"Aku cuma menginap dirumah Mas Barra selama empat hari Pak Kyai, jadi bagaimana bisa anda menyebutkan bahwa saya sudah sebulan lebih berada disana, kan aku yang mengalaminya jadi aku lebih tahu daripada Bapak," jawabku penuh emosi
Pak Kyai hanya tersenyum mendengar ucapanku tanpa marah ataupun mendebatku.
"Memang ada perbedaan waktu antara dunia manusia dengan alam gaib yang mana waktu disana lebih lama daripada di dunia, sebagai contoh bila kamu berada disana satu jam saja, mungkin sudah berhari-hari di dunia nyata ini, wawlallohu alam hanya Allah yang Mahakuasa dan Maha mengetahui segalanya," jawabnya bijaksana
"Lalu kenapa waktu itu banyak orang yang membacakan Yasin untukku, dan dukun-dukun itu kenapa ada dirumahku, padahal setahuku mereka semua membantu aku meninggalkan rumah Mas Barra?" tanyaku memcoba menelisik
"Tolong jelaskan Sunny, aku mau membuatkan minuman untuk kalian dulu, soalnya Nyai sedang ada pengajian di kampung sebelah," ucap Pria itu yang kemudian meninggalkan kami berdua
Lelaki itu hanya tersenyum manis melihat ekspresi wajah penasaranku.
"Kepo ya?" godanya sambil terkekeh
"Udah jangan bercanda, cepet ceritakan," jawabku kesal karena bukannya langsung memberi tahu aku malah meledekku.
"Btw mau tau aja apa mau tahu banget?" tanyanya membuatku semakin kesal
"Mau tahu banget, banget, bangeeeet!" teriakku sengaja di kupingnya hingga membuatnya sedikit kesal
"Iya-iya, tapi jangan berteriak di kupingku juga keles, sakit tahu," cibir Sunny
"Makanya ceritakan semuanya," aku sedikit memaksanya
"Iya-iya, sabar apa," jawabnya lirih
"Jadi pada saat hari keempat kamu berada di Jakarta Ibu kos kamu menelpon Ibumu, dia mengabari kalau kamu itu pingsan dikamar kosan kamu, dan dibawa ke Puskesmas terdekat, namun sampai satu hari satu malam kamu tetap tidak sadar juga walaupun sudah diobati secara medis maupun non medis oleh ibu kos kamu.
Keesokan harinya Ibumu meminta aku untuk menemaninya ke Jakarta. Pertama kali aku datang ke rumah ibu kosmu dia langsung menceritakan semuanya. Terutama tentang perilaku aneh kamu selama di kosan itu.
Bahkan ada seorang wanita bernama Ningsih bercerita padaku kalau kamu itu suka berbicara sendiri saat dikosan, bahkan mereka bilang kamu itu sombong, karena tidak pernah menyapa mereka saat melintas didepan tetanggamu itu.
Ningsih kemudian menceritakan tentang kejadian mistis yang kamu alami sebelum kamu ditemukan pingsan dikamar. Kejadian itu terjadi sekitar sore hari, katanya kamu berjanji akan memperkenalkan teman kamu yang bernama Barra kepada Ningsih dan teman-temannya. Tapi mereka semakin terkejut ketika melihatmu kembali sendirian, tapi tanganmu seperti menggandeng seseorang, dan kamu sepertinya tidak melihat mereka yang duduk didepan kamar dan memanggil-manggil nama kamu.
Kamu justru berteriak-teriak memanggil nama-nama tetanggamu itu sambil mengetuk setiap pintu kamar kosan, padahal Ningsih dan yang lainnya sedang duduk-duduk didepan kamarnya memperhatikan tingkah aneh kamu. Tapi anehnya kamu tidak melihat mereka didepanmu , itulah yang membuat Ningsih dan teman-temannya menertawakan kamu karena mereka pikir kamu itu orang stress alias tidak waras.
Karena suara tawa mereka yang sangat keras membuat Bu Broto sang pemilik Kosan mendatangi kosan kalian dan menghardik Ningsih dan teman-temannya yang menertawakan dirimu.
"Ada apa ini!, kenapa berisik sekal!, apa yang kau lakukan Ros!" hardik bu Broto
"Saya cuma mau memberitahu Mpok Ningsih, kalau saya udah bawa Mas Barra, terus satu lagi Bu, dari tadi saya gak berisik kok, aku cuma mengetuk pelan kamar Mpok Ningsih gak lebih, jadi bukan saya yang berisik bu," jawab Ros memancing gelak tawa Ningsih dan teman-temannya
"Apa yang kalian tertawakan!!, diam!!" teriak bu Broto membuat Ningsih dan teman-temannya langsung terdiam
"Maaf Bu, Si Ros ini kayaknya gak waras deh atau kerasukan penghuni kamar pojokkan itu ya, masa kami duduk disini dia tidak aman kamu dengan tatap mata elangnya.
"Eeh maaf bu, bukan maksudku membuat gaduh, tapi saya cuma mau memperkenalkan teman saya pada ibu-ibu disini supaya mereka tidak mengira saya halu bu," jawab Ros ketakutan
"Mana teman kamu?" tanya bu Broto sedikit menurunkan nada bicaranya, dan kamu Ros menunjuk kearah seseorang yang tidak bisa dilihat oleh Ningsih dan teman-temannya, tapi tidak dengan Bu Broto, ternyata dia bisa melihat teman kamu itu.
"Ini Mas Barra, dia juga sama baru pindah ke sini," Ros memperkenalkan Barra pada Bu Broto
Ningsih juga menceritakan Kalau Bu Broto seperti sedang menatap lekat kearah seseorang yang tidak kasat Mata dan membuatnya merinding.
"Masuklah ke kamar kamu Ros, karena ada yang harus aku selesaikan dengan teman kamu ini," perintah Bu Broto menyuruh kamu masuk.
Dan setelah kamu masuk kamar, Bu Broto terlihat berbicara dengan orang yang tidak bisa dilihat oleh Ningsih, bahkan menurutnya Bu Broto sempat mengancam dan mengusir mahluk itu dari sana.
"Pergi kamu dari sini dan jangan berani-berani mengganggu Ros lagi, lagian rumah kamu bukan disini jadi pergilah atau akan bakar rumah kamu!" ancam Bu Broto
Tak lama setelah mengancam dan memaki-maki tidak jelas Bu Broto kembali ke rumahnya.
Hingga saat menjelang magrib tiba Ningsih mendengar suara kamu berteriak-teriak dan minta tolong, dan kemudian karena takut dia memanggil Roy dan dua orang tetangga lainnya untuk menengok ke kamar kamu. Dan Anehnya ketika mereka masuk ke kamar kamu, kamu sudah tergeletak tidak sadarkan diri di lantai." ujar Sunny yang menceritakan semuanya dengan detail membuatku semakin tercengang.
Jadi benarkah kalau Mas Barra itu seorang Gondoruwo seperti yang diceritakan oleh Pak Kyai dan juga Ki Rangga. Tapi kenapa setiap aku bersamanya aku tidak dapat melihat orang lain, dan hanya dia yang aku lihat, tapi bu Broto kenapa aku bisa melihatnya, padahal yang lain tidak bisa aku lihat tapi kenapa wanita itu bisa aku lihat??. Batinku seakan tidak bisa menerima semua ini, semuanya seperti sebuah omong kosong dan penuh misteri.
"Semuanya benar dan bukan bualan nduk," ucap Pak Kyai seperti menimpali ucapanku dalam hati, bagaimana bisa lelaki ini tahu apa yang aku ucapkan dalam hatiku, apa dia juga sama seperti Bu Broto.
"Kamu benar, Ibu Kosmu itu adalah orang yang memiliki indera keenam hingga bisa melihat mahluk halus sama seperti aku, makanya kamu jangan heran jika kamu bisa melihatnya saat orang biasa seperti tetangga kosmu tidak dapat kamu lihat, karena Ki Barra Aryo Kusumo suami gaibmu itu sudah memasang sebuah pagar di tubuhmu agar kau tidak melihat yang lain saat sedang bersamanya kecuali orang-orang tertentu yang memiliki indera keenam," jawab Pak Kyai
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Zahra🌼
ini typo atau gimana sih 🤔🤔 belibet 😫😫
2023-01-30
0
Aqiyu
Barra Aryo Kusumo
2022-10-04
1
Abdul Azis
kl dulu sy kecil ,msh sih ngalami yg gaib pernah diganggu kunti .
2022-09-14
1