Dilema Meyra

'Tapi apa iya aku musti bekerja? Rafa dan Rafi aja masih merah dan butuh perhatian aku' Meyra dalam dilema.

Baru beberapa hari melahirkan dan masih dalam masa pemulihan juga.

Police line yang terbantang sudah disingkirkan, itu artinya kafe sudah bisa dibuka.

"Apa aku buka kafe dengan karyawan yang ada saja ya?" ujar Meyra bermonolog.

Meyra membuat keputusan untuk membuka kafe keesokan hari, meski hanya siang hari.

Tentu saja agar dapur tetap mengebul serta uang susu dan diapers bisa kebeli.

.

Karena beberapa hari tak buka, kafe Meyra masih sepi saat baru dibuka.

Meyra ambil kesempatan itu untuk promo-promo di akun sosmed kafenya.

"Kak, tuh sudah mulai ada pelanggan yang datang," seru karyawan cewek yang setia ikut membuka kafe.

"Wah, betul apa kata kamu nih Mel," tukas Meyra mengikuti arah mata Melanie.

Melanie, anak yatim yang menjadi karyawan kafe sejak Meyra membukanya.

Meyra menyambut sendiri pengunjung kafe yang pertama kali datang itu.

"Lama kali kak tutupnya?" tanyanya.

Meyra tersenyum, "Inginnya sih buka kak, tapi mau gimana lagi," jawab Meyra.

Meyra tak menyadari jika ada yang memperhatikannya di pintu masuk kafe.

Meyra menyodorkan buku menu yang ada.

"Silahkan kak, aku tinggal dulu. Kalau sudah siap, panggil aja," ucap Meyra menyilahkan.

"Siapppp," seru pengunjung itu.

Meyra menjauh dari meja yang ada di pojokan kafe untuk kembali ke meja kasir.

"Meyra!" panggil orang itu.

Reflek Meyra menoleh.

"Loh... Tuan Adnan?" Meyra bengong.

Adnan mendekat.

Pucuk dicinta ulam tiba. Batin Adnan.

Dua harian ini, Leo sudah menerornya bagai ******* gagal. Karena Adnan tak kunjung melakukan perintah untuk mencari keberadaan Meyra.

"Apa kabar?" basa-basi Adnan saat berada jarak dua meter di depan Meyra.

Meyra tersenyum, "Seperti yang anda lihat, aku baik. Tuan sendiri? Kok ada di sini?" tukas Meyra.

"Owh, kebetulan ada proyek di kota ini," tanggap Adnan.

"Kamu kerja di sini?" karena saat itu Meyra telah berposisi di balik meja kasir.

Meyra mengangguk, ngapain juga menjelaskan siapa dirinya yang sekarang. Toh Adnan juga bukan siapa-siapanya, meski laki-laki di depannya ini ada hubungannya dengan ayah biologis anak kembarnya.

"Mau pesan apa? Silahkan duduk?"Meyra menyilahkan.

"Oh ya, sampai lupa," Adnan terkekeh.

Adnan duduk dekat meja kasir, di mana Meyra berada. Membuat Meyra sedikit risih karena diperhatikan Adnan.

Dalam benak Adnan, 'Sebaiknya aku nggak usah lapor tuan bos dulu, sebelum tahu benar apa yang dikerjakan oleh Meyra di sini'.

.

Dalam tiga hari, Adnan dengan setia berkunjung ke kafe Meyra saat jam makan siang.

"Belum balik tuan?" kata Meyra dengan menyodorkan buku menu seperti biasa.

"Seminggu gue di sini," jawab Adnan tanpa menoleh.

"Menu di sini lumayan loh, taste rasanya seperti masakan di rumah. Pasti kokinya terkenal nih," puji Adnan.

Tak tahu saja, kalau ini menu andalanku. Sombong Meyra dalam hati.

Meyra masih berada dekat Adnan saat ponsel Adnan berdering.

"Wah, sialan nih bos. Nggak tahu apa kalau sekarang waktunya istirahat," gerutu Adnan, dan masih kedengaran sama Meyra.

Meyra tertawa, "Ternyata tuan Adnan berani juga memaki tuan muda,"

"He...he...," Adnan lupa kalau Meyra juga kenal Leo. Kenal luar dalam malah.

"Apa kabar tuan bos, tuan?" tanya Meyra tulus.

"Kok nanyain tuan Leo? Apa kamu tak sakit hati padanya? Setelah apa yang dilakukannya?" heran Adnan tanpa memperdulikan panggilan Leo.

"Untuk apa tuan, toh semua sudah lewat," Meyra mencoba berbesar hati. Meski telah banyak pengorbanan yang telah dilakukan olehnya untuk sampai di titik ini.

"Semua hanya masa lalu," lanjut Meyra.

"Eh, kok malah ngobrol. Ponsel anda demo tak mau diam tuh," ucap Meyra sembari meraih pesanan yang ditulis oleh Leo.

Meyra meninggalkan Leo yang mulai mengangkat panggilan dari sang bos.

"Ha...,"

"Share lok, aku sudah di kota B nih. Nggak pakai lama!" perintah Leo menyela sapaan Adnan yang terucap hanya awalan nya saja.

'Wah, bisa berabe nih kalau bos ketemu Meyra. Apalagi aku belum dapat info lengkap tentang Meyra yang tentu saja sudah melahirkan itu,' pikir Adnan yang melihat perut Meyra telah kempes.

Adnan sudah tahu kalau kafe itu milik Meyra.

Adnan beranjak, "Mey, sorry gue nggak jadi pesan. Ada rapat mendadak,"

Tak ada lagi panggilan nyonya buat Meyra, seolah Meyra adalah teman lama Adnan.

Tapi tak lupa Adnan mampir meja kasir untuk membayar makanan yang terlanjur dipesan olehnya.

"Temennya kak? Ganteng," sela Melanie dengan malu-malu.

"Issshhhh, tau aja kalau ada yang bening," Meyra menanggapinya sambil tersenyum. Melanie tergelak.

Sementara itu Adnan buru-buru menshare lok saat dirinya sudah berada dalam mobil menuju lokasi proyek yang tak jauh dari kafe milik Meyra.

"Ngapain nyusul ke sini tuan? Minggu depan aku sudah balik," kata Adnan saat Leo sudah berkacak pinggang di samping sedan mewahnya.

"Inspeksi mendadak," kata Leo ketus.

Hampir seminggu Leo menyuruh Adnan untuk mencari keberadaan Meyra.

Jangankan melaporkan, membalas chat Leo saja jarang.

"Kenapa?" tanggap Adnan.

"Tentu saja lihat kinerja kamu selama seminggu ini," jawab Leo ngasal. Sebal dengan ulah asistennya akhir-akhir ini.

Urusan kerjaan Leo yakin seribu persen jika Adnan mampu mengatasi. Tapi untuk urusan Meyra, tak biasanya Adnan lelet seperti ini.

Adnan menjelaskan perkembangan proyek hotel dan resto yang hampir sembilan puluh persen.

"Bulan depan anda sudah bisa meresmikannya," jelas Adnan bangga.

"Biasa aja. Gue hanya ingin tahu, apa Meyra sudah ketemu?" lanjut Leo.

"Belum," tandas Adnan singkat.

Adnan sengaja masuk ke area proyek agar Leo tak mengejar dengan seribu tanya.

Leo terus mengikuti langkah Adnan.

"Adnan, lo dengar nggak sih?" serunya.

"Apalagi tuan? Kerja di sini banyak menyita waktu, aku belum sempat mencari keberadaan Meyra," jelas Adnan.

Leo mengacak rambutnya yang klimis karena pakai pomade itu.

"Menyebalkan banget sih lo," tukas Leo.

Padahal tujuan Leo menyusul keberadaan Adnan karena jengah terus diusik oleh kakek Armando untuk segera tunangan dengan Alea.

Adnan memutar bola matanya malas.

'Bos pasti lagi bete,' tebak Adnan dalam hati.

"Heiii...Linda! Kesini kamu!" panggil Leo.

"Iya tuan," Linda mendatangi sang bos yang barusan duduk

"Laper gue, beliin makanan dong," suruh Leo.

"Wah, Tuan Adnan yang tahu makanan enak di kota ini tuan," beritahu Linda.

"Adnan," Leo kembali menoleh ke arah Adnan.

"Aku pesankan aja," seru Adnan. Tak mungkin baginya untuk mempertemukan Meyra dan tuan bos nya sekarang.

Adnan mencari kontak yang tertera di akun sosmed kafe milik Meyra, karena makanan yang dibawakan untuk Linda kemarin berasal dari kafe Meyra.

"Bisa diantar kak?" ketik Adnan setelah menulis menu makanan yang dipesan.

"Oke tuan, tunggu aja sebentar," Adnan mengajak sang bos untuk ke ruangan yang sudah beres. Karena di sana sudah ada pendingin ruangan.

Tak lama, ponsel Adnan berdering.

"Lurus saja, kemudian belok kanan. Ruangan paling ujung ya," kata Adnan memberi arahan.

"Siapa?" telisik Leo.

"Pengantar makanan," balas Leo.

Tok...tok...terdengar pintu diketuk.

"Masuk!" suruh Adnan.

Pintu terbuka dan Meyra berdiri di tengah pintu yang terbuka dengan membawa pesanan Adnan.

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

Sorry guyyssss, lama update nya. Makasih yang tetep setia dengan novel ini.

Like, komen and subscribe ya. Nuhun 😊😊😊

Terpopuler

Comments

Salsa 1933

Salsa 1933

jengg..jjeeengggg...

2024-09-18

2

Tania

Tania

semangat thor

2023-08-06

2

lihat semua
Episodes
1 Kesibukan Kerja
2 Tragedi Semalam
3 Garis Dua
4 Fasilitas Mewah
5 Manager Cantik
6 Kenyataan Pahit
7 Terjebak
8 Bertahan atau Lepaskan
9 Sidak Tuan Besar
10 Akal Bulus Kakek
11 Resign
12 Kepulangan Suami
13 Divorce
14 Launching Si Kembar
15 Kenyataan yang Sebenarnya
16 Kepo
17 Pemilik Restoran
18 Dilema Meyra
19 Pertemuan Tak Sengaja
20 Jebakan
21 Siapa Alea
22 Kondisi Kakek
23 Anak Siapa?
24 Maaf Tertolak
25 Pengusiran
26 Kepingan Masa Lalu
27 Kepingan Masa Lalu (2)
28 Ancaman buat Meyra
29 Tamu Tak Diundang
30 Pergi Bersama
31 Kecewa
32 Tak Sesuai Harapan
33 Keraguan
34 Hujatan
35 Terjebak di Rumah Sendiri
36 Klarifikasi
37 Ikuti Alur Saja
38 Durante Operasi
39 Tidak Ada Yang Mirip
40 Buaya kok Dikadalin
41 Leo versus Reynand
42 Reynand dan Alea
43 Sabotase
44 Tak Ada Yang Tak Mungkin
45 Masih Saja Ditolak
46 Tak Berbelit
47 Orang Dalam Pengkhianatnya
48 Musang Berbulu
49 Belah Durian
50 Jalan-jalan
51 Konspirasi
52 Disorientasi
53 Tiga Bulan
54 Gravida
55 Belum Ingat
56 Masih Sama
57 Dua Kosong Sembilan Belas
58 Pulang atau Mampir?
59 Empat Tahun Kemana?
60 Tak Mampu Mengingat
61 Masih Di Rumah Sakit
62 Kebenaran Yang Diyakini
63 Ingat Nama Lupa Muka
64 Membuat Bahagia
65 Sendirian Pergi
66 Ular Betina
67 Ular Betina (1)
68 Emesis
69 Drama Sarapan
70 Main Game
71 Perangkap
72 Penyergapan
73 Penyergapan (2)
74 Rasa Bersalah
75 Psikiater
76 Again
77 Rawat Jalan
78 Semakin Baik
79 Muter-muter
80 Harap Cemas
81 Sehat
82 Promo 'Lost Memory'
83 Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova'
84 Mampir guyssss @SECOND WIFE
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Kesibukan Kerja
2
Tragedi Semalam
3
Garis Dua
4
Fasilitas Mewah
5
Manager Cantik
6
Kenyataan Pahit
7
Terjebak
8
Bertahan atau Lepaskan
9
Sidak Tuan Besar
10
Akal Bulus Kakek
11
Resign
12
Kepulangan Suami
13
Divorce
14
Launching Si Kembar
15
Kenyataan yang Sebenarnya
16
Kepo
17
Pemilik Restoran
18
Dilema Meyra
19
Pertemuan Tak Sengaja
20
Jebakan
21
Siapa Alea
22
Kondisi Kakek
23
Anak Siapa?
24
Maaf Tertolak
25
Pengusiran
26
Kepingan Masa Lalu
27
Kepingan Masa Lalu (2)
28
Ancaman buat Meyra
29
Tamu Tak Diundang
30
Pergi Bersama
31
Kecewa
32
Tak Sesuai Harapan
33
Keraguan
34
Hujatan
35
Terjebak di Rumah Sendiri
36
Klarifikasi
37
Ikuti Alur Saja
38
Durante Operasi
39
Tidak Ada Yang Mirip
40
Buaya kok Dikadalin
41
Leo versus Reynand
42
Reynand dan Alea
43
Sabotase
44
Tak Ada Yang Tak Mungkin
45
Masih Saja Ditolak
46
Tak Berbelit
47
Orang Dalam Pengkhianatnya
48
Musang Berbulu
49
Belah Durian
50
Jalan-jalan
51
Konspirasi
52
Disorientasi
53
Tiga Bulan
54
Gravida
55
Belum Ingat
56
Masih Sama
57
Dua Kosong Sembilan Belas
58
Pulang atau Mampir?
59
Empat Tahun Kemana?
60
Tak Mampu Mengingat
61
Masih Di Rumah Sakit
62
Kebenaran Yang Diyakini
63
Ingat Nama Lupa Muka
64
Membuat Bahagia
65
Sendirian Pergi
66
Ular Betina
67
Ular Betina (1)
68
Emesis
69
Drama Sarapan
70
Main Game
71
Perangkap
72
Penyergapan
73
Penyergapan (2)
74
Rasa Bersalah
75
Psikiater
76
Again
77
Rawat Jalan
78
Semakin Baik
79
Muter-muter
80
Harap Cemas
81
Sehat
82
Promo 'Lost Memory'
83
Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova'
84
Mampir guyssss @SECOND WIFE

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!