Garis Dua

Tiga bulan pasca kejadian semalam itu Meyra tetap bekerja sebagai manager di perusahaan Leo.

Seolah tak terjadi apa-apa sebelumnya.

Meyra tetap mengikuti kegiatan rapat dan juga bekerja sesuai jabatannya di bagian keuangan.

Frekuensi bertemu dengan sang bos juga sama seperti sebelum kejadian.

"Kak, siang ini habis makan siang ada rapat mendadak dengan direksi," beritahu Dona.

"Emang ada yang urgen? Baru kemarin pagi ada rapat direksi," tanggap Meyra.

Dona mengedikkan bahu tanda tak tahu.

"Info juga barusan aku dapat kak, dari sekretaris direksi," kata Dona.

"Baiklah. Kalau begitu kita makan aja dulu," ajak Meyra.

"Kakak bawa bekal?" tanya Dona.

Meyra yang memang rajin memasak, rajin sekali membawa bekal dari rumah.

Sekalian memasak pagi buat dirinya dan juga bekal sang suami.

Lebih hygienis menurut Meyra.

Tapi beberapa hari ini rasa malas selalu melanda, terutama di pagi hari.

Meyra menggeleng untuk menjawab Dona.

"Tumben kakak nggak bawa bekal, kak Rey bisa repot tuh," olok Dona bercanda.

"Nggak tahu nih, hari-hari terakhir nih bawaannya males banget," keluh Meyra.

"Ke kantin aja yuk kak," ajak Dona.

"Baiklah," meski membawa bekal pun semua karyawan memang wajib makan di kantin dan tidak diperbolehkan makan di ruangan kerja.

Meyra dan Dona turun di lantai dasar untuk makan siang.

"Mey, pucat amat lo? Lagi sakitkah?" Dirga menghampiri keberadaan mereka berdua.

"Enggak kok, hanya malas saja," jawab singkat Meyra.

"Apa kabar Reynand?" tanya Dirga.

"Huh, pake nanya segala. Bukannya lo udah japrian sendiri sama dia," tukas Meyra membuat Dirga terbahak.

"Mau pesan apa lo? Sekalian," bilang Dirga sembari berdiri untuk memesan menu makan siang.

"Aku sekalian dong tuan," sela Dona.

"Issshhh ogah gue. Jatah sepuluh orang cuman bisa buat lo doang," olok Dirga. Dona yang memang punya badan tambun hanya mencibirkan bibirnya.

"Dirga pesenin es buah ya, banyakin alpukat sama apel. Terus makannya aku rujak buah aja dech," kata Meyra.

"Hah? Lo diet? Muka lo pucet, nggak usah diet-dietan napa?" tolak Dirga.

"Aku kepingin itu Dirga. Bukan diet," bilang Meyra.

"Oke, aku pesenin. Kalau ada apa-apa dengan perut lo jangan ngeluh ke gue," tandas Dirga dan pergi memesan makanan.

"Siap bosssss," Meyra tersenyum senang.

"Kak," panggil Dona berbisik.

Meyra mendekatkan telinganya ke dekat bibir Dona.

"Apa?"

"Kakak hamil kah?" suara Dona masih terdengar pelan.

Deg.

Selama ini belum terlintas sedikitpun kalau dirinya hamil.

Telat datang bulan adalah hal yang biasa bagi Meyra. Tapi saat cuman ada garis merah satu setelah beberapa kali mencoba tes kencing, membuat datang rasa kecewa. Meyra ahirnya malas beli alat itu, meski dirinya telat datang bulan.

"Kak, kok melamun sih? Kakak telat datang bulan nggak?" seru Dona.

"Iya sih Don, tiga bulan ini aku nggak kedatangan tamu rutin," beritahu Meyra.

"Jangan-jangan kakak beneran hamil tuh," Dona antusias menyambut.

"Kamu kan tahu sendiri kalau siklus aku memang tak teratur," kata Meyra.

"Tapi dicoba aja kak, aku yakin kali ini akan ada garis dua dech," balas Dona.

"Tapi....," Meyra sepertinya ragu.

"Tapi apa kak? Takut kecewa? Kalau masih garis satu, coba lagi kak. Umur kak Mey masih muda juga," Dona memberi semangat.

Tiba-tiba Meyra teringat tragedi semalam yang coba dihapus dari memorinya.

"Kak Mey..., kok melamun lagi sih?" kata Dona.

"He...he... Doakan kakak ya," pinta Meyra.

"So pasti," tegas Dona.

Dirga membawa apa yang dipesan oleh Meyra.

"Punyaku mana?" kata Dona.

"Ambil sendiri lah," jawab Dirga.

"Tuan Dirga pilih kasih dech," Dona pun sewot.

"Jalan sana, biar lemak tubuh kamu kebakar," kata Dirga.

Sepeninggal Dona.

"Mey, apa lo ada masalah sama Reynand?" tanya Dirga dengan mimik muka serius.

"Enggak, emang kenapa?" seru Meyra.

Memang sejak kejadian pesta ulang tahun perusahaan itu, Meyra merasa sikap sang suami sedikit tertutup.

Sering pulang kerja larut. Bilangnya sih memberi les tambahan untuk persiapan ujian akhir kelas dua belas. Dan Meyra percaya itu semua.

"Beberapa kali aku lihat Reynand di tempat karaoke. Tapi mungkin dia sedang butuh hiburan kali ya? Habis kamu sibuk banget," timpal Dirga.

"Kalau sibuk terus, kapan kalian mau punya momongan?" lanjut Dirga.

"Bener juga sih, tapi kalau harus mengalah salah satu untuk di rumah kayaknya aku belum bisa Dirga," balas Meyra.

"Oh ya, bentar lagi ada rapat direksi. Ayo makan!" seru Meyra mengalihkan topik pembicaraan.

Rapat dimulai tepat setelah makan siang.

Tuan Leo bersama sang asisten juga telah duduk di singgasana.

Meyra duduk di dekat Dirga.

Asisten tuan Leo telah memulai sesi rapat, yang akan membahas hal urgen.

Terjadi kebocoran dana proyek di perusahaan anak cabang kota Z, sehingga mengurangi kepercayaan terhadap perusahaan.

Tuan Leo mulai memimpin. Bagian keuangan diminta untuk memberikan semua laporan perusahaan anak cabang itu.

Meyra pun berdiri dan berjalan ke arah tuan Leo yang juga menatapnya dengan tajam.

Entah apa yang dirasakan oleh Meyra.

Sampai di dekat tuan Leo, perutnya berasa diaduk dan rasa mual mendera.

Tak sengaja, Meyra memuntahkan semua isi perut ke arah sang bos.

Membuat semua yang hadir mendelik tak percaya.

Manager bagian keuangan memuntahkan semua isi perutnya ke CEO.

Meyra yang merasa lemas, tiba-tiba terkulai dan jatuh pingsan.

Leo dengan sigap menangkap tubuh Meyra hingga tak sampai terjatuh.

Tak dinyana, Leo malah menggendong tubuh sintal Meyra ke klinik perusahaan yang ada di lantai terbawah.

Semua sampai tercengang melihat adegan itu.

"Dok, tolong periksa dia," kata Leo.

Rapat penting perusahaan ditinggalkan begitu saja.

"Baik tuan, bisa anda tunggu di ruang sebelah," sapa sang dokter.

Dokter telah duduk di ruangan tempat Leo berada.

"Bagaimana keadaan Meyra dok?" telisik Leo.

"Sebenarnya kondisi nyonya Meyra tidak apa-apa tuan. Wajar seorang ibu hamil mengalami mual muntah," bilang dokter klinik itu.

"Hamil?" tukas Leo.

Bayangan dirinya tidur seranjang dengan Meyra kembali terlintas.

"Iya tuan. Pasti nyonya Meyra merasa senang. Penantiannya selama hampir lima tahun terjawab sudah," dokter yang menjadi teman sharing Meyra itu mengatakan kepada Leo.

Leo menaikkan ujung bibirnya sedikit.

"Sudah berapa bulan?" tanya Leo kepo.

"Aku belum bisa memastikan, nunggu nyonya Meyra sadar dulu baru aku bisa tahu," jelas dokter itu.

"Baiklah, aku pergi dulu. Tangani yang sekiranya bisa ditangani di sini. Kalau tak bisa, kirim saja Meyra ke rumah sakit. Berikan layanan terbaik untuknya" kata Leo bagai perintah bagi dokter itu.

"Tentu tuan," jawab lugas sang dokter.

Leo pergi dengan rasa penasaran membuncah.

Apa janin yang dikandung Meyra adalah hasil perbuatan dirinya atau perbuatan suami Meyra?

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

Terpopuler

Comments

Nicky Nick

Nicky Nick

semangat thor.. lanjut trs

2025-02-03

1

Tania

Tania

bagus nih cerita

2023-07-12

2

lihat semua
Episodes
1 Kesibukan Kerja
2 Tragedi Semalam
3 Garis Dua
4 Fasilitas Mewah
5 Manager Cantik
6 Kenyataan Pahit
7 Terjebak
8 Bertahan atau Lepaskan
9 Sidak Tuan Besar
10 Akal Bulus Kakek
11 Resign
12 Kepulangan Suami
13 Divorce
14 Launching Si Kembar
15 Kenyataan yang Sebenarnya
16 Kepo
17 Pemilik Restoran
18 Dilema Meyra
19 Pertemuan Tak Sengaja
20 Jebakan
21 Siapa Alea
22 Kondisi Kakek
23 Anak Siapa?
24 Maaf Tertolak
25 Pengusiran
26 Kepingan Masa Lalu
27 Kepingan Masa Lalu (2)
28 Ancaman buat Meyra
29 Tamu Tak Diundang
30 Pergi Bersama
31 Kecewa
32 Tak Sesuai Harapan
33 Keraguan
34 Hujatan
35 Terjebak di Rumah Sendiri
36 Klarifikasi
37 Ikuti Alur Saja
38 Durante Operasi
39 Tidak Ada Yang Mirip
40 Buaya kok Dikadalin
41 Leo versus Reynand
42 Reynand dan Alea
43 Sabotase
44 Tak Ada Yang Tak Mungkin
45 Masih Saja Ditolak
46 Tak Berbelit
47 Orang Dalam Pengkhianatnya
48 Musang Berbulu
49 Belah Durian
50 Jalan-jalan
51 Konspirasi
52 Disorientasi
53 Tiga Bulan
54 Gravida
55 Belum Ingat
56 Masih Sama
57 Dua Kosong Sembilan Belas
58 Pulang atau Mampir?
59 Empat Tahun Kemana?
60 Tak Mampu Mengingat
61 Masih Di Rumah Sakit
62 Kebenaran Yang Diyakini
63 Ingat Nama Lupa Muka
64 Membuat Bahagia
65 Sendirian Pergi
66 Ular Betina
67 Ular Betina (1)
68 Emesis
69 Drama Sarapan
70 Main Game
71 Perangkap
72 Penyergapan
73 Penyergapan (2)
74 Rasa Bersalah
75 Psikiater
76 Again
77 Rawat Jalan
78 Semakin Baik
79 Muter-muter
80 Harap Cemas
81 Sehat
82 Promo 'Lost Memory'
83 Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova'
84 Mampir guyssss @SECOND WIFE
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Kesibukan Kerja
2
Tragedi Semalam
3
Garis Dua
4
Fasilitas Mewah
5
Manager Cantik
6
Kenyataan Pahit
7
Terjebak
8
Bertahan atau Lepaskan
9
Sidak Tuan Besar
10
Akal Bulus Kakek
11
Resign
12
Kepulangan Suami
13
Divorce
14
Launching Si Kembar
15
Kenyataan yang Sebenarnya
16
Kepo
17
Pemilik Restoran
18
Dilema Meyra
19
Pertemuan Tak Sengaja
20
Jebakan
21
Siapa Alea
22
Kondisi Kakek
23
Anak Siapa?
24
Maaf Tertolak
25
Pengusiran
26
Kepingan Masa Lalu
27
Kepingan Masa Lalu (2)
28
Ancaman buat Meyra
29
Tamu Tak Diundang
30
Pergi Bersama
31
Kecewa
32
Tak Sesuai Harapan
33
Keraguan
34
Hujatan
35
Terjebak di Rumah Sendiri
36
Klarifikasi
37
Ikuti Alur Saja
38
Durante Operasi
39
Tidak Ada Yang Mirip
40
Buaya kok Dikadalin
41
Leo versus Reynand
42
Reynand dan Alea
43
Sabotase
44
Tak Ada Yang Tak Mungkin
45
Masih Saja Ditolak
46
Tak Berbelit
47
Orang Dalam Pengkhianatnya
48
Musang Berbulu
49
Belah Durian
50
Jalan-jalan
51
Konspirasi
52
Disorientasi
53
Tiga Bulan
54
Gravida
55
Belum Ingat
56
Masih Sama
57
Dua Kosong Sembilan Belas
58
Pulang atau Mampir?
59
Empat Tahun Kemana?
60
Tak Mampu Mengingat
61
Masih Di Rumah Sakit
62
Kebenaran Yang Diyakini
63
Ingat Nama Lupa Muka
64
Membuat Bahagia
65
Sendirian Pergi
66
Ular Betina
67
Ular Betina (1)
68
Emesis
69
Drama Sarapan
70
Main Game
71
Perangkap
72
Penyergapan
73
Penyergapan (2)
74
Rasa Bersalah
75
Psikiater
76
Again
77
Rawat Jalan
78
Semakin Baik
79
Muter-muter
80
Harap Cemas
81
Sehat
82
Promo 'Lost Memory'
83
Promo 'Pelabuhan Terakhir Cassanova'
84
Mampir guyssss @SECOND WIFE

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!