Terjebak

"Aku tak bisa memberi kamu keturunan Meyra," ucapan Reynand bagai petir di siang hari yang panas.

Meyra menutup mulut tak percaya dengan ucapan sang suami. Itu artinya bayi yang dikandung ini adalah anak Leo.

"Reynand?" Meyra menatap sang suami.

"Sebaiknya kamu jujur Meyra, dengan siapa kamu selingkuh?" hardik mama Reynand dengan emosi.

"Heh, jangan salahkan putriku. Harusnya salahkan putramu juga yang tak bisa memberikan cucu," mama Meyra pun ikutan bicara.

Giliran para suami mereka menghalau.

"Kasih kesempatan putra putri kita berpikir. Kalian ini malah bertengkar sendiri," ucap papa Reynand.

Keempatnya pergi meski para mama itu masih saling mengomel.

Meyra masih menatap Reynand karena butuh jawaban.

"Rey...???" panggil Meyra.

"Jujur saja padaku Mey, anak siapa yang kamu kandung? Apa itu anak tuan Leo?" mereka kini saling bertatapan tajam.

"Rey, jadi selama ini kamu bohong padaku?" Meyra tak menjawab pertanyaan Reynand.

"Sejak kapan kamu tahu? Kamu jahat Rey," seru Meyra.

"Apa kamu tak kalah jahat? Dengan selingkuh di belakang ku?" tukas Reynand.

"Ini tak seperti yang kamu kira Rey," balas Meyra.

"Apa kamu ingin mencari pembenaran perselingkuhan kamu?" Reynand mulai menaik nada suaranya.

"Aku tak selingkuh," sangkal Meyra.

"Lantas? Kalau bukan selingkuh apa namanya? Di perut kamu telah bersemayam dua janin Mey," sambung Reynand.

"Aku dijebak saat itu Rey," ucap Meyra ingin menjelaskan.

"Apa aku harus percaya?" tukas Reynand.

"Terserah, kamu percaya atau tidak. Tapi itu kenyataannya," seru Meyra.

"Sejak kapan kamu periksa? Bahkan kalau kamu jujur, aku akan memaafkanmu Rey," kata Meyra dengan nada sendu.

"Sejak lewat tahun pertama, aku sudah tahu kalau aku tak bisa beri kamu keturunan," jelas Reynand.

"Selama itu? Tega kamu Rey" tanggap Meyra.

"Gugurkan anak itu" suruh Reynand.

"Apa?" Meyra tak percaya dengan ucapan sang suami.

"Kalau kamu memang menerima aku apa adanya, gugurkan!" ulang Reynand.

"Rey, kamu gila! Membuang bayi tak berdosa. Di mana otak kamu?" tukas Meyra marah.

"Cih, kamu tak rela? Sebesar apa nilai cintamu padaku dan kedua bayimu itu?" kata sinis Reynand.

"Ini hal yang sangat berbeda Rey, jangan kamu samakan" Meyra tak mengira jika masalahnya akan serumit ini.

"Sekarang waktunya kamu buktikan rasa cinta kamu Meyra," seru Reynand.

Meyra membuang mukanya kasar.

Laki-laki di depannya ini seperti bukan suami yang dikenalnya selama lima tahun ini.

Reynand berubah menjadi sosok kasar saat ini.

"Apa dengan menggugurkan kandungan ini kamu akan puas?" tatap tajam Meyra ke arah sang suami.

"Tentu saja, dan aku akan melupakan perselingkuhan kamu itu," seru Reynand.

Meyra tak habis pikir dengan pikiran sang suami.

"Tapi itu sama saja dengan membunuh Rey?" tolak Meyra.

"Hanya dengan itu aku bisa melupakan semua Meyra," Reynand kekeuh dengan pendiriannya.

"Kalau aku tak mau?" tanggap Meyra.

"Berarti kamu tak mencintaiku lagi. Kita bercerai," kata Reynand tegas.

"Cerai? Segampang itu kamu mengatakannya?" balas Meyra.

"Asal kamu tahu Rey, aku memastikan tak pernah selingkuh sama kamu," tandas Meyra.

"Kejadian malam itu sungguh aku tak menyadarinya. Aku pingsan saat itu," Meyra mencoba bicara jujur dengan sang suami.

"Sudahlah, tak usah membenarkan diri kamu sendiri," Reynand menolak penjelasan sang istri.

"Selingkuh tetaplah selingkuh, apalagi sampai kamu sukses mengandung benihnya. Tak mungkin hanya sekali kamu melakukannya," sanggah Reynand.

Meyra menangis karena tuduhan Reynand barusan.

"Simpan air mata kamu, tunggu saja surat dari pengadilan. Terima kasih sudah memberi lima tahunmu padaku Meyra," Reynand pergi begitu saja, dan meraih jaket yang masih bau alkohol itu.

Tangis Meyra semakin menjadi.

"Kenyataan apa ini Tuhan?" rasa sukacita yang kemarin dirasa, sekarang dihempaskan begitu dalam oleh yang Maha Kuasa.

Dona masuk ke kamar Meyra, saat Meyra masih tersedu.

"Ada apa kak?" Dona melihat kedua mata Meyra yang sembab.

Meyra menghambur memeluk Dona yang berada di tepian ranjang.

Dona membiarkan atasannya itu untuk meluapkan sisa emosi tanpa bertanya.

"Dona, apa kamu akan membenciku seperti Reynand yang akan menceraikanku?" kata Meyra di sela isak tangisnya.

"Issshhh... Kakak ini bilang apa sih? Aku tak membenci kakak, demikian juga kak Reynand," hibur Dona.

"Rey ingin cerai denganku Dona," seru Meyra masih dengan tangis.

"Hah? Jangan asal bicara kak. Bukankah sekarang kalian mau dikaruniai anak?" Dona menanggapi dengan rasa tak percaya.

"Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus menggugurkannya?" lanjut Meyra.

"Jangan ngasal dech kak," balas Dona.

"Dosa besar itu kak," sambung Dona.

Meyra masih menangis di pelukan Dona.

.

Pagi ini, Adnan datang langsung menemui Leo.

"Laporannya?" todong Leo.

"Apa nggak ingin nawarin minum padaku dulu?" kata Adnan.

"Nggak," tandas Leo.

"Ya udah, aku balik dulu ambil minum," tukas Adnan.

"Adnaaaaannn... Duduk!" perintah Leo.

Leo menekan nomor sekretarisnya, "Buatin Adnan minum! Kopi pahit saja," suruh Leo.

"Tega amat tuan bos. Hidupku sudah pahit, malah suruh minum yang pahit-pahit," rajuk Adnan.

Leo menatap tajam Adnan, menunggu sang asisten menyampaikan laporannya.

"Malam itu, nyonya Meyra tak sengaja mengambil minuman yang seharusnya untuk anda tuan," Adan mulai pembicaraannya.

"Pramusaji yang saat itu bertugas telah mengakui semua. Dia berusaha menahan, tapi nyonya Meyra terlanjur menghabiskannya," jelas Adnan.

"Minuman apa itu?" telisik Leo.

"Minuman yang telah diberi serbuk putih. Dan pramusaji itu tak tahu kandungannya apa," lanjut Adnan.

"Jadi ada yang mau main-main denganku rupanya," gumam Leo.

"Nyonya Meyra pingsan. Karena merasa bersalah, pramusaji itu memindahkannya ke sebuah kamar kosong yang dia sendiri tak tahu itu kamar siapa," ulas Adnan.

"Aneh?" komen Leo.

"Karena tak berhasil, pramusaji itu mengulang lagi perbuatannya. Dan kali kedua, dia sukses memberikan kamu minum saat itu," ujar Adnan.

"Karena itu aku mabuk tak seperti biasanya saat itu?" seru Leo.

"Bisa jadi," tukas Adnan tak menyangkal.

"Dan setelah kuselidiki, serbuk itu adalah obat perangs4ng," imbuh Adnan.

"Sialan" umpat Leo.

"Jadi malam itu aku benar-benar melakukannya pada Meyra," ucap Leo.

"Kenapa tuan? Nyonya Meyra juga cantik. Artis aja kalah cantik sama dia," balas Adnan membuat dirinya terkena timpukan remot pendingin ruangan.

"Apa kamu tak tahu status dia?" seru Leo.

"Wanita bersuami? Itu kan maksud tuan bos,"

"Nah, itu kamu tahu," jawab Leo.

"Aku tak mau menghancurkan sebuah pernikahan Adnan," kata Leo tegas.

"Itu kalau disengaja tuan. Saat itu kalian sama-sama terjebak. Aku rasa pasangan nyonya Meyra juga akan memakluminya," kata Adnan enteng.

"Aku berharap juga begitu. Pernikahan mereka baik-baik saja," ucap tulus Leo.

"Sejak kapan tuan baik? Pake mendoakan segala?" olok Adnan.

Kembali boks tisu mendarat manis di muka Adnan.

"Sekarang, laporkan siapa bos dari pramusaji itu?" tanya Leo kembali serius.

"Kirain lupa? Ternyata masih ingat juga," Adnan ngedumel seperti biasanya.

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

To be continued.

Terpopuler

Comments

Ratnasihite

Ratnasihite

laki bgtu g mau disalahin

2025-02-03

1

Tania

Tania

Watak dan sikap suatu saat akan berubah.
tak ada yang abadi...

2023-07-18

2

lihat semua
Episodes
1 Kesibukan Kerja
2 Tragedi Semalam
3 Garis Dua
4 Fasilitas Mewah
5 Manager Cantik
6 Kenyataan Pahit
7 Terjebak
8 Bertahan atau Lepaskan
9 Sidak Tuan Besar
10 Akal Bulus Kakek
11 Resign
12 Kepulangan Suami
13 Divorce
14 Launching Si Kembar
15 Kenyataan yang Sebenarnya
16 Kepo
17 Pemilik Restoran
18 Dilema Meyra
19 Pertemuan Tak Sengaja
20 Jebakan
21 Siapa Alea
22 Kondisi Kakek
23 Anak Siapa?
24 Maaf Tertolak
25 Pengusiran
26 Kepingan Masa Lalu
27 Kepingan Masa Lalu (2)
28 Ancaman buat Meyra
29 Tamu Tak Diundang
30 Pergi Bersama
31 Kecewa
32 Tak Sesuai Harapan
33 Keraguan
34 Hujatan
35 Terjebak di Rumah Sendiri
36 Klarifikasi
37 Ikuti Alur Saja
38 Durante Operasi
39 Tidak Ada Yang Mirip
40 Buaya kok Dikadalin
41 Leo versus Reynand
42 Reynand dan Alea
43 Sabotase
44 Tak Ada Yang Tak Mungkin
45 Masih Saja Ditolak
46 Tak Berbelit
47 Orang Dalam Pengkhianatnya
48 Musang Berbulu
49 Belah Durian
50 Jalan-jalan
51 Konspirasi
52 Disorientasi
53 Tiga Bulan
54 Gravida
55 Belum Ingat
56 Masih Sama
57 Dua Kosong Sembilan Belas
58 Pulang atau Mampir?
59 Empat Tahun Kemana?
60 Tak Mampu Mengingat
61 Masih Di Rumah Sakit
62 Kebenaran Yang Diyakini
63 Ingat Nama Lupa Muka
64 Membuat Bahagia
65 Sendirian Pergi
66 Ular Betina
67 Ular Betina (1)
68 Emesis
69 Drama Sarapan
70 Main Game
71 Perangkap
72 Penyergapan
73 Penyergapan (2)
74 Rasa Bersalah
75 Psikiater
76 Again
77 Rawat Jalan
78 Semakin Baik
79 Muter-muter
80 Harap Cemas
81 Sehat
82 Promo 'Lost Memory'
83 Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova'
84 Mampir guyssss @SECOND WIFE
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Kesibukan Kerja
2
Tragedi Semalam
3
Garis Dua
4
Fasilitas Mewah
5
Manager Cantik
6
Kenyataan Pahit
7
Terjebak
8
Bertahan atau Lepaskan
9
Sidak Tuan Besar
10
Akal Bulus Kakek
11
Resign
12
Kepulangan Suami
13
Divorce
14
Launching Si Kembar
15
Kenyataan yang Sebenarnya
16
Kepo
17
Pemilik Restoran
18
Dilema Meyra
19
Pertemuan Tak Sengaja
20
Jebakan
21
Siapa Alea
22
Kondisi Kakek
23
Anak Siapa?
24
Maaf Tertolak
25
Pengusiran
26
Kepingan Masa Lalu
27
Kepingan Masa Lalu (2)
28
Ancaman buat Meyra
29
Tamu Tak Diundang
30
Pergi Bersama
31
Kecewa
32
Tak Sesuai Harapan
33
Keraguan
34
Hujatan
35
Terjebak di Rumah Sendiri
36
Klarifikasi
37
Ikuti Alur Saja
38
Durante Operasi
39
Tidak Ada Yang Mirip
40
Buaya kok Dikadalin
41
Leo versus Reynand
42
Reynand dan Alea
43
Sabotase
44
Tak Ada Yang Tak Mungkin
45
Masih Saja Ditolak
46
Tak Berbelit
47
Orang Dalam Pengkhianatnya
48
Musang Berbulu
49
Belah Durian
50
Jalan-jalan
51
Konspirasi
52
Disorientasi
53
Tiga Bulan
54
Gravida
55
Belum Ingat
56
Masih Sama
57
Dua Kosong Sembilan Belas
58
Pulang atau Mampir?
59
Empat Tahun Kemana?
60
Tak Mampu Mengingat
61
Masih Di Rumah Sakit
62
Kebenaran Yang Diyakini
63
Ingat Nama Lupa Muka
64
Membuat Bahagia
65
Sendirian Pergi
66
Ular Betina
67
Ular Betina (1)
68
Emesis
69
Drama Sarapan
70
Main Game
71
Perangkap
72
Penyergapan
73
Penyergapan (2)
74
Rasa Bersalah
75
Psikiater
76
Again
77
Rawat Jalan
78
Semakin Baik
79
Muter-muter
80
Harap Cemas
81
Sehat
82
Promo 'Lost Memory'
83
Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova'
84
Mampir guyssss @SECOND WIFE

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!