BAB 10. RAHASIA PRIMADONA

"Apa yang kau butuhkan?" tanya Sam sambil mengibaskan tangannya di depan wajah Afja.

"Ehm, tanah gambut sudah ada tapi kurang, cacahan sabut kelapa atau coco peat, dan arang sekam, aku akan buat perbandingan 1:1:4. Bisakah?" ucap Afja memohon pada Sam seraya memeluk semua tanamannya.

Samagaha meminta Afjameha turun ke bawah gedung dan meletakkan semua tanaman itu di balkon kantor pimpinan SidoGeni.

Dia membangun gedung ini dengan posisi kantor yang tidak langsung menghadap dan menantang arah sinar matahari. Sam juga membuat balkon khusus, mendesign atapnya agar bisa menutup otomatis.

"Jangan berprasangka, Nona. Aku hanya menjaga aset SidoGeni, meskipun apa yang kau perbuat tidak termasuk dalam perjanjian kerjasama ... anggap saja ini ucapan terima kasih sebab telah menyelamatkan nyawa berShin," kata Sam, saat melihat Afja seakan enggan meletakkan semua bawaannya di sana.

"Besok Anda dapat memindahkan semua ini ke kampung temulawak. Jika khawatir SidoGeni akan mencampuri urusan, silakan Anda tidur di sebelah tanaman tersebut," imbuh Shin, memberikan pilihan konyol pada Afja.

Afjameha bimbang. Dia teringat ibu yang sudah dua hari ditinggalkan tapi misinya tak mungkin dilepaskan begitu saja.

Putri Fasraha akhirnya mengambil keputusan untuk menungggu fajar di kantor Sam. Dia meminta seorang satpam wanita agar menemani sekaligus menjadi saksi bahwa Afja takkan berbuat macam-macam selama di dalam sana.

Samagaha Ziyan mengendikkan bahu, dia meninggalkan Afja dengan Shin di sana sementara para asisten lainnya berjibaku menyiapkan media tanam yang diminta.

Setelah semua terkendali, Afja mulai menghubungi Jaheni juga pak Temul agar ketika fajar menyingsing, dia akan pulang dan meminta mereka bersiap.

...***...

Sementara di tempat lain. Malam yang sama.

Suara wanita ayu terdengar panik. Dia tampak bergegas menghubungi seseorang. Tak lama kemudian, beberapa pria dan wanita masuk ke kamar putrinya dan membawa nona muda keluar hunian secara diam-diam.

Tiada suara sirine meski transportasi yang mereka gunakan bertuliskan ambulance. Tamarine sengaja menyembunyikan semua ini dari Malaseka. Suaminya masih tertidur pulas saat asisten Candy membangunkannya.

Candy lenjelitha, tergolek lemah di atas brangkar saat ambulance tiba di rumah sakit. Dia langsung mendapatkan tindakan medis serius kali ini. Tamarine, harap cemas di koridor IGD sendirian. Tubuhnya mulai gemetar menahan dingin dan rasa berdebar hebat, peluh pun muncul di dahi sang nyonya Malaseka.

Dua jam kemudian. Candy di pindahkan ke ruang perawatan dan Tamarine diminta menunggu dokter pribadi Candy untuk mendengarkan diagnosa terkini terkait kondisi sang nona muda.

"Tunggu esok pagi, Nyonya. Luka nona Candy telah kami bersihkan. Obat penahan sakit juga pereda demam sudah masuk melalui infus," ujar dokter jaga.

Tamarine terlihat lega, dia terlambat mengganti kasa luka Candy sehingga putrinya enggan makan sebab jijik melihat boroknya sendiri.

Dia lalu menghampiri ranjang berseprei serba putih itu. Tamarine miris, menutup mulutnya saat melihat luka terbalut perban di perut. Beberapa telah mengering tetapi meninggalkan bekas di lipatan paha juga area pinggang, membuat kulit putih Candy terlihat bagai sapi New Zealand, bercak-bercak kecoklatan.

"Can, disiplinlah mulai sekarang. Kau terlihat parah kali ini," ucap Tamarine, menegur putrinya yang bandel tak tepat waktu mengkonsumsi obat-obatan.

Candy hanya tersenyum miris. Luka semakin lebar dan dia membayangkan pernikahan dan masa depan dengan Ben terancam hancur. Terlebih apabila sang kekasih mengetahui penyakitnya, Candy takut Ben akan menjauh.

Keesokan pagi.

Nyonya Malaseka mendengar diagnosa Candy. Dia terisak manakala dokter mengatakan bahwa penyakit diabetes melitus type dua yang diderita Candy sejak belia kini telah menggerogoti organ vital lain termasuk mata.

"A-pa? tak bisakah dokter mengupayakan cara lain agar putriku terhindar dari kebutaan?" ujar Tamarine, di sela isakan. Dia tak sanggup membayangkan Candy akan buta selamanya.

"Bisa di cegah asal pasien disiplin tapi semua kembali lagi pada semangat nona Candy," ungkap dokter.

Tamarine pasrah, dia akan terus memilih penanganan medis sebagai jalan kesembuhan Candy. Dia juga takkan mengatakan diagnosa kali ini untuk menjaga mental putrinya.

Wanita paruh baya lalu menghubungi Malaseka, dia tak kuasa menyimpan hal ini sendirian dan memintanya ke rumah sakit segera.

"Mama, mataku kenapa ya? kok yang kanan buram dan kiri perih," tanya Candy saat Tamarine telah kembali ke kamarnya.

"Di seka lap basah ya. Mungkin syaraf matamu kelelahan," jawab Tamarine tak melihat pada Candy.

"Ehm, ku kira aku bakalan buta sebab merasakan tubuh ini kian lemah dan lain dari biasanya," kekeh Candy menebak penyakitnya sendiri.

"Jangan begitu. Semangat, dong!" kata Tamarine, menatap Candy sembari tersenyum cerah.

"Pasrah, Ma. Aku mulai putus asa. Jika Ben meninggalkanku, mungkin itu waktu yang tepat bagiku pergi dari dunia ini," sahut Candy, melepaskan pandang ke langit-langit, tanda dia betul-betul lelah.

Tamarine tak menanggapi. Dia sibuk menghalau laju air mata dengan berpura menyiapkan makanan bagi putrinya hingga Malaseka tiba.

Candy lalu menanyakan kabar Ben pada sang ayah sambung. Dia mencemaskan pria itu sebab Ben tidak di terima di keluarga Alve akibat perilaku yang urakan, sehingga Candy meminta Malaseka memberikan posisi lumayan bagi Ben, sebagai modal mereka saat akan mengumumkan pertunangan nanti.

"Ben giat bekerja, rupanya dia sedang getol menarik perhatian papa agar merestuimu dengannya," ujar Malaseka terkekeh menceritakan sikap manis Ben alue padanya.

"Syukurlah dia gak ongkang kaki," ujar Candy, tersenyum manis meski wajahnya pucat pasi.

Malaseka menghibur Candy dan terus memberi semangat. Tak lupa berjanji padanya akan menggelar pesta pertunangan juga pernikahan megah bila dia sehat kembali nanti.

"Lekas sehat. Kita akan berobat ke luar negeri jika kau mau," kata Malaseka.

Dia tiba-tiba teringat Afjameha saat mengatakan hal tersebut. Dia tak sesayang ini dengannya bahkan terkesan acuh. Malaseka mendadak diam termenung.

"Iya, aku mau," jawab Candy antusias meski dia mulai samar melihat sosok pria yang duduk disampingnya.

Candy, meminta Malaseka agar merahasiakan keberadaan dirinya sebab tak ingin Ben mengetahui lebih dini saat dia terpuruk.

Di kantor Malaseka Advertise.

Ben alue sedang memimpin rapat pagi yang ditugaskan Malaseka padanya. Kali ini dia akan meliput tentang soft launching produk milik SidoGeni. Persiapan team telah matang terkoordinir, Ben pun lega pekerjaannya lancar.

Misi Ben adalah naik posisi ke puncak melalui Candy. Dia harus dapat menggaet hati Malaseka agar memberi kedudukan mumpuni. Selain pembuktian diri pada papa kandung, Ben juga sudah bosan hidup pas-pasan. Candy satu-satunya harapan. Namun, dia justru melupakan keberadaan sang kekasih. Ben sibuk dengan dunianya.

"Afja."

Entah mengapa, tiba-tiba Ben menyebut nama seseorang yang pernah dekat dengannya di masa sulit. Dia seakan Dejavu sebab memanfaatkan Candy kali ini.

Ben, tak mengetahui bahwa sesungguhnya ayah Candy adalah papa kandung Afjameha.

.

.

..._____________________...

Terpopuler

Comments

Dama Asmara

Dama Asmara

baru nyadar kalo nama a Candy Lenjehhhjelita😆😆😆 dan si BENALUEeee🤣🤣🤣🤣

2023-11-14

2

Nur Azizah Cirebon

Nur Azizah Cirebon

jan jahat2 cabdil noh penyakit numpuk

2023-07-23

0

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

Candy ternyata ud lama menghidap penyakit Diabetes, tpi kenapa masih punya sifat jahat nya, emak nya juga si Asam sm aj sm anak, 😌
Ben,,, penasaran sm apa yg ad di pikiran nya, siapa sebenarnya yg di manfaatkan, apa bner dia dlu cumn mainin perasaan Afja, atw Candy yg sebenarnya di jadikan alat untuk bisa sukses, 😌🤔 masih bnyak rahasia,,, 🙈

2023-07-22

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. KECEWA
2 BAB 2. UJIAN
3 BAB 3. TANTANGAN
4 BAB 4. NEGOSIASI
5 BAB 5. TEGAS
6 BAB 6. HASAD
7 BAB 7. BUNGA TERLARANG
8 BAB 8. MISI
9 BAB 9. TEGANG
10 BAB 10. RAHASIA PRIMADONA
11 BAB 11. KEBIMBANGAN
12 BAB 12. REBORN
13 BAB 13. MENARIK PERHATIAN
14 BAB 14. NONA MANO
15 BAB 15. SUUDZON DAN MODUS SKSD
16 BAB 16. ISYARAT
17 BAB 17. DIAM-DIAM PEDULI
18 BAB 18. DI ANTARA DUA DUNIA
19 BAB 19. AKU JUGA BUTUH KASIH SAYANG
20 BAB 20. PEMBALASAN DIMULAI
21 BAB 21. PELUANG BARU RAMUAN AFJA
22 BAB 22. AFJA KIAN MATANG
23 BAB 23. PUKULAN BAGI AFJA
24 BAB 24. MASA LALU
25 BAB 25. UJIAN MENTAL AFJA
26 BAB 26. PENGORBANAN AFJA
27 BAB 27. HEART TO HEART
28 BAB 28. TAKTIK JITU AFJA
29 BAB 29. PENGUMPULAN BUKTI
30 BAB 30. TERTANGKAP BASAH
31 BAB 31. AFJA DIJADIKAN UMPAN
32 BAB 32. GOSIP PANAS
33 BAB 33. DIGELANDANG
34 BAB 34. RAHASIA KELUARGA
35 BAB 35. STATUS TAMARINE VS AFJA
36 BAB 36. SIGNAL DARI SAM
37 BAB 37. UJIAN BERTUBI-TUBI
38 BAB 38. KONYOL DEMI MANO
39 BAB 39. PARA PENGKHIANAT
40 BAB 40. FACE 2 FACE
41 BAB 41. PROPOSAL CINTA
42 BAB 42. TERSTEMPEL
43 BAB 43. RAME
44 BAB 44. SYARAT
45 BAB 45. MAAF
46 BAB 46. MY ANGEL, MINE
47 BAB 47. PESAN TERSIRAT
48 BAB 48. BAHASA KALBU
49 BAB 49. MOTIF JAHENI
50 BAB 50. LUNAS
51 BAB 51. PENYESALAN AFJA
52 BAB 52. TERHUKUM RINDU
53 BAB 53. KEPERGIANNYA
54 BAB 54. PESAN TERAKHIR
55 BAB 55. MELEBUR RINDU
56 BAB 56. KESEMPATAN KEDUA
57 BAB 57. ONOH-ONOH
58 BAB 58. SO DEEP
59 BAB 59. MASA DEPAN
60 BAB 60. MANISNYA HARI
61 BAB 61. BISNIS AKHIRAT
62 BAB 62. BABAK BARU KEHIDUPAN
63 BAB 63. REWARD
64 BAB 64. PANIC ATTACK
65 BAB 65. EUFORIA
66 BAB 66. SELAINMU
67 BAB 67. TIBA DI TUJUAN
68 BAB 68. EXTRA PART
69 BAB 69. CLOSE THE DOOR
Episodes

Updated 69 Episodes

1
BAB 1. KECEWA
2
BAB 2. UJIAN
3
BAB 3. TANTANGAN
4
BAB 4. NEGOSIASI
5
BAB 5. TEGAS
6
BAB 6. HASAD
7
BAB 7. BUNGA TERLARANG
8
BAB 8. MISI
9
BAB 9. TEGANG
10
BAB 10. RAHASIA PRIMADONA
11
BAB 11. KEBIMBANGAN
12
BAB 12. REBORN
13
BAB 13. MENARIK PERHATIAN
14
BAB 14. NONA MANO
15
BAB 15. SUUDZON DAN MODUS SKSD
16
BAB 16. ISYARAT
17
BAB 17. DIAM-DIAM PEDULI
18
BAB 18. DI ANTARA DUA DUNIA
19
BAB 19. AKU JUGA BUTUH KASIH SAYANG
20
BAB 20. PEMBALASAN DIMULAI
21
BAB 21. PELUANG BARU RAMUAN AFJA
22
BAB 22. AFJA KIAN MATANG
23
BAB 23. PUKULAN BAGI AFJA
24
BAB 24. MASA LALU
25
BAB 25. UJIAN MENTAL AFJA
26
BAB 26. PENGORBANAN AFJA
27
BAB 27. HEART TO HEART
28
BAB 28. TAKTIK JITU AFJA
29
BAB 29. PENGUMPULAN BUKTI
30
BAB 30. TERTANGKAP BASAH
31
BAB 31. AFJA DIJADIKAN UMPAN
32
BAB 32. GOSIP PANAS
33
BAB 33. DIGELANDANG
34
BAB 34. RAHASIA KELUARGA
35
BAB 35. STATUS TAMARINE VS AFJA
36
BAB 36. SIGNAL DARI SAM
37
BAB 37. UJIAN BERTUBI-TUBI
38
BAB 38. KONYOL DEMI MANO
39
BAB 39. PARA PENGKHIANAT
40
BAB 40. FACE 2 FACE
41
BAB 41. PROPOSAL CINTA
42
BAB 42. TERSTEMPEL
43
BAB 43. RAME
44
BAB 44. SYARAT
45
BAB 45. MAAF
46
BAB 46. MY ANGEL, MINE
47
BAB 47. PESAN TERSIRAT
48
BAB 48. BAHASA KALBU
49
BAB 49. MOTIF JAHENI
50
BAB 50. LUNAS
51
BAB 51. PENYESALAN AFJA
52
BAB 52. TERHUKUM RINDU
53
BAB 53. KEPERGIANNYA
54
BAB 54. PESAN TERAKHIR
55
BAB 55. MELEBUR RINDU
56
BAB 56. KESEMPATAN KEDUA
57
BAB 57. ONOH-ONOH
58
BAB 58. SO DEEP
59
BAB 59. MASA DEPAN
60
BAB 60. MANISNYA HARI
61
BAB 61. BISNIS AKHIRAT
62
BAB 62. BABAK BARU KEHIDUPAN
63
BAB 63. REWARD
64
BAB 64. PANIC ATTACK
65
BAB 65. EUFORIA
66
BAB 66. SELAINMU
67
BAB 67. TIBA DI TUJUAN
68
BAB 68. EXTRA PART
69
BAB 69. CLOSE THE DOOR

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!