Fasilitas Mewah

Mual muntah yang dialami Meyra semakin menjadi, sehingga dokter klinik perusahaan kemudian merujuk Meyra ke rumah sakit.

Dalam keadaan lemas dan terbaring di instalasi gawat darurat, Meyra mencoba menghubungi Reynand yang sedang mengajar.

"Sayang, aku di rumah sakit," beritahu Meyra kala panggilan tersambung.

"Kenapa?" tanggapan singkat Reynand.

"Mual dan muntah," jawab Meyra.

"Sayang, aku punya kejutan buat kamu," lanjut Meyra antusias.

"Apa?" tukas Reynand.

"Ntar aja, akan aku kasih tahu saat kamu di sini saja," bilang Meyra.

"Kalau aku kasih tahu sekarang, bukan kejutan lagi dong," ucap Meyra.

"Oke, habis pulang sekolah aku ke sana," jawab Reynand.

"Pulang sekolah?" Meyra heran, kenapa sang suami lebih memilih pekerjaan sementara dirinya terbaring di rumah sakit.

"Iya, lagi nanggung nih. Ini juga di kelas," beritahu Reynand tanpa merasa bersalah.

"Tapi istri kamu sedang sakit loh yank. Ini di rumah sakit," tandas Meyra.

"Lantas kenapa? Bukannya di situ sudah ada dokter dan perawat yang lebih berpengalaman," seru Reynand.

"Iya sih, tapi mana empati kamu sebagai seorang suami," balas Meyra dengan nada sedih.

Mungkin wanita hamil perasaannya lebih peka kali ya?

"Sudahlah, jangan manja. Nanti aku kan juga ke sana," bilang Reynand.

"Aku sakit Rey...," terdengar isak tangis Meyra.

Meyra yang menjadi sosok wanita mandiri dan tangguh, sekarang berubah menjadi sosok manja nan rapuh.

"Iya aku tahu. Tadi kan kamu sudah kasih tahu aku. Tapi seperti yang aku bilang tadi, aku akan ke sana setelah jam mata pelajaran aku habis," kata Reynand mematikan panggilan Meyra begitu saja.

Meyra mengusap sisa air mata nya saat Dona datang.

"Kakak menangis?" Dona yang setia dan menungguinya sejak di klinik perusahaan tadi.

"He...he...aku bahagia Dona. Setelah sekian lama penantian aku," kata Meyra.

"Selamat ya kak," ucap Dona saat mereka berdua berpelukan.

"Kak Reynand sudah dikasih tahu?" tanya Dona sembari mengurai pelukan.

"Belum sih. Akan kukasih tahu saat dia di sini aja, biar surprise," bilang Meyra.

"Kak Rey mau kesini kak?" tanggap Dona.

"Tentu saja. Reynand harus berlatih jadi suami siaga mulai sekarang," sudut bibir Meyra pun tersungging senyum. Padahal di sudut hati terdalam, Meyra sedang sedih atas sikap sang suami barusan.

"Kalian pasti akan menjadi pasangan terbahagia dech," kata Dona.

"Aamiin," tukas Meyra mengaminkan.

Sambil menunggu Meyra dipindah ruangan, Dona bercerita bagaimana tuan Leo menggendong Meyra dengan raut muka cemas ke klinik perusahaan.

"Apa semua orang tahu Don?" Meyra teringat akan tragedi semalamnya dengan sang bos.

'Ah nggak mungkin' sangkal Meyra dalam hati.

"Jelas saja semua tahu kak. Mungkin habis ini semua grub chat di perusahaan pasti menggosip tentang kakak," seru Dona.

"Tapi biarin saja lah kak, Dona juga tahu siapa kak Meyra. Wanita tangguh yang selalu setia dengan satu laki-laki. Reynand suaminya," Dona tertawa lepas saat mengucapkan itu.

'Andai kamu tahu Don, siapa wanita di depanmu ini. Apa kamu akan bersikap sama saat tahu, akupun pernah berkhianat terhadap suami. Meski semua itu tak disengaja,' batin Meyra.

"Kak, sorry ya. Nanti setelah pindah kamar, kakak aku tinggalin sendiri," ucap Dona.

Tak berapa lama, seorang perawat menghampiri mereka berdua.

"Nyonya, sebelum dipindah ke ruang rawat. Dokter akan melakukan pemeriksaan ultrasonografi," bilangnya.

"Baik suster," jawab Meyra.

Meyra didorong ke ruang pemeriksaan menggunakan kursi roda.

"Selamat siang ibu," sapa sang dokter.

"Siang dok," balas Meyra.

"Sendirian? Suaminya?" tanya sang dokter sambil menyiapkan alat pemeriksaan.

"Masih bekerja dok, habis ini katanya mau nyusul," bilang Meyra.

"Oke, kita mulai saja ya," ucap dokter kandungan itu dengan ramah.

Dokter menghentikan probe alat periksa, "Ada apa dok?" sela Meyra cemas.

"Sebentar, aku pastikan dulu," serunya.

"Nyonya Meyra bisa lihat tanda panah warna hijau di layar?" Meyra pun mengangguk.

"Nah, disitu saya mendeteksi kalau ada dua kantong kehamilan yang sedang tumbuh di rahim anda," kata sang dokter.

Meyra menutup mulutnya dengan telapak tangan, takjub akan karunia Tuhan yang didapatnya.

"Apa itu artinya aku hamil kembar?" tukas Meyra dengan rasa bahagia membuncah.

Dokter itu sekarang yang gantian mengangguk.

"Akan aku resepkan obat mual muntah dan juga penguat kandungan nyonya. Karena kehamilan anda termasuk kehamilan beresiko. Usahakan banyak beristirahat," nasehat dokter itu.

Meyra mengangguk.

Tak bisa dibayangkan bagaimana reaksi Reynand saat Meyra memberi kejutan nantinya.

Sebuah kamar vvip sudah disediakan untuk Meyra.

"Dona, bukannya asuransi dari perusahaan cuman sampai di kelas satu? Kenapa ini di ruang vvip?" tanya Meyra heran.

"Aku juga nggak tahu kak, kirain atas permintaan kakak sebagai pasien," bilang Dona.

Meyra menggeleng.

"Don, takut bayarnya ih?" bisik Meyra.

Dona melihat seisi ruangan yang sangat mewah itu.

"Sus, berapa biaya perharinya?" tanya Dona penasaran.

Meski menjadi seorang manager, asuransi kesehatan perusahaan paling tinggi hanya mendapat perawatan kelas satu. Sementara saat ini Meyra mendapatkan ruangan dengan fasilitas termewah yang ada di rumah sakit.

"Maaf nyonya, saya sendiri tidak tahu. Tapi untuk seluruh biaya di rumah sakit anda sudah terbayarkan lunas tanpa limit waktu rawat inap," jelas perawat yang mengantarkan Meyra pindah ruang.

"Hah?" Meyra dan Dona kompak membego.

"Wah, jangan-jangan kakak menjadi simpanan orang kaya...ha...ha...," kata Dona dengan maksud bercanda membuat netra Meyra melotot seketika.

"Husssttttt...," hardik Meyra.

"Pisssss nyonya manager, gurau aja," Dona semakin terbahak.

Seperti yang dibilang tadi, Dona pamit pulang setelah memastikan Meyra bisa istirahat dengan nyaman.

Di kamar Meyra juga tersedia fasilitas untuk memanggil petugas jaga, jika sewaktu-waktu Meyra membutuhkan bantuan.

Meyra termenung. Menunggu kedatangan sang suami. Ruangan sebesar itu sepi sekali.

.

Di perusahaan terjadi kehebohan.

Gosip lebih cepat beredar daripada urusan kerjaan.

Semua grub chat masing-masing divisi membicarakan sang CEO tampan dan manager keuangan.

Menurut gosip, ada hubungan tersembunyi antara sang manager cantik dengan bos besar perusahaan.

Bos perusahaan yang masih saja betah menyendiri meski usianya sudah lewat untuk meminang seorang istri.

Gosip sekarang telah mematahkan gosip yang sebelumnya beredar. Di mana saat itu sang bos diduga adalah penyuka sesama batang, dan tak tertarik dengan wanita. Meski wanita itu sangatlah cantik.

"Adnan, ke ruanganku sekarang!" perintah Leo kepada asistennya.

Rapat yang seharusnya telah mendapat keputusan, karena kejadian Meyra membuat Leo menundanya.

"Selamat siang tuan," sapa Adnan saat masuk ruangan sang bos.

"Selidiki kejadian saat malam ulang tahun perusahaan. Apa yang sebenarnya terjadi" suruh Leo tak terbantah.

"Emang apa yang terjadi?" tukas Adnan.

"Jangan sok bego, aku yakin kamu tahu semua. Awas saja jika sampak berita ini menyebar, kamu yang pertama kali akan merasakan amukan ku," kata Leo.

"Situ yang berbuat, gue lagi yang kena" Adnan ngedumel.

"Apa lo bilang?" hardik Leo.

"Nggak ada. Aku cuman bilang kalau tuan bos ganteng," ucap Adnan sambil mengusap tengkuk seperti biasa.

"Penjilat," olok Leo.

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

Terpopuler

Comments

Ratnasihite

Ratnasihite

menarik

2025-02-03

1

Dlaaa FM

Dlaaa FM

Lanjutannnnnnn

2023-07-15

2

lihat semua
Episodes
1 Kesibukan Kerja
2 Tragedi Semalam
3 Garis Dua
4 Fasilitas Mewah
5 Manager Cantik
6 Kenyataan Pahit
7 Terjebak
8 Bertahan atau Lepaskan
9 Sidak Tuan Besar
10 Akal Bulus Kakek
11 Resign
12 Kepulangan Suami
13 Divorce
14 Launching Si Kembar
15 Kenyataan yang Sebenarnya
16 Kepo
17 Pemilik Restoran
18 Dilema Meyra
19 Pertemuan Tak Sengaja
20 Jebakan
21 Siapa Alea
22 Kondisi Kakek
23 Anak Siapa?
24 Maaf Tertolak
25 Pengusiran
26 Kepingan Masa Lalu
27 Kepingan Masa Lalu (2)
28 Ancaman buat Meyra
29 Tamu Tak Diundang
30 Pergi Bersama
31 Kecewa
32 Tak Sesuai Harapan
33 Keraguan
34 Hujatan
35 Terjebak di Rumah Sendiri
36 Klarifikasi
37 Ikuti Alur Saja
38 Durante Operasi
39 Tidak Ada Yang Mirip
40 Buaya kok Dikadalin
41 Leo versus Reynand
42 Reynand dan Alea
43 Sabotase
44 Tak Ada Yang Tak Mungkin
45 Masih Saja Ditolak
46 Tak Berbelit
47 Orang Dalam Pengkhianatnya
48 Musang Berbulu
49 Belah Durian
50 Jalan-jalan
51 Konspirasi
52 Disorientasi
53 Tiga Bulan
54 Gravida
55 Belum Ingat
56 Masih Sama
57 Dua Kosong Sembilan Belas
58 Pulang atau Mampir?
59 Empat Tahun Kemana?
60 Tak Mampu Mengingat
61 Masih Di Rumah Sakit
62 Kebenaran Yang Diyakini
63 Ingat Nama Lupa Muka
64 Membuat Bahagia
65 Sendirian Pergi
66 Ular Betina
67 Ular Betina (1)
68 Emesis
69 Drama Sarapan
70 Main Game
71 Perangkap
72 Penyergapan
73 Penyergapan (2)
74 Rasa Bersalah
75 Psikiater
76 Again
77 Rawat Jalan
78 Semakin Baik
79 Muter-muter
80 Harap Cemas
81 Sehat
82 Promo 'Lost Memory'
83 Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova'
84 Mampir guyssss @SECOND WIFE
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Kesibukan Kerja
2
Tragedi Semalam
3
Garis Dua
4
Fasilitas Mewah
5
Manager Cantik
6
Kenyataan Pahit
7
Terjebak
8
Bertahan atau Lepaskan
9
Sidak Tuan Besar
10
Akal Bulus Kakek
11
Resign
12
Kepulangan Suami
13
Divorce
14
Launching Si Kembar
15
Kenyataan yang Sebenarnya
16
Kepo
17
Pemilik Restoran
18
Dilema Meyra
19
Pertemuan Tak Sengaja
20
Jebakan
21
Siapa Alea
22
Kondisi Kakek
23
Anak Siapa?
24
Maaf Tertolak
25
Pengusiran
26
Kepingan Masa Lalu
27
Kepingan Masa Lalu (2)
28
Ancaman buat Meyra
29
Tamu Tak Diundang
30
Pergi Bersama
31
Kecewa
32
Tak Sesuai Harapan
33
Keraguan
34
Hujatan
35
Terjebak di Rumah Sendiri
36
Klarifikasi
37
Ikuti Alur Saja
38
Durante Operasi
39
Tidak Ada Yang Mirip
40
Buaya kok Dikadalin
41
Leo versus Reynand
42
Reynand dan Alea
43
Sabotase
44
Tak Ada Yang Tak Mungkin
45
Masih Saja Ditolak
46
Tak Berbelit
47
Orang Dalam Pengkhianatnya
48
Musang Berbulu
49
Belah Durian
50
Jalan-jalan
51
Konspirasi
52
Disorientasi
53
Tiga Bulan
54
Gravida
55
Belum Ingat
56
Masih Sama
57
Dua Kosong Sembilan Belas
58
Pulang atau Mampir?
59
Empat Tahun Kemana?
60
Tak Mampu Mengingat
61
Masih Di Rumah Sakit
62
Kebenaran Yang Diyakini
63
Ingat Nama Lupa Muka
64
Membuat Bahagia
65
Sendirian Pergi
66
Ular Betina
67
Ular Betina (1)
68
Emesis
69
Drama Sarapan
70
Main Game
71
Perangkap
72
Penyergapan
73
Penyergapan (2)
74
Rasa Bersalah
75
Psikiater
76
Again
77
Rawat Jalan
78
Semakin Baik
79
Muter-muter
80
Harap Cemas
81
Sehat
82
Promo 'Lost Memory'
83
Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova'
84
Mampir guyssss @SECOND WIFE

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!