Resign

Leo hanya bisa menepuk jidat.

Ini bukan perkara mudah seperti yang dipikirkan oleh kakek.

Bisa jadi janin yang dikandung Meyra adalah anak suaminya, bukan Leo.

Mereka hanya melakukan kegiatan itu semalam. Sementara Meyra bersama suaminya hampir tiap malam. Mana mungkin itu bayiku. Sangkal Leo.

"Nona Meyra, kemarilah!" panggil kakek ke arah Meyra yang barusan balik dari toilet.

"Iya tuan," gugup juga Meyra dipanggil oleh pemilik perusahaan.

"Duduk!" suruh tuan Armando sambil menyilangkan kakinya di depan Meyra.

"Ba...baik tuan," dengan rasa kikuk Meyra mengikuti apa kata tuan besar itu.

"Tya, Adnan... Kalian boleh keluar," ucapnya.

"Yaaaccccchhhh padahal aku ingin tahu episode selanjutnya," keluh Adnan bergumam.

Alhasil mata elang Leo menerobos tepat di jantung Adnan.

"Iye... Iye... Aku sama Tya keluar dech," Adnan tahu arti tatapan itu.

Setelah Adnan dan Tya keluar, datang Linda mengantarkan minum.

"Silahkan tuan besar," kata Linda menyilahkan.

"Ah kamu pasti tahu apa yang aku ingin. Makasih Linda," kata kakek dengan genit.

"Linda masih muda, jangan sok genit dech," olok Leo.

"Diam lo," hardik kakek.

"Kembali ke tema awal kita. Nona Meyra, apa benar kamu hamil anak Leo?" tanya kakek langsung pada inti masalah.

"Hah?" Meyra kaget. Bagaimana mungkin kakek tuan Leo ini tahu kalau aku hamil anak Leo. Pikir Meyra.

Meyra menggeleng lemah.

Padahal kakek Armando hanya asal berkata aja.

"Kek, jangan ngasal dech. Meyra bilang tidak hamil loh," sela Leo.

"Diam kamu," gertak kakek ke arah sang cucu.

"Aku juga berhak bicara kek," kata Leo ngegas.

"Kali ini aku tak kasih hak bicara buat kamu. Hak veto ada di kakek," seru tuan Armando. Dan Leo pun langsung diam meski hati mendongkol. Persisnya tak mau dibilang cucu durhaka.

"Nona Meyra, aku ulangi. Apa kamu hamil anak Leo?" tanya kakek tegas dan mengintimidasi membuat Meyra merinding. Takut kena marah pastinya. Apalagi yang berada di depannya ini adalah pemilik kantornya bekerja.

"Meyra," panggil kakek, karane Meyra tak kunjung memberi jawaban.

"I...I...iya tuan," Meyra takut sekali.

"Coba katakan sekali lagi," suruh kakek.

"Iya Tuan," kepalang tanggung, Meyra pun mengakui.

Daripada bicara tak jujur, tuan Armando juga sudah tahu.

"Meyra, jangan mengada-ada kamu? Apa kamu yakin jika itu anakku," tukas tuan Leo.

Sang kakek kembali menjitak kepala Leo, "Jaga bicara kamu," ucap kakek.

"Sekarang kakek diam. Gantian aku yang bicara," Leo menyela.

"Nona Meyra, tolong jelaskan padaku. Bagaimana kamu yakin sekali jika itu anakku?" Leo menunggu penjelasan Meyra.

"Ini memang anak kamu tuan," jawab Meyra.

"Jangan bohong kamu, apa kamu ingin menjebakku?" Leo berdiri dari duduknya.

"Apa kurang gajimu? Licik kamu Meyra," ucap Leo dengan kilatan mata marah.

"Otakku tidak sekerdil itu tuan," balas Meyra.

"Stop!" teriak kakek.

Bukan ini yang tuan Armando inginkan.

"Leo, apapun alasannya. Kamu harus menikah dengan Nona Meyra," tegas kakek.

"Aku menolak," ucap Leo tak kalah ngegas.

Meyra diam, dengan sudut mata mulai berembun.

"Simpan sandiwaramu Nona Meyra. Jangan sok sedih di depanku. Aku tak butuh itu," hardik Leo.

"Diam Leo!" tuan Armando ikutan berdiri.

"Besok kalian harus menikah," paksa kakek.

"Apa kakek tak dengar apa kataku tadi? Aku menolaknya kek," tandas Leo.

"Asal kakek tahu, wanita ini sudah menikah. Dan dia bisa saja sengaja menjebakku malam itu," ucapan Leo bagai belati menusuk perasaan Meyra.

Tuan Armando kaget.

Dan Meyra tentu saja marah dituduh seperti itu.

"Anda memang berkuasa tuan, apapun bisa dibeli oleh anda. Tapi maaf, aku bukan wanita seperti yang kamu tuduhkan," tolak Meyra.

"Dan status saya memang sudah menikah. Dan malam itu secara tak sadar aku bersama dengan cucu anda. Bahkan apa yang aku lakukan saat itu, aku tak tahu," jelas Meyra kepada tuan Armando.

"Hadechhhh kenapa jadi rumit begini? Apa yang kamu lakukan dengan istri orang Leo," tuan Armando dibuat marah oleh keduanya.

"Leo, datangi suaminya. Minta maaflah!" suruh kakek.

"Apapun pembelaan kamu, kalian berdua tetap salah," tandas kakek.

Tuan Armando mengelus jenggot yang mulai memutih itu. Tak mengira kelakuan cucunya sebejat itu. Tidur dengan bini orang.

"Kek, aku dijebak. Adnan saksinya. Dan dia sudah menemukan pelakunya. Aku panggil Adnan, biar kakek percaya," jelas Leo.

"Dan untuk kehamilan Meyra, aku tak yakin kalau itu anakku karena mengingat status Meyra yang punya suami," sambung Leo.

"Tapi aku yakin kalau ini anak kamu tuan," tegas Meyra.

"Heiii...kita hanya melakukan sekali Meyra. Dan kamu pasti sudah ribuan kali bersama suami kamu," Leo meragu jika janin yang dikandung oleh Meyra adalah anaknya.

Sementa Meyra diam, tak mungkin juga dia mengumbar aib sang suami.

"Bagaimana kamu bisa yakin?" sela kakek yang nada bicaranya tak seantusias tadi.

"Hheemmm," ragu Meyra untuk berserita.

"Ngaku saja!" sela Leo.

"Apa yang perlu diakuin? Aku bersumpah bahwa janin ini memang anak anda tuan Leo" jelas Meyra.

"Temui suaminya! Minta maaflah!" suruh kakek mengulang.

Leo tentu saja enggan. Tak mau merendahkan diri di depan suami Meyra.

"Terutama kamu Nona Meyra, kesalahan kamu tak termaafkan," ucap sang kakek.

"Dengan status kamu, aku sependapat dengan Leo. Bisa saja itu anak suami kamu," ulas tuan Armando.

"Berapa yang kamu minta Nona Meyra?" kata Leo.

Padahal dalam hati kecilnya, dia juga berharap janin di perut Meyra adalah anaknya.

Tapi tak mungkin dirinya merusak sebuah janji suci pernikahan antara Meyra dan suaminya.

"Anda menghinaku tuan muda. Meski tak kamu akui sekalipun, aku masih bisa membesarkan mereka nantinya. Dan mulai saat ini aku mengundurkan diri," tegas Meyra.

Meyra beranjak. Terlalu sakit perasaannya dihina seperti itu. Alangkah lebih baik untuk tak melihat Leo lagi.

Meski sebenarnya perkataan Leo tak sepenuhnya salah. Tapi Meyra sangat yakin jika itu anak kandung bosnya karena sang suami divonis mandul.

Meyra memberesi semua barang pribadi yang ada di loker.

"Kak, mau kemana? Apa kakak menangis? Apa mereka menyakiti kakak?" kepo sekali Dona, karena Meyra tiba-tiba saja berberes.

"Nggak kok Don, mungkin aku masih lelah saja" balas Meyra.

"Dona, makasih telah banyak membantuku selama ini. Sampaikan ke teman-teman yang lain. Aku tak sempat pamit ke semuanya. Mulai hari ini aku resign dari perusahaan," ucap Meyra.

Dona terbengong.

"Kok tiba-tiba?"

"Iya. Kakak mau fokus sama kehamilan yang sangat kunantikan ini," alibi Meyra.

"Owh, kirain ada masalah sama tuan Leo?" Dona menghela nafas lega.

Meyra memaksa membalas senyuman Dona.

"Oke kak, kapan-kapan aku mampir dech," Meyra pun berlalu keluar ruangan, meninggalkan sejuta kenangan selama kerja di situ.

.

Di ruangan Leo.

"Leo, cari tahu kenapa wanita itu kekeuh dan sangat yakin mengakui kamu sebagai ayah bayi-bayinya," suruh kakek.

"Apalagi sih kek? Tentu saja harta," tandas Leo.

Leo menceritakan semua yang terjadi di malam itu. Dan semua penyelidikan mengarah ke Meyra. Tapi kenapa Meyra sendiri yang ikutan terjebak, Adnan masih mencari tahu.

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

To be continued, happy reading

Terpopuler

Comments

Tania

Tania

seru Thor, q vote-in loh

2023-07-26

1

Dlaaa FM

Dlaaa FM

Lanjutannnnnnn

2023-07-23

2

lihat semua
Episodes
1 Kesibukan Kerja
2 Tragedi Semalam
3 Garis Dua
4 Fasilitas Mewah
5 Manager Cantik
6 Kenyataan Pahit
7 Terjebak
8 Bertahan atau Lepaskan
9 Sidak Tuan Besar
10 Akal Bulus Kakek
11 Resign
12 Kepulangan Suami
13 Divorce
14 Launching Si Kembar
15 Kenyataan yang Sebenarnya
16 Kepo
17 Pemilik Restoran
18 Dilema Meyra
19 Pertemuan Tak Sengaja
20 Jebakan
21 Siapa Alea
22 Kondisi Kakek
23 Anak Siapa?
24 Maaf Tertolak
25 Pengusiran
26 Kepingan Masa Lalu
27 Kepingan Masa Lalu (2)
28 Ancaman buat Meyra
29 Tamu Tak Diundang
30 Pergi Bersama
31 Kecewa
32 Tak Sesuai Harapan
33 Keraguan
34 Hujatan
35 Terjebak di Rumah Sendiri
36 Klarifikasi
37 Ikuti Alur Saja
38 Durante Operasi
39 Tidak Ada Yang Mirip
40 Buaya kok Dikadalin
41 Leo versus Reynand
42 Reynand dan Alea
43 Sabotase
44 Tak Ada Yang Tak Mungkin
45 Masih Saja Ditolak
46 Tak Berbelit
47 Orang Dalam Pengkhianatnya
48 Musang Berbulu
49 Belah Durian
50 Jalan-jalan
51 Konspirasi
52 Disorientasi
53 Tiga Bulan
54 Gravida
55 Belum Ingat
56 Masih Sama
57 Dua Kosong Sembilan Belas
58 Pulang atau Mampir?
59 Empat Tahun Kemana?
60 Tak Mampu Mengingat
61 Masih Di Rumah Sakit
62 Kebenaran Yang Diyakini
63 Ingat Nama Lupa Muka
64 Membuat Bahagia
65 Sendirian Pergi
66 Ular Betina
67 Ular Betina (1)
68 Emesis
69 Drama Sarapan
70 Main Game
71 Perangkap
72 Penyergapan
73 Penyergapan (2)
74 Rasa Bersalah
75 Psikiater
76 Again
77 Rawat Jalan
78 Semakin Baik
79 Muter-muter
80 Harap Cemas
81 Sehat
82 Promo 'Lost Memory'
83 Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova'
84 Mampir guyssss @SECOND WIFE
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Kesibukan Kerja
2
Tragedi Semalam
3
Garis Dua
4
Fasilitas Mewah
5
Manager Cantik
6
Kenyataan Pahit
7
Terjebak
8
Bertahan atau Lepaskan
9
Sidak Tuan Besar
10
Akal Bulus Kakek
11
Resign
12
Kepulangan Suami
13
Divorce
14
Launching Si Kembar
15
Kenyataan yang Sebenarnya
16
Kepo
17
Pemilik Restoran
18
Dilema Meyra
19
Pertemuan Tak Sengaja
20
Jebakan
21
Siapa Alea
22
Kondisi Kakek
23
Anak Siapa?
24
Maaf Tertolak
25
Pengusiran
26
Kepingan Masa Lalu
27
Kepingan Masa Lalu (2)
28
Ancaman buat Meyra
29
Tamu Tak Diundang
30
Pergi Bersama
31
Kecewa
32
Tak Sesuai Harapan
33
Keraguan
34
Hujatan
35
Terjebak di Rumah Sendiri
36
Klarifikasi
37
Ikuti Alur Saja
38
Durante Operasi
39
Tidak Ada Yang Mirip
40
Buaya kok Dikadalin
41
Leo versus Reynand
42
Reynand dan Alea
43
Sabotase
44
Tak Ada Yang Tak Mungkin
45
Masih Saja Ditolak
46
Tak Berbelit
47
Orang Dalam Pengkhianatnya
48
Musang Berbulu
49
Belah Durian
50
Jalan-jalan
51
Konspirasi
52
Disorientasi
53
Tiga Bulan
54
Gravida
55
Belum Ingat
56
Masih Sama
57
Dua Kosong Sembilan Belas
58
Pulang atau Mampir?
59
Empat Tahun Kemana?
60
Tak Mampu Mengingat
61
Masih Di Rumah Sakit
62
Kebenaran Yang Diyakini
63
Ingat Nama Lupa Muka
64
Membuat Bahagia
65
Sendirian Pergi
66
Ular Betina
67
Ular Betina (1)
68
Emesis
69
Drama Sarapan
70
Main Game
71
Perangkap
72
Penyergapan
73
Penyergapan (2)
74
Rasa Bersalah
75
Psikiater
76
Again
77
Rawat Jalan
78
Semakin Baik
79
Muter-muter
80
Harap Cemas
81
Sehat
82
Promo 'Lost Memory'
83
Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova'
84
Mampir guyssss @SECOND WIFE

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!