian paham misi yang dia emban.

"Terima kasih, bapak," gumam Afja tiba-tiba merasa baper mengingat cara Temul yang tak biasa dalam memberikan ilmu.

Semua telah siap dibawa dalam kantung yang Afja siapkan. Keduanya lalu kembali naik ke atas. Beberapa jenis bunga terlihat segar. Namun, bayangan ekstrem perjalanan turun gunung menghantui.

"Jangan sampai layu," ujar Afja menatap Shin penuh harap agar mencari solusi cepat sebab otaknya lelah berpikir.

Shino pun terlihat serius, dia lalu mengeluarkan ponselnya lagi. Namun, ketika dia tidak menemukan signal saat ini, membuat Shin dilanda stres.

"Ayo dong, ayo! ... Sam tolong peka sedikit, Samagaha Ziyan, aku butuh kecerdasan dan firasatmu yang tajam," gumam Shin mencoba berkali menghubungi Sam.

Sementara di tempat lainnya.

Hari menjelang sore tapi tak ada kabar dari Shin. Sam mulai tak enak hati, dia tidak membekali Shin apapun untuk menuju ke sana, meski laporan dari anak buahnya mengatakan bahwa sang asisten memiliki peralatan dasar mendaki, tapi tetap saja Sam kuatir.

"Shin, dimana kamu?" gumam Sam, dia melihat ponselnya lalu mengirimkan sesuatu ke seseorang.

"Lacak dia, segera!" titahnya lagi.

...*...

Afjameha dan Shin perlahan menuruni bukit, Shin menunggu sesuatu sehingga dia memutuskan untuk mendirikan tenda di tempat terbuka sebab hari mulai gelap.

Afja dilanda cemas, dia bergegas mengumpulkan kayu juga bahan makanan untuk malam ini jika tak berhasil turun. Besok sudah hari ketiga, mereka akan dicari oleh ranger apabila tidak muncul di bawah esok pagi.

"Saaammm!" teriak Shin tiba-tiba.

Api unggun mulai menyala, suasana mencekam kembali dijalani keduanya. Namun, lamat terdengar dari kejauhan suara bising sebuah benda melayang.

"Nona, ayo buat tanda agar kita terlihat," ujar Shin mengajak Afja untuk membuat asap penanda, dia menduga itu adalah transportasi jemputan bagi mereka.

Keduanya sibuk mengumpulkan dedaunan basah seadanya hingga kepulan asap mulai terbentuk.

Suara baling helikopter kian dekat. Afja lalu mengambil ranting pohon kering di sekitar untuk menciptakan kilatan api unggun yang lebih besar.

"Lihatlah kami, Saaammm!" teriak Shin lagi. Upaya mereka berhasil. Heli terbang diatas mereka dan mulai menurunkan tali.

"Saaammm!" Shin tersenyum saat mengenali helikopter milik SidoGeni.

"Alhamdulillah, Pak Shin, bagaimana?" teriak Afjameha sebab suara bising baling heli.

"Naiklah dulu, aku akan menyusul," kata Shin, bergegas mengambil bunga milik Afja. Dia memilih meninggalkan ranselnya di sana.

Glek.

Afjameha ngeri, dia gemetaran saat meniti tangga melayang guna mencapai body heli di atas ketinggian.

Seorang petugas bergegas meraih lengan Afjameha saat melihat gadis itu mulai kelelahan meski hanya memijak delapan titian.

Kepekatan udara diatas gunung membuat diafragma bekerja ekstra berat untuk menghirup oksigen sehingga nafas pun lebih mudah tersenggal.

Tak lama, keduanya berhasil masuk ke dalam heli dengan selamat meski adrenalin terpacu.

"Pulang. SidoGeni Corp," titah Shin, lemas saat memasang headband.

Satu jam perjalanan nyatanya membuat bunga-bunga Afja mulai layu. Saat helikopter menyentuh helipad gedung. Afja seketika menepuk lengan Shin.

"Pak, gawat. Layu, layu. Jangan sampai layu," ucapnya membuat Shin panik.

Samagaha yang menanti mereka di atas gedung terheran sebab Shin berteriak padanya saat baru membuka pintu heli.

"Saamm! siapkan media tanam segera," seru Shin.

"Tolong, Tuan. Tolooong!" imbuh Afja tak kalah panik, dia bahkan berlari menuju ke arah Sam.

Samagaha Ziyan yang tidak tahu menahu dibuat bingung tapi dia meminta anak buahnya menyiapkan segala kebutuhan mereka segera.

"Apa saja, lekas!" ujar Sam, menatap tajam Afja.

Freeze. Afjameha mendadak lupa saking paniknya.

"Engh, itu, itu, apa ya?" gagap Afja, membuat dua pria kian bingung.

.

.

..._________________...

Hay guys. Buat kamu yang belum paham cara support mommy. Begini caranya ya. Lihat tanda panah warna hitam. Mamaciih 😍.

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

kerennnnn

2025-02-03

1

Eka Widya

Eka Widya

supportku berupa mawar merah gk papa kam mom😊😊

2023-08-26

1

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

Penasaran iih sm lanjut an nya, semangat ya Mom, 😘🥰🥰

2023-07-21

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. KECEWA
2 BAB 2. UJIAN
3 BAB 3. TANTANGAN
4 BAB 4. NEGOSIASI
5 BAB 5. TEGAS
6 BAB 6. HASAD
7 BAB 7. BUNGA TERLARANG
8 BAB 8. MISI
9 BAB 9. TEGANG
10 BAB 10. RAHASIA PRIMADONA
11 BAB 11. KEBIMBANGAN
12 BAB 12. REBORN
13 BAB 13. MENARIK PERHATIAN
14 BAB 14. NONA MANO
15 BAB 15. SUUDZON DAN MODUS SKSD
16 BAB 16. ISYARAT
17 BAB 17. DIAM-DIAM PEDULI
18 BAB 18. DI ANTARA DUA DUNIA
19 BAB 19. AKU JUGA BUTUH KASIH SAYANG
20 BAB 20. PEMBALASAN DIMULAI
21 BAB 21. PELUANG BARU RAMUAN AFJA
22 BAB 22. AFJA KIAN MATANG
23 BAB 23. PUKULAN BAGI AFJA
24 BAB 24. MASA LALU
25 BAB 25. UJIAN MENTAL AFJA
26 BAB 26. PENGORBANAN AFJA
27 BAB 27. HEART TO HEART
28 BAB 28. TAKTIK JITU AFJA
29 BAB 29. PENGUMPULAN BUKTI
30 BAB 30. TERTANGKAP BASAH
31 BAB 31. AFJA DIJADIKAN UMPAN
32 BAB 32. GOSIP PANAS
33 BAB 33. DIGELANDANG
34 BAB 34. RAHASIA KELUARGA
35 BAB 35. STATUS TAMARINE VS AFJA
36 BAB 36. SIGNAL DARI SAM
37 BAB 37. UJIAN BERTUBI-TUBI
38 BAB 38. KONYOL DEMI MANO
39 BAB 39. PARA PENGKHIANAT
40 BAB 40. FACE 2 FACE
41 BAB 41. PROPOSAL CINTA
42 BAB 42. TERSTEMPEL
43 BAB 43. RAME
44 BAB 44. SYARAT
45 BAB 45. MAAF
46 BAB 46. MY ANGEL, MINE
47 BAB 47. PESAN TERSIRAT
48 BAB 48. BAHASA KALBU
49 BAB 49. MOTIF JAHENI
50 BAB 50. LUNAS
51 BAB 51. PENYESALAN AFJA
52 BAB 52. TERHUKUM RINDU
53 BAB 53. KEPERGIANNYA
54 BAB 54. PESAN TERAKHIR
55 BAB 55. MELEBUR RINDU
56 BAB 56. KESEMPATAN KEDUA
57 BAB 57. ONOH-ONOH
58 BAB 58. SO DEEP
59 BAB 59. MASA DEPAN
60 BAB 60. MANISNYA HARI
61 BAB 61. BISNIS AKHIRAT
62 BAB 62. BABAK BARU KEHIDUPAN
63 BAB 63. REWARD
64 BAB 64. PANIC ATTACK
65 BAB 65. EUFORIA
66 BAB 66. SELAINMU
67 BAB 67. TIBA DI TUJUAN
68 BAB 68. EXTRA PART
69 BAB 69. CLOSE THE DOOR
Episodes

Updated 69 Episodes

1
BAB 1. KECEWA
2
BAB 2. UJIAN
3
BAB 3. TANTANGAN
4
BAB 4. NEGOSIASI
5
BAB 5. TEGAS
6
BAB 6. HASAD
7
BAB 7. BUNGA TERLARANG
8
BAB 8. MISI
9
BAB 9. TEGANG
10
BAB 10. RAHASIA PRIMADONA
11
BAB 11. KEBIMBANGAN
12
BAB 12. REBORN
13
BAB 13. MENARIK PERHATIAN
14
BAB 14. NONA MANO
15
BAB 15. SUUDZON DAN MODUS SKSD
16
BAB 16. ISYARAT
17
BAB 17. DIAM-DIAM PEDULI
18
BAB 18. DI ANTARA DUA DUNIA
19
BAB 19. AKU JUGA BUTUH KASIH SAYANG
20
BAB 20. PEMBALASAN DIMULAI
21
BAB 21. PELUANG BARU RAMUAN AFJA
22
BAB 22. AFJA KIAN MATANG
23
BAB 23. PUKULAN BAGI AFJA
24
BAB 24. MASA LALU
25
BAB 25. UJIAN MENTAL AFJA
26
BAB 26. PENGORBANAN AFJA
27
BAB 27. HEART TO HEART
28
BAB 28. TAKTIK JITU AFJA
29
BAB 29. PENGUMPULAN BUKTI
30
BAB 30. TERTANGKAP BASAH
31
BAB 31. AFJA DIJADIKAN UMPAN
32
BAB 32. GOSIP PANAS
33
BAB 33. DIGELANDANG
34
BAB 34. RAHASIA KELUARGA
35
BAB 35. STATUS TAMARINE VS AFJA
36
BAB 36. SIGNAL DARI SAM
37
BAB 37. UJIAN BERTUBI-TUBI
38
BAB 38. KONYOL DEMI MANO
39
BAB 39. PARA PENGKHIANAT
40
BAB 40. FACE 2 FACE
41
BAB 41. PROPOSAL CINTA
42
BAB 42. TERSTEMPEL
43
BAB 43. RAME
44
BAB 44. SYARAT
45
BAB 45. MAAF
46
BAB 46. MY ANGEL, MINE
47
BAB 47. PESAN TERSIRAT
48
BAB 48. BAHASA KALBU
49
BAB 49. MOTIF JAHENI
50
BAB 50. LUNAS
51
BAB 51. PENYESALAN AFJA
52
BAB 52. TERHUKUM RINDU
53
BAB 53. KEPERGIANNYA
54
BAB 54. PESAN TERAKHIR
55
BAB 55. MELEBUR RINDU
56
BAB 56. KESEMPATAN KEDUA
57
BAB 57. ONOH-ONOH
58
BAB 58. SO DEEP
59
BAB 59. MASA DEPAN
60
BAB 60. MANISNYA HARI
61
BAB 61. BISNIS AKHIRAT
62
BAB 62. BABAK BARU KEHIDUPAN
63
BAB 63. REWARD
64
BAB 64. PANIC ATTACK
65
BAB 65. EUFORIA
66
BAB 66. SELAINMU
67
BAB 67. TIBA DI TUJUAN
68
BAB 68. EXTRA PART
69
BAB 69. CLOSE THE DOOR

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!