BAB 7. BUNGA TERLARANG

Afja teringat dengan Google lens, dia menggunakan itu untuk mengenali jenis tanaman indah yang terdapat di tangannya. Pak Temul rupanya sudah menebak jalan pikiran Afja sehingga dia memberikan misi seperti ini.

Betapa si gadis tambun ini terkejut manakala membaca banyak barisan kata di layar gawai. Dia tak habis pikir dengan isi kepala sepuh kampung jamu, sebegitu akurat memahami semua keinginannya.

"Gak salah, nih? kan bunga begini dilarang ditanam di Indonesia. Yang dijual adalah jenis non toxic tidak mengandung candu, paling bijinya masih aman jika dikonsumsi. Pantas aku sulit mengenali ... tangkur dan krisan gunung. Bener-bener dah," gumam Afja menggelengkan kepala, ternyata dibalik penampilan kolot itu, sepuh kampung jamu berwawasan luas.

Afja membaca semua spesifikasi bentuk fisik ketiga tanaman yang harus dicari. Dia juga membuka blog serta mencocokkan informasi di buku Mak Beken. Afja takjub akan khasiat kedua tanaman tersebut. Bahkan di catatan kaki petuah kuno itu tertulis jelas harus mencari kemana.

"Salakanagara, lereng gunung Halimun, Bogor. Kerajaan kuno yang di ragukan keberadaannya sebab tidak akuratnya bukti fisik. Tapi bunga ini di duga tumbuh di sana, weh, macam Sherlock Holmes ini sih. Menelusuri jejak," imbuh Afja melangkah menuju kamar sempit untuk meminta restu Fasraha.

Menjelang tengah malam, Afja merangkum dan menyiapkan segala apa yang harus dia bawa dan cari. Otak pun berpikir cepat, bagaimana caranya jika ingin mengambil bunga candu itu untuk kebutuhan medis. Pasti prosesnya sangat lama dan mahal sebab membutuhkan riset panjang, Afja tak mampu bahkan SidoGeni mungkin menganggap dia gila.

"Baik. Fokus pada tangkur dan Krisantemum gunung dulu. Keajaiban bila menemukan bunga Poppy di sana ... solusi untuk stamina dan kesehatan jantung, pembunuh nomer satu di negeri ini," ucap Afja kian bertekad kuat.

Senyumnya terbit, sudut bibirnya melengkung ke atas dalam durasi lama membuat Fasraha terheran.

"Mikiri apa? senyum sumringah gitu?" tanya Fasraha masih setia di atas pembaringan sambil berdzikir.

"Kalau aku nanti menciptakan jamu kuat perkasa, dan menyodorkan pada SidoGeni, pasti bakalan di sambut baik. Karena itu memang ranah mereka," tutur Afjameha, melirik ke arah ibunya.

"Pelan-pelan saja. Jangan takabur, hati-hati di gunung. Ikuti pantangan penduduk sekitar, bebacaan dan minta perlindungan sama Allah," pesan Fasraha, mengingatkan putrinya.

Afjameha mengangguk, dia menghampiri ibunya lalu meraih tangan kanan Fasraha untuk di cium. Esok, dia akan pergi dan menitipkan beliau ke Jaheni.

Malam ini, Afja bakal memasak semua bahan jamu untuk di edarkan esok pagi. Dia akan lembur dan memproduksi dalam jumlah besar di dapur milik pak Temul.

"Sabar, ya, Bu. Kita akan kembali berkecukupan lagi. Aku janji," ucap Afja, menunduk, merasa bersalah.

"Jangan membenci papamu. Beliau punya alasan dan ibu yang bodoh sebab tidak pernah bisa menjalankan kewajiban dengan baik. Ibumu hanya wanita kampung bernasib mujur bisa menjadi istri seorang Malaseka," tutur Fasraha, membelai kepala putrinya.

Afjameha tak mengerti arti hubungan kedua orang tuanya yang tidak terlihat harmonis. Dia hanya diberikan banyak fasilitas tanpa mendapatkan hal lainnya, apalagi cinta kasih seorang ayah.

Tak lama, Afja pamit untuk ke rumah pak Temul dan menyiapkan bahan jualan esok pagi.

Bada subuh.

Afja memilih tidur sejenak. Dia berpesan agar Fasraha membangunkannya tepat pukul tujuh nanti sebab ojek sewaan yang akan mengantar menuju Bogor atas rekomendasi pak Temul, bakal tiba menjemput.

...*...

Sementara di tempat lainnya. Saat yang sama.

Seorang pria berdiri di sisi jendela menatap langit fajar yang mulai menampakkan semburat warna jingga. Dia tengah menginstruksikan sesuatu ke asistennya di ujung panggilan.

"Awasi Afjameha selama draft dalam penyempurnaan. Jangan sampai dia teken kontrak dengan perusahaan lain. Ku dengar, Mustika Raja melirik gadis itu sebab mereka tertarik dengan ke tradisionalan yang Afja usung," titah Samagaha.

"Siapkan waktu temu penandatanganan perjanjian dengan Afja tapi sebelum itu, kamu pastikan dan koordinasi dengan bagian lab, aku menunggu laporan hygiene dari mereka." Samagaha tak mengira bahwa dia mengikuti permainan Afja sejauh ini.

Pimpinan SidoGeni juga mengakui ide cemerlang gadis itu, bagian lab memberikan laporan bahwa racikan milik Afja akan menunjukkan hasil berbeda jika dimanipulasi menggunakan bahan lain. Ketiga gadis talent pun mengatakan rasanya tidak lagi sama, dan mereka keberatan meminum itu. Inilah yang membuat Sam, terikat dengan Afja bila ingin memproduksi massal.

"Baik. Nona Afja kian populer di kampung temulawak. Kabarnya dia mulai menjajakan jamunya ke pedagang lain di sana. Apakah saya harus turun tangan sendiri?" tanya Shin, memastikan keinginan Sam yang tersembunyi.

Tak ada sahutan dari pria di seberang, membuat Shin yakin bahwa Afjameha menjadi tanggung jawab dirinya.

"Baik. Aku akan menyamar," imbuh Shin lagi.

Tuut. Tuut. Tuut. Panggilan terputus begitu saja, seperti biasanya.

Shin menghela nafas. "Afja, tolong buatkan ramuan bawel untuk tuan bos agar mulutnya luwes dalam meluncurkan kalimat terima kasih, selamat bertugas Shin. Boleh juga begini, terima kasih sudah berbelanja," kekeh Shin teringat sapaan akrab kala memasuki minimarket. Dia lalu melempar ponselnya dan bersiap menuju kampung jamu.

Satu jam kemudian. Dalam perjalanan menuju subjek incarannya, Shin mendapatkan laporan bahwa Afjameha tidak berjualan pagi ini. Gadis itu terlihat membonceng motor yang mengarah ke luar kota.

"Ikuti dulu, jangan lolos. Bagikan koordinatmu, aku menyusul ke sana," ucap Shin, meminta anak buahnya waspada.

Menjelang pukul sepuluh pagi.

Shin tiba di lokasi anak buahnya. Afja ternyata menuju Cidahu Sukabumi menggunakan bus trayek yang membawa rombongan pendaki. Shin tergagap, dia tak membawa perlengkapan apapun untuk itu.

"Bos, ini!" kata salah satu anak buah, menyodorkan ransel berukuran sedang. Dia langsung membeli beberapa barang di kios transit, yang mungkin akan Shin , saat baru tiba tadi.

"Maaf tidak lengkap, Bos. Mendadak beli di toko itu, semoga cukup menopang kebutuhan beberapa hari meski seadanya," imbuh pria yang memakai jaket hitam, menunjuk ke deretan toko sepanjang pool.

Shin tersenyum, anak buahnya sigap menyiapkan keperluan dasar mendaki meski ala kadarnya. "Terima kasih," ujar Shin. Dia pun memeriksa isi tas tersebut. Tenda, botol minum, pisau lipat, tali, dan sebagainya.

"Anda sudah kami daftarkan untuk naik ke sana, nona Afja mendaki mandiri dengan tukang ojek tadi," jelasnya lagi pada Shin.

Keduanya lalu berpisah, Shin ikut masuk ke bus berukuran sedang dan memilih duduk di bagian belakang agar Afja tak melihatnya.

Semua yang dia lihat dan dengar, dilaporkan langsung pada Samagaha. Sejujurnya Shin tak mengetahui alasan Afja menuju ke tempat itu tapi hatinya yakin mengatakan bahwa dia tengah mencari sesuatu di sana.

["Tuan, saya sepertinya akan bermalam di gunung."] Shin berkirim pesan.

["Selamat pulang kampung bertemu leluhur."] Balas Sam.

["Baik, akan saya sampaikan bahwa cicit mereka tidak dapat pulang sebab minder tidak mirip dengan para leluhur."] Tulis Shin, sambil terkekeh pelan membayangkan wajah kesal Sam.

["Lakukan dengan benar! Awasi Mano, jangan sampai lepas dari pandangan kamu, berShin!"] Sam mulai kesal, Shin selalu saja menganalogikan dirinya dengan monyet sebab tubuhnya banyak di tumbuhi bulu halus.

Shin puas bisa menggoda Sam leluasa, sepupunya memang kian irit bicara semenjak dia menduduki kursi pimpinan. Hanya padanya juga orang-orang berkepentingan, Sam akan bertutur panjang.

"Oke, Sam. Mano, ya, Mano," lirih Shin, menatap ke arah Afja yang duduk jauh di depannya.

.

.

..._________________________...

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

semangat terus ya

2025-02-03

1

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

Wah koq Mano yaa, apa itu panggilan kesayangan Sam buat Afja ya, 🤭

2023-07-19

1

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

Anak buah Shin kek Doraemon yaa, 🤭

2023-07-19

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. KECEWA
2 BAB 2. UJIAN
3 BAB 3. TANTANGAN
4 BAB 4. NEGOSIASI
5 BAB 5. TEGAS
6 BAB 6. HASAD
7 BAB 7. BUNGA TERLARANG
8 BAB 8. MISI
9 BAB 9. TEGANG
10 BAB 10. RAHASIA PRIMADONA
11 BAB 11. KEBIMBANGAN
12 BAB 12. REBORN
13 BAB 13. MENARIK PERHATIAN
14 BAB 14. NONA MANO
15 BAB 15. SUUDZON DAN MODUS SKSD
16 BAB 16. ISYARAT
17 BAB 17. DIAM-DIAM PEDULI
18 BAB 18. DI ANTARA DUA DUNIA
19 BAB 19. AKU JUGA BUTUH KASIH SAYANG
20 BAB 20. PEMBALASAN DIMULAI
21 BAB 21. PELUANG BARU RAMUAN AFJA
22 BAB 22. AFJA KIAN MATANG
23 BAB 23. PUKULAN BAGI AFJA
24 BAB 24. MASA LALU
25 BAB 25. UJIAN MENTAL AFJA
26 BAB 26. PENGORBANAN AFJA
27 BAB 27. HEART TO HEART
28 BAB 28. TAKTIK JITU AFJA
29 BAB 29. PENGUMPULAN BUKTI
30 BAB 30. TERTANGKAP BASAH
31 BAB 31. AFJA DIJADIKAN UMPAN
32 BAB 32. GOSIP PANAS
33 BAB 33. DIGELANDANG
34 BAB 34. RAHASIA KELUARGA
35 BAB 35. STATUS TAMARINE VS AFJA
36 BAB 36. SIGNAL DARI SAM
37 BAB 37. UJIAN BERTUBI-TUBI
38 BAB 38. KONYOL DEMI MANO
39 BAB 39. PARA PENGKHIANAT
40 BAB 40. FACE 2 FACE
41 BAB 41. PROPOSAL CINTA
42 BAB 42. TERSTEMPEL
43 BAB 43. RAME
44 BAB 44. SYARAT
45 BAB 45. MAAF
46 BAB 46. MY ANGEL, MINE
47 BAB 47. PESAN TERSIRAT
48 BAB 48. BAHASA KALBU
49 BAB 49. MOTIF JAHENI
50 BAB 50. LUNAS
51 BAB 51. PENYESALAN AFJA
52 BAB 52. TERHUKUM RINDU
53 BAB 53. KEPERGIANNYA
54 BAB 54. PESAN TERAKHIR
55 BAB 55. MELEBUR RINDU
56 BAB 56. KESEMPATAN KEDUA
57 BAB 57. ONOH-ONOH
58 BAB 58. SO DEEP
59 BAB 59. MASA DEPAN
60 BAB 60. MANISNYA HARI
61 BAB 61. BISNIS AKHIRAT
62 BAB 62. BABAK BARU KEHIDUPAN
63 BAB 63. REWARD
64 BAB 64. PANIC ATTACK
65 BAB 65. EUFORIA
66 BAB 66. SELAINMU
67 BAB 67. TIBA DI TUJUAN
68 BAB 68. EXTRA PART
69 BAB 69. CLOSE THE DOOR
Episodes

Updated 69 Episodes

1
BAB 1. KECEWA
2
BAB 2. UJIAN
3
BAB 3. TANTANGAN
4
BAB 4. NEGOSIASI
5
BAB 5. TEGAS
6
BAB 6. HASAD
7
BAB 7. BUNGA TERLARANG
8
BAB 8. MISI
9
BAB 9. TEGANG
10
BAB 10. RAHASIA PRIMADONA
11
BAB 11. KEBIMBANGAN
12
BAB 12. REBORN
13
BAB 13. MENARIK PERHATIAN
14
BAB 14. NONA MANO
15
BAB 15. SUUDZON DAN MODUS SKSD
16
BAB 16. ISYARAT
17
BAB 17. DIAM-DIAM PEDULI
18
BAB 18. DI ANTARA DUA DUNIA
19
BAB 19. AKU JUGA BUTUH KASIH SAYANG
20
BAB 20. PEMBALASAN DIMULAI
21
BAB 21. PELUANG BARU RAMUAN AFJA
22
BAB 22. AFJA KIAN MATANG
23
BAB 23. PUKULAN BAGI AFJA
24
BAB 24. MASA LALU
25
BAB 25. UJIAN MENTAL AFJA
26
BAB 26. PENGORBANAN AFJA
27
BAB 27. HEART TO HEART
28
BAB 28. TAKTIK JITU AFJA
29
BAB 29. PENGUMPULAN BUKTI
30
BAB 30. TERTANGKAP BASAH
31
BAB 31. AFJA DIJADIKAN UMPAN
32
BAB 32. GOSIP PANAS
33
BAB 33. DIGELANDANG
34
BAB 34. RAHASIA KELUARGA
35
BAB 35. STATUS TAMARINE VS AFJA
36
BAB 36. SIGNAL DARI SAM
37
BAB 37. UJIAN BERTUBI-TUBI
38
BAB 38. KONYOL DEMI MANO
39
BAB 39. PARA PENGKHIANAT
40
BAB 40. FACE 2 FACE
41
BAB 41. PROPOSAL CINTA
42
BAB 42. TERSTEMPEL
43
BAB 43. RAME
44
BAB 44. SYARAT
45
BAB 45. MAAF
46
BAB 46. MY ANGEL, MINE
47
BAB 47. PESAN TERSIRAT
48
BAB 48. BAHASA KALBU
49
BAB 49. MOTIF JAHENI
50
BAB 50. LUNAS
51
BAB 51. PENYESALAN AFJA
52
BAB 52. TERHUKUM RINDU
53
BAB 53. KEPERGIANNYA
54
BAB 54. PESAN TERAKHIR
55
BAB 55. MELEBUR RINDU
56
BAB 56. KESEMPATAN KEDUA
57
BAB 57. ONOH-ONOH
58
BAB 58. SO DEEP
59
BAB 59. MASA DEPAN
60
BAB 60. MANISNYA HARI
61
BAB 61. BISNIS AKHIRAT
62
BAB 62. BABAK BARU KEHIDUPAN
63
BAB 63. REWARD
64
BAB 64. PANIC ATTACK
65
BAB 65. EUFORIA
66
BAB 66. SELAINMU
67
BAB 67. TIBA DI TUJUAN
68
BAB 68. EXTRA PART
69
BAB 69. CLOSE THE DOOR

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!