Pertemuan Tak Sengaja

Tok...tok...terdengar pintu diketuk.

"Masuk!" suruh Adnan.

Pintu terbuka dan Meyra berdiri di tengah pintu yang terbuka dengan membawa pesanan Adnan.

Leo menatap siapa yang datang, wanita yang beberapa hari ini membuatnya gelisah.

Adnan belum hilang dari rasa keterkejutannya.

Bagaimana bisa, malah Meyra sendiri yang mengantarkan pesanan.

Tak salah juga sih karena Meyra tak tahu jika proyek yang tak jauh dari kafe nya adalah proyek perusahaan Leo.

"Meyra?" terucap juga nama itu dari bibir Leo.

"Selamat siang tuan-tuan. Saya mau mengantarkan pesanan tuan Adnan," kata Meyra untuk memecah kekakuan suasana.

"Siang, silahkan duduk Mey," ucap Adnan.

"Terima kasih, tapi maaf aku tak bisa meninggalkan kafe lama-lama," alibi Meyra.

Meski ingin melupakan masa lalu, tapi dengan melihat Leo ada ketakutan sendiri di diri Meyra.

Meyra tak ingin kedua anaknya diambil oleh Leo, yang notabene adalah ayah biologis Rafa dan Rafi.

"Saya permisi dulu," Meyra bergegas meninggalkan tempat itu.

"Oh ya Mey, bill nya aku transfer aja ya?" sela Adnan sebelum Meyra melewati pintu. Meyra mengangguk sebelum pergi.

.

Beberapa waktu sebelumnya di kafe Meyra.

"Kak, ada pesanan dari tempat proyek di depan," beritahu Melanie dari meja kasir.

"Tapi masalahnya...," Melanie menjeda ucapannya.

"Kenapa?"

"Pesanan mau diantar kak. Kalau sekarang mana bisa, kafe sedang ramai-ramainya," seru Melanie.

"Proyek di depan itu kan? Hotel yang hampir jadi itu?" tandas Meyra. Melanie pun mengangguk.

"Kakak aja yang antar, tak baik juga menolak rejeki," seru Meyra sembari melihat pesanannya apa saja.

"Baiklah, kak Meyra memang terbaik," puji Melanie.

Dan terjadilah pertemuan tak sengaja antara Meyra dan Leo.

"Dunia ternyata sempit sekali, perusahaannya sekarang berdiri kokoh di depan mataku," gumam Meyra lirih saat meninggalkan ruangan barusan.

.

Sepeninggal Meyra, Leo menatap tajam ke arah Leo.

"Kamu hutang penjelasan Adnan," tuntut Leo di sinar matanya.

Adnan tak lagi bisa menghindar dari sergapan singa yang berada di depannya itu.

Tatapannya sungguh menuntut.

"Apa yang harus dijelaskan tuan? Aku tak sengaja bertemu dengan Meyra yang kebetulan ada di kafe seberang jalan sono noh," beritahu Adnan.

"Selebihnya aku belum sempat untuk menyelidiki," Adnan ingin sang bos bergerak untuk memperjuangkan Meyra yang jelas-jelas telah melahirkan putra-putra penerus perusahaan milik keluarga Armando.

Meski sekarang tak ada getar cinta di antara keduanya.

"Di mana posisi kafenya?" Leo beranjak dari duduk.

"Apa nggak terlalu buru-buru?" sela Adnan.

Leo mencibir.

"Terlalu lama aku membiarkan Meyra bebas, sementara dia membawa anakku," kata Leo tegas.

"Apa nggak salah? Bukannya anda sendiri yang saat itu mengingkari kenyataan dan menolaknya. Perlu anda ingat, Meyra mengatakan semua dengan jujur saat itu," ucap Adan untuk membalas sang bos. Leo terlalu semena-mena terhadap Meyra.

"Lo itu mihak siapa sih?" ucap Leo mencelos.

"Kebenaran," tukas singkat Adnan.

"Apa gue salah? Ingat status Meyra saat itu," kata Leo.

"Tapi setelah tahu, apa anda tak ingin memperjuangkannya?" tanggap Adnan.

"Kalau masalah itu, tentu saja tak perlu kamu ajarin Adnan. Tentu saja akan aku perjuangkan darah dagingku," tegas Leo.

"Apa bos ingin memisahkan anak dengan ibunya?" Adnan ingin memperjelas ucapan Leo.

"Kalau perlu. Apa aku harus memaksanya jika dia tak mau? Toh kita berdua juga tak saling cinta," kata Leo.

"Isssshhh, anda terlalu kejam bos," ucap Adnan tak setuju.

"Cepat beritahu posisi kafe Meyra!" suruh Leo.

"Kafe depan yang ramai itu," beritahu Adnan.

Leo melangkah meninggalkan rasa kesal di diri Adnan.

Padahal Leo hanya realistis saja, memberikan hak kepada anaknya. Meski itu hasil dari hubungan ketidaksengajaan. Benar menurut Leo belum tentu benar bagi yang lain.

.

Leo langsung mendekati meja kasir yang nampak ramai melayani pengunjung yang datang.

"Selamat siang, Meyra nya ada?" tanya Leo begitu saja.

Yang ditanya adalah Melanie.

Melanie malah bengong melihat wajah tampan Leo.

"Kenalan kak Mey kenapa tampan-tampan?" gumam Melanie bermonolog.

"Hei, Nona. Apa aku bisa ketemu sama Meyra?" ulang Leo.

Melanie tersenyum simpul.

"Kak Meyra barusan pulang tuan," beritahu Melanie setelah sempat bengong tadi.

"Alamatnya?" kejar Leo.

Melanie mengernyitkan alis. Tuan di depannya ini kelihatan ngotot sekali, membuat Melanie curiga.

"Hhmmm maaf, tapi aku tak tahu tuan. Aku cuman karyawan baru di sini," alibi Melanie.

"Sial," umpat Leo lirih.

"Nomor ponselnya?" Leo masih penasaran akan Meyra.

"Nomor kak Mey, juga nomor yang dipakai kafe ini," jelas Melanie.

Meyra jarang memberikan nomor pribadinya ke sembarang orang.

"Tapi ponsenya selalu stanby di kafe ini, tidak dibawa pulang," lanjut Melanie.

Leo menepuk jidat, hari ini menemui jalan buntu.

Leo meninggalkan begitu saja meja kasir.

Melanie bergegas mengirim pesan ke Meyra, yang tadi bilang mau pulang sebentar karena waktunya menyusui si kembar.

.

Leo tak pupus harapan, esok hari dia sudah menunggu kedatangan Meyra di pintu depan kafe yang masih terkunci.

Melanie yang datang di belakang Leo tentu saja dibuat heran.

'Tuan ini semangat sekali,' pikir Melanie.

"Meyra nya sudah datang?" tanya Leo.

Melanie membuka pintu kafe yang masih terkunci tanpa perlu menjawab tanya tuan di sampingnya.

"Kak Mye bilang telat hari ini," jelas Melanie.

"Hah?" Leo tetap mengikuti langkah Melanie masuk ke dalam kafe.

Melanie nyungir kuda. Apa tuan tampan ini tidak sibuk? Dari kemarin mencari kak Meyra.

Melihat tampilannya sih dia bukan pengangguran.

Tapi caranya mencari kak Mey saat jam kerja begini membuat Melanie ragu kalau Leo bekerja.

'Jangan-jangan dia penipu? Sok-sok an mencari kak Mey, padahal hanya alibinya saja,' pikir Melanie waspada.

Leo duduk di pojokan kafe sambil mengawasi pintu masuk, menunggu kedatangan Meyra.

Hampir satu jam dia berada di sana, tapi Meyra tak kunjung datang. Leo mulai bosan tentu saja.

"Tuan, apa anda tak pesan sesuatu? Rugi dong kafe ini, kalau anda cuman numpang duduk aja," seloroh Melanie yang pura-pura mengelap meja di dekat tempat duduk Leo.

"Issshhh enak aja. Aku cuman nunggu Meyra," seru Leo.

"Kalau begitu anda bisa nunggu di luar aja, kursi ini bisa buat pengunjung lain," ucap Melanie membuat Leo menatap tajam ke arah Melanie.

Melanie menunjukkan senyum termanisnya buat mengusir Leo.

"Aku booking kafe ini hari ini," kata Leo tegas.

Gadis kecil di depannya ini terlalu menyepelekan dirinya.

"Hah?" gantian Melanie yang bengong menanggapi.

Leo menyentil kening Melanie yang berada tepat di depannya.

"Aku booking kafe ini, jangan biarin pengunjung lain masuk. Berapa omset kamu sehari? Nih aku bayar lunas," Leo menyodorkan sebuah black card untuk digesek oleh Melanie.

Melanie masih bengong di tempat.

"Tak perlu," sela seseorang tepat di belakang Melanie, membuat Leo kembali ke mood semula.

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

Tetap berusaha dan semangat berkarya, semoga saja berkenan untuk novel ini.

Happy reading guyssssss

Episodes
1 Kesibukan Kerja
2 Tragedi Semalam
3 Garis Dua
4 Fasilitas Mewah
5 Manager Cantik
6 Kenyataan Pahit
7 Terjebak
8 Bertahan atau Lepaskan
9 Sidak Tuan Besar
10 Akal Bulus Kakek
11 Resign
12 Kepulangan Suami
13 Divorce
14 Launching Si Kembar
15 Kenyataan yang Sebenarnya
16 Kepo
17 Pemilik Restoran
18 Dilema Meyra
19 Pertemuan Tak Sengaja
20 Jebakan
21 Siapa Alea
22 Kondisi Kakek
23 Anak Siapa?
24 Maaf Tertolak
25 Pengusiran
26 Kepingan Masa Lalu
27 Kepingan Masa Lalu (2)
28 Ancaman buat Meyra
29 Tamu Tak Diundang
30 Pergi Bersama
31 Kecewa
32 Tak Sesuai Harapan
33 Keraguan
34 Hujatan
35 Terjebak di Rumah Sendiri
36 Klarifikasi
37 Ikuti Alur Saja
38 Durante Operasi
39 Tidak Ada Yang Mirip
40 Buaya kok Dikadalin
41 Leo versus Reynand
42 Reynand dan Alea
43 Sabotase
44 Tak Ada Yang Tak Mungkin
45 Masih Saja Ditolak
46 Tak Berbelit
47 Orang Dalam Pengkhianatnya
48 Musang Berbulu
49 Belah Durian
50 Jalan-jalan
51 Konspirasi
52 Disorientasi
53 Tiga Bulan
54 Gravida
55 Belum Ingat
56 Masih Sama
57 Dua Kosong Sembilan Belas
58 Pulang atau Mampir?
59 Empat Tahun Kemana?
60 Tak Mampu Mengingat
61 Masih Di Rumah Sakit
62 Kebenaran Yang Diyakini
63 Ingat Nama Lupa Muka
64 Membuat Bahagia
65 Sendirian Pergi
66 Ular Betina
67 Ular Betina (1)
68 Emesis
69 Drama Sarapan
70 Main Game
71 Perangkap
72 Penyergapan
73 Penyergapan (2)
74 Rasa Bersalah
75 Psikiater
76 Again
77 Rawat Jalan
78 Semakin Baik
79 Muter-muter
80 Harap Cemas
81 Sehat
82 Promo 'Lost Memory'
83 Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova'
84 Mampir guyssss @SECOND WIFE
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Kesibukan Kerja
2
Tragedi Semalam
3
Garis Dua
4
Fasilitas Mewah
5
Manager Cantik
6
Kenyataan Pahit
7
Terjebak
8
Bertahan atau Lepaskan
9
Sidak Tuan Besar
10
Akal Bulus Kakek
11
Resign
12
Kepulangan Suami
13
Divorce
14
Launching Si Kembar
15
Kenyataan yang Sebenarnya
16
Kepo
17
Pemilik Restoran
18
Dilema Meyra
19
Pertemuan Tak Sengaja
20
Jebakan
21
Siapa Alea
22
Kondisi Kakek
23
Anak Siapa?
24
Maaf Tertolak
25
Pengusiran
26
Kepingan Masa Lalu
27
Kepingan Masa Lalu (2)
28
Ancaman buat Meyra
29
Tamu Tak Diundang
30
Pergi Bersama
31
Kecewa
32
Tak Sesuai Harapan
33
Keraguan
34
Hujatan
35
Terjebak di Rumah Sendiri
36
Klarifikasi
37
Ikuti Alur Saja
38
Durante Operasi
39
Tidak Ada Yang Mirip
40
Buaya kok Dikadalin
41
Leo versus Reynand
42
Reynand dan Alea
43
Sabotase
44
Tak Ada Yang Tak Mungkin
45
Masih Saja Ditolak
46
Tak Berbelit
47
Orang Dalam Pengkhianatnya
48
Musang Berbulu
49
Belah Durian
50
Jalan-jalan
51
Konspirasi
52
Disorientasi
53
Tiga Bulan
54
Gravida
55
Belum Ingat
56
Masih Sama
57
Dua Kosong Sembilan Belas
58
Pulang atau Mampir?
59
Empat Tahun Kemana?
60
Tak Mampu Mengingat
61
Masih Di Rumah Sakit
62
Kebenaran Yang Diyakini
63
Ingat Nama Lupa Muka
64
Membuat Bahagia
65
Sendirian Pergi
66
Ular Betina
67
Ular Betina (1)
68
Emesis
69
Drama Sarapan
70
Main Game
71
Perangkap
72
Penyergapan
73
Penyergapan (2)
74
Rasa Bersalah
75
Psikiater
76
Again
77
Rawat Jalan
78
Semakin Baik
79
Muter-muter
80
Harap Cemas
81
Sehat
82
Promo 'Lost Memory'
83
Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova'
84
Mampir guyssss @SECOND WIFE

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!