BAB 16. ISYARAT

Sam melihat ke arah Afja sejenak, lalu kembali melempar arah pandang ke hamparan air laut yang menyentuh bibir pantai.

"Aku sepertimu, diremehkan sejak belia. Jatuh bangun dan hampir menjadi pengemis jika Aluna tidak Tuhan hadirkan di masa itu."

"Mano, berdiri di kaki sendiri meski tanah pijakan rapuh tapi kedua tangan meraih apa yang bisa kau manfaatkan dari sekeliling untuk bertahan ... kemudian kau membaginya lagi pada sekitar, itu lebih mulia dibandingkan kamu dipayungi kenyamanan tetapi milik orang lain," tutur Sam panjang.

Afjameha merasa Sam mengerti posisinya kini. Dia dilanda gelisah sebab seakan memanfaatkan pak Temul demi tujuannya. Meski, tiada terpungkiri antara Afja dan Temul saling memberikan manfaat dan keterkaitan.

"Pulanglah, jangan buat ibu cemas. Selamat ulang tahun. Teguh selalu ya, Mano. Jadi diri sendiri tapi tetap memijak bumi," sambung Sam, bangkit berdiri dan berniat meninggalkan Afjameha sendiri di sana.

"Terima kasih, Pak Sam." Afja berdiri, menghormati petinggi SidoGeni yang akan melangkah pergi.

Samagaha Ziyan tak ingin mengusik kesendirian gadis belia. Dia mengerti sebab pernah ada di posisi Afja. Sam lalu menelpon Sonda saat berjalan menuju mobilnya.

"Halo, Son. Jaga dia dari kejauhan," titah sang petinggi pada anak buahnya.

"Baik, Bos. Nona Mano dalam jangkauan," ujar Sonda.

"Afja! Mano sebutan milikku," sungut Sam, bertepatan dengan suara remote mobil yang dia tekan.

"Oh, maaf, Bos. Oke." Sonda terkejut, sejak kapan tuan mudanya peduli akan sebuah sebutan.

Hari ini Afja menghabiskan waktunya di pantai, mengenang masa lalu yang hampir menghilang dari ingatan sebab minimnya interaksi dengan Malaseka.

Dia tak mengenal baik sang papa selain di hari ulang tahun juga kala lebaran. Untuk itulah, Afja kerap meminta banyak hal di moment tersebut sebab Malaseka akan hadir utuh dengan keluarga hanya dua kali dalam setahun.

...***...

Keesokan pagi.

Afjameha tiba di kampung jamu dan langsung menuju dapur umum yang kini terbuka untuk para pengunjung. Tak disangka, dia melihat seorang wanita yang dikenal.

"Selamat siang. Kamu Afjameha, kan?" tanya Tamarine perlahan mendekat saat rombongan pengunjung lain telah menyingkir.

Ingin menolak logika, tapi berbekal informasi akurat dari detektif yang dia sewa juga menurut penuturan Vivi, Tamarine kini percaya bahwa gadis dihadapan adalah Afja.

"Siang. Anda salah orang," jawab Afja tersenyum ramah.

"Dia kini langsing dan terlihat cantik," batin Tamarine.

"Jangan pura-pura. Aku tahu itu kau. Langsung saja, aku kesini untuk memintamu melihat Candy lalu membuat ramuan obat baginya agar putriku tak mengalami kebutaan," tutur sang ibu tiri.

"Bukankah Anda cukup kaya bila sekedar mencari obat dan dokter ahli untuk mengobatinya," cibir Afja, masih berdiri dan bersedekap di depan dada.

"Apa ini artinya penolakan? kau ingin balas dendam bukan? sehingga pertunangan Candy dan Ben tak terlaksana? licik sekali, mentang-mentang sekarang jadi artis dadakan," ketus Tamarine, melirik sinis dari ekor mata diikuti sudut bibir yang tersungging ke atas.

"Aku bukan dokter, Nyonya." Afjameha menolak halus, tatapan matanya menajam.

"Jangan macam-macam, Afjameha, jika kamu ingin tetap tenar dan produkmu laku. Semangat Candy tidak boleh surut untuk terus bertahan hidup demi meraih kebahagiaan dengan Ben. Apakah kau lebih memilih terlibat skandal lebih dulu?" ancam Tamarine, dia ingin membuka identitas Afja.

"Aku tidak paham maksud Anda," elak Afja berlalu pergi meninggalkan Tamarine.

"Hoy! pembunuh saudaranya sendiri," seru Tamarine, membuat beberapa pasang mata melihat ke arah mereka.

Afjameha berhenti, lalu menoleh ke belakang tubuhnya. Dia melihat Tamarine melangkah mendekat.

"Obati Candy atau sebuah skandal akan membuat kamu hancur lebur?" bisik si pelakor melenggang pergi.

Afjameha Manorama mengepal geram. Dia sudah menduga akan dihadapkan pada masa lalu yang mulai datang dan mengusiknya lagi. Afja bingung, dia tak punya teman senasib untuk meminta pendapat.

Namun, beberapa detik kemudian. Otaknya dengan cepat mengingat Sam sebab obrolan singkat kemarin.

"Eh, Pak Sam." Afjameha berjalan cepat menuju mobilnya dan meminta supir agar mengantarkan ke SidoGeni.

Setelah sampai di gedung perkantoran megah itu, Afjameha menunggu di lobby sebab Sam sedang tidak di tempat, pun dia tak memiliki janji dengan beliau.

Hampir satu jam menunggu, Shin muncul dan terkejut melihat Afja di sana, dia bergegas menghampiri.

"Nona, sejak kapan di sini, kenapa tidak menghubungi saya?" tanya Shin cemas, jika Sam tahu habislah dirinya.

"Ehm, lumayan. Saya lupa, maaf," sahut Afja bangkit dari duduknya.

Sementara dari pintu samping.

Samagaha Ziyan melihat sekilas gadis mirip Afja sedang bicara dengan Shin di lobby. Langkahnya tertahan saat akan menaiki lift khusus. Dia ingin memastikan sehingga memutar arah, berjalan menuju ke arah depan gedung.

"Mano? sudah lama? ... Shin?" tanya Sam, sedikit terkejut dan heran, mengapa Shin tak membawa Afja ke atas. Dia menatap kedua orang di hadapan secara bergantian.

"Lumayan, maaf saya ke sini tanpa membuat janji," jawab Afja, menunduk tak enak hati.

"Saya juga tidak tahu, Bos," elak Shin, sambil mengangkat tangan ke atas.

Tanpa banyak bicara, Sam menuju meja frontline. Dia menegur dua gadis muda di sana.

"Perhatikan, hafalkan wajah beliau. Dia Nona Afjameha. Langsung bawa ke ruanganku meski tanpa janji. Kalian paham? ... perlakuan dengan baik semua tamu SidoGeni. Kabari Shin siapapun yang ingin bertemu denganku. Jangan membuang waktu seseorang, manatahu mereka sedang terdesak dan tergesa," tegas Sam, seraya menunjuk ke arah Afjameha.

"Ba-baik, Pak Sam. Kami minta maaf," jawab kedua gadis.

Sam lalu mengajak Afja ke kantornya diikuti Shin. Di dalam lift, petinggi SidoGeni membuka suara.

"Maafkan mereka telah membuatmu menunggu lama, Mano," ucap Sam pelan.

"Tak apa. Saya juga salah," balas sang gadis kian tak enak hati.

"Kau belum simpan nomerku?" tanya Sam, menoleh ke sampingnya.

"Sudah, nomer pak Shin," jawab Afja jujur, polos tanpa mengerti maksud Sam.

"Uhuk. Uhuk. Pfftt." Shin tersedak, menahan tawa. Dia tahu bagaimana raut wajah Sam meski tak melihatnya.

"Diam kau!" sungut Sam lirih, melirik asistennya.

Ting. Pintu kotak besi, terbuka.

Ketiganya lantas keluar lift dan langsung menuju ruangan Sam. Afja lalu duduk di sofa single.

"Kau ingin membicarakan sesuatu?" tanya Sam, sembari duduk di kursi kebesaran dan membuka banyak file di mejanya.

"Iya. Dia datang pada saya dan meminta mengobati putrinya. Apakah saya harus mengikuti keinginan itu meski hati menolak? dengan menggunakan alasan kemanusiaan?" tanya Afjameha, tanpa menyebutkan identitas Tamarine.

Sam mendongakkan kepala, menjeda aktivitas penandatanganan dokumen.

"Membantu seseorang itu wajib. Tapi jika kau terluka atas itu, mintalah bantuan orang lain sebagai perantara untuk menyentuh mereka. Jangan samakan dirimu, pembalasan paling manis adalah muncul secara heroik, go on. Kamu bisa," tutur Sam, mengisyaratkan banyak makna.

Afjameha tersenyum manis. Sam telah membuka pemikiran elegan untuk membuktikan bahwa dirinya telah bangkit dan memiliki nilai hidup lebih baik.

Dia akan mempertimbangkan permintaan Tamarine, setelah mengutarakan kegundahan lainnya pada Sam.

"Maa sya Allah. Alhamdulillah," jawab Afja lega.

Shin memilih menghindar ke kubikelnya sebab pekerjaan telah menumpuk. Dia berpura tak mendengar percakapan keduanya meski masih di ruangan yang sama.

Afjameha lalu menceritakan secara kiasan tentang sebuah buku yang selama ini dia baca. Hanya tersisa satu resep dan ingin dicobanya. Afja mengatakan ramuan ini sedikit berisiko sehingga dia menitipkan Fasraha pada Sam.

"Apa namanya?" tanya Sam penasaran.

"Pelemah jantung. Risiko setelah meminum itu saya tidak bangun kembali. Jika hal tersebut terjadi, titip ibu ya, Pak Sam. Mereka mengancam akan membuat skandal, mungkin resep ini akan berguna," kata Afja, menjelaskan rasa gundah, sekaligus penasaran.

"Kau harus kembali. Ada hal penting yang menunggu dan masih banyak orang peduli terhadapmu. Urusanmu dengan seseorang belum selesai, bahkan mungkin baru dimulai," ucap Sam, menatap lekat wajah yang mulai bebas jerawat.

"Ada lawyer, kan? aku akan membuat surat hibah juga jika berkaitan dengan bisnis," sahut Afja tak peka, dia berani melihat wajah Sam lebih lama kali ini.

"Ya ampun, Nona!" Shin menggeleng kepala. "Sam, maklumin dah. Abege," batin Shin.

.

.

..._______________________...

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

wah Sam udah ngasih kode, tpi sayang mano gak peka🤣

2025-02-03

1

𝐀⃝🥀ℝ𝔸 ¢нαιяα

𝐀⃝🥀ℝ𝔸 ¢нαιяα

💃💃💃sam mulai.......
🤭🤭🤭🥰🥰🥰🥰

2023-07-28

2

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏

apa sebenarnya maksud Tamarine dengan membunuh saudara nyaa, 🤔
Penasaran sama masa lalu Sam dan apa peran Aluna di dalam kehidupan Sam, 😌

2023-07-27

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. KECEWA
2 BAB 2. UJIAN
3 BAB 3. TANTANGAN
4 BAB 4. NEGOSIASI
5 BAB 5. TEGAS
6 BAB 6. HASAD
7 BAB 7. BUNGA TERLARANG
8 BAB 8. MISI
9 BAB 9. TEGANG
10 BAB 10. RAHASIA PRIMADONA
11 BAB 11. KEBIMBANGAN
12 BAB 12. REBORN
13 BAB 13. MENARIK PERHATIAN
14 BAB 14. NONA MANO
15 BAB 15. SUUDZON DAN MODUS SKSD
16 BAB 16. ISYARAT
17 BAB 17. DIAM-DIAM PEDULI
18 BAB 18. DI ANTARA DUA DUNIA
19 BAB 19. AKU JUGA BUTUH KASIH SAYANG
20 BAB 20. PEMBALASAN DIMULAI
21 BAB 21. PELUANG BARU RAMUAN AFJA
22 BAB 22. AFJA KIAN MATANG
23 BAB 23. PUKULAN BAGI AFJA
24 BAB 24. MASA LALU
25 BAB 25. UJIAN MENTAL AFJA
26 BAB 26. PENGORBANAN AFJA
27 BAB 27. HEART TO HEART
28 BAB 28. TAKTIK JITU AFJA
29 BAB 29. PENGUMPULAN BUKTI
30 BAB 30. TERTANGKAP BASAH
31 BAB 31. AFJA DIJADIKAN UMPAN
32 BAB 32. GOSIP PANAS
33 BAB 33. DIGELANDANG
34 BAB 34. RAHASIA KELUARGA
35 BAB 35. STATUS TAMARINE VS AFJA
36 BAB 36. SIGNAL DARI SAM
37 BAB 37. UJIAN BERTUBI-TUBI
38 BAB 38. KONYOL DEMI MANO
39 BAB 39. PARA PENGKHIANAT
40 BAB 40. FACE 2 FACE
41 BAB 41. PROPOSAL CINTA
42 BAB 42. TERSTEMPEL
43 BAB 43. RAME
44 BAB 44. SYARAT
45 BAB 45. MAAF
46 BAB 46. MY ANGEL, MINE
47 BAB 47. PESAN TERSIRAT
48 BAB 48. BAHASA KALBU
49 BAB 49. MOTIF JAHENI
50 BAB 50. LUNAS
51 BAB 51. PENYESALAN AFJA
52 BAB 52. TERHUKUM RINDU
53 BAB 53. KEPERGIANNYA
54 BAB 54. PESAN TERAKHIR
55 BAB 55. MELEBUR RINDU
56 BAB 56. KESEMPATAN KEDUA
57 BAB 57. ONOH-ONOH
58 BAB 58. SO DEEP
59 BAB 59. MASA DEPAN
60 BAB 60. MANISNYA HARI
61 BAB 61. BISNIS AKHIRAT
62 BAB 62. BABAK BARU KEHIDUPAN
63 BAB 63. REWARD
64 BAB 64. PANIC ATTACK
65 BAB 65. EUFORIA
66 BAB 66. SELAINMU
67 BAB 67. TIBA DI TUJUAN
68 BAB 68. EXTRA PART
69 BAB 69. CLOSE THE DOOR
Episodes

Updated 69 Episodes

1
BAB 1. KECEWA
2
BAB 2. UJIAN
3
BAB 3. TANTANGAN
4
BAB 4. NEGOSIASI
5
BAB 5. TEGAS
6
BAB 6. HASAD
7
BAB 7. BUNGA TERLARANG
8
BAB 8. MISI
9
BAB 9. TEGANG
10
BAB 10. RAHASIA PRIMADONA
11
BAB 11. KEBIMBANGAN
12
BAB 12. REBORN
13
BAB 13. MENARIK PERHATIAN
14
BAB 14. NONA MANO
15
BAB 15. SUUDZON DAN MODUS SKSD
16
BAB 16. ISYARAT
17
BAB 17. DIAM-DIAM PEDULI
18
BAB 18. DI ANTARA DUA DUNIA
19
BAB 19. AKU JUGA BUTUH KASIH SAYANG
20
BAB 20. PEMBALASAN DIMULAI
21
BAB 21. PELUANG BARU RAMUAN AFJA
22
BAB 22. AFJA KIAN MATANG
23
BAB 23. PUKULAN BAGI AFJA
24
BAB 24. MASA LALU
25
BAB 25. UJIAN MENTAL AFJA
26
BAB 26. PENGORBANAN AFJA
27
BAB 27. HEART TO HEART
28
BAB 28. TAKTIK JITU AFJA
29
BAB 29. PENGUMPULAN BUKTI
30
BAB 30. TERTANGKAP BASAH
31
BAB 31. AFJA DIJADIKAN UMPAN
32
BAB 32. GOSIP PANAS
33
BAB 33. DIGELANDANG
34
BAB 34. RAHASIA KELUARGA
35
BAB 35. STATUS TAMARINE VS AFJA
36
BAB 36. SIGNAL DARI SAM
37
BAB 37. UJIAN BERTUBI-TUBI
38
BAB 38. KONYOL DEMI MANO
39
BAB 39. PARA PENGKHIANAT
40
BAB 40. FACE 2 FACE
41
BAB 41. PROPOSAL CINTA
42
BAB 42. TERSTEMPEL
43
BAB 43. RAME
44
BAB 44. SYARAT
45
BAB 45. MAAF
46
BAB 46. MY ANGEL, MINE
47
BAB 47. PESAN TERSIRAT
48
BAB 48. BAHASA KALBU
49
BAB 49. MOTIF JAHENI
50
BAB 50. LUNAS
51
BAB 51. PENYESALAN AFJA
52
BAB 52. TERHUKUM RINDU
53
BAB 53. KEPERGIANNYA
54
BAB 54. PESAN TERAKHIR
55
BAB 55. MELEBUR RINDU
56
BAB 56. KESEMPATAN KEDUA
57
BAB 57. ONOH-ONOH
58
BAB 58. SO DEEP
59
BAB 59. MASA DEPAN
60
BAB 60. MANISNYA HARI
61
BAB 61. BISNIS AKHIRAT
62
BAB 62. BABAK BARU KEHIDUPAN
63
BAB 63. REWARD
64
BAB 64. PANIC ATTACK
65
BAB 65. EUFORIA
66
BAB 66. SELAINMU
67
BAB 67. TIBA DI TUJUAN
68
BAB 68. EXTRA PART
69
BAB 69. CLOSE THE DOOR

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!