Bertahan atau Lepaskan

"Sekarang, laporkan siapa bos dari pramusaji itu?" tanya Leo kembali serius.

"Kirain lupa? Ternyata masih ingat juga," Adnan ngedumel seperti biasanya.

Adnan meminum kopi yang barusan diantar oleh Linda, sekretaris Leo.

"Lin, thanks kopinya," seru Adnan.

"Sama-sama tuan Adnan," jawab Linda sopan.

Kalau biasanya sekretaris selalu nampak seksi dengan baju ketat, tidak dengan Linda.

Linda adalah sosok gadis yang dipilih oleh Adnan, karena dia yatim piatu. Selain itu budi pekertinya juga baik. Pakaiannya di kantor juga selalu sopan.

Adnan mengedipkan sebelah matanya.

"Isshhh kamu genit sekali," olok Leo. Sebal dengan polah asistennya itu.

"Nggak papalah tuan bos. Linda sudah seperti adik buat aku," seru Adnan beralasan.

"Linda, balik ke meja kamu!" suruh Leo.

"Issshhh, nggak suka apa lihat orang lain senang," gerutu Adnan.

"Fokus apa yang aku tanyakan tadi," bilang Leo.

"Kalau aku jawab belum tahu siapa bosnya, gimana?" celetuk Adnan.

Iseng banget si Adnan, menggoda sang bos.

"Rapat yang sempat tertunda kemarin gimana? Hari ini jadi dilanjut?" Adnan mengalihkan perhatian sang bos.

"Jawab dulu pertanyaan aku?" Leo semakin tak sabar.

"Aku belum tahu tuan bos. Pramusaji itu belum mau mengaku," bilang Adnan.

Leo hanya bisa mengusap tengkuknya.

Menunggu sedari tadi, ternyata hanya sampai disitu hasil penyelidikan Adnan.

"Sabar, ntar siang aku akan paksa orang itu supaya mengaku," lanjut Adnan.

"Melihat yang aku undang, tak mungkin kolega-kolega aku yang sengaja melakukannya," tebak Leo.

"Bisa saja," tukas Adnan.

"Makanya kira-kira kandidat utama untuk jadi tersangkanya siapa?" lanjut Leo.

"Makanya tuan bos musti sabar, tunggu hasil interogasi aku nanti siang," imbuh Adnan.

"Hadech...," keluh Leo.

Adnan kembali menyeruput kopi buatan Linda.

"Siapkan rapat terbatas, melanjutkan yang ketunda kemarin," suruh Leo mendadak membuat Adnan tersedak kopi yang diminumnya.

"Tuan bos kalau kasih mandat suka ngasal dech. Kalau mendadak mana bisa bos? Nyonya Meyra saja masih di rumah sakit," kata Adnan.

"Oh ya, gimana kondisi dia?" tanya Leo.

"Kepo," jawab singkat Adnan.

"Adnan!" bentak Leo.

"Siap tuan,"

"Jelaskan kondisinya!" suruh Leo.

"Masih terpasang infus dan masih dirawat di rumah sakit. Itu yang saya tahu," jelas Adnan.

"Itu aku juga tahu," jawab Leo.

"Ya sudah, siapkan rapat minus Meyra," Leo kembali menyuruh Adnan.

.

Di rumah sakit, Dona mendapat telepon dari Linda. Sekretaris sang bos, memberitahukan akan ada rapat mendadak. Melanjutkan pembahasan rapat kemarin yang sempat tertunda.

"Ada apa Dona?" tanya Meyra.

"Panggilan dari kantor direksi kak, ada rapat. Melanjutkan yang kemarin," bilang Dona.

"Tapi aku tak bisa hadir," jawab Meyra dengan nada menyesal.

"Heeiiii...jangan lemas gitu dong. Lagian tuan Leo juga tak mewajibkan kakak untuk hadir. Tapi aku yang disuruh mewakili untuk menyiapkan berkasnya saja," lanjut Dona.

"Maafkan aku ya Don, merepotkan kamu," tukas Meyra.

"Nggak papa kak. Saatnya aku balas kebaikan kakak selama ini," ujar Dona.

"Jangan sedih lagi ya kak," imbuh Dona.

"Pasti ada jalan dalam setiap masalah. Aku yakin kakak bisa melewati semuanya," hibur Dona. Meski Dona belum tahu apa yang menjadi inti masalah bos cantiknya itu.

Dona tak ingin memaksa Meyra bercerita, meski tahu jika masalah sang bos pasti sangatlah berat.

Selama menjadi asisten Meyra, tak pernah sekalipun Dona melihat sang bos menangis seperti tadi.

.

Meyra kini diperbolehkan pulang setelah kondisi mual muntahnya membaik.

Tak ada jemputan Reynand seperti yang diharapkan.

Karena setelah hari itu, Reynand tak muncul batang hidungnya sama sekali.

Beberapa kali Meyra coba hubungi nomor Reynand, tapi berujung ditolak oleh operator cantik yang memberitahu jika nomor tidak aktif.

"Kemana kamu Rey?" gumam Meyra.

Dengan diantar perawat ruangan, Meyra keluar rumah sakit untuk menunggu jemputan di lobi.

"Makasih sus," ucap Meyra.

"Beneran nyonya sendirian? Tak ada yang jemput?" seru suster dan Meyra pun mengangguk.

"Kalau suster repot, aku nggak papa kok sendirian di sini," ucap Meyra.

Awalnya suster itu menolak, kasihan dengan Meyra yang sendirian.

"Nggak papa sus, silahkan balik aja. Taksi online yang aku pesan sudah deket kok," kata Meyra.

"Baiklah nyonya, hati-hati di jalan," kata sang suster.

"Makasih," balas Meyra.

.

Meyra pulang dengan diantar taksi online.

Sampai rumah, rumah dalam keadaan sepi. Bahkan lampu teras pun masih menyala.

"Apa Reynand nggak pulang?" gumam Meyra.

Tapi melihat kondisi rumah sekarang, Meyra yakin jika Reynand tak pulang sehabis dari rumah sakit saat itu.

Meyra menghela nafas panjang.

Kehamilan yang dinanti setelah melewati lima tahun pernikahan nyatanya tak menjamin kebahagiaan.

Meyra duduk di ruang tamu. Dan menyandarkan kepalanya di kursi. Malas memikirkan hari esok.

Ingin rasanya semua masalah yang dihadapi menguap begitu saja.

Meyra mengelus perutnya yang masih rata.

"Apa memang aku harus menghilangkan kalian demi menyelamatkan pernikahan?" gumam Meyra.

Meyra masih menghadapi dilema yang sama seperti beberapa hari yang lalu.

Meyra beranjak ke kamar.

Mungkin dengan berpasrah pada sang Khalik, berkeluh kesah padaNya dapat mengurangi beban yang dirasa.

Setelah melakukan kewajibannya, Meyra merasa bebannya sedikit berkurang.

Dan kebetulan ponselnya berdering setelahnya.

"Halo kak, sudah pulang ya? Aku di rumah sakit nih, kata suster kakak sudah diijinkan pulang," kata Dona menyapa Meyra.

"Aku sama teman-teman satu divisi nih mau jengukin kakak. Boleh nggak nih?" ijin Dona.

Meyra tak tahu musti jawab apa, karena saat ibu rumahnya lumayan berantakan. Sementara untuk membersihkannya sendiri, Meyra masih belum sanggup.

"Bukannya aku menolak, tapi besok aku sudah mulai kerja Dona. Nggak enak lama-lama ijin libur," seru Meyra.

"Kepalang tanggung kak, nih teman-teman otewe ke rumah kakak," beritahu Dona.

Meyra menyambut kedatangan teman-teman satu divisi dengan wajah sedikit pucat.

"Kak Rey mana?" tanya Dona yang memang belum mendapati keberadaan suami Meyra.

"Barusan keluar, mau belikan sesuatu tadi," ucap Meyra bohong.

"Owh, kirain masih marahan?" bisik Dona membuat Meyra tersenyum kecut.

Meyra tak menyangka, di antara teman-teman satu divisinya ternyata ada big bos dan asistennya yang turut menjenguk.

Adnan mendorong Leo agar segera masuk rumah sederhana itu.

"Issshhh bukannya tuan bos yang memaksa ikut tadi," gerutu Adnan terdengar oleh Meyra.

Tingkah kedua pria itu bagai bocah yang saling berebut untuk masuk ke kediaman Meyra.

Leo pun mendekat dan hampir menubruk Meyra karena dorongan Adnan.

"Apaan sih Adnan," Leo menengok ke arah sang asisten.

"Maaf tuan Leo, malah ikutan desak-desakan sama yang lain. Rumah Meyra sempit," kata Meyra kikuk. Tak menyangka sang bos ikutan datang ke rumah.

"Apa kabar? Sudah baikan?" Leo menyalami Meyra.

Tapi apa yang terjadi, bukannya menyambut uluran tangan itu tapi Meyra malah berlari ke belakang.

"Kenapa bos?" celetuk Adnan yang berada di belakang sang bos. Jadi tak bisa melihat semuanya. Sementara yang lain diam, takut akan tatapan tajam Leo.

Hoek.... Hoek....,

Terdengar oleh semua yang ada di sana.

"Muntah lagi?????" kata Leo bengong.

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

To be continued

Terpopuler

Comments

Ratnasihite

Ratnasihite

mey pertahanin anaknya mereka tdk salah

2025-02-03

1

Tania

Tania

pilihan sulit Mey. Bertahan tapi harus berkorban, atau melepaskan yg selama ini telah membuatmu nyaman.

2023-07-19

2

lihat semua
Episodes
1 Kesibukan Kerja
2 Tragedi Semalam
3 Garis Dua
4 Fasilitas Mewah
5 Manager Cantik
6 Kenyataan Pahit
7 Terjebak
8 Bertahan atau Lepaskan
9 Sidak Tuan Besar
10 Akal Bulus Kakek
11 Resign
12 Kepulangan Suami
13 Divorce
14 Launching Si Kembar
15 Kenyataan yang Sebenarnya
16 Kepo
17 Pemilik Restoran
18 Dilema Meyra
19 Pertemuan Tak Sengaja
20 Jebakan
21 Siapa Alea
22 Kondisi Kakek
23 Anak Siapa?
24 Maaf Tertolak
25 Pengusiran
26 Kepingan Masa Lalu
27 Kepingan Masa Lalu (2)
28 Ancaman buat Meyra
29 Tamu Tak Diundang
30 Pergi Bersama
31 Kecewa
32 Tak Sesuai Harapan
33 Keraguan
34 Hujatan
35 Terjebak di Rumah Sendiri
36 Klarifikasi
37 Ikuti Alur Saja
38 Durante Operasi
39 Tidak Ada Yang Mirip
40 Buaya kok Dikadalin
41 Leo versus Reynand
42 Reynand dan Alea
43 Sabotase
44 Tak Ada Yang Tak Mungkin
45 Masih Saja Ditolak
46 Tak Berbelit
47 Orang Dalam Pengkhianatnya
48 Musang Berbulu
49 Belah Durian
50 Jalan-jalan
51 Konspirasi
52 Disorientasi
53 Tiga Bulan
54 Gravida
55 Belum Ingat
56 Masih Sama
57 Dua Kosong Sembilan Belas
58 Pulang atau Mampir?
59 Empat Tahun Kemana?
60 Tak Mampu Mengingat
61 Masih Di Rumah Sakit
62 Kebenaran Yang Diyakini
63 Ingat Nama Lupa Muka
64 Membuat Bahagia
65 Sendirian Pergi
66 Ular Betina
67 Ular Betina (1)
68 Emesis
69 Drama Sarapan
70 Main Game
71 Perangkap
72 Penyergapan
73 Penyergapan (2)
74 Rasa Bersalah
75 Psikiater
76 Again
77 Rawat Jalan
78 Semakin Baik
79 Muter-muter
80 Harap Cemas
81 Sehat
82 Promo 'Lost Memory'
83 Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova'
84 Mampir guyssss @SECOND WIFE
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Kesibukan Kerja
2
Tragedi Semalam
3
Garis Dua
4
Fasilitas Mewah
5
Manager Cantik
6
Kenyataan Pahit
7
Terjebak
8
Bertahan atau Lepaskan
9
Sidak Tuan Besar
10
Akal Bulus Kakek
11
Resign
12
Kepulangan Suami
13
Divorce
14
Launching Si Kembar
15
Kenyataan yang Sebenarnya
16
Kepo
17
Pemilik Restoran
18
Dilema Meyra
19
Pertemuan Tak Sengaja
20
Jebakan
21
Siapa Alea
22
Kondisi Kakek
23
Anak Siapa?
24
Maaf Tertolak
25
Pengusiran
26
Kepingan Masa Lalu
27
Kepingan Masa Lalu (2)
28
Ancaman buat Meyra
29
Tamu Tak Diundang
30
Pergi Bersama
31
Kecewa
32
Tak Sesuai Harapan
33
Keraguan
34
Hujatan
35
Terjebak di Rumah Sendiri
36
Klarifikasi
37
Ikuti Alur Saja
38
Durante Operasi
39
Tidak Ada Yang Mirip
40
Buaya kok Dikadalin
41
Leo versus Reynand
42
Reynand dan Alea
43
Sabotase
44
Tak Ada Yang Tak Mungkin
45
Masih Saja Ditolak
46
Tak Berbelit
47
Orang Dalam Pengkhianatnya
48
Musang Berbulu
49
Belah Durian
50
Jalan-jalan
51
Konspirasi
52
Disorientasi
53
Tiga Bulan
54
Gravida
55
Belum Ingat
56
Masih Sama
57
Dua Kosong Sembilan Belas
58
Pulang atau Mampir?
59
Empat Tahun Kemana?
60
Tak Mampu Mengingat
61
Masih Di Rumah Sakit
62
Kebenaran Yang Diyakini
63
Ingat Nama Lupa Muka
64
Membuat Bahagia
65
Sendirian Pergi
66
Ular Betina
67
Ular Betina (1)
68
Emesis
69
Drama Sarapan
70
Main Game
71
Perangkap
72
Penyergapan
73
Penyergapan (2)
74
Rasa Bersalah
75
Psikiater
76
Again
77
Rawat Jalan
78
Semakin Baik
79
Muter-muter
80
Harap Cemas
81
Sehat
82
Promo 'Lost Memory'
83
Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova'
84
Mampir guyssss @SECOND WIFE

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!