Kenyataan yang Sebenarnya

Dua hari di rumah sakit, Meyra telah diijinkan pulang.

Saat mengurus di keuangan, ternyata uang yang dipunya masih kurang.

Meyra memutar otak.

Tak mungkin menghubungi Reynand.

Lantas siapa yang bisa aku mintai tolong? Dona? Atau tuan Adnan?

"Ngapain juga aku nelpon mereka, apa mobil ini aku jual aja ya?"Meyra terlintas ide, daripada punya hutang budi dengan orang lain.

Bayu pun dipanggil oleh Meyra.

"Iya nyonya," Bayu masuk ke ruang rawat.

Meyra menyuruh Bayu untuk menjual mobil yang merupakan harta satu-satunya yang saat ini bisa dirubah jadi uang.

"Apa nggak sebaiknya diagunkan ke bank aja nyonya? Habis ini nyonya pasti membutuhkan mobil untuk membawa adik-adik bayi," saran Bayu.

"Tapi kan aku musti mikirin bayar bulanan Bay," tukas Meyra.

"Daripada dijual nyonya, ntar anda akan lebih repot buat pulang pergi dari kafe ke rumah. Apalagi musti bawa putra-putra nyonya," imbuh Bayu.

Meyra menerima saran dari Bayu.

Lagian kekurangan biaya juga tak terlalu banyak, daripada punya hutang budi ke orang lain.

Meyra masih bisa pulang dari rumah sakit lengkap dengan mobil dan juga kedua putra tampan yang masih mungil itu.

Meyra menyuruh Bayu melaporkan kejadian perampokan di kafe itu.

Kafe Meyra sementara masih tutup, menunggu kelanjutan penyelidikan.

Bagaimana mau jualan, sekeliling kafe masih terpasang police line.

.

Setelah berujung di rujuk ke rumah sakit beberapa hari lalu, akibat keluhan yang tak kunjung berkurang. Hari ini Leo diijinkan pulang dari rumah sakit. Bahkan hasil pemeriksaan menunjukkan hasil normal semua.

"Tuan, mau naik kursi roda atau jalan?" Adnan menawari sang bos setelah menyelesaikan admin rumah sakit.

"Sori gue bisa jalan, kaki gue masih lengkap," balas Leo ketus.

Leo merasa kalau Adnan sengaja menggoda dirinya.

Di lobi rumah sakit Leo berpapasan dengan Dirga. Yang seingat Leo masih anak buahnya sampai sekarang di perusahaan.

"Tuan Leo sakit kah? Makanya beberapa hari terakhir tak ketemu sama anda," tanya Dirga.

"Hhhhmmm," gumam Leo yang masih malas bicara itu.

"Kenapa anda di sini tuan Dirga?" tanya Adnan.

"Jemput teman sakit tuan Adnan," jelas Dirga.

"Owh," timpal Adnan.

"Hai Dirga," sapa seseorang dari samping mereka.

"Hai Rey... Sudah beres semua kah?" sambut Dirga membalas sapaan Reynand.

Leo memicingkan netra, seperti pernah mengenal sosok laki-laki ini. Tapi Leo tak bisa mengingatnya.

"Dia mantan suami Nyonya Meyra," bisik Adnan, membuat Leo menoleh.

"Maaf tuan Leo, tuan Adnan. Kita berdua duluan," pamit Dirga.

Adnan membalas dengan seuntai senyum.

Mereka berdua telah pergi menjauh.

"Sejak kapan mereka cerai?" lanjut tanya Leo.

"Sejak nyonya Meyra resign," jelas Adnan.

"Kenapa kamu tak bilang?" cecar Leo.

"Buat apa? Ntar dikira aku belain nyonya Meyra. Bukanya nyonya Meyra hanya ingin memanfaatkan tuan saja," jawab Adnan.

"Issshhh, lo ini tak paham banget sih" tukas Leo.

"Salah lagi," gumam Adnan mengeluh.

"Cari tahu, kenapa mereka bisa cerai? Bukankah mereka harusnya senang dan bahagia sekarang karena Meyra hamil. Aneh kan?" Leo berucap.

"Bukan hamil lagi tuan, bisa saja nyonya Meyra sudah melahirkan sekarang," tanggap Adnan.

"Bener juga apa kata kamu," balas Leo.

"Oh ya, sore ini kutunggu kabar lo," lanjut Leo.

"Ho...ho...ho... Ada angin apa tuan nungguin kabar aku?" membuat Leo ingin menjitak kepala asistennya itu. Sementara Adnan sudah memposisikan dirinya menjauh dari sang bos.

"Adnaaannnn...," teriak Leo.

Dan kebetulan ponsel Adnan berdering.

"Diam sebentar tuan bos, tuan besar nelpon nih," Adnan balik menyuruh diam sang bos yang emosinya sudah sampai ubun-ubun itu.

"Halo tuan besar," sapa Adnan.

"Aku dengar bos kamu sudah diijinkan pulang. Antar dia ke sini," suruh tuan Armando.

Adnan memandang Leo meminta persetujuan.

"Adnan, bawa Leo kesini! Jangan dengar apa katanya," ucap tuan besar. Tahu saja kalau Adnan galau harus mengikuti perintah siapa.

"Ba... Baik tuan besar," kata Adnan terbata.

"Bos lo siapa? Gue kan? Kita ke apartemen," ajak Leo. Dia sudah membayangkan tidur di ranjang berselimut tebal. Selama di rumah sakit, Leo tak bisa tidur nyenyak.

"Adnaaannn....," ternyata tuan Armando belum memutus panggilannya. Adnan mengacak rambutnya yang rapi.

"Issshhh kalian berdua ni merepotkan sekali," keluh Adnan.

"Adnaaaaaannnnn," teriak Leo dan kakek Armando bersamaan.

Bersama itu, Reynand berjalan mendekati ke mereka berdua.

"Loh, bukannya anda teman tuan Dirga tadi?" sapa Adnan untuk menghindari dua singa jantan yang tak punya betina itu.

"Betul," jawab Reynand.

"Tuan, boleh kita bicara sebentar?" kata Reynand serius.

"Ada urusan apa?" telisik Leo.

"Tak sampai lima belas menit tuan," harap Reynand.

"Hhhmmm baiklah," Leo menyetujuinya.

"Adnan, siapkan mobilnya," suruh Leo membuat Adnan ngedumel. Pasti Adnan kepo akan tema yang akan dibicarakan mereka berdua.

"Silahkan tuan," pembicaraan serius pun akan dimulai.

"Aku telah bercerai dengan istriku," kata Reynand.

"Hhhmmmm,"

"Apa anda ingin tahu apa penyebabnya?" lanjut Reynand.

Leo tersenyum simpul, "Aku rasa bukan kapasitasku untuk mencari tahu," tandas Leo.

"Betul. Tapi yang perlu anda ketahui, saat itu mantan istriku mengandung janin-janinmu tuan Leo," kata Reynand dengan meyakinkan.

"Mantan suami istri yang kompak untuk memojokkanku," balas Leo.

"Aku mandul, dan Meyra tidak tahu sebelumnya. Saat dia hamil baru dia tahu kalau aku tak bisa memberinya keturunan," jelas Reynand.

Jederrrrrr, perkataan Reynand membuat Leo terpaku.

"Aku tak bisa menerima kenyataan kalau istriku mengkhianatiku, tanpa mau mendengar penjelasannya," seru Reynand.

"Bahkan dengan picik aku ingin Meyra menggugurkan janin yang dikandungnya,"

"Meyra wanita setia tuan. Tak mungkin dia mengkhianatiku begitu saja. Dan dia kekeuh tak ingin menggugurkan janin. Itulah yang membuat aku menceraikannya" jelas Reynand.

"Meyra dengan jujur mengatakan kalau janin itu adalah anak anda. Itu saja poin penting yang ingin aku sampaikan," Reynand pergi menjauh dari Leo.

Leo masih mencerna ucapan Reynand tadi.

Adnan kembali mendekat, "Jadi pulang ke mana nih?" Adnan membuyarkan lamunan Leo.

"Cari keberadaan Meyra secepatnya, dia harus menjelaskan semuanya padaku. Beraninya dia membawa lari anak-anakku," kata Leo dengan tegas.

"Loh?" Adnan bengong.

Bukannya tuan bos sendiri yang tak percaya akan penjelasan nyonya Meyra waktu itu? Adnan hanya bisa menggelengkan kepalanya.

"Adnan, lo dengar apa perintah gue?" ulang Leo.

"Dengar tuan, cari tahu alasan mereka berdua cerai kan?" Leo kembali menyentil kening asistennya.

"Cari Meyra hari ini juga!" suruh Leo dengan gemes kepada Adnan.

"He...he...he...," Adnan membalas dengan cengengesan.

Adnan tak menuruti perintah Leo, dan melajukan mobil ke kediaman tuan Armando.

"Ngapain kita ke sini?"

"Tuh!" arah mata Adnan menunjuk seseorang yang berkacak pinggang dan berdiri di sebelah Leo.

Leo membuang nafas kasar, "Matih gue," keluh Leo.

"Siapkan dirimu! Malam ini keluarga Alea akan datang untuk makan malam," tegas tuan Armando.

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

To be continued, happy reading

Terpopuler

Comments

Dlaaa FM

Dlaaa FM

Lanjutannnnnnn

2023-07-27

2

lihat semua
Episodes
1 Kesibukan Kerja
2 Tragedi Semalam
3 Garis Dua
4 Fasilitas Mewah
5 Manager Cantik
6 Kenyataan Pahit
7 Terjebak
8 Bertahan atau Lepaskan
9 Sidak Tuan Besar
10 Akal Bulus Kakek
11 Resign
12 Kepulangan Suami
13 Divorce
14 Launching Si Kembar
15 Kenyataan yang Sebenarnya
16 Kepo
17 Pemilik Restoran
18 Dilema Meyra
19 Pertemuan Tak Sengaja
20 Jebakan
21 Siapa Alea
22 Kondisi Kakek
23 Anak Siapa?
24 Maaf Tertolak
25 Pengusiran
26 Kepingan Masa Lalu
27 Kepingan Masa Lalu (2)
28 Ancaman buat Meyra
29 Tamu Tak Diundang
30 Pergi Bersama
31 Kecewa
32 Tak Sesuai Harapan
33 Keraguan
34 Hujatan
35 Terjebak di Rumah Sendiri
36 Klarifikasi
37 Ikuti Alur Saja
38 Durante Operasi
39 Tidak Ada Yang Mirip
40 Buaya kok Dikadalin
41 Leo versus Reynand
42 Reynand dan Alea
43 Sabotase
44 Tak Ada Yang Tak Mungkin
45 Masih Saja Ditolak
46 Tak Berbelit
47 Orang Dalam Pengkhianatnya
48 Musang Berbulu
49 Belah Durian
50 Jalan-jalan
51 Konspirasi
52 Disorientasi
53 Tiga Bulan
54 Gravida
55 Belum Ingat
56 Masih Sama
57 Dua Kosong Sembilan Belas
58 Pulang atau Mampir?
59 Empat Tahun Kemana?
60 Tak Mampu Mengingat
61 Masih Di Rumah Sakit
62 Kebenaran Yang Diyakini
63 Ingat Nama Lupa Muka
64 Membuat Bahagia
65 Sendirian Pergi
66 Ular Betina
67 Ular Betina (1)
68 Emesis
69 Drama Sarapan
70 Main Game
71 Perangkap
72 Penyergapan
73 Penyergapan (2)
74 Rasa Bersalah
75 Psikiater
76 Again
77 Rawat Jalan
78 Semakin Baik
79 Muter-muter
80 Harap Cemas
81 Sehat
82 Promo 'Lost Memory'
83 Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova'
84 Mampir guyssss @SECOND WIFE
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Kesibukan Kerja
2
Tragedi Semalam
3
Garis Dua
4
Fasilitas Mewah
5
Manager Cantik
6
Kenyataan Pahit
7
Terjebak
8
Bertahan atau Lepaskan
9
Sidak Tuan Besar
10
Akal Bulus Kakek
11
Resign
12
Kepulangan Suami
13
Divorce
14
Launching Si Kembar
15
Kenyataan yang Sebenarnya
16
Kepo
17
Pemilik Restoran
18
Dilema Meyra
19
Pertemuan Tak Sengaja
20
Jebakan
21
Siapa Alea
22
Kondisi Kakek
23
Anak Siapa?
24
Maaf Tertolak
25
Pengusiran
26
Kepingan Masa Lalu
27
Kepingan Masa Lalu (2)
28
Ancaman buat Meyra
29
Tamu Tak Diundang
30
Pergi Bersama
31
Kecewa
32
Tak Sesuai Harapan
33
Keraguan
34
Hujatan
35
Terjebak di Rumah Sendiri
36
Klarifikasi
37
Ikuti Alur Saja
38
Durante Operasi
39
Tidak Ada Yang Mirip
40
Buaya kok Dikadalin
41
Leo versus Reynand
42
Reynand dan Alea
43
Sabotase
44
Tak Ada Yang Tak Mungkin
45
Masih Saja Ditolak
46
Tak Berbelit
47
Orang Dalam Pengkhianatnya
48
Musang Berbulu
49
Belah Durian
50
Jalan-jalan
51
Konspirasi
52
Disorientasi
53
Tiga Bulan
54
Gravida
55
Belum Ingat
56
Masih Sama
57
Dua Kosong Sembilan Belas
58
Pulang atau Mampir?
59
Empat Tahun Kemana?
60
Tak Mampu Mengingat
61
Masih Di Rumah Sakit
62
Kebenaran Yang Diyakini
63
Ingat Nama Lupa Muka
64
Membuat Bahagia
65
Sendirian Pergi
66
Ular Betina
67
Ular Betina (1)
68
Emesis
69
Drama Sarapan
70
Main Game
71
Perangkap
72
Penyergapan
73
Penyergapan (2)
74
Rasa Bersalah
75
Psikiater
76
Again
77
Rawat Jalan
78
Semakin Baik
79
Muter-muter
80
Harap Cemas
81
Sehat
82
Promo 'Lost Memory'
83
Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova'
84
Mampir guyssss @SECOND WIFE

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!