BAB 12. REBORN

"Afja, Afja. Nona," protes Sam, menyenggol lengan Shin agar mengejar gadis setengah langsing itu.

"Nona Afja!" seru Shin sedikit lantang meneriakkan nama Afjameha sehingga membuat sepasang mata menoleh mencari subjek utama.

Ben, celingukan ke kanan kiri tapi tak menemukan sosok yang dia cari. Konsentrasinya kembali ke podium manakala mendengar MC mulai membuka rangkaian acara.

Sementara di luar ruangan.

Shin mengejar Afja yang melangkah cepat hampir menyentuh bibir lobby. Dia meminta satpam menahan Afja dengan isyarat tangannya.

Afjameha terpaksa menoleh ke belakang, dia terkejut bahwa yang mengejarnya adalah asisten Sam.

"Loh, Pak Shin? ada apa?" tanya sang gadis.

"Ini loh, berkas Anda jatuh tercecer. Saya manggil mulai dari pelan sampai sedikit lantang tapi Anda malah kian cepat melangkah," sungut Shin, memberikan tanda pengenal tamu dan amplop berisi kuitansi pembayaran uang pangkal.

Afjameha tersenyum kikuk, dia membungkukkan badan sebagai ungkapan maaf sebelum pergi.

"Nona, lusa perjanjian kerjasama yang Anda minta, akan kami ajukan. Untuk lawyer, apakah Anda mempunyai pilihan sendiri atau memakai rekomendasi dari kami?" kata Shin lagi.

"Silakan Anda atur. Saya akan mengajak sepuh kampung jamu lusa nanti jika begitu," imbuh Afja, diangguki Shin.

Putri Fasraha lalu undur diri dan meminta maaf sebab tidak dapat melanjutkan mengikuti acara.

Pria dengan penampilan mentereng itu mengulas senyum. Dia melihat perbedaan signifikan dari manner Afjameha Manorama. Gadis itu mempunyai perawakan kaum Borjuis.

...***...

Lusa, SidoGeni Corp.

Afjameha Manorama mendengarkan penjelasan Shin saat membacakan draft perjanjian kerjasama. Produk jamu peluntur lemak tanpa mulas itu diberi nama AfeSlim, dengan jargon ~Wanita pintar pilih AfeSlim~.

Temul menyetujui semua hak dan kewajiban yang tertuang dalam draft sehingga Afja dan Sam membubuhkan tanda tangannya.

Kampung temulawak akan menyuplai bahan baku tahap pertama pekan depan. Pak Temul akan menggaet semua petani rempah dan rimpang dari daerah penghasil bahan herbal berkualitas baik.

Afjameha pun di arahkan secara halus oleh Sam agar antara dirinya dengan pak Temul menuangkan perjanjian tertulis serta.

"Alhamdulillah, selamat," ucap Samagaha saat Afja akan pamit.

"Selamat atas kerjasama kita," sambung Afja, membungkuk lalu pamit membawa salinan perjanjian mereka.

Dalam perjalanan menuju kampung temulawak, Afja mengatakan dirinya akan tetap berjualan seperti biasa. Namun, dia mempunyai ide untuk mengubah kampung jamu menjadi kawasan eco wisata herbal. Mempercantik landscape, agar menaikkan pendapatan para warga di sana.

"Gimana konsepnya?" kata Temul masih belum mempunyai gambaran akan ide Afja.

"Lorong hunian kita hijaukan dengan apotek hidup untuk kebutuhan rumah tangga ... lahan kosong disulap jadi beberapa segmen rimpang, misal tanaman obat dedaunan, umbi, akar dan lainnya. Tata agar estetik dan instagramable sehingga menarik minat kawula muda, bagaimana?" tawar Afja. Dia bahkan membuat sketsa kasar di atas notes yang selalu di bawanya.

"Butuh tenaga satu kampung namanya, juga biaya," kata Temul.

Afjameha menarik nafas berat. Betul yang disampaikan oleh beliau bahwa tidak semua warga akan setuju tapi tidak ada salahnya mencoba.

"Pak RW kan pengepul sampah juga, kita bisa mulung barang bekas dari sana. Jaheni itu pengurus koperasi kampung jamu, kan? dia bisa bikin proposal cari dana ... dan jika uang royalti turun, aku akan buat stand minuman jamu di setiap kampung. Jadi warga gak perlu dorong gerobak jauh lagi. Konsumen yang akan datang ke stand kita," tutur Afja panjang.

Putri Fasraha menyerahkan semua ide, coretan, konsep bahkan tata letak di buku catatannya pada Temul. Harus dengan sepuh kampung jamu jika ingin semua ini berjalan sebab beliau adalah pendiri kawasan pinggiran itu.

Temul manggut-manggut. Dia membaca semua tulisan ide Afja bahkan RAB rencana anggaran belanja, tertuang rapi di sana.

"Pinter!" puji Temul lirih hampir tak terdengar.

Obrolan serius dalam perjalanan pun berakhir saat mereka tiba di kampung jamu. Afja langsung memeragakan semua apa yang tergambar di bukunya.

Temul kian antusias, dia akan menyampaikan hal tersebut bada Maghrib nanti di aula.

Afjameha Manorama kembali ke kamar sempit setelah berkeliling kampung. Dia bergegas mengambil wudhu lalu menghadap robbNya.

Tak lama, dia menekuk lutut dan duduk bersila. Air matanya terus jatuh membasahi mukena yang masih dipakai.

Fasraha ikut menitikkan lava bening sebab doa Afja sangat menyentuh hatinya.

"Kuatkan ibu untukku. Ridhonya adalah kuasaMu juga ya Allah. Terima kasih atas segala ujian yang Engkau beri, aku menantikan kabar bahagia dariMu," lirih Afja, merasa bersyukur dirinya dibuang Malaseka hingga bertumbuh seperti saat ini.

"Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad, kod dhokhot khilati adzrikni yaa Rosulullah," ucap Fasraha.

Dia melafalkan sholawat ini sejak kepasrahan akan hidup dan mati saat di tepi rel dulu. Amalan untuk ketika sempit terhimpit, dimana hanya pertolongan Allah lah yang mampu membawa pada keselamatan. Rezeki, kerumitan hidup, hingga rasa putus asa menyergap, Fasraha rutin membacanya.

"Afja, tabarokallah," kata Fasraha mengusap kepala putrinya sayang lalu menghadiahkan Fatihah untuknya.

Pasangan ibu dan anak tak pernah mengira jika garis hidup membawa mereka ke titik ini. Rasa putus asa juga sakit hati ternyata Allah obati perlahan.

Bada Maghrib.

Temul mengumpulkan semua warga di aula. Penduduk kampung jamu berjumlah tujuh puluh lima kepala keluarga. Afjameha lalu diberikan kesempatan untuk menjelaskan semua idenya.

Setelah satu jam bicara berulangkali, warga kampung jamu akhirnya mengerti dan menyambut gembira rencana Afja.

"Jangka panjangnya bikin stand di setiap kampung yang bapak ibu kunjungi. Fokus kita kali ini mempercantik tampilan kampung, dengan bahan bekas yang Pak RW siapkan. Lalu kita juga akan membuka pelatihan pengenalan tanaman apotek hidup, budidaya obat herbal dan menjual produk jamu jadi," tutur Afja panjang.

"Hasil penjualan akan digunakan untuk komisi warga, dan pembelian pupuk atau lainnya ... jaman digital, apapun bisa dijual, yang penting semangat upgrade ilmu dan diri, setuju?" tegas Afjameha, mengepalkan tangan di udara.

"Setujuuuuuuuuuu!" seru warga serempak bagai paduan suara.

Pak RW dan Temul langsung membagi tugas untuk para warga. Mereka tetap akan berjualan seperti biasa sementara Afja dan tim anak muda yang paham teknologi membuat laman promosi di media sosial.

Hari berganti pekan.

Afjameha menolak datang ke acara peluncuran produknya. Dia sibuk menata kampung jamu. Ditambah jadwal kuliah saat sore hingga malam, cukup menyita waktunya.

Komunikasi dengan SidoGeni Corp terjalin baik berkat Shin yang rutin memberikan laporan mingguan pada Afja.

"Nona, Anda terdengar sangat sibuk," ucap sang asisten. Dia masih menaruh anak buahnya di sekitar kampung jamu.

"Ehm, besok kampung jamu akan reborn. Lihat live nya di Toktok dan Ige, ya," ujar Afja sumringah mengabarkan misi barunya.

"Aku akan langsung datang saja, mau ketemu penggagasnya langsung," sambung Shin menggoda Afja dari seberang.

"Kerja! rumpi mulu, mau gantiin Pico di acara Nginsert?" tegur Sam saat melihat Shin bertelepon ria dengan Afja.

"Bye Nona, sampai jumpa lagi," imbuh Shin, sengaja iseng, sementara Afja hanya terkekeh di seberang saat panggilan itu berakhir.

Samagaha melirik tajam atas kalimat akhir sang asisten. Bibirnya terlihat menyebut sebuah kata. Ganjen.

Persiapan untuk esok hari telah rampung. Afja tak sabar menunggu respon para warganet nanti.

Promo iklan berupa video cinematic juga tampilan menarik laman Ige kampung jamu, membuat media sosial mereka banyak dikunjungi warganet. Temul memberikan dana khusus untuk memasang ads agar jangkauan mereka kian luas.

Dalam dua pekan, apa yang Afja gagas menunjukkan perkembangan signifikan. Jaheni banyak mendapat jadwal pelatihan beberapa organisasi ibu PKK dari kampung sebelah.

"Alhamdulillah. Semoga terus naik," kata Afja saat melihat jadwal satu bulan ke depan.

"Biar cepat balik modal juga," sambung Temul, dia menginvestasikan dananya lumayan besar untuk kemajuan kampungnya.

"Yakin sama Allah," jawab Afja.

Saat ketiganya tengah berbincang di teras mushala, rombongan mahasiswa dari sebuah kampus menghampiri bedengan tanaman obat herbal dedaunan.

"Afja? Afjameha bukan?" sapa seorang wanita.

Jaheni menyenggol lengan Afja kala mahasiswi cantik itu menghampiri. "Benar kan?" tegasnya lagi.

Afjameha menelan ludah kasar. Dia tak mengira bertemu Vivi di sini. Gadis itu bahkan masih menatapnya tak berkedip seperti dulu.

"Hai!" sapa Afja, melambaikan tangan dari atas teras.

"Kamu tukang jamu? tinggal di sini?" tanya Vivi, penasaran.

Afjameha Manorama tak menjawab. Dia mengalihkan pandangan pada keranjang di tangan Vivi.

"Oh, ini. Aku sedang mengumpulkan bahan mana yang bisa mengobati penyakit diabetes," ujar Vivi, paham kemana arah pandang Afja.

"Untuk siapa?" tanya Afjameha, dia khawatir Vivi akan keliru mengenali jenis obat herbal.

"Saudaramu," ujarnya pelan, sambil menunduk memainkan daun sirih juga sirsak.

Afjameha tersenyum sinis. "Saudara itu tidak merebut," sindirnya tajam.

Glek.

.

.

..._______________________...

ADS : media untuk iklan berbayar di medsos. Video cinematic : Macam ambil video yang mengekspos pemandangan indah dan dramatis.

Part terpadat, fyuh. luber.

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

keren banget ceritanya 👍👍🤗

2024-01-06

2

reniw

reniw

🥹🥹🥹

2023-10-08

1

Nur Azizah Cirebon

Nur Azizah Cirebon

nah loh kan kena mental ama afja
SAUDARA ITU TIDAK MEREBUT

2023-07-24

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. KECEWA
2 BAB 2. UJIAN
3 BAB 3. TANTANGAN
4 BAB 4. NEGOSIASI
5 BAB 5. TEGAS
6 BAB 6. HASAD
7 BAB 7. BUNGA TERLARANG
8 BAB 8. MISI
9 BAB 9. TEGANG
10 BAB 10. RAHASIA PRIMADONA
11 BAB 11. KEBIMBANGAN
12 BAB 12. REBORN
13 BAB 13. MENARIK PERHATIAN
14 BAB 14. NONA MANO
15 BAB 15. SUUDZON DAN MODUS SKSD
16 BAB 16. ISYARAT
17 BAB 17. DIAM-DIAM PEDULI
18 BAB 18. DI ANTARA DUA DUNIA
19 BAB 19. AKU JUGA BUTUH KASIH SAYANG
20 BAB 20. PEMBALASAN DIMULAI
21 BAB 21. PELUANG BARU RAMUAN AFJA
22 BAB 22. AFJA KIAN MATANG
23 BAB 23. PUKULAN BAGI AFJA
24 BAB 24. MASA LALU
25 BAB 25. UJIAN MENTAL AFJA
26 BAB 26. PENGORBANAN AFJA
27 BAB 27. HEART TO HEART
28 BAB 28. TAKTIK JITU AFJA
29 BAB 29. PENGUMPULAN BUKTI
30 BAB 30. TERTANGKAP BASAH
31 BAB 31. AFJA DIJADIKAN UMPAN
32 BAB 32. GOSIP PANAS
33 BAB 33. DIGELANDANG
34 BAB 34. RAHASIA KELUARGA
35 BAB 35. STATUS TAMARINE VS AFJA
36 BAB 36. SIGNAL DARI SAM
37 BAB 37. UJIAN BERTUBI-TUBI
38 BAB 38. KONYOL DEMI MANO
39 BAB 39. PARA PENGKHIANAT
40 BAB 40. FACE 2 FACE
41 BAB 41. PROPOSAL CINTA
42 BAB 42. TERSTEMPEL
43 BAB 43. RAME
44 BAB 44. SYARAT
45 BAB 45. MAAF
46 BAB 46. MY ANGEL, MINE
47 BAB 47. PESAN TERSIRAT
48 BAB 48. BAHASA KALBU
49 BAB 49. MOTIF JAHENI
50 BAB 50. LUNAS
51 BAB 51. PENYESALAN AFJA
52 BAB 52. TERHUKUM RINDU
53 BAB 53. KEPERGIANNYA
54 BAB 54. PESAN TERAKHIR
55 BAB 55. MELEBUR RINDU
56 BAB 56. KESEMPATAN KEDUA
57 BAB 57. ONOH-ONOH
58 BAB 58. SO DEEP
59 BAB 59. MASA DEPAN
60 BAB 60. MANISNYA HARI
61 BAB 61. BISNIS AKHIRAT
62 BAB 62. BABAK BARU KEHIDUPAN
63 BAB 63. REWARD
64 BAB 64. PANIC ATTACK
65 BAB 65. EUFORIA
66 BAB 66. SELAINMU
67 BAB 67. TIBA DI TUJUAN
68 BAB 68. EXTRA PART
69 BAB 69. CLOSE THE DOOR
Episodes

Updated 69 Episodes

1
BAB 1. KECEWA
2
BAB 2. UJIAN
3
BAB 3. TANTANGAN
4
BAB 4. NEGOSIASI
5
BAB 5. TEGAS
6
BAB 6. HASAD
7
BAB 7. BUNGA TERLARANG
8
BAB 8. MISI
9
BAB 9. TEGANG
10
BAB 10. RAHASIA PRIMADONA
11
BAB 11. KEBIMBANGAN
12
BAB 12. REBORN
13
BAB 13. MENARIK PERHATIAN
14
BAB 14. NONA MANO
15
BAB 15. SUUDZON DAN MODUS SKSD
16
BAB 16. ISYARAT
17
BAB 17. DIAM-DIAM PEDULI
18
BAB 18. DI ANTARA DUA DUNIA
19
BAB 19. AKU JUGA BUTUH KASIH SAYANG
20
BAB 20. PEMBALASAN DIMULAI
21
BAB 21. PELUANG BARU RAMUAN AFJA
22
BAB 22. AFJA KIAN MATANG
23
BAB 23. PUKULAN BAGI AFJA
24
BAB 24. MASA LALU
25
BAB 25. UJIAN MENTAL AFJA
26
BAB 26. PENGORBANAN AFJA
27
BAB 27. HEART TO HEART
28
BAB 28. TAKTIK JITU AFJA
29
BAB 29. PENGUMPULAN BUKTI
30
BAB 30. TERTANGKAP BASAH
31
BAB 31. AFJA DIJADIKAN UMPAN
32
BAB 32. GOSIP PANAS
33
BAB 33. DIGELANDANG
34
BAB 34. RAHASIA KELUARGA
35
BAB 35. STATUS TAMARINE VS AFJA
36
BAB 36. SIGNAL DARI SAM
37
BAB 37. UJIAN BERTUBI-TUBI
38
BAB 38. KONYOL DEMI MANO
39
BAB 39. PARA PENGKHIANAT
40
BAB 40. FACE 2 FACE
41
BAB 41. PROPOSAL CINTA
42
BAB 42. TERSTEMPEL
43
BAB 43. RAME
44
BAB 44. SYARAT
45
BAB 45. MAAF
46
BAB 46. MY ANGEL, MINE
47
BAB 47. PESAN TERSIRAT
48
BAB 48. BAHASA KALBU
49
BAB 49. MOTIF JAHENI
50
BAB 50. LUNAS
51
BAB 51. PENYESALAN AFJA
52
BAB 52. TERHUKUM RINDU
53
BAB 53. KEPERGIANNYA
54
BAB 54. PESAN TERAKHIR
55
BAB 55. MELEBUR RINDU
56
BAB 56. KESEMPATAN KEDUA
57
BAB 57. ONOH-ONOH
58
BAB 58. SO DEEP
59
BAB 59. MASA DEPAN
60
BAB 60. MANISNYA HARI
61
BAB 61. BISNIS AKHIRAT
62
BAB 62. BABAK BARU KEHIDUPAN
63
BAB 63. REWARD
64
BAB 64. PANIC ATTACK
65
BAB 65. EUFORIA
66
BAB 66. SELAINMU
67
BAB 67. TIBA DI TUJUAN
68
BAB 68. EXTRA PART
69
BAB 69. CLOSE THE DOOR

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!