Manager Cantik

"Jangan diam disitu, lekas cari tahu! Tak mungkin kejadian itu karena hanya kebetulan," ucap Leo.

"Tapi ngomong-ngomong manager itu cantik sekali tuan bos," tukas Adnan.

"Jaga bicara kamu!" seru Leo.

"Tapi sangat disayangkan, Nyonya Meyra sudah menjadi milik orang," sindir Adnan.

Leo melotot tajam ke sang asisten.

"Jangan marah, ntar kelihatan tua," balas Adnan.

"Mau kupangkas bonus kamu? Lekas sana pergi! Kerja!" Leo mengibaskan tangannya agar Adnan segera pergi.

"Issshhhh andai aku tak dibayar tinggi, ogah gue disuruh-suruh," omel Adnan.

"Kalau tak mau disuruh, jadi CEO saja," sahut Leo yang ternyata masih mendengar omelan Adnan.

"He...he...mau tukar posisi tuan?" canda Adnan.

"Adnaaaaaaaannnn.....," teriakan Leo memekakkan telinga asisten yang tentu saja langsung berlari menjauh.

Adnan terbahak membuat Leo bertambah emosi.

Leo ikutan pergi saat Adnan telah berlalu.

Dalam hati, Leo sebenarnya penasaran akan keadaan Meyra sekarang.

Leo menghubungi dokter kandungan yang merawat Meyra, "Tika, gimana keadaan wanita yang barusan kamu terima tadi?" tanya Leo.

Dokter Kartika adalah sepupu Leo, putri dari tante yang juga adik kandung mamanya. Dokter kandungan yang juga bekerja di rumah sakit yang berada di bawah jaringan perusahaan milik Keluarga Armando.

"Siapa? Pasienku banyak hari ini?" tukas Kartika.

"Isshhh...," desis Leo.

"Beneran, pasien mana yang lo maksud?" lanjutnya.

"Wanita yang bekerja di perusahaan gue," jelas Leo.

"Owhh, bilang kek sedari tadi," tanggap Kartika.

"Apa lo ada affair sama dia? Hati-hati loh, bisa jatuh reputasi lo," kata Kartika mengingatkan.

"Bukan urusan lo, jawab aja pertanyaan gue," kata Leo menanggapi.

"Ogah," goda Kartika.

"Tikaaaaa, mau kupecat lo dari rumah sakit gue," teriak Leo di ujung telpon.

"Biasa aja kali keles, telinga gue masih normal," seru Kartika.

"Makanya, jawab gue," balas Leo mulai menurunkan nada suara.

"Nggak akan gue jawab, itu rahasia pasien," kata Kartika membuat Leo kembali emosi.

Kartika buru-buru menutup ponsel sebelum mendengar teriakan Leo lagi.

Leo menggerutu di belakang kemudi.

Karena belum mendapat jawaban memuaskan, Leo langsung melajukan mobil ke arah rumah sakit.

Di tengah jalan Leo mulai ragu, 'Ngapain juga aku ke sana?' pikir Leo.

Leo memutar balik menuju sebuah tempat hiburan, meski hari masih sore. Ingin melepas penat karena kejadian hari ini.

.

Meyra masih menunggu kedatangan Reynand.

Hari sudah menjelang sore, tapi sang suami belum juga datang.

"Kemana kamu Rey?" gumam Meyra.

Meyra mencoba menghubungi nomor sang suami yang ternyata tak aktif.

"Tumben-tumbenan nomornya tak bisa dihubungi?"

Meyra gelisah menunggu kedatangan suami, hingga rasa mualnya kembali datang.

Meyra memanggil perawat jaga karena keluhannya.

Setelah mendapat suntikan, rasa mual itu mulai mereda.

"Apa nyonya sendirian?" tanya suster dan Meyra pun mengangguk.

"Suami? Keluarga lain?"

"Perjalanan ke sini sus," bilang Meyra.

"Owh begitu, apa perlu ditemani nyonya?"

"Nggak usah sus, nanti kalau aku butuh sesuatu aku manggil saja," bilang Meyra.

"Baiklah nyonya," perawat itu undur diri.

Rasa sepi kembali terasa.

Meyra membuka ponsel yang sedari siang tak tersentuh olehnya.

Di chat grub divisi keuangan, ramai sekali obrolan. Semua membahas tentang betapa perhatiannya sang big bos saat Meyra pingsan tadi.

Bahkan foto-foro Meyra saat digendong Leo banyak yang ngeshare dengan berbagai versi.

"Apa ini?" Meyra terus menscrol layar ponselnya.

Meski tak ada komen negatif, tapi Meyra merasa tak enak karena sudah merepotkan pimpinan tertinggi perusahaan. Apalagi dengan statusnya sekarang, tentu lambat laun akan menjadi berita yang tak mengenakkan.

Meyra mencoba menelpon sang bos.

Tentu saja ingin mengucapkan terima kasih, karena sudah merepotkan.

'Atau jangan-jangan semua fasilitas ini karena dari tuan Leo?' batin Meyra.

Meyra dial nomor Leo.

Tut... Tut... Tut... Terdengar nada panggilan yang belum terangkat.

Sudah tiga kali Meyra tekan tapi belum juga terangkat.

'Sibuk kali tuan Leo?' tebak Meyra dalam hati.

Karena badan merasa sudah enakan, Meyra tertidur dengan ponsel masih tergenggam.

.

Sementara di tempat hiburan, Leo duduk sendirian di pojok.

Dia sudah pesan ke manager tempat itu, untuk tak diganggu. Siapapun orangnya.

Manager itu sudah hafal betul karakter Leo.

Meski sering datang ke tempat seperti ini, tapi Leo bukanlah sosok yang hobi ditemani oleh wanita-wanita cantik yang ada di sana.

Tak sengaja mata Leo tertuju pada wajah laki-laki yang menurutnya tak asing.

'Bukannya dia manager marketing di perusahaan?' batin Leo.

'Ternyata dia hobi juga pergi ke tempat beginian,' seru Leo dalam benak.

Leo menenggak minuman mahal yang lumayan memabukkan itu.

Sayup-sayup dia mendengar suara Dirga sang manager pemasaran yang sedang ngobrol dengan teman prianya di antara suara musik yang menghentak.

"Reynand, lo nggak boleh begini? Apa lo nggak kasihan sama istri lo," teriak Dirga.

Orang yang dipanggil Reynand itu tak bergeming.

"Istri lo sedang nunggu kedatangan kamu," seru Dirga.

Terlihat laki-laki yang membelakangi Leo itu menepis tangan Dirga.

"Tak ada masalah yang tak terselesaikan," lanjut Dirga.

Entah karena kepo atau insting saja, Leo semakin ingin mendengar kelanjutan obrolan mereka berdua.

"Kalau benar apa yang lo bilang, kalau istri gue hamil. Lantas dia hamil sama siapa?" kata laki-laki itu galau.

"Ha... Ha... Reynand... Reynand, lo itu bego atau bagaimana sih?" Dirga terbahak menanggapi.

"Ya jelas saja, hamil sama lo. Lo itu suaminya," lanjut Dirga.

"Apa itu mungkin? Sementara gue divonis mandul," tukas laki-laki itu.

"Hah? Apa istri lo tahu?" Dirga menghentikan tawa.

"Gue memang laki-laki pengecut, yang tak pernah berani mengatakannya," lanjutnya.

Dirga terdiam.

Problem yang dihadapi laki-laki itu memang berat.

Dirga yang tak tahu keberadaan Leo saat itu, terus mengajak temannya untuk segera menemui istrinya. Apapun keadaannya.

Leo pergi setelah membayar minuman yang dihabiskan.

"Adnan lemot amat hari ini, kenapa belum ada kabar darinya?" gerutu Leo.

Saat membuka ponsel karena hendak menghubungi Adnan, dilihatnya beberapa panggilan tak terjawab.

"Meyra?" alis Leo bertaut.

Untuk apa manager keuangannya itu menelpon.

Leo coba hubungi balik nomor Meyra. Tiga kali Leo coba tak terangkat.

"Ah, mungkin saja Meyra sedang sama suami. Aku tak mau merusak momen bahagianya," gumam Leo mulai menyalakan mesin mobil dan berlalu menjauh dari tempat hiburan itu.

Padahal di rumah sakit, Meyra sendiri dan tertidur pulas karena suami yang ditunggu tak kunjung datang.

Meyra terkaget saat terdengar ketukan dari luar kamar.

"Siapa?" seru Meyra sembari mengucek mata yang baru saja terbuka.

"Dirga," ada gurat kecewa di muka Meyra.

"Mey," terdengar suara Dirga yang masih berada di luar pintu.

"Masuk aja Dirga!" suruh Meyra.

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

Episodes
1 Kesibukan Kerja
2 Tragedi Semalam
3 Garis Dua
4 Fasilitas Mewah
5 Manager Cantik
6 Kenyataan Pahit
7 Terjebak
8 Bertahan atau Lepaskan
9 Sidak Tuan Besar
10 Akal Bulus Kakek
11 Resign
12 Kepulangan Suami
13 Divorce
14 Launching Si Kembar
15 Kenyataan yang Sebenarnya
16 Kepo
17 Pemilik Restoran
18 Dilema Meyra
19 Pertemuan Tak Sengaja
20 Jebakan
21 Siapa Alea
22 Kondisi Kakek
23 Anak Siapa?
24 Maaf Tertolak
25 Pengusiran
26 Kepingan Masa Lalu
27 Kepingan Masa Lalu (2)
28 Ancaman buat Meyra
29 Tamu Tak Diundang
30 Pergi Bersama
31 Kecewa
32 Tak Sesuai Harapan
33 Keraguan
34 Hujatan
35 Terjebak di Rumah Sendiri
36 Klarifikasi
37 Ikuti Alur Saja
38 Durante Operasi
39 Tidak Ada Yang Mirip
40 Buaya kok Dikadalin
41 Leo versus Reynand
42 Reynand dan Alea
43 Sabotase
44 Tak Ada Yang Tak Mungkin
45 Masih Saja Ditolak
46 Tak Berbelit
47 Orang Dalam Pengkhianatnya
48 Musang Berbulu
49 Belah Durian
50 Jalan-jalan
51 Konspirasi
52 Disorientasi
53 Tiga Bulan
54 Gravida
55 Belum Ingat
56 Masih Sama
57 Dua Kosong Sembilan Belas
58 Pulang atau Mampir?
59 Empat Tahun Kemana?
60 Tak Mampu Mengingat
61 Masih Di Rumah Sakit
62 Kebenaran Yang Diyakini
63 Ingat Nama Lupa Muka
64 Membuat Bahagia
65 Sendirian Pergi
66 Ular Betina
67 Ular Betina (1)
68 Emesis
69 Drama Sarapan
70 Main Game
71 Perangkap
72 Penyergapan
73 Penyergapan (2)
74 Rasa Bersalah
75 Psikiater
76 Again
77 Rawat Jalan
78 Semakin Baik
79 Muter-muter
80 Harap Cemas
81 Sehat
82 Promo 'Lost Memory'
83 Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova'
84 Mampir guyssss @SECOND WIFE
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Kesibukan Kerja
2
Tragedi Semalam
3
Garis Dua
4
Fasilitas Mewah
5
Manager Cantik
6
Kenyataan Pahit
7
Terjebak
8
Bertahan atau Lepaskan
9
Sidak Tuan Besar
10
Akal Bulus Kakek
11
Resign
12
Kepulangan Suami
13
Divorce
14
Launching Si Kembar
15
Kenyataan yang Sebenarnya
16
Kepo
17
Pemilik Restoran
18
Dilema Meyra
19
Pertemuan Tak Sengaja
20
Jebakan
21
Siapa Alea
22
Kondisi Kakek
23
Anak Siapa?
24
Maaf Tertolak
25
Pengusiran
26
Kepingan Masa Lalu
27
Kepingan Masa Lalu (2)
28
Ancaman buat Meyra
29
Tamu Tak Diundang
30
Pergi Bersama
31
Kecewa
32
Tak Sesuai Harapan
33
Keraguan
34
Hujatan
35
Terjebak di Rumah Sendiri
36
Klarifikasi
37
Ikuti Alur Saja
38
Durante Operasi
39
Tidak Ada Yang Mirip
40
Buaya kok Dikadalin
41
Leo versus Reynand
42
Reynand dan Alea
43
Sabotase
44
Tak Ada Yang Tak Mungkin
45
Masih Saja Ditolak
46
Tak Berbelit
47
Orang Dalam Pengkhianatnya
48
Musang Berbulu
49
Belah Durian
50
Jalan-jalan
51
Konspirasi
52
Disorientasi
53
Tiga Bulan
54
Gravida
55
Belum Ingat
56
Masih Sama
57
Dua Kosong Sembilan Belas
58
Pulang atau Mampir?
59
Empat Tahun Kemana?
60
Tak Mampu Mengingat
61
Masih Di Rumah Sakit
62
Kebenaran Yang Diyakini
63
Ingat Nama Lupa Muka
64
Membuat Bahagia
65
Sendirian Pergi
66
Ular Betina
67
Ular Betina (1)
68
Emesis
69
Drama Sarapan
70
Main Game
71
Perangkap
72
Penyergapan
73
Penyergapan (2)
74
Rasa Bersalah
75
Psikiater
76
Again
77
Rawat Jalan
78
Semakin Baik
79
Muter-muter
80
Harap Cemas
81
Sehat
82
Promo 'Lost Memory'
83
Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova'
84
Mampir guyssss @SECOND WIFE

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!