Afjameha keluar dari kantor SidoGeni setelah melakukan salat subuh. Dia menggunakan jasa ojol menuju ke kampung temulawak. Tak lupa menitipkan pesan pada satpam agar Shin mengkonfirmasi kepulangan mereka pada ranger di gunung Halimun.
Sesampainya di sana, Afja langsung menemui Fasraha yang sedang bersiap salat duha. Dia menangis di pangkuan ibunya.
"Alhamdulillah, putriku selamat," ucap Fasraha kala melihat Afja kembali meski pakaian anaknya sedikit lusuh.
"Berkat doa ibu juga bantuan seseorang, aku bisa kembali dengan selamat. Bu, aku mantap menekuni dunia herbal dan ingin melanjutkan pendidikan guna mengelola bisnis masa depanku nanti, boleh?" tanya Afja, menatap wajah teduh ibunya yang masih terdapat butiran air wudhu.
Fasraha mengangguk, binar matanya berkaca-kaca mendengar keinginan Afja. Dia lalu membuka sesuatu dari lehernya
"Pakai ini, untuk mendaftar kuliah. Uang upah jualan sebaiknya ditabung saja. Maaf ya, Nak, bila sebagai orang tua, ibu tidak dapat memenuhi keinginan Afe dengan baik," kata Fasraha begitu pedih sebab tak mampu berbuat apapun untuk putri semata wayang.
Dia menyerahkan kalung lamaran Malaseka ke telapak tangan Afja dan menggenggamnya erat.
"Setelah mengurus bunga di pak Temul, aku akan ke sekolah untuk mengambil ijazah lalu menyiapkan berkas untuk mendaftar ke perguruan tinggi," jawab Afja, diangguki cepat oleh Fasraha.
Afjameha memeluk ibunya, dia lalu membersihkan diri dan akan menghadap pak Temul guna membicarakan langkah selanjutnya, terkait dua tanaman yang berhasil dia dapatkan.
Beberapa saat kemudian.
Pak Temul mengangguk puas atas apa yang Afja bawa.
"Tangkur itu dimanfaatkan akarnya untuk melancarkan peredaran darah. Saponin dan alkaloid dalam tangkur gunung berguna sebagai penambah stamina alami yang masih jarang digunakan. Obat kuat, lah, simpelnya," tutur Temul menjelaskan manfaat tanaman bagai rumput ini.
"Krisan memiliki segudang manfaat, Afja. Membantu menghilangkan jerawatmu dari dalam. Detoksifikasi hati, penguatan tulang dan arteri jantung, menstabilkan suhu tubuh saat demam, kolesterol serta banyak lagi ... maskermu di jual gandengan dengan ini agar lebih sempurna," tutur Temul, tersenyum cerah pada Afjameha. Sebuah pemandangan langka bagi warga kampung jamu.
Afjameha mengangguk cepat. "Krisan juga tanpa kafein sehingga tidak memiliki efek samping yang dipicu oleh zat itu hingga menimbulkan cemas, gugup dan mudah marah ... whuaaah, sungguh istimewa," sambung Afja kian takjub akan ciptaan yang Maha Kuasa. Dia bahagia bisa menyentuh lagi kelopak segar bunga tersebut.
Putri Fasraha lalu menanyakan tangkur akan diajukan sebagai produk apa, tapi Temul lagi-lagi meminta Afja memikirkan hal tersebut.
"Fokus pada dua produk unggulan kamu saja, jamu diet tanpa mulas, ramping dan bebas jerawat. Jaga rahasia satu bahan itu, ya Afja. Berikan tagline bonus penghilang bau badan sebab khasiat rimpang didalamnya. Untuk tangkur atau obat lain, pelajari dari buku keramatmu lagi!" titah sepuh kampung jamu. Dia langsung menangani Krisan tadi ke tempat yang menyerupai habitat aslinya.
Afjameha mengangguk. Tangannya mengepal disamping badan tanda dia bersemangat. Afja lalu melanjutkan niatan menuju sekolah untuk mengurus hal lainnya.
...***...
Menjelang malam.
Ben baru tiba di kontrakan mewah dan tengah mencoba menghubungi Candy beberapa kali, akan tetapi panggilannya selalu di alihkan. Ingin menanyakan pada Malaseka tapi dia segan sebab beliau adalah atasannya.
Pria tampan mantan idola sekolah itu mencoba menelpon sahabat karib Candy. Panggilannya tersambung di dering kelima.
Tuut. Tuuut.
"Halo?" tanya suara di seberang.
"Vi, Candy denganmu? seharian aku mencarinya," jawab Ben.
"Tidak. Mungkin sakitnya kambuh. Dia suka ngilang kalau sudah begitu, biarin aja dulu nanti juga nongol lagi," sahut Vivi, terdengar sedang mengunyah makanan.
Deg.
Ben tidak pernah melihat Candy pucat hingga mendengar dirinya sakit. Selama ini Ben menilai Candy adalah gadis yang sangat memperhatikan kesehatan terutama menjaga bentuk tubuh ideal.
"Sakit? sakit apa? kok aku gak dikabarin?" desak Ben lagi.
Uhuk. Uhuk.
"Eh, siapa sakit? kamu?" elak Vivi, merasa telah kelepasan bicara.
"Kamu tadi bilang pacarku sakit. Dimana dia, gak usah bohong, Vi. Aku menghargai kejujuran," tegas Ben, menodong Vivi untuk bicara.
Sahabat karib Candy, merasa terdesak. Dia menilai Ben berhak tahu agar dapat memberi dukungan moril di saat seperti ini. Vivi juga ingin melihat apakah Ben tulus menyayangi Candy bila tahu kondisi yang sebenarnya.
"Vi!" sebut Ben lagi.
"Y-yaa! ehm ...." Vivi bingung, tapi dia memilih jujur dan menceritakan semua pada Ben.
Panggilan pun berlangsung beberapa belas menit ke depan. Ben mendapatkan semua informasi yang selama ini tak pernah dia ketahui.
"Makasih Vie, aku harus menegaskan status kami lebih awal jika begitu. Apakah aku akan diterima jika melamarnya langsung?" kata Ben. Dirinya ingin menjadi pahlawan untuk Candy agar impiannya tercapai.
"Coba saja menghadap kedua orang tuanya dan Candy. Tapi Ben, jika tujuan kamu hanya untuk panjat sosial atau apapun itu, kamu gak akan dapatkan semua dengan mudah sebab ada Afjameha," imbuh Vivi, lagi-lagi tanpa sengaja menyebutkan hubungan abu-abu di antara kedua gadis.
"Maksudnya?" cecar Ben. "Kenapa dengan Afja?" imbuhnya lagi.
Vivi kelabakan. Dia terlalu banyak bicara. Namun, sekali lagi, Vivi harus membuktikan bahwa lelaki yang dicintai sahabatnya betul-betul pria baik.
"Afjameha masih memiliki hak di Malaseka Advertise. Kau pikirkan saja sendiri," pungkas Vivi, menutup panggilan sepihak.
Ben alue terkejut atas pernyataan sahabat Candy. Otaknya berpikir keras menyimpulkan hubungan keluarga Candy dan Afja.
Hingga menjelang tengah malam, Ben baru menemukan benang merah ucapan Vivi. Dia menarik kilasan ingatan saat masa sekolah dulu.
"Apakah Afja putri om Malaseka juga? tapi wajah mereka gak sama. Mungkinkah Candy dan Afja? oh Tuhan!" pekik Ben, terjengit bangkit dari rebahan dan duduk tegak di atas pembaringan.
Ben dilanda kebingungan hingga dia tak dapat memejam sepanjang malam.
Keesokan pagi.
Lelaki tampan berusia produktif itu telah rapi dan bersiap menuju SidoGeni Corp. Setelah kegalauan semalam, Ben memutuskan akan mencari informasi lebih dalam tentang Afja di kantor Malaseka Advertise nanti.
"Maaf ya, Candy. Aku menghormati keputusan kamu untuk menghilang sementara dariku. Mungkin kau tidak ingin kekasihmu ini tahu saat dalam kondisi seperti ini," gumam Ben saat mematut diri di depan cermin.
"Afja. Kamu dimana? bisakah kita bertemu lagi?" imbuhnya seraya meraih tas kerja dan keluar kamar.
Nafas kasar terhembus dari diafragma Ben alue. Netranya memejam, dia harus menentukan pilihan apabila dugaannya benar.
Sementara di tempat berbeda.
Afjameha diundang untuk datang ke acara peluncuran produk sampel minuman kesehatan bagi pria di SidoGeni Corp. Shin mengatakan dia harus hadir agar memiliki gambaran ketika jamunya resmi diluncurkan nanti.
Gadis tinggi semampai itu duduk manis di barisan ketiga para undangan. Dress merah marun selutut, rambut keriting yang dia bubuhi hair mask agar lebih rapi tertata, nampak cantik meski pangkuannya penuh dengan dokumen.
Shin, tiba-tiba duduk di kursi kosong samping Afja sesaat sebelum acara dimulai.
"Mau kemana, Nona, bawa berkas begini banyak?" tanya sang asisten.
Afja menoleh. "Daftar kuliah, Pak Shin. Aku kemarin sudah mengisi formulir ambil studi manajemen bisnis," ucap Afja sumringah, menoleh ke arah Shin.
Lelaki tampan yang mulai akrab dengan Afja setelah peristiwa di gunung itu mengangguk lalu tersenyum. "Mangats!" kata Shin, bangkit dan berlalu.
Afjameha Manorama tersenyum manis. Dia pun mengalihkan perhatian pada acara yang akan berlangsung. Namun, tiba-tiba netranya mengenali seseorang di depan sana.
Merasa belum saatnya berjumpa, Afja terpaksa meninggalkan venue. Seruan seorang pria yang memanggil namanya tak dihiraukan.
"Afja! Afja!" seru seseorang.
"Impianku mulai banyak tercoret. Tak ku izinkan kamu merusaknya lagi!" gumam Afja, berlari kecil keluar lobi gedung SidoGeni.
.
.
...____________________...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
Bzaa
semangat afe
2025-02-03
1
AlAzRa
mangats! singkat padat jelas banget ya berShin😅😅
2023-07-23
2
𝐀⃝🥀ℝ𝔸 ¢нαιяα
wahhh pasti ben liat afja dan yng mengejar afja adlah ben jga,, moga aja afja bergerak cepat dan bisa menghilang dri pandngan ben...
yyuu mangat afja , aku padamuuuu 🤭
2023-07-23
2